
Nuna sedang duduk di sofa sambil memeluk baju yang sudah dia siapkan untuk Cio
Cio baru keluar dari kamar mandi dengan anduk terlilit di pinggang sambil mengeringkan rambut
"Ngapain dia? kok kaya bengong" Tanya Cio pada dirinya sendiri
Cio mengendap-endap mendekati istrinya sampai di berada di samping istrinya
"Chagiiii" Panggil Cio lembut dan dia menoleh sampai bibir mereka bersentuhan
Nuna terkejut sampai menampar wajah Cio bahkan melempar semuanya baju yang di peluk tadi
"Berciiii" Ucap Nuna yang baru sadar jika dia sudah memukul suaminya
"Sakit chagiiii" Rengek Cio seperti anak kecil bahkan terduduk di lantai sambil memegangi pipinya
Nuna tertawa kecil lalu berjongkok dan memeluk Cio sambil tertawa melihat Cio yang menangis seperti anak kecil
"Kamu nangis? " Tanya Nuna sambil menangkup wajahnya Cio karena mata Cio benar-benar mengeluarkan air mata
"Sakitt pipi ku kamu tampar" Ucap Cio benar-benar seperti anak kecil
Nuna menunduk lalu tertawa lagi melihat suaminya menangis
"Mana di lempar sama baju terus di ketawain" Ujar Cio dengan wajah masam sambil menghapus air matanya dengan punggung tangannya
"Aku ngambek ah" Ujar Cio lalu buru-buru berdiri sambil memungut baju nya
Nuna masih tak henti-henti nya tertawa melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil
"Berciiii misalnya kamu punya anak perempuan bisa-bisa dia tertawa melihat kamu" Teriak Nuna tapi Cio tak menghiraukan Nuna karena dia ngambek
Nuna mendekati suaminya yang ada di samping kasur yang sedang memakai baju dan celana pendeknya
"Berciiii" Panggil Nuna tapi masih terus tertawa
"Gak usah dekat-dekat kalau mau ketawain aku aja" Ambek Cio bahkan membekalangi Nuna
Nuna memeluk Cio dari belakang sambil menengok wajah suaminya
"Kecapean yah sampai ngambek terus nangis? " Tanya Nuna
"Kamu tampar aku Chagiii malah di bilang ke capean" Jawab Cio
"Ayo kita lakuin tritmen stress nya" Ujar Nuna
"Gak mau" Tolak Cio sambil mengangkat bahunya
"Minta maaf dulu baru aku mau" Ujar Cio
Nuna melepaskan pelukannya lalu berdiri dibelakang Cio
"Coba hadap sini" Suruh Nuna tapi Cio geleng-geleng
Nuna menarik paksa suaminya agar menghadap dirinya, ekspresi Cio masih masam
"Aku minta maaf yah, soalnya aku tadi kaget mana kamu juga muncul tiba-tiba di samping aku" Ucap Nuna
"Kamu ngelamunin apa? " Tanya Cio
"Aku gak mikir apa-apa tapi emang lagi bengong aja" Jawab Nuna
__ADS_1
"Booong"Tuduh Cio
" Aku beneran suamiku"Yakin Nuna sambil menangkup wajah suaminya lalu dia mengangguk
"Jangan ngambek lagi yah, aku emang salah tadi udah tampar pipi kamu, sakit yah? " Tanya Nuna sambil mengelus pipi yang dia tampar Nuna tadi
Cio mengangguk dengan bibir manyun, Cio kalau ngambek seperti anak kecil tapi diam seribu bahasa
Nuna menjinjit lalu mencium 3 kali pipi yang dia tampar tadi, Cio langsung mengulum senyuman nya
"Kata kamu kalau di cium pasti sakit berkurang, itu udah aku cium 3 kali" Ujar Nuna
"Ngomong terus, kapan mau lakuin treatment nya? " Tanya Cio lalu Nuna menarik tangan Cio membawanya ke tengah kamar
Nuna berdiri di belakang Cio lalu merentangkan tangan Cio sambil melongak keatas
"Tarik nafas Berciiii" Suruh Nuna lalu dia mengikut arahan istrinya
"Buang Berciiii" Suruh Nuna lagi
Beberapa kali mereka melakukan treatment itu sampai Cio merasa nyaman
