SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 174


__ADS_3

Nuna di bawa Cio ke mall dan Nuna sangat senang sebab bisa jalan-jalan dengan cio dan juga calon anaknya


Nuna melihat-lihat tempat yang di lewati dengan Cio sambil tersenyum-senyum karena senang


"Yakin perutnya gak sakit? " Tanya Cio lagi sejak tadi hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulutnya


"Engga Berci" Jawab Nuna


"Chagiii kita mau beli apa? " Tanya Cio


"Beli perlengkapan anak kita lah" Jawab Nuna


"Ohh oke oke" Jawab Cio


Dari kejauhan ada beberapa orang yang sedang mengawasi Nuna dan Cio


"Kalian berhasil buat Cio celaka kalau bisa mati saja sekalian" Suruh seseorang dari seberang telpon


"Baik" Jawab mereka


Disisi Cio


Mereka sudah masuk ke tempat perlengkapan bayi dan anak kecil berbagai umur


Cio langsung mendekat ke tempat baju bayi perempuan, dia mengambil dress bayi yang sangat cantik bahkan Cio menatapnya baju yang di tangannya sambil tersenyum


"Anak kita pasti cantik kalau pakai baju ini" Ujar Cio


"Memangnya anak kita perempuan? kamu jangan belikan dia baju seperti itu dulu" Ucap Nuna


"Memangnya kenapa? bukankah bagus jika anak kita pakai ini" Ujar Cio


"Jika anak kita laki-laki bagaimana? " Tanya Nuna


"Aku percaya anak ku pasti perempuan" Ucap Cio


"Ya sudah kita beli perlengkapan bayi nya ada yang perempuan dan cowo yah biar adil" Ucap Nuna dan Cio hanya mengangguk


Cio sangat bersemangat memilih baju dan perlengkapan bayi nya tapi semuanya yang dia pilih adalah perempuan


Cio menghampiri Nuna yang sedang berdiri melihat-lihat kereta dorong untuk anak nya nanti


"Chagii" Ujar Cio sambil mendorong trolly berisi perlengkapan bayi yang di pilih tadi


Nuna melihat semua isi nya dan dia tergeleng sedang kan Cio malah tersenyum senang


"Semua bagus Chagii, pasti anak ku akan cantik jika memakai semua baju yang aku belikan ini" Ujar Cio


"Aku belum ketemu bando Chagii, aku mau cari dulu yah" Ucap Cio yang sangat antusias


Nuna menahan tangan Cio, "perasaan aku gak enak kamu jangan jauh-jauh yah dari aku" Ucap Nuna


"Eh emangnya kenapa? aku gak akan kenapa-napa kok" Ujar Cio dan dia tetap pergi meninggalkan Nuna


Cio sibuk memilih bando untuk calon bayi nya nanti, Cio juga membeli aksesoris yang lainnya


"Pasti putri ku akan cantik nanti sama seperti Mamahnya" Ujar Cio berbicara sendiri


Lama Cio memilih aksesoris itu sampai dia tidak sadar sudah meninggal kan Nuna terlalu lama


Cio kembali lagi ketempat Nuna tadi tapi dia tidak menemukan Nuna lalu dia pun menuju tempat kasir mengira Nuna ada di sana tapi dia benar-benar tidak menemukan Nuna sama sekali


Cio langsung panik dan dia berkeliling untuk mencari Nuna bahkan Cio meminta bantuan Bodyguard nya untuk mencari Nuna


"Dimana istriku? apa kalian tidak melihatnya? " Tanya Cio panik


"Kami berjaga di depan tuan tapi kami tidak melihat Nona keluar dari tempat ini" Jawab bodyguard

__ADS_1


"Cepat temukan istriku" Suruh Cio


"Astaga kamu di mana Chagii" Ujar Cio panik dan khawatir memikirkan Nuna


Hampir 1 jam lebih Cio mencari Nuna tapi tidak menemukannya bahkan Cio meminta untuk di umumkan di tempat informasi kehilangan Nuna


Usaha Cio nihil dia tidak menemukan Nuna sama sekali dan Cio tertunduk tanda jika dia bersalah sudah membiarkan Nuna begitu saja


Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya lalu Cio menoleh dengan lesu


"Ka" Ujar Serena


Serena juga pergi ke mall bersama dengan teman-teman kosannya Nuna


"Ka Nuna hilang kenapa? " Tanya Serena dan Cio memeluk Serena


"Aku kira dia gak bakal hilang Serena soalnya kami tadi lagi pilih-pilih perlengkapan bayi" Jawab Cio


"Kalau kaka kayagini ka Nuna gak bakal ketemu" Ujar Serena


Lalu Cio melepaskan pelukannya "Apa kaka kira dengan cara seperti ini kaka bakal bisa temuin ka Nuna? gak akan ka malah bakal susah" Tegas Serena


Cio mengangguk mengerti apa yang di maksud oleh Serena


Cio menyuruh semua bodyguard nya untuk mencari Nuna sampai dapat


Cio juga ikut pergi meninggalkan Serena dengan teman-temannya


"Kaka kamu nurut banget sama kamu? " Tanya Pritta


"Kaka itu orangnya emang gitu, kalau gak di tegasin dia bakal kaya tadi" Ujar Serena


