
Nuna sejak tadi sangat jahil pada suaminya bahkan dia sering mencoret-coret tangan Cio dengan cat dan itu menjadi hiburan untuknya, Cio tidak marah sama sekali bahkan dia tertawa saja
"Dasar jahil yah! " Ujar Cio sambil melongak menatap Nuna yang berdiri di sampingnya
"Sama suami sendiri juga kok" Jawab Nuna lalu dia menjulurkan lidahnya mengejek Cio
Cio lalu mempersiapkan lagi camera yang sudah tersedia di apartemen itu
Cio menarik tangan Nuna untuk berpose di depan camera untuk mengabadikan kebersamaan mereka
Nuna berlari seperti naruto, Cio yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala
"Gimana cara liat nya? " Tanya Nuna karena dia ingin melihat hasil-hasilnya
Cio pun membantunya dan Nuna tertawa melihat hasilnya yang bagus semuanya
"Ini hasilnya keren banget" Ujar Nuna
"Ada harga, ada kualitas Chagiiii" Jawab Cio lalu Cio membungkuk dan menzoom hasilnya, dia memperbesar hidung Nuna lalu dia tertawa
"Kenapa? " Tanya Nuna
"Coba liat hidung kamu kaya tompel" Jawab Cio lalu tertawa lagi
"Ketawa lagi! aku gak mau tidur sama kamu" Ancam Nuna dengan tatapan tajam, seketika Cio langsung diam bahkan hampir tidak bernafas
Nuna mengulum senyumnya melihat Cio yang takut di ancam oleh nya
"Mau foto lagi? " Ajak Nuna dan Cio mengikut saja
Cio berdiri dengan wajah masam tapi Nuna berdiri sambil menghadap ke arah Cio
"Berci? " Panggil Nuna lalu Cio menatapnya
"Ngambek yah? " Tanya Nuna lalu menyenggol bahu Cio
Cio memutar tubuhnya membelakangi Nuna tapi dia memeluk Cio dari belakang
"Berciiiii" Panggil Nuna tapi dengan intonasi yang pelan dan dalam
"Iyah! " Jawab Cio karena Nuna yang ingin serius
"Jangan pergi yah! " Pinta nya Nuna lirih membuat Cio membeku dengan permintaan Nuna
"Pernikahan kita mau 3 bulan Berci dan aku benar-benar merasa aman jika di dekat kamu" Sambung Nuna
"Kalau kamu pergi tinggalin aku, gak gampang buat cari suami seperti kamu bahkan mustahil" Tambah Nuna lagi
"Dulu aku yang meminta ini ke kamu Chagiii tapi sekarang terbalik? " Batin Cio
__ADS_1
"Perasaan kamu gak sendiri lagi Berci! Aku juga memiliki perasaan yang sama ke kamu, makanya aku juga takut ke hilangan kamu" Jawab Nuna membuat Cio berbalik menatap Nuna
"Aku gak ngomong apapun, kamu bisa jawab suara hati ku? " Tanya Cio yang sangat heran
"Memangnya kamu ngomong apa? " Tanya Nuna yang pura-pura bertanya
"Jawab aku Chagiii, kamu bisa dengar suara hati ku kan? " Tanya Cio
"Aku sudah pernah bilang ke kamu Berci tapi kamu gak percaya kan" Jawab Nuna
"Aku bukan gak percaya Chagiii tapi memangnya ada manusia yang punya ke mampuan kaya gitu? " Tanya Cio, dia diam sejenak sambil mengelus pipi Cio
"Suara hati semua orang sangat berisik tapi beda dengan kamu Berci karena kamu hanya sibuk memuji ku" Ujar Nuna
"Bahkan aku tahu rahasia kamu dengan Lisa yang masih belum kamu ceritakan ke aku" Sambung Nuna membuat Cio semakin terdiam
"Apa yang kamu tahu Chagiii? " Tanya Cio
"Bukankah kamu yang seharusnya menceritakan ke aku kenapa kamu malah bertanya" Ujar Nuna
"Aku istri kamu Berci, apa kamu masih mau menutupi hal yang akan menjadi hal besar nanti di kemudian hari? " Tanya Nuna
"Aku sudah ceritakan semuanya ke kamu Chagiii, jadi aku harus cerita apalagi? " Ujar Cio yang kebingungan
"Benarkah? " Tanya Nuna
"Haruskah aku membuat cerita bohong agar kamu percaya dengan ku? " Ujar Cio,Nuna tersenyum sambil merapikan poni Cio
"Aku percaya kamu dan aku mohon jaga kepercayaan ku" Ujar Nuna lalu menatap mata Cio
"Tapi kamu gak pernah mengumpat ku tapi hanya mengomel di hari kamu kan? " Jawab Nuna
"Love you Berciii" Ujar Nuna tiba-tiba Cio langsung terjatuh seperti orang pingsan membuat Nuna panik melihat Cio tapi tersenyum seperti tanpa dosa
"Kamu kenapa? " Tanya Nuna dengan panik
