
Serena sedang ada di dalam mobil dan dijaga oleh tiga bodyguard di luar mobilnya
Dia diam melamun sambil memegang setir mobil dengan tatapan kosong menatap kedepan
"Yang Lisa bilang itu benar, aku selalu merendahkan Lisa tapi aku sendiri gak berkaca" Ucap Serena
Serena keluar dari mobil ingin ke kelas nya lagi tapi dia malah di bertemu Digo yang juga baru datang dari mobilnya
Digo menghampiri Serena tapi di cegat oleh bodyguard nya "Antar aku sampai Kelas" Pinta Serena pada bodyguard nya dan mereka mengikuti Serena berjalan di belakang
Digo tak berani mengejar Serena sebab dijaga oleh bodyguard nya
Di kelas Serena malah Gery yang berdiri sambil membawa paperbag yang berisi minuman kesukaan Serena
Gery yang melihat Serena langsung berlari menghampirinya tapi dia malah di cegat oleh bodyguard nya Serena sama dengan Digo
"Serena aku dengar kamu berkelahi dengan Lisa, apa kamu baik-baik aja? " Tanya Gery
"Menjauh dari nona kami atau kami akan membuat anda celaka" Ancam Bodyguard Serena
"Yang harus menjauh itu kalian bukan gua, lagian juga gua gak berbuat jahat sama dia" Ujar Gery
"Serena ambil ini"Pinta Gery sambil menyerahkan paperbag yang sejak tadi dia bawa untuk Serena
Serena mengambil paperbag itu tapi tatapan tetap dingin menatap Gery
" Serena bisa ikut sebentar "Ajak Gery tapi Serena tidak memperdulikan Gery dan malah berjalan masuk ke kelasnya
Gery ingin mengejar Serena tapi dia masih ditahan oleh bodyguard nya Serena
Gery berontak lalu malah pergi karena mustahil baginya bisa mendekati Serena
Disisi Cio
Cio sedang menatap orang-orang yang sedang menyiapkan untuk dia berlatih besok
"Apa kamu yakin Berci? kata kamu aja sekarang kaki kamu jadi sakit" Ucap Nuna
"Aku yakin pasti bisa, jika aku gak lawan rasa sakit ku kapan aku akan bisa" Jawab Cio
Cio memeluk pinggang Nuna dan menempelkan telinganya di perut Nuna sebab Cio duduk sedangkan Nuna berdiri
"Kenapa aku bersih kukuh buat sembuh sebab aku mau bantuin kamu, aku tau kok pas malam kamu suka keluar kamar terus makan" Ucap Cio
"Aku ngerasa gagal tapi aku bakal terus berjuang jika keberuntungan gak ada ditangan ku tapi setidaknya aku punya kalian" Ucap Cio lagi
"Kamu akan sembuh Berci aku yakin" Ucap Nuna
Mommy Intan datang dengan Daddy Rio yang tadi mereka berada di dapur
Cio melepaskan pelukannya sebab ada Daddy dan Mommy nya
"Mom! Daddy kalian percaya kan jika aku akan bisa jalan kembali" Tanya Cio
__ADS_1
"Jelas kami percaya bahkan kami akan selalu dukung kamu" Ujar Mommy Intan
Cio menatap Daddy yang hanya diam menatap dirinya juga lalu Cio tersenyum
"Daddy kenapa diam? apa Daddy tidak percaya jika aku bisa sembuh? " Tanya Cio
"Daddy akan kecewa jika kamu menyerah dan selalu merutuki diri kamu" Jawab Daddy Rio
Cio mengangguk tanda mengerti apa yang maksud Daddy nya
"Baiklah Daddy harus pergi lagi sebab Daddy ada meeting tapi Daddy dan Mommy kamu akan kesini lagi besok" Ujar Daddy Rio
"Hati-hati Mom Daddy" Ujar Nuna mereka mengangguk dan mencium kening Nuna dan Cio bergantian lalu pergi
Pelayan datang membawakan paperbag lalu menyerahkan pada Nuna