"Lebih baik kita ke tempat bermain aja, Ka cio tadi kasih mangsanya" Ajak Serena


"Hah? mangsa emangnya kita hewan gitu? " Tanya Wati


1 jam perjalanan mereka pun sampai ke tempat tujuannya


Serena membawa ketiga temannya ke markas besar keluarganya


"Kok tempat nya serem? "Ujar Syifa takut


" Ayok turun"Ajak Serena


"Ini tempat apa? " Tanya Pritta


"Kok bisa di dalam hutan ada gedung sebesar ini? " Tanya Wati


"Cepat turun atau aku suruh para anak buahku gepengin nih mobil" Ancam Serena tapi dia sambil tersenyum


"Kok kamu jadi serem gini Serena? " Tanya Pritta tapi dia acuh dan turun dari mobil


Mereka mengikuti Serena yang berjalan dengan santai masuk kedalam gedung itu


"Serena kamu ngapain?" Tanya Pritta


"Aku mau kasih pelajaran buat seseorang yang udah keterlaluan batas" Jawab Serena


"Siapa? " Tanya Syifa


"Kalian ingat dengan Lisa yang pernah aku ceritain ke kalian? " Ujar Serena


"Ingat" Jawab Mereka bersamaan


"Itu dia" Ujar Serena


Serena sampai di ruangan Lisa dan dia temani oleh beberapa bodyguard bahkan Lisa dalam keadaan terikat di tongkat dengan pakaian yang cukup lusuh seperti habis di seret

__ADS_1


"Ini orangnya? " Tanya Pritta


"Yah" Jawab Serena


"Serena lepasin aku! " Pinta Lisa lemah bahkan hampir ke hilangan kesadaran


Serena mengambil tongkat baseball yang tersandar di dinding dan membawanya ke arah Lisa


"Serena kamu mau ngapain? " Tanya Wati yang takut jika Serena akan menyakiti Lisa


"Lisa kata ka Cio kamu hari ini sangat mengesalkan" Ujar Serena


"Aku kasih kamu kesempatan" Ujar Serena


"Apa? " Tanya Lisa


"Pergi dari negara atau ku pukul kepala kamu sampai mati? " Jawab Serena


Wati dan Syifa terkejut mendengar ucapan Serena sedangkan Pritta hanya bersikap santai


"Wajah kamu gak sedikitpun buat aku takut Serena, aku gak percaya jika kamu berani membunuh ku" Ujar Lisa yang meremehkan Serena


Serena langsung melayangkan pukulan tepat mengenai bahu Lisa


Lisa berteriak karena pukulan Serena yang kuat, "Meremehkan ku Lisa? kamu harus ingat jika anak angkat seorang Rio Wijaksono dan Papah kandung ku adalah pembunuh bayaran terkenal, seperti nya jika hanya membunuh mu aku tidak takut sama sekali" Ujar Serena


"Cepat buat pilihan atau tongkat baseball ku yang memilih kamu sebagai mangsa terbarunya" Ujar Serena


"Apa yang akan ku dapatkan? aku menganggu Cio dengan istri nya mendapatkan uang sedangkan menurut kemauan kamu aku hanya bisa mati kelaparan" Ujar Lisa


"Lebih baik mati sekarang saja bagaimana Lisa? "Tawar Serena


" Jangan Serena, biarkan aku bebas"Ujar Lisa


"Kamu orang jahat Lisa, kamu bahkan membunuh anak kamu sendiri padahal dia berhak hidup" Ujar Serena


"Gak usah ikut campur dalam urusan ku" Ujar Lisa


Serena diam sejenak lalu melirik kebelakang dengan ekor matanya


"Bawa keluar mereka" Suruh Serena pada anak buah nya untuk membawa ketiga temannya keluar


"Serena apa kamu mau membunuh dia? " Tanya Syifa


"Jika kamu membunuh nya aku akan melarang kamu Serena" Ujar Syifa


"Bawa keluar mereka" Suruh Serena lagi dan mereka keluar


"Aku bakal kasih kamu kesempatan Lisa sama seperti Jessica tapi kamu harus jadi orang baik"Ucap Serena


" Jika kamu tidak melakukan nya, aku bersumpan akan membakar kamu hidup-hidup"Ujar Serena


"Aku setuju" Jawab Lisa


Serena mengangguk dan dia meminta anak buah nya masih ada di sana untuk melepaskan Lisa


Sedangkan dia pergi meninggal kan lisa, ketika dia keluar. Serena mendapatkan tatapan kecewa dari ketiga temannya


"Aku tidak membunuh nya, aku mana tega membunuh teman ku sendiri" Ujar Serena sambil tersenyum


Mereka juga ikut tersenyum melihat Serena "Beneran kan? " Ujar Syifa


"Iyah kalau gak percaya periksa saja, aku hanya memberikan penawaran agar dia bisa lebih baik lagi" Ujar Serena


"Kamu hebat Serena" Puji Wati


"Kita pulang yuk dan aku mohon apa yang kalian liat dan kalian dengan disini harus kalian jaga yah" Ujar Serena mereka mengangguk

__ADS_1


__ADS_2