
Olivia lengket nya hanya dengan Cio bahkan Nuna sering membujuknya untuk melepaskan Cio karena Cio pasti lelah juga karena datang dari Kampus tadi, Namun Olivia tidak mau lepas
"Kita cari emak nya aja! " Ajak Syifa
"Kamu tahu? " Tanya Wati
"Gak! tapi kita tanya-tanya aja" Ujar Syifa lagi
"Berci ini kayanya tanda deh" Bisik Nuna pada suaminya
"Apa? " Tanya Cio dengan bingung
"Kamu gak ngeh? kamu itu sudah layak jadi bapak contoh nya dia lengket nya sama kamu" Ujar Nuna lalu Cio menoleh menatap Nuna yang ada di samping yang sedang tersenyum
"Belum" Ujar Cio
"Olivia tau rumahnya dimana? " Tanya Pritta lembut
"Tau" Jawab Olivia, Wati dan Syifa menepuk jidatnya sendiri
"Kenapa gak di tanya sejak tadi" Ujar Syifa dengan ekpresi kesal
"Mau kami antar? " Tanya Nuna lembut
"Mau" Jawab Olivia
"Mau di gendong sama kaka? suami kaka pasti cape kalau gendong kamu terus" Ujar Nuna
"Aku mau jalan sendiri" Jawabnya tapi dia tetap mengandeng tangan Cio
Wajah Nuna jadi masam membuat Cio tersenyum melihatnya
"Kenapa? " Tanya Cio lembut teman-temannya yang melihat itu membuang wajahnya sambil mengulum senyum mereka
"Dari tadi aku gak di peluk" Ujar Nuna pelan tapi Cio mendengarnya
"Sabar dulu" Jawab Cio lalu menepuk-nepuk kepala Nuna dengan pelan
"Kita antar dia dulu yah" Sambung Cio lagi lalu Nuna memeluk tangan Kiri Cio
"Rumah nya dekat gak? " Tanya Cio pada Olivia
"Deket Om" Jawab Olivia
"Kita kesana yah" Ajak Nuna lembut pada Olivia
Pritta, Syifa dan Wati kaget melihat banyak orang yang jas rapi berada di depan kos-kosan mereka
"Ada apaan nih? kok bisa ada banyak orang rapi gini? " Tanya Pritta sedangkan Wati dan Syifa berpegangan di tangannya Pritta
"Tenang aja" Ujar Nuna lalu mereka berjalan dan di payungi oleh anak buahnya Cio sedangkan Pritta, Wati dan Syifa tidak
10 menit berjalan kaki, mereka sampai di kos-kosan nya milik Olivia,Olivia berlari masuk karena rumahnya di tutup
"Gini aja? "Tanya Syifa dengan jengkel
" Ah kalau nganter kaya gini doang gua suruh pa simin yang antar dia tadi"Timpal Wati
Olivia datang lagi tapi dia menarik kaka nya , kaka nya perempuan yang seumuran dengan Nuna
__ADS_1
Dia melihat Cio terpana tapi wajah Cio datar saja menatap nya
"Ngapain kamu narik aku? " Tanya Mia pada adiknya
"Lain kali adik di jaga! " Tegur Cio dia menganggukkan kepalanya
Nuna yang tadi ada belakang Cio muncul dan dia terkejut melihat siapa kaka nya Olivia , dia adalah Mia temannya kerjanya dulu
"Mia? " Ujar Nuna sambil menujuk wajah Mia
"Kamu siapa? " Tanya Mia yang tidak mengenali Nuna
"Siapa Nuna? " Tanya Pritta
"Dia teman kerja ku yang dulu yang sering aku ceritain itu" Jawab Nuna
Pritta berusaha mengingat lalu dia ingat lalu menyingsing baju nya
"Oh ini orangnya yang suka seenaknya dulu kamu Nuna? " Ujar Pritta tapi Wati dan Syifa menahan Pritta
"Nuna? " Ujar Mia dia terdiam menatap Nuna
"Emang iya dia Nuna? " Tanya Mia dengan nada meremehkan
"Yah dia gak kenal, Nuna sekarang udah sukses dia masih gini-gini aja kasihan deh" Ucap Syifa
"Apaan maksud lu" Tantang Mia
