
Mereka sampai tapi dalam Nuna masih dalam keadaan ngambek tapi sesekali mengulum senyum nya karena Cio terus menerus membujuknya
"Chagiii kita sudah sampai, apa kamu masih cemberut gitu? " Tanya Cio
Pintu mobilnya di buka oleh anak buahnya lalu mereka pun keluar, Nuna berusaha tersenyum pada orang-orang disana apalagi ada keluarga besarnya Cio
Cio tersenyum melihat Nuna tersenyum "Senyum juga, apalagi lagi cantik gini" Bisik Cio
"Bisa diam gak sih? " Omel Nuna tapi Cio hanya tertawa kecil lalu
"Lucu banget sih" Ucap Cio sambil menatap Nuna yang masih berwajah masam jika pada dirinya
Hellen dan King mendekati mereka lalu Cio melingkar kan tangannya di pinggang Nuna tapi Nuna tidak menolaknya
"Baru datang? " Tanya Hellen pada keduanya
"Lagi berantem? " Tanya King lalu Hellen terkejut mendengar pertanyaan King
"Enggak kok" Jawab Nuna sambil geleng-geleng
"Beneran? "Tanya Hellen yang masih tidak percaya
"Nuna mau jalan sama aku?" Ajak King dan dia langsung mendapatkan tatapan tajam dari Cio
"Boleh" Jawab Nuna sampai Hellen tertawa kecil melihat Cio terdiam melihat Nuna tak percaya
"Chagii" Ucap Cio tidak percaya tapi Nuna hanya mengangkat bahunya
"Ayok ikut aku" Ajak King bahkan dia mengulurkan tangannya ke Nuna tapi dia tidak menyambut nya hanya mengikuti King berjalan berbarengan
Nuna dan King berjalan berbarengan meninggalkan Cio dengan Hellen
"Aku kira kamu bakal tolak aku" Ucap King tapi tidak menatap Nuna hanya menatap jalan
"Aku hanya ingin menjahili nya" Ucap Nuna
"Jika aku bukan sepupu nya Cio, apa kamu bakal mau ku ajak jalan? " Tanya King
"Seberapa penting kamu sampai aku mau jalan seperti ini, sampai mau meninggalkan suami ku? " Jawab Nuna lalu King tersenyum
"Kukira dia selalu mau dengan ajak laki-laki ternyata tidak juga" Batin King
"Aku malu jika harus melihat kemesraan kalian, karena Cio lebih muda dari ku sudah menikah" Ucap King lalu dia tersenyum tipis
__ADS_1
Nuna tersenyum lalu menatap King "Cinta perempuan yang nyata bisa kamu miliki King bukan wanita yang sudah tidak ada" Ucap Nuna membuat King menghentikan langkah nya karena terkejut dengan Ucapan Nuna
"Kamu tahu? " Tanya King
"Apa kita memiliki kesamaan King? " Jawab Nuna sambil tersenyum tipis
"Sejak kapan kamu tahu? " Tanya King yang masih penasaran dengan Nuna
"Sejak pertama kita bertemu, dia cantik ya King? pantas saja kamu gak pernah mau buka hati buat wanita di luar sana" Ucap Nuna lembut
"Dia selalu melindungi kamu kan? makanya kamu gak pernah kesepian" Sambung Nuna
"Hanya kamu yang tahu keberadaan Tiara Aiden sampai sekarang" Ucap King
"Oh namanya Tiara Aiden? " Ucap Nuna sambil angguk-angguk
"50 atau bahkan 1 abad lagi, kamu gak akan mungkin menemukan jodoh kamu King, jika kamu selalu membandingkan sosok itu dengan wanita di luar sana, dia tidak akan bisa di miliki" Nasehat Nuna
"Jika aku bisa menemukannya, apa kamu tidak malu mengatakan semua tadi" Sanggah King