"Cuma 3 kata tapi rasanya roh ku mau lepas dari badan" Jawab Cio sambil memegang dada nya
"Berciiii! " Ujar Nuna sambil memukul dada Cio
"Itu tadi kata-kata cinta atau emang kamu mau bunuh aku Chagiii? " Tanya Cio
"Mana ada aku mau bunuh kamu" Ujar Nuna
"Ini aku sampai gak sanggup berdiri" Ucap Cio membuat Nuna geleng-geleng kepala
Cio duduk dia menatap mata Nuna sambil tersenyum manis tapi Nuna juga menatap Cio dengan senyum tipis
"Kamu datang ketika aku terjatuh Chagiii, Kamu menjadi penopang ku untuk melihat dunia benar-benar indah, jadilah lah wanita ku selama nya" Ujar Cio dengan nada lembut
"Love you Nuna Brisia Wijaksono" Ujar Cio
"Wijaksono? " Tanya Nuna
__ADS_1
"Kamu adalah istriku, jelaslah jika nama belakang kamu harus sama dengan ku" Jawab Cio, Dia mendekatkan wajah ke wajah Nuna lalu mencium nya, Nuna mengalungkan tangannya di leher Cio jadinya mereka berciuman dengan mesra
Cukup lama mereka berdua berciuman sampai Cio melepaskan ciuman mereka lalu Nuna memeluk Cio
"Sekarang aku mengerti Bercii,jika dicintai oleh kamu sehebat ini" Ujar Nuna
"Aku bangga bisa membuat kamu membalas perasaan ku Chagii"Jawab Cio sambil membalas pelukkan Nuna
" Sayangggg"Panggil Nuna di telinga Cio lalu Cio berdiri tapi Nuna masih mengalungkan tangannya di leher Cio, dia menggendong Nuna
"Sudah sangat malam Chagii" Ujar Cio
"Tapi aku belom mengantuk" Jawab Nuna
"Aku tahu caranya" Ujar Cio, Nuna yang tahu apa yang akan di lakukan Cio pun langsung melotot
"Sore tadi udah Berci! kamu jangan aneh-aneh bahkan kamu gak bawa pengaman kan" Ucap Nuna
"Kata siapa gak bawa? aku selalu bawa apalagi kalau sama kamu" Ucap Cio dan terus berjalan menuju kamar
"Aku sudah candu dengan tubuh kamu Chagiii" Bisik Cio di telinga Nuna sontak membuat nya terdiam, mereka masuk kekamar lalu Cio mengunci pintunya
Disisi Jessica
Dia dan Serena sedang memakai masker di wajah mereka tapi hanya menunggu kering sejak tadi Jessica sering diam dari pada bicara
"Kamu mikirin kaka ku? kayanya kaka ku sudah move on dari Lisa,jadinya kamu gak perlu khawatir lagi" Ujar Serena yang melihat Jessica hanya diam sejak mengetahui pernikahan Cio dengan Nuna
Jessica yang tahu Cio patah hati karena di tinggal Lisa sering menanyainya pada Serena bahkan seakan-akan bersimpatik pada Cio
"Kayanya Cio bahagia yah dengan istrinya" Ujar Jessica
"Jelas! bahkan kaka itu bucin banget padahal ka Nuna awal-awal pernikahan gak ada perasaan ke dia tapi makin lama kayanya ka Nuna luluh paling-paling nanti aku dapat keponakan" Jawab Serena tapi matanya fokus pada ponselnya
"Memangnya Cio bisa melakukan itu? bukannya dia masih polos" Ujar Jessica
"Polos apaan? malah kaka itu profesional tau" Jawab Serena
"Emang nya kamu gak nampak tadi di leher ka Nuna banget merah-merah gitu" Sambung Serena
"Tapi di leher Cio juga banyak Seren" Jawab Jessica
"Nah pasti gak mungkin kan kalau ka Cio masih perjaka apalagi polos kalau udah kaya gitu" Ucap Serena, Jessica diam sejenak
"Awal mula mereka bertemu gimana sih? " Tanya Jessica
"Ka Nuna itu temen masa kecil kaka tapi katanya kaka suka sama dia terus mereka ketemu lagi bahkan kaka paksa Daddy dan Mommy buat nikahin dia sama ka Nuna" Jawab Serena
"Segitu nya? " Tanya Jessica tak percaya
"Iyah! Kita dulu sering liat ka Cio kaya bucin tapi cuek gitu kan ke Lisa tapi kalau ke ka Nuna engga! dia bakal umbar semua kebucinan dia tanpa cuek-cuek nya sama sekali" Ujar Serena
"Tapi kamu bilang tadi, istrinya Cio awalnya gak suka sama dia kan?tapi kok bisa nikah? " Tanya Jessica
"Ka Cio paksa dia nikah bahkan culik dia" Jawab Serena Jessica terdiam mendengar cerita Serena tentang Cio dan Nuna
__ADS_1
"Seorang Cio yang cuek dan dingin bisa culik cewe bahkan menikahi dengan paksa" Batin Jessica