
Hari berganti siang
Nuna sedang sudah bisa beraktivitas, dia bingung bisa sembuh secepat sekarang padahal dia pernah melakukan hal yang sama tapi dia pernah sakit sampai 3 hari lamanya.
"Tapi aku bersyukur kalau bisa sembuh cepat jadinya aku bisa ikut Berci ke rumah sakit" Ucap Nuna
Cio sedang ada kelas pagi tapi di lakukan secara daring lagi sedangkan Nuna di kamar menunggu kelas Cio selesai lalu mereka nanti akan ke rumah sakit
Ponsel Nuna berdering dia mendapat telpon dari King dan tanpa pikir panjang Nuna langsung mengangkatnya
"Hay, apa kabar? " Tanya King langsung tanpa basa-basi
"Aku baik, walaupun kemarin aku sempat sakit" Jawab Nuna
"Kamu jangan naif Naaa, kamu lagi hamil jika kamu memaksa kan diri bisa-bisa kamu dan anak kamu kenapa-napa" Tegur King yang memang sudah tahu apa yang terjadi dengan Nuna pastinya dari Tiara
"Kamu tau? " Ujar Nuna terkejut
"Gak usah terkejut, kamu pasti tahu aku dapat informasi dari siapa" Jawab King
"Tapi King aku heran banget loh, aku pernah lakukan hal yang sama walaupun aku ngajak ngomong pocong waktu itu tapi dulu aku sakit sampai 3 hari lamanya tapi sekarang cuma 1 hari kenapa yah" Tanya Nuna
"Aku gak tau kalau tentang itu" Jawab King
"Aku sudah di Indonesia, nanti aku ke mansion kamu yah buat jenguk kamu" Ujar King
"Aku mau kerumah sakit, lebih baik kita ketemu di rumah sakit aja" Ucap Nuna
"Baiklah, aku sekalian mau ketemu kaka ku" Ujar King
"Oke deh, aku matiin yah" Ucap Nuna
"Yaa" Jawab King lalu mematikan nya ponselnya
Nuna turun dari ranjang, dia berniat menghampiri Cio di ruang belajarnya
Sebelum keruangan Cio, Nuna masih menyempatkan untuk meminta pelayannya membawakan makanan dan juga minum untuk Cio dan dia
Ketika Nuna masuk dia melihat Cio yang sedang fokus pada laptop dan catatan di depannya
Nuna datang sambil tersenyum, Cio yang melihat Nuna datang pun ikut tersenyum tapi dia hanya melirik sebab dosennya masih menerangkan pelajaran
Nuna duduk di samping nya Cio tapi dia tidak terlihat di kamera daring Cio
Cio menatap jam di ponselnya lalu dia tersenyum "10 menit lagi" Bisik Cio dan Nuna mengangguk
Nuna menyandarkan kepalanya di bahu Cio dan dosen melihat ujung kepala Nuna yang bersandar di bahu Cio
__ADS_1
Dia hanya tersenyum tanpa menegur atau bertanya pada Cio dan kembali melanjutkan penjelasan nya
Nuna hanya diam sambil bersandar di bahu Cio, menunggu Cio selesai daring kuliahnya
Nuna malah memejamkan matanya dan dia langsung memeluk tangan Cio takut dia akan tersungkur kebawah
"Katanya kelas kita cukup sampai disini Arbercio" Ucap Pak dosen
"Kasihan istri kamu pasti dia mengantuk" Ucap Pak dosen lagi sebab dia tahu jika Cio sudah beristri
Beliau pun langsung kematian kameranya lalu Cio menutup laptopnya dia tersenyum melihat Nuna masih memejamkan matanya
"Chagiii udah selesai" Ucap Cio dan Nuna mengangkat kepalanya menatap Cio dengan bingung
"Kalau ngantuk ngapain kesini? lebih baik di kamar aja Chagii" Ucap Cio lembut dan mencubit pipi Nuna
"Kok kamu bisa gak ngantuk dengerin dosen kamu nerangin pelajaran? "Tanya Nuna sambil mengucek kedua matanya
"Daddy selalu bilang, mimpi itu harus di kejar tapi bukan berarti kita harus tidur dulu buat bisa menggapai mimpi" Ucap Cio
"Jadi" Ujar Nuna