"Pasti tiara jarang muncul atau malah menghilang" Jawab Nuna membuat King terdiam
"Aku hanya bisa melihat sekilas sosok seperti itu tapi tidak bisa berkomunikasi dengan mereka sedangkan kamu bisa kan" Ucap Nuna
"Jika aku bisa berkomunikasi dengan mereka pasti aku akan sakit" Ucap Nuna lagi
"Apa dia pernah menemui Papi kamu? " Tanya Nuna tapi Cio menggeleng
"Tapi dia sering berdiri di samping Papi sambil senyum bahkan tatapan sangat dalam" Ucap King lagi
"Aku paham kenapa dia selalu buat kamu, karena ada rasa cinta yang memang belum selesai di Papi kamu tapi Papi kamu gak sadar itu malah ke kamu" Ucap Nuna
"Apa yang harus ku lakukan Nuna? " Tanya King
"Jika kamu mampu menemukan jodoh kamu, aku yakin dia akan pergi atau malah menjadi pelindung kamu atau anak-anak kamu mungkin" Ucap Nuna
"Aku masih belum mampu jika Tiara pergi dari hidup ku" Ucap King tapi Nuna hanya diam
Disisi Cio
Dia menatap Nuna yang berjalan dengan King tanpa berkedip sampai Hellen geleng-geleng kepala melihatnya
"Kenapa harus Nuna Cio? padahal kata Serena kamu sedang patah hati karena di tinggal gebetan kamu keluar negeri" Tanya Hellen
__ADS_1
"Boleh aku tanya balik ke kaka? " Ucap Cio lalu Hellen hanya mengangguk
"Why not Nuna? " Tanya Cio bahkan sambil tersenyum
"Aku kaya pernah dengar kata-kata ini tapi dari siapa yah" Ucap Hellen
Tapi Cio hanya tersenyum lalu kembali menatap Nuna yang masih mengobrol dengan King tapi kali ini Nuna menoleh kebelakang menatap Cio
Cio tersenyum sedangkan Nuna menatap tanpa ekpresi lalu kembali berbicara dengan King
Acara pun dimulai Dania keluar dengan Gabriel dan kedua kaka kembarnya di belakang
Dania sangat cantik balutan gaun bermotif batik yang senada dengan calon suaminya
Cio datang lalu menarik Nuna agar berhenti dengan King karena dia sudah tidak tahan jauh-jauh dari Nuna
"Ka Dania sangat cantik" Ucap Nuna yang memang tersihir oleh wajah Dania yang cantik
"Iyah" Jawab Cio tapi matanya menatap Nuna seakan-akan tidak mau lepas
"Berci apa aku dulu juga secantik ka Dania? " Tanya Nuna
"Iyah, bahkan layaknya bidadari" Jawab Cio lalu Dania tersenyum dan memeluk tangan Cio
Hellen naik untuk mendekati Dania sambil membawa ponselnya ternyata Serena yang memvideo call untuk mengucapkan selamat pada kaka nya
"Kaka" Panggil Serena sambil mendadah di layar ponsel
"Maaf yah gak bisa datang, tapi pernikahan kaka aku bakal datang" Ucap Serena
"Kamu sehat-sehat aja dulu bontot" Suruh Dania
"Gimana keadaan kamu? " Tanya Hellen
"Aku lumayan bahkan aku sudah bisa duduk lebih lama biasanya cuma tiduran aja bahkan pusing ku sudah gak sesakit kemarin" Jawab Serena
"Tapi selamat yah buat kaka" Ucap Serena lagi
"Iyah Serena cepat sembuh dan pulang yah, kaka mau kamu nanti yang rias kaka pas di hari bahagia kaka" Pinta Dania
"4 hari lagi aku pulang" Janji Serena
"Iyah" Jawab Hellen dan Dania
__ADS_1
"Besok kita temuin Serena yah, aku sangat merindukan dia" Ucap Cio
"Iyah Berci" Jawab Nuna