"Apa ini? " Tanya Nuna
"Tidak tau Nona tapi ini pengirimnya dari Nona Serena" Jawab Pelayan
Nuna mengambilnya dan lalu melihat isinya ternyata isinya adalah bittersweet
"Woah" Ujar Nuna dan mengambil isinya
"Apa itu Chagii? " Tanya Cio
"Bittersweet Berci" Jawab Nuna
"Aku mau makan yah" Ujar Nuna
"Tolong buka kan yah" Pinta Nuna pada pelayannya lalu dia pergi meninggalkan Nuna untuk membukanya untuk Nuna
"Kata Daddy dia marah tadi soalnya gak ikut buat liat calon anak kita" Ujar Cio
"Tapi dia ngirim gini aku seneng" Ucap Nuna
"Kita ke ruang makan yah" Ajak Nuna lalu mendorong kursi roda Cio menuju ruangan makan
Nuna meminta pada pelayannya untuk menyiapkan nya di atas diruang makan saja
pelayan datang membawakan bittersweet tadi lalu menyiapkannya ke hadapan Nuna
Nuna sudah ingin menyendok bittersweet nya tapi malah Serena menelpon lalu dia mengangkat nya
"Kaka dimana? " Tanya Serena tanpa basa-basi
"Aku dirumah" Jawab Nuna
"Gimana hasil USG tadi? " Tanya Serena
"Sehat kok Serena, tapi kamu gak ngambek lagi kan? kata Daddy kamu ngambek gak di ajak" Tanya Serena
"Tadi Iyah tapi sekarang tapi masih sih sedikit" Jawab Serena
__ADS_1
"Jangan ngambek udah gede" Ujar Nuna
"Iyah kaka" Ujar Serena
"Oh Iyah Serena makasih yah udah kirimin kaka bittersweet" Ujar Nuna
"Loh bittersweet? kapan aku kirimin? aku aja masih di kampus ini kapan aku ngirimin kaka bittersweet" Tanya Serena kebingungan
"Loh kata pelayan kamu yang ngirimi bahkan emang bener kok kalau yang ngirimin ini nama kamu" Ujar Nuna
"Itu bukan aku, beneran kok ka, jangan di makan kalau bisa dibuang aja sekarang" Ucap Serena
"Kok bisa sih barang masuk sembarangan gitu? apalagi mengatas namakan aku? " Tanya Serena
"Berarti bukan kamu? " Tanya Nuna lagi
"Iyah ka bukan" Jawab Serena
"Untung aku telpon kaka kalau gak kenapa-napa itu" Ujar Serena
"Kenapa? " Tanya Cio yang melihat ekpresi Nuna seperti tegang
"Kaka matiin yah" Ijin Nuna
"Iyah" Jawab Serena
Nuna langsung memanggil pelayan "Buang bittersweet ini, jangan ada yang makan harus di buang" Suruh Nuna lalu mereka mengambil nya lalu pergi untuk membuangnya
"Kenapa di buang?" Tanya Cio yang tidak tau apapun
"Semua ini bukan dari Serena Berci, dia yang bilang tadi bahkan dia kebingungan" Ujar Nuna
"Sial siapa yang ngirimin ini? " Tanya Cio meninggi lalu dia langsung menghubungi bodyguard yang menjaga pagar mansionnya
Tidak lama mereka datang "Ada apa tuan? " Tanya Nya
"Siapa yang ngirim bittersweet yang barusan masuk ke mansion? " Tanya Cio
"Kurir paket tuan dan disitu tertulis nama Nona Serena makanya kami berani membawanya masuk" Jawab Bodyguard
"Ini bukan Serena yang kirim! kenapa kalian jadi selalai ini? " Tanya Cio dengan nada tinggi
Mereka langsung terdiam mendengar Cio membentak mereka
"Cari tahu sampai dapat" Suruh Cio
"Kalian tahu kan jika kalian gagal" Ujar Cio lagi mereka mengangguk lalu pergi
Nuna mengelus belakang Cio "Sabar Berci, kamu terlalu marah nanti cepat tua" Ujar Nuna dan Cio tertawa kecil mendengar ucapan Nuna
"Untung Serena nelpon di waktu yang tepat" Ujar Nuna
"Iyah" Ucap Nuna
__ADS_1