
Nuna membuka matanya dan dia terkejut melihat Mamah Figo ada di sampingnya
"Mamah" Ujar Nuna terkejut sambil duduk
"Akhirnya kamu bangun juga" Ucap Mamah Figo
"Ini kamu minum dulu obat dulu" Suruh Mamah Figo tapi Nuna menggeleng tanda jika dia menolak
"Maaf Mah aku gak bisa minum obat sembarangan" Tolak Nuna
"Ini obat penguat kandungan sayang, apa kamu gak percaya dengan Mamah? " Tanya Nya
"Obat penguat kandungan? aku punya banyak di mansion Mah bentuknya tidak ada yang seperti itu" Ucap Nuna sebab bentuk obat itu pil yang memang tidak pernah Nuna lihat sekali
"Minum saja dulu sayang" Suruh nya lagi
"Aku gak mau Mah, tapi sekarang aku dimana? bukannya tadi aku ada di mobil" Tanya Nuna
"Memangnya kenapa? kamu gak mau kalau dekat sama Mamah? "Jawab Mamah Figo
"Aku tadi pergi tanpa seijin suamiku pasti dia sekarang cemas memikirkan aku Mah" Ucap Nuna
"Memangnya kenapa jika dia cemas? apa yang perlu di cemaskan sedangkan kamu saja dengan Mamah" Ucap Mamah Figo
"Mah aku harus pulang, aku gak boleh lama-lama disini" Ujar Nuna
"Apa kamu lebih suami kamu ketimbang orang yang sudah melahirkan kamu? " Tanya Mamah Figo
"Aku sekarang udah dewasa Mah bahkan aku adalah tanggung jawab suami ku, apa Mamah tega memberikan pernyataan seperti itu? bahkan sekarang aku hamil anak nya" Ucap Nuna
"Mamah kecewa dengan kamu" Ucap Mamah Figo membuat Nuna mengerucutkan alisnya
"Apa maksud Mamah? kenapa kecewa? Apa Mamah gak mau hamil? " Tanya Nuna heran
"Dia jahat Naaa, dia mertua kamu sudah ingin membunuh Papah kamu" Ucap Mamah Figo
"Bukannya dia sendiri yang ingin membunuh suami ku? kenapa Mamah menutup mata akan kesalahan pak tua itu" Tanya Nuna meninggi
"Apa seperti ini sikap kamu pada orang tua mu sendiri? " Tanya Mamah Figo
__ADS_1
"Mamah harus ingat, aku besar tanpa campur tangan kalian jadi jangan terlalu berharap bisa mengatur ku apalagi ingin menghasut ku untuk membenci Berci dan keluarga karena itu gak akan bisa" Ucap Nuna
"Aku dimana sekarang? aku mau pulang" Ucap Nuna meninggi
"Menurut dengan Mamah atau Cio akan hanya tertinggal Nama" Ancam Mamah Figo
"Mamah mengancamku? apa Mamah sudah seperti Pak tua itu? " Tanya Nuna tak percaya
"Mereka yang sudah membuat Mamah seperti ini, mereka hampir menghilang kan Papah kamu dan Mamah mau kamu berpisah dengan Cio sebab mereka sangat mengerikan Nuna" Ujar Mamah Figo
"Berpisah? sedangkan aku saja sedang hamil anak Berci Mah! Aku gak akan bisa hidup tanpa dia,Apa mamah mau menghancurkan kebahagiaan yang gak pernah kalian berikan sejak aku bayi? " Tanya Nuna
"Gugurkan dia" Ujar Mamah Figo tanpa ekpresi di wajahnya
"Bodoh! " Ujar Nuna mengakatai Mamah Figo
"Lebih baik Mamah bunuh aku saja, jika Mamah mau membunuh suami atau calon anak ku, kenapa tidak aku saja yang kalian bunuh? " Tanya Nuna dan kali ini Nuna tidak bisa membendung air matanya
"Jika kalian membunuh mereka berdua apa gunanya aku hidup? " Ujar Nuna bahkan dia menangis
Mamah Figo bukannya prihatin tapi malah menyodorkan map pada Nuna
"Gak akan pernah aku tanda tangani bahkan aku percaya jika suami ku akan datang sama seperti waktu itu" Ujar Nuna
"Tempat ini gak akan bisa di ketahui oleh mereka Nuna jadi menurut lah" Ucap Mamah Figo
"Gak akan pernah! " Jawab Nuna tegas
Mamah Figo berdiri dari duduknya dan memanggil orang suruhannya
"Ikat kaki dan tangan nya" Suruh Mamah Figo, mereka menurut dan langsung mengikat Nuna tanpa menghiraukan teriakan Nuna
Nuna sudah terikat tapi Mamah Figo masih di sana menatap Nuna dengan tatapan datar
"Itu hukuman buat kamu" Ujar Mamah Figo dan meninggalkan Nuna begitu saja di kamar itu bahkan menguncinya
"Mah lepasin Nuna! Aku mau pulang! " Teriak Nuna sampai suara hilang karena terus berteriak
Disisi King
__ADS_1
King sampai ke mansion Tuan Figo tapi dia tidak menemukan apa-apa hanya ada mayat yang berserakan di depan mansion nya
King masuk dengan anak buahnya dan tetap saja tidak menemukan apapun disana
"Sialan! " Teriak King karena kesal tidak menemukan apa-apa
"Tuan! mobil di depan adalah Mobil Tuan Cio, apa dia juga kesini tadi? " Tanya Bodyguard nya pada King
Tepat ditempat mereka berdiri adalah bekas Cio yang habis di siksa oleh Tuan Figo
"Lantai nya bau minyak tanah" Ujar Bodyguard
"Minyak tanah bercampur dengan darah bahkan juga ada bekas bakar" Ujar Bodyguard yang berjongkok memeriksa lantai itu
"Tuan kita harus temukan Tuan Cio sebab kemungkinan ini adalah darah dia, bahkan lebih buruk nya dia sudah mati terbakar" Ucap Bodyguard khawatir
"Kita fokus mencari Nuna biarkan saja dia, sebab dia bukan urusan ku" Ujar King dan pergi keluar dari Mansion Tuan Figo
Dari balik pintu yang terbuka sedikit, dia melihat keberadaan King yang datang tapi dia tidak bisa memanggilnya bahkan mendekati sebab dia terikat dengan luka yang cukup parah
"Apa aku akan berakhir disini? " Ujar Cio
"Apa aku akan mati sebelum bertemu calon putriku" Batin Cio
Cio masih di sana tapi Tuan Figo sudah pergi meninggalkan nya di sana sendirian dengan keadaan tubuh terikat di kursi
"King! " Panggil Cio dengan pelan bahkan seperti berbisik dan mustahil jika King bisa mendengarnya
Cio meneteskan air matanya sebab harapan nya pupus untuk selamat karena King dan anak buah nya sudah pergi
"Bertahan lah yang menolong mu bukan King tapi orang yang kamu benci" bisik seseorang di telinganya Cio
Dada Cio berdetak dengan kuat sebab mendengar suara yang entah datang dari mana itu
"Siapa itu? " Cio membatin
Penglihatan Cio menggelap lagi dan dia jatuh pingsan lagi seperti tadi
Tubuh Cio penuh luka bakar dan luka bekas pukulan akibat ulah Tuan Figo tapi hebatnya Cio masih bisa bertahan hidup padahal jika dengan luka tusukan saja dia bisa pastikan meninggal tapi dia tidak
__ADS_1