
Wati dan Syifa sama-sama ngambek bahkan mereka berjalan di belakang karena tidak mau bicara pada Serena, Nuna dan Pritta
"Mau apa lagi ka? " Tanya Serena
"Boleh beli mainan gak? "Ijin Nuna sambil nyengir kuda
"Beneran mau beli mainan Na? " Tanya Pritta tak percaya
"Gak boleh yah? " Ujar Nuna dan wajah jadi masam
"Muka jangan di bikin kaya gitu Naaa" Tegur Pritta lalu mencubit kecil pipi gembul Nuna
"Mainan apa? " Tanya Serena pada kaka ipar itu
"Kita liat-liat aja dulu" Jawab Serena
"Yaudah kita ke toko mainan yah" Ujar Serena
"Kalian ikut gak? " Tanya Pritta pada 2 temannya di belakang
"Ngapain di tanya, sudah tahu kami bakalan ikut" Jawab Syifa
"Tau nih, kami daritadi ngambek gak di bujuk sana sekali" Ucap Wati
"Emangnya penting di sampai di bujuk? " Tanya Pritta
"Oh gitu" Ucap Syifa dan dia membuang mukanya
"Ka Syifa! Ka Wati kalian mau beli apa? biar aku yang bayarin" Tanya Serena
Mereka berdua diam "Kok diam? " Tanya Serena
"Gak mau beli apa-apa? ya udah nonton aja" Ujar Serena dan mereka hanya bisa mendengus kesal
"Kita lagi sama ATM berjalan kalian gak mau beli apa-apa? " Tanya Pritta
"Kamu diam! " Suruh Syifa
Karena sangkin asik berbicara mereka pun sampai di toko mainan yang menjual semua mainan anak-anak
"Kaka pilih aja yah" Suruh Serena lembut dan Nuna berjalan ke tempat mainan yang dia inginkan tapi mereka tetap mengikuti Nuna
Nuna berjalan sambil melihat-lihat mainan yang dia inginkan
"Naa kamu beneran mau beli mainan? buat calon anak kamu" Tanya Pritta
"Buat aku! " Jawab Nuna tanpa menoleh dan dia mengambil satu mainan membuat yang lain mengerucut kan alisnya
"Pistol? " Ujar Serena heran
"Yah! " Jawab Nuna karena dia mengambil mainan pistol yang layaknya seperti asli
"Apa lagi? " Tanya Serena
__ADS_1
"Cuma ini" Jawab Nuna dan dia pergi menuju kasir sambil memeluk mainan pistolnya
"Agak lain nih bumil satu" Ujar Syifa
"Anak cewe tapi ngambil mainan pistol tuh gimana ceritanya" Ujar Wati yang heran dengan Nuna
Disisi Cio
Hari sudah semakin sore bahkan menggelap dan Cio sejak tadi menunggu kedatangan Nuna
"Chagii kamu kemana? kok belum balik sampai sekarang" Cio membatin menunggu Nuna datang
Pintu terbuka yang masuk adalah Serena dan Nuna, Cio langsung tersenyum melihat orang yang dia tunggu sejak tadi datang juga
"Chagiii! " Panggil Cio dengan semangat
Nuna tersenyum sambil berjalan menuju kearah suaminya tapi tatapan Mommy Intan benar-benar membuat siapa saja pasti serba salah tapi Nuna berusaha untuk tidak menghiraukan nya, Serena sudah bilang padanya jika jangan terlalu di gubris karena Cio lebih membutuhkan nya dari siapapun
Cio merentangkan tangannya meminta di peluk tapi Nuna malah hanya duduk di samping Cio
Cio agak kecewa tapi dia tertawa melihat ketidak pekaan Nuna
"Darimana aja? " Tanya Cio lembut pada Nuna bahkan sambil mengelus punggung tangan Nuna
"Banyak soalnya Serena bawa aku kemana aja yang ku mau" Jawab Nuna senang
Cio menatap Serena yang berdiri di belakang Nuna "Nice girl! " Ujar Cio pada Serena
Serena hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan Cio sambil tersenyum simpul
"Semuanya cukup tapi cuma satu yang engga yaitu liat senyum kamu hari ini" Jawab Cio lalu dia tersenyum
"Kenapa malah kesini kalian? hari sudah mau malam, lebih baik kalian pulang" Ujar Mommy Intan
"Mom! " Ujar Cio dan Serena bersamaan
"Kenapa? Mommy benar! Nuna juga harus istirahat kan" Sambung Mommy Intan