"Qio! dia dulu sering seenak nya sama Nuna sampai Nuna pulang kerja nangis gara-gara dia" Adu Pritta pada Cio
"Ciooooo" Ujar Nuna membenarkan nama suaminya
Cio tersenyum sinis seakan-akan meremehkan Mia membuat dia langsung rendah hanya karena di tatap oleh Cio
"Olivia kaka pergi dulu yah, bye bye" Pamit Nuna dengan ramah
"Dadah Kaka dan Om ganteng" Ujar Olivia sambil mendadah ke mereka berdua
"Kamu diam aja tadi? " Tanya Nuna pada Cio
"Buat apa? nanti Olivia nangis kalau kaka nya kenapa-napa" Jawab Cio
"Emangnya kamu mau apain? " Tanya Nuna
"Gak aku lakuin ngapain bilang" Ujar Cio
"Ih nyebelin" Ucap Nuna lalu mencubit dada Cio
"Biarin" Jawab Cio
Mereka sampai lagi kos-kosan nya Pritta dan kawan-kawan nya
"Tante kalian jaga istriku dengan baik kan? " Tanya Cio tanpa dosa memanggil Pritta, Syifa dan Wati tante
Mereka ingin duduk langsung berdiri lagi karena panggilan Cio lagi
"Sebut lagi" Suruh Syifa
"Tante" Jawab Cio tanpa dosa
__ADS_1
"Kenapa? kalian marah, bukannya umur kalian di atas ku kan? bahkan kalian lebih tua dari istriku" Sambung Cio, Nuna hanya diam sambil menyembunyikan wajahnya
"Wih belum juga kenalan udah panggil kita tante aja nih" Ujar Wati
"Sikat Wat! " Suruh Nuna, Cio menatap Nuna sambil tersenyum
"Emangnya gua nikah sama om lu sampai panggil gua tante? " Omel Pritta
"Gua panggil kaka juga gak sesuai kan" Jawab Cio
Syifa menjadi geram ingin menyerang Cio tapi Nuna berdiri didepannya Cio menahan Syifa
"Luka dikit aja, awas kamu soalnya polesnya mahal" Ujar Nuna
Mereka duduk disofa dengan wajah kesal ketiganya dan Nuna duduk lagi tempat duduknya tadi
"Nama gua Arbercio suaminya Nuna" Cio memperkenalkan dirinya
"Udah tahu" Jawab mereka bertiga serentak bahkan menatap Cio dengan malas
"Oh udah kenal yah? berarti gua terkenal dong" Ujar Cio dengan pedenya
"Nuna yang ngomong, Nuna suami lu tengil amat nyesel gua muji dia ganteng" Ujar Syifa
"Lah suami ku emang ganteng kan? " Jawab Nuna, mereka semakin kesal pada suami istri yang ada di depan mereka ini
"Tolong!!gua gak mau lu kesini lagi" Teriak Wati
"Minta maaf gak! " Suruh Pritta
"Iyah tante maaf" Jawab Cio lalu dia menunduk menahan tawanya
"Udah Berci nanti mereka marah beneran" Tegur Nuna pada Cio
"Kamu suka berteman sama mereka? " Tanya Cio
"Suka" Jawab Nuna
"Ckk! dia tanya kaya gitu ke Nuna kaya kita penjahat aja" Ujar Syifa
"Gara-gara gak pernah mandi pakai gayung makanya gitu" Ujar Pritta
"Tau dimana kalau dia mandi gak pakai gayung? " Tanya Wati
"Dia kan orang kaya ngapain mandi pakai gayung mikir bego" Jawab Pritta
"Hubungan mandi pakai gayung atau engga apa bedanya? " Tanya Syifa
"Entah lah gua males ngomong" Jawab Pritta
"Kalian ngomongin gua? " Tanya Cio pada ketiga temannya Nuna
"Terimakasih pasti semuanya pujian kan? " Ujar Cio dengan pedenya
"Gua haus" Ujar Syifa lalu dia berjalan menuju dapur
"AAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Teriak Syifa di dapur
"Dia kenapa? " Tanya Cio
__ADS_1
"Udah biasa" Jawab Nuna
"Ohhhh" Ujar Cio angguk-angguk