"Kata orang kita bisa kendaliin mimpi kita pas tidur padahal engga, malah kita yang di atur mimpi kita sedangkan mimpi atau cita-cita ku nyata yaitu bisa menyaingi Daddy" Ujar Cio lagi
"Jadi aku gak pernah tidur pas dikelas, misalnya aku ngantuk, aku bakal ngelukis atau ngelakuin hal yang bisa buat aku gak ngantuk" Jawab Cio
"Kata-kata Daddy bagus, mimpi harus dikejar tapi bukan berarti kita harus tidur buat kejar mimpi itu" Ucap Nuna sambil angguk-angguk
"Jadi dong" Ucap Nuna lalu Nuna membantu Cio berdiri
Disisi Serena
Serena sedang berjalan menuju kelasnya tapi dia berjalan sambil fokus pada ponselnya tidak perduli dengan sekitar
Ada 2 laki-laki yang muncul bersamaan bahkan membarengi jalan Serena, mereka adalah Digo dan Gery. Mereka berdua saling tatap dengan tajam sedangkan Serena belum menyadari 2 Laki-laki yang ada di kiri dan di kanannya
"Pulang nanti, aku ke kantor Daddy atau ke butik Mommy yah" Ujar Serena berbicara sendiri
"Aku anter! " Tawar mereka berdua bahkan berbarengan
Serena mengangkat kepalanya yang tadi hanya menunduk lalu dia kaget sebab ada Digo dan Gery di sisi kanan dan kiri nya
"Aku anter yah Serena" Tawar Digo
"Aku aja yang anter" Tawar Gery juga yang tak mau kalah
"Apa sih" Ujar Serena lalu mempercepat langkahnya tapi mereka langsung menahan tangan Serena
__ADS_1
"Lepasin! atau aku panggilin bodyguard ku" Ucap Serena
"Aku mau ngomong sama kamu Serena tentang hubungan kita" Ujar Gery
"Hubungan apa? kita udah selesai dan aku udah kasih tahu apa alasannya ke kamu, masa kamu gak ngerti" Ujar Serena
"Lepasin tangan aku, sakit" Ujar Serena dan mereka melepaskan tangan Serena
Serena menatap tajam Gery"Dan untuk kaka! jangan dekatin aku, Sebab kaka pernah mau celakai kaka aku"Ucap Serena pada Gery lalu dia meninggalkan 2 laki-laki itu begitu saja
"Tapi aku masuk rumah sakit sebab kaka kamu" Batin Gery
"Gimana caranya lagi gua dekatin Serena, kalau Lisa tau Serena sudah mustahil gua dekatin dia bisa ngamuk" Batin Digo
Serena duduk di kursinya dengan perasaan yang bercampur aduk sekarang
Serena kembali membuka ponselnya dia menelpon Daddy nya dan langsung di angkat oleh Daddy Rio
"Daddyyyy" Panggil Serena dengan manjanya pada Daddy nya
"Iyah, Lagi ada masalah atau butuh Daddy jemput sekarang soalnya Daddy belum aja meeting sekarang" Tawar Daddy Rio
"Kalau Daddy jemput, aku bolos dong" Ujar Serena
"Kan cuma tawarin bukan langsung jemput kamu" Jawab Daddy Rio
"Daddy aku kalau gak ada ka Cio kaya layangan putus, gak tau arah soalnya Digo terus dekatin aku" Adu Serena
"Dia masih dekatin kamu? mau Daddy yang kasih dia peringatan" Tanya Daddy Rio
"Jangan! Aku cuma mau ngadu sama Daddy" Jawab Serena
"Daddy lakuin sesuatu dong biar Ka cio cepat sembuh, biar dia balik ke kampus" Pinta Serena
"Daddy harus apa? " Tanya Daddy Rio
"Daddy hubungi ka Hellen dia sempat tawarin ka Nuna buat bawa ka Cio ke dokter spesialis tulang teman nya Ka Hellen" Jawab Serena
"Hari ini Cio kerumah sakit pasti dia bakal ketemu dokter itu" Ujar Daddy Rio
"Daddy dan Mommy kamu juga bakal kerumah sakit nanti buat liat calon cucu Daddy dan perkembangan Cio" Sambung Daddy Rio
"Kok Serena gak di ajak? " Tanya nya
"Kamu kan di kampus katanya gak mau bolos" Jawab Daddy Rio
"Daddy ih, kok gak bilang" Ucap Serena
__ADS_1
"Maafin Daddy" Ujar Daddy Rio tapi Serena langsung mematikan ponselnya sepihak
"Daddy nyebelin" Ucap Serena