SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 75


__ADS_3

Cio sampai di apartemen miliknya bahkan atas namanya sendiri membuat Nuna terkagum melihat nama suaminya terpampang jelas di apartemen itu


Cio bahkan dia sambut secara khusus oleh pada staff di sana tapi Cio bersikap acuh tetap menggandeng tangan Nuna menuju lift


"Berci kamu harus hargai mereka tau" Ujar Nuna


"Buat apa? terlalu ramah dengan mereka bisa-bisa mereka akan berani nantinya" Ucap Cio


"Memangnya seperti itu? dulu pas aku jadi karyawan di restoran di cuekin bos rasanya takut banget" Ucap Nuna


Cio menarik Nuna agar mendekat dengannya dan Nuna diam begitupun dengan Cio tapi Nuna menatap Cio


Dan Cio menatap Nuna tapi dia malah buru-buru menbuang wajahnya , Cio yang melihat itu tertawa kecil dengan tingkah Nuna


"Suka yah liatin aku diam-diam gitu? " Tanya Cio


"Mana ada" Elak Nuna dan masih enggan menatap Cio


"Oh berarti benar kalau cewe sudah sayang itu pasti gak akan kuat kalau tatap cowo yang dia sayang, ya kamu sekarang"Ujar Cio


" Dih pedenya! "Ucap Nuna sambil menatap jengah Cio


"Aku ngomong karena emang kamu kaya gitu kok! Kamu sayang aku kan? " Ucap Cio dan Nuna diam dengan wajah merah


Lift terbuka dia meninggalkan Cio terlebih dahulu tentu Cio mengejarnya


Cio berjalan di belakang Nuna sambil mencubit kedua pipi Nuna


"Ada pipi merah kaya tomat" Ujar Cio dan Nuna menepis nya lalu berlari sekencang mungkin


"Chagiyaaa" Panggil Cio lalu mengejarnya


Nuna terus berjalan sampai Cio menariknya karena mereka sudah di kamar nya


"Ngambek aja kerjaan nya, ini kita sudah sampai Chagiiii" Ujar Cio lalu dia memasukkan kartu masuk ke kamarnya dan terbuka


Cio menarik tangan Nuna masuk lalu mengunci pintunya kembali, didalam apartemen itu sangat luas karena itu memang kamar khusus untuk Cio bahkan itu lantai khusus menuju kamarnya juga


Nuna berjalan dengan perlahan sambil melihat sekitar ruangan itu lalu tapi ada lukisan bibir seseorang tapi Nuna sama sekali tidak mengetahui nya


Cio tidak memperhatikan Nuna tapi dia malah duduk di sofa karena dia merasa lelah

__ADS_1


"Bibir siapa ini? bahkan seperti di panjang secara khusus disini" Batin Nuna


"Chagiii ngapain disitu? " Tanya Cio lalu Nuna menoleh kebelakang


"Aku cuma liat lukisan ini" Jawab Nuna menuju lukisan besar yang ada di hadapan nya


"Itu lukisan ku! " Jawab Cio, dia terkejut mendengar Cio bisa melukis


"Kamu bisa lukis? tapi ini bibir siapa? " Tanya Nuna lalu berjalan mendekati Cio


Ketika Nuna sudah dekat, Cio menariknya lalu Nuna duduk di pangkuan Cio


"Bibir Mommy bukan, bibir Serena bukan" Sambung Nuna yang masih penasaran dengan lukisan bibir itu


Cio malah diam menatap Nuna dengan tatapan dalam bahkan sambil tersenyum tipis


"Aku tanya kamu malah diam aja" Omel Nuna bahkan sambil menangkup wajah Cio dengan gemas


Cio memutar tubuhnya Nuna menjadi menghadap nya lalu dia menyandarkan kepalanya di dada jua Nuna


"Kok aku di omelin sih? kan itu cuma perkara bibir Chagiii" Ujar Cio dengan nada manja


"Kan kamu yang lukis Berci, makanya aku penasaran" Ucap Nuna


"Kamu tahu Chagiii? ini tempat kalau aku lagi mau sendiri jadi misalnya aku pergi kalau kita lagi punya masalah kamu cari aja kesini yah" Sambung Cio


"Misalnya kamu gak ada disini kemana lagi? " Tanya Nuna


"Di culik orang mungkin! " Jawab Cio asal lalu dia tertawa tapi Cio malah mencubit kuat pipi Cio


"Ngomong apa sih? kamu mau di culik?" Omel Nuna sambil mencubit pipi Cio


"Bercanda Chagiii" Ujar Cio dan menepis tangan Nuna dengan pelan lalu tersenyum manis di depan Nuna


"Mau melukis? " Tanya Cio


"Melukis? " Tanya Nuna dan Cio menganggukkan kepalanya


Cio berdiri sambil menggendong Nuna gaya monyet lalu berjalan menuju ruangan yang tak jauh dari sofa


Di ruangan itu banyak sekali cat dan