"Kita kaya gini kaya scane Titanic ya gak sih? " Tanya Cio
"Iyah sih" Ujar Nuna lalu tertawa bersama
Cio melompat dan mencium dengan gemas Nuna dan Nuna menjadi kesal karena ciuman Cio sakit di pipinya
Nuna mengejar Cio tapi dia berlari menjauhi Nuna, Nuna berhasil mendapatkan Cio
"Sini gak aku mau cubit" Ujar Nuna
"Gak mau! pipi ku aja masih sakit"Tolak Cio sampai Nuna tidak sengaja memukul kepala Cio
Nuna langsung melepaskan tangan nya dari Cio, dia menutup mulutnya dan dia yakin Cio pasti ngambek lagi padanya
Cio hanya berdiri mematung sambil menundukkan kepalanya sedangkan Nuna agak agak turun untuk melihat wajah suaminya
" Berciiii, aku gak sengaja "Ujar Nuna yang takut jika suaminya akan ngambek lagi
Cio menegakkan kepalanya tapi ekspresi datar sambil menatap kedepan tanpa mengubris Nuna didepannya
" Berciiii "Panggil Nuna lagi
" Aku lapar"Jawab Cio singkat lalu meninggal kan Nuna di kamar
Nuna tertawa kecil lalu mengejar suaminya, Suaminya kalau ngambek jadi menggemaskan baginya
Nuna berlari lalu melompat ke belakangnya Cio, dan Cio menggedong nya
Cio hanya mendesak kesal saja tapi dia tetap mau menggendong Nuna
Nuna menengok ekpresi Cio sambil terus mengajaknya bicara
"Kamu mau makan apa? " Tanya Nuna yang ada di bahu Cio
"Apapun, kayu dan batu pun ku makan" Jawab Cio asal
__ADS_1
"Orang purba aja gak makan kayu dan batu, masa kamu orang modern makan batu dan kayu berciiii? " Tanya Nuna dengan suara dibuat-buat lucu
"Sakit kepalanya? " Tanya Nuna lalu mengelus bagian yang terkena pukulan Nuna tadi
"Gak! " Jawab Cio singkat
"Kalau gak sakit kenapa ngambek? " Tanya Nuna
"Aku gak ngambek" Jawab Cio
"Masa? tapi kok langsung cuekin aku terus ninggalin aku dari kamar? " Tanya Nuna
"Padahal kamu sendiri tadi jailin aku duluan" Ucap Nuna termanyun-manyun agar Cio luluh pada nya
"Aku lapar" Ujar Cio lagi
"Oke kita makan bersama" Ajak Nuna lalu memeluk dengan erat leher Cio
"Kamu gak jadi warnain rambut kamu? " Tanya Nuna pada Cio
"Gak sempat" Jawab Cio singkat
"Mau aku warnain? " Tanya Nuna
"Gak mau! nanti kulit kepala ku iritasi" Jawab cio
"Sama Mommy aja yah? " Ujar Nuna
Cio hanya mendiamkan Nuna sambil terus berjalan menggendong Nuna
"Berciii,sandwich yang siapin tadi pagi enak banget" Ujar Nuna
"Itu resep Dania" Jawab Cio yang hanya singkat-singkat saja
"Tadi aku ketemu sama temen-temen ku tapi aku lupa bilang, gak papa kan? " Tanya Nuna
"Yaaa" Jawab Cio
Nuna langsung turun dari gendongan Cio, dia jadi kesal karena suaminya menjawab semua pertanyaan nya singkat bahkan terkesan malas
"Udah sana kamu mandi sendiri aja, aku mau ke kamar" Ujar Nuna lalu langsung berlari pergi meninggalkan Cio
Cio terbeku menatap Nuna yang sedang berlari menuju kamar utamanya
Cio mengejar Nuna bahkan dia berlari dengan kencang agar bisa mengejar Nuna
Nuna sudah ingin memegang gagang pintu tapi tangan Nuna di genggam Cio
"Chagii, kata nya mau makan berdua" Ujar Cio
"Aku lebih baik gak makan dari pada makan hati di cuekin kamu" Jawab Nuna
"Oke aku minta maaf, aku salah Chagii, kita makan sama-sama yah" Ajak Cio
"Aku udah kenyang" Jawab Nuna
"Aku suapin" Tawar Cio sambil tersenyum
Nuna diam sejenak tapi Cio malah menggendong nya seperti karung sambil berlari menuju ruang makan
"Berciiii" Teriak Nuna tapi dia tertawa karena ulah Cio
__ADS_1