Nuna berdiri dan menatap Mommy Intan dengan tatapan sedih
"Mommy kenapa? kok daritadi kaya berusaha banget menghindarkan aku dari suamiku sendiri? " Tanya Nuna yang sejak tadi diam karena selalu menurut saja ucapan Mertuanya
"Itu hanya perasaan kamu saja, Mommy hanya ingin Cio benar-benar istirahat hanya itu" Jawab Mommy Intan
"Aku gak ganggu dia kok Mom, aku bukan penggangu untuk Berci" Ujar Nuna
"Yang ku ingin hanya ingin selalu dekat dengan Berci tapi Mommy selalu menyuruh pergi" Ujar Nuna
"Kamu menuduh Mommy yang tidak-tidak? Apa rasa sopan kamu sudah menghilang? hmm ternyata anak dan orang tua tidak ada bedanya" Ujar Mommy Intan bahkan dia memalingkan wajahnya
Cio melihat Nuna mengepalkan tangannya tapi dia langsung memegang lengan Nuna
"Sabar Chagiii" Cio membatin dan Nuna mendengar suara Cio
__ADS_1
"Mendebat Mommy gak akan pernah menang, malah kamu yang akan jadi salah nantinya" Sambung Cio
"Aku mohon biarkan saja karena Mommy kalau di tantang dia pasti akan menjadi nantinya" Ujar Cio
Nuna menganggukkan kepalanya lalu dia duduk lagi di kursinya di samping Cio
Serena hanya diam mendengar perdebatan Nuna dengan Mommy Intan
"Ay kenapa seperti ini sih? " Bisik Daddy Rio di telinga suaminya
"Dia pengacau! " Jawab Mommy Intan dan dia pergi keluar ruangan Cio namun Daddy Rio mengejarnya
Nuna diam sambil menundukkan kepalanya lalu Cio meraih dagu Nuna agar menatapnya
"Hey jangan suka menunduk karena seoarang ratu tidak akan pernah menunduk kebawah" Ujar Cio menghibur Nuna
"Aku ngerasa bersalah banget kalau Mommy kaya gini Berciii, kaya Mommy itu nyalahin aku" Ujar Nuna
"Dia seoarang ibu Chagiii, jika anak nya sakit pasti dia juga merasakan hal yang sama bahkan lebih dari itu, dia hanya kecewa karena aku seperti ini tapi bukan berarti dia menyalahkan kamu, dia hanya meluapkan rasa kesal nya" Ujar Cio lembut
"Kita sebentar lagi akan jadi orang tua jadi kita akan merasakan apa yang dia rasakan" Sambung Cio
"Aku akan cepat sembuh agar Mommy gak kaya tadi lagi yah" Tambah Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya
Serena tersenyum mendengar ucapan Kaka nya yang terdengar sangat dewasa menjelaskan pada Nuna
"Oh ya tadi jalan kemana aja? terus kenapa gak bawa apa-apa? " Tanya Cio mengalihkan pembicaraan
"Kaka beli mainan ka tapi mainannya pistol" Jawab Serena tentu Cio terkejut
"Pistol? kamu beli pistol mainan? bukannya itu mainan anak laki-laki? " Ujar Cio heran
"Gak tau rasanya mau beli itu" Jawab Nuna
"Tapi aku senang hari ini sampai aku lupa dengan sikap Mommy tadi" Ucap Nuna lagi dan dia menoleh ke arah Serena
"Makasih ya Serena" Ujar Nuna
"Sama-sama ka, bukannya kewajiban ku untuk membuat kaka senang? bukannya nanti juga aku bakal jadi babysitter bayi kalian juga" Ujar Serena
"Ya itu tentu sangat jelas tapi kamu jangan pernah ajarin dia tentang dunia balap" Ujar Cio
"Kalau minat dia sama kaya aku gimana? menurutku sah aja sih aku ajarin" Jawab Serena
"Gak boleh! " Ujar Cio
"Memang dia harus di ajarkan apa? menurut ku dia harus punya hobby ekstrem karena terlalu menjadi wanita peminim itu gak baik juga karena pasti bakal manja banget" Ujar Serena
"Anak perempuan wajar manja" Ujar Cio
"Ah terserah kaka aja lah, aku berharap kaka gak salah didik" Ujar Serena
"Maksud kamu apa? " Tanya Cio meninggi
__ADS_1
"Berci sudah" Tegur Nuna dan Cio diam sedangkan Serena hanya mengangkat bahunya