SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 80


__ADS_3

Cio sedang di kelasnya memperhatikan dosen menjelaskan pelajaran di depannya tapi ponselnya bergetar dia pun membukanya dengan santai


"Ka Cio" Tulis Serena


"Apa Serena? " Balas Cio


"Ka Nuna cantik banget" Tulis Serena Cio tersenyum menulis pesan Serena


"Kan memang dia sudah cantik kenapa baru sadar yah? " Balas Cio




"Ini beberapa hasil yang salin tadi, cantik kan" Tulis Serena


Cio menatap tanpa berkedip foto-foto istrinya yang di kirimkan oleh Serena


"Itu kenapa cantik banget, gak bisa! gak bisa! Kurangin lagi make up nya, kaka gak suka dia tontonan orang-orang" Balas Cio


"Atau gak suruh Mommy jangan pernah publis foto-foto nya" Balasnya lagi


Balasan Cio tadi tidak baca oleh Serena karena dia kembali disibukkan lagi oleh pekerjaannya


Cio permisi keluar kelas hanya untuk menelpon Serena, Cio berdiri di luar kelasnya sambil terus menghubungi adiknya tapi Serena tidak mengangkatnya


"Ni anak benar-benar yah" Batin Cio karena tidak kunjung di angkat oleh Serena dia pun menelpon Mommy nya tidak menunggu lama Mommy langsung mengangkatnya


"Mom!" Panggil Cio


"Kenapa sayang? Nuna baik-baik aja kok" Jawab Mommy Intan


"Aku tahu Mom, tapi aku gak mau istriku di jadikan maskot apapun atau hasil foto-foto nya Mommy panjang di mana pun, Aku gak mau" Ujar Cio dengan cepat tanpa jeda


"Loh kenapa? Nuna nya aja gak kenapa-napa kok kamu bisa ngomong kaya gitu" Tanya Mommy intan dengan tenang


"Aku gak mau Mom! Serena tadi kirim foto-foto Istriku semuanya sangat bagus dan cantik aku gak mau orang-orang liat itu" Jawab Cio


"Aku gak mau Mom!" Sambung Cio lagi dengan nafas berat


"Padahal itu cuma make up tipis sayang, kenapa kamu posesif banget sih ke Nuna? padahal dia sudah berstatus istri kamu kan?" Ujar Mommy Intan lembut


"Mommm aku mohon jangan jadiin istriku model apapun kalau mau dia cuma foto-foto aja disitu jangan sampai kemana-mana foto nya" Rengek Cio pada Mommy nya

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu sudah merengek seperti itu Mommy gak akan bisa menolak kamu kan" Ucap Mommy Intan membuat Cio sangat senang bahkan di melompat-lompat karena senang nya


"Ya sudah Mommy matikan dulu" Ucap Mommy Intan lalu ponselnya terputus


Cio kembali lagi ke kelasnya dengan wajah yang berseri-seri karena ke panikan sudah hilang, Jessica melihat itu menatapnya ketika Cio duduk di kursinya dia pun mentoel tangan Cio karena mereka duduk bersebelahan


"Kamu ngapain? " Tanya Jessica


"Gak ada! " Jawab Cio datar lalu dia menatap jendela dan tersenyum sendiri


"Cuma aku yang boleh liat istriku cantik gak boleh yang lain, biarin aku di bilang posesif atau berlebihan tapi Nuna milik ku semua dari dia milikku" Batin Cio


Beberapa kemudian, Hari sudah semakin sore Nuna sejak tadi duduk bersama Serena dan Juga Mommy Intan karena menunggu Cio dan Daddy Rio yang akan menjemput mereka


"Kaka kok gak muncul sih? kalau jam segini biasanya dia udah keluar kelas bahkan mungkin udah sampai sini" Ujar Serena


"Mungkin di jalan sayang, sabar aja sedangkan Nuna aja sabar padahal dia istri Cio kan" Ucap Mommy Intan lembut


"Kaya bukan ka Cio aja datang terlambat gini" Ujar Serena


"Dia pasti datang kok" Bela Nuna untuk suaminya itu


Hampir satu jam sudah mereka menunggu bahkan Daddy Rio sudah datang sejak tadi


" Ay kamu tahu Arbercio dimana? "Tanya Mommy Intan pelan pada Suaminya takut Nuna akan mendengar


" Aku tahu"Jawab Daddy Rio


"Lebih baik kita pulang, seperti nya Arbercio tidak akan kesini" Sambung Daddy Rio


"Iyah Dad! mana kita malam ini bakal ada tamu kan" Ujar Serena


"Ayo ka pulang, kalau dia nanti kesini rasain siapa suruh jemput telat" Ujar Serena lalu menarik tangan Nuna pergi menuju mobilnya


Di dalam mobil Nuna diam sedangkan Serena mengomel karena kaka nya yang tidak datang , lalu dia menatap Nuna dan menghentikan celotehan nya


"Ka Nuna" Panggil Serena


"Kemana Berci? bukankah dia orang yang selalu menepati janji? " Tanya Nuna pada Serena


"Aku juga gak tau sih Ka, apa mungkin yah dia ada kelas tambahan atau ada sesuatu gitu" Jawab Serena


"Apalagi dia kan kemarin sempat hajar kaka senior mungkin aja dia dapat ceramah atau hukuman" Sambung Serena dan Nuna diam

__ADS_1


"Tapi aku merasa Berci memang sengaja menghilang" Batin Nuna


Disisi Mommy Intan dan Daddy Rio


"Kemana Arbercio Ay? " Tanya Mommy Intan


"Dia sedang Jessica, entah apa yang dia lakukan sampai pergi dengan Jessica nanti aku akan peringati dia Ay" Jawab Daddy Rio


"Pergi dengan Jessica? apa yang dia pikirkan? malam ini kita ada tamu bahkan tamu itu adalah mertua nya kan" Ujar Mommy Intan sambil geleng-geleng kepala


"Ay jangan sampai Nuna tahu tentang ini, bisa-bisa Tuan Figo akan membawa Nuna" Ujar Daddy Rio


"Aku gak akan bilang ini Ay, tapi aku gak habis pikir dengan anak itu" Ucap Mommy Intan yang masih tidak percaya dengan putranya


"Ay kamu jangan menyalahkan Cio dulu yah, siapa tahu ada sebab yang buat dia pergi dengan Jessica, kan mereka sekelas mungkin saja mereka ada kerja kelompok" Ujar Daddy Rio berpikir positif pada anaknya


"Aku gak yakin Ay, soalnya Jessica itu suka kayanya sama Cio pasti ada sesuatu" Ucap Mommy Intan


"Aku akan menanyai Serena karena pasti ada kaitannya dengan dia" Sambung Mommy Intan


"Kenapa ke Serena Ay? " Tanya Daddy Rio


"Kamu pikirkan aja Ay, gimana bisa Cio mau jalan sama Jessica tanpa sebab? pasti ada sesuatu dan sesuatu itu hal yang di ketahui Jessica tadi malam tentang pernikahan Nuna dengan Cio" Ujar Mommy Intan


"Pernikahan Cio dan Nuna belum ada yang mengetahui kan? " Sambungnya


"Yang kamu katakan ada benarnya Ay, tapi bertanya dengan Serena nya setelah acara nanti malam yah! soalnya aku gak mau malam ini putri kita hanya diam tanpa senyum" Saran Daddy Rio


"Iyah Ay, kamu juga tanyain Cio yah atau kamu tegur saja sekalian, aku gak mau Nuna akan salah paham nantinya" Mommy Intan


"Iyah Ay, aku akan ngomong dengan Cio nantinya semoga saja Nuna tidak berpikir buruk tentang ini yah" Ucap Daddy Rio


Mommy Intan menghela nafasnya lalu menyandarkan kepalanya di dada suaminya


"Aku kira pas mereka kecil itu ngurus nya susah tapi aku baru sadar kalau pas mereka sudah dewasa itu lebih susah" Ujar Mommy Intan


"Aku kangen mereka kecil Ay, apalagi pas Serena dan Arbercio sama-sama menangis minta di gendong sama aku" Ujar Mommy Intan lagi


"Aku kira cuma aku yang rindu masa-masa itu tapi ternyata kamu juga yah, namanya juga orang tua Ay" Jawab Daddy Rio


"Ay semoga Arbercio dan Serena nanti gak kaya kita dulu yah" Ucap Mommy Intan


"Gak akan Ay" Ujar Daddy Rio

__ADS_1


__ADS_2