
Seminggu berlalu
Nuna sudah di perbolehkan pulang dan Mansion Cio jadinya banyak tamu keluarga nya karena putrinya sudah pulang
Cio sangat suka menggendong Aletha sebab dia sangat tenang jika berada di gendongan nya
Bahkan Cio suka mengomeli orang yang mencubit pipi putrinya walaupun itu keluarga nya sendiri
"Tidur terus sih cantik? " Tanya Cio pada putrinya
"Mom kapan seorang bayi bisa ngomong? " Tanya Cio
"7 bulan mungkin sudah bisa ngomong Papah dan Mamah" Jawab Momny Intan
"Memangnya kenapa? " Tanya Mommy Intan
"Aku mau dia ngomong aja tapi masih lama yah" Ucap Cio lalu dia tertawa
"Ulang tahun Aletha sama aku kan? jadi kalau dia ulang tau samaan dong" Ujar King
"Emangnya Aletha mau di samain sama kaka? " Tanya Serena tapi King hanya menjulurkan lidahnya ke Serena
Aletha menguap dan Cio langsung tertawa melihatnya "Chagii kamu dan Aletha istirahat di kamar aja yah, dia nguap nih" Ucap Cio
"Iyah" Jawab Nuna
Cio mengantarkan Nuna ke kamarnya dengan Aletha juga sedangkan yang lainnya tidak ikut
Cio sudah menyiapkan kamar khusus untuk Aletha dan semuanya serba berwarna pink yang memang kental dengan nuansa anak perempuan
Cio meletakkan Aletha di ranjang khusus bayinya "Kayanya dia bakal tidur nyenyakk deh Berci soalnya perutnya sudah kenyang, di jalan menuju pulang tadi dia nyusu terus" Ucap Nuna
"Baguslah" Ucap Cio
"Kamu juga istirahat yah" Suruh Cio
"Keluarga kita lagi kumpul masa aku istirahat sih? " Ujar Nuna
"Mereka paham kok, paling-paling nanti juga pada pulang kalau sudah bosan" Ucap Cio
"Kamu ini bener-bener yah" Ucap Nuna sambil memukul pelan pipi Cio
"Mamah Nuna" Ujar Cio
"Papah Cio" Ujar Nuna juga lalu mereka tertawa bersama-sama
__ADS_1
"Sttttttt nanti Aletha bangun" Ucap Nuna
Cio mengulum senyumnya lalu memeluk Nuna dengan eratnya
"Aku sekarang sudah jadi seorang Papah Chagii, Aku sangat bangga akan itu, aku sangat senang sejak kelahiran Aletha, semuanya terwujud berkat kamu" Ucap Cio
"Kita sama-sama melakukan nya Berci sampai kita berada di titik sekarang" Ucap Nuna dan Cio mengangguk lalu menatap Aletha yang sedang tertidur
"Hay Aletha cantik, cepat besar yah cantik biar Papah gandeng tangan kamu nanti sambil jalan" Ucap Cio pelan
Aletha tiba-tiba tersenyum, Nuna dan Cio melihat itu juga ikut tersenyum
"Senyumin apa Chagii dia? " Tanya Cio
"Aku juga gak tau, mungkin aja mimpinya indah mangkanya dia senyum" Jawab Nuna
Cio membungkukkan badannya agar bisa melihat Aletha lebih dekatnya
"Papah ke Aletha bakal buat Aletha bahagia sama seperti mimpi Aletha yah" Ujar Cio dan Aletha tersenyum lagi
3 Bulan berlalu
Cio bangun pagi sekali sebab dia selalu menyempatkan diri untuk membantu Nuna untuk mengurus Aletha bahkan terkadang dia sendirian yang mengurus Aletha jika Nuna belum bangun
Aletha sedang bercanda dengan Cio sedangkan Nuna mandi
Aletha terus tertawa karena Cio yang mengajak bercanda, Cio Men cium-cium pipi Aletha yang bulat
Cio menatap wajah anaknya dengan dekat "Pipi bulat gini gemesin banget sih" Ujar Cio
Aletha hanya tertawa dan dia mengais-ngais wajah Cio sambil menatap wajah Cio juga
Lalu dia malah menangis entah kenapa, Cio langsung menggendong nya membawa nya turun dari ranjang
"Kamu kenapa nangis? " Tanya Cio sambil menggendong Aletha yang masih menangis
"Muka Papah nyeremin yah? " Tanya Cio lagi sambil mengelus punggung Aletha dengan lembut
Nuna keluar dan langsung memukul tangan Cio karena sudah membuat Aletha menangis
"Diapain sih sampai nangis gini? " Omel Nuna pada Cio
"Kenapa sayang? diapain papan? " Tanya Nuna pada Aletha, Aletha diam sejenak lalu menangis lagi
"Aku gak apa-apain kok dia nangis sendiri Chagii" Jawab Cio
__ADS_1
"Aletha haus yah? " Tanya Nuna
"Sini sama Mamah yah" Ujar Nuna lalu mengambil Aletha dan membawanya keranjang, Nuna langsung menyusui Aletha dan benar saja dia langsung diam
"Ohhh dia haus ternyata" Ucap Cio dan dia duduk di sisi ranjang sambil memainkan kaki mungil Aletha
"Papah mana tau kalau kamu haus Cantik soalnya Papah gak punya asi kaya Mamah kamu" Ucap Cio lagi
Aletha melepaskan Asi nya lalu menatap Cio dengan wajah yang lucu sehabis menangis tadi
"Kenapa? kamu ngambek ke Papah? " Tanya Cio lalu dia kembali melanjutkan aktivitas nya
Cio hanya bisa tertawa melihat tingkah putrinya sendiri
"Berci lebih baik kamu siap-siap deh, kamu kuliah kan? " Tanya Nuna
"Kuliah kok tapi sebentar lagi deh nunggu Aletha tidur kaya biasanya" Jawab Cio
Aletha ternyata memejamkan matanya tapi mulutnya masih menyedot
"Yah dia tidur" Ujar Nuna
"Hah? kok cepet banget sih? " Ujar Cio tak percaya
"Ya sudah aku siap-siap deh" Ucap Cio dan dia berjalan dengan malas menuju kamar mandi
Nuna juga melepaskan Aletha membiarkannya tidur nyenyak lalu Nuna ke ruang ganti
Hari semakin siang bahkan Cio sudah pergi kuliah jadinya Nuna dengan Aletha saja di mansion
Aletha masih belum bangun dari tidurnya jadinya Nuna merasa bingung ingin berbuat apa jika Aletha masih tidur
Nuna terkejut sebab ada Tiara yang duduk di samping Aletha sambil tersenyum manis
"Nuna! " Ujar Tiara dan Nuna tentu terkejut mendengar suara Tiara untuk pertama kalinya
"Kamu mengagetkan saja" Ucap Nuna
"Aku akan jadi sahabatnya Aletha Nuna, jadi kamu jangan terlalu mengkhawatirkan dia" Ucap Tiara dan Nuna diam
"Sama seperti King dan sekarang aku akan menjaga Aletha" Ucap Tiara lagi
"Apa dia melihat kamu? " Tanya Nuna
"Sekarang belum tapi ketika dia berumur 2 tahun nanti dia akan melihat ku" Jawab Tiara
__ADS_1
"Selamat tidur Alethaaaaa" Ujar Tiara dan dia hilang lagi
Nuna tersenyum manis sambil menatap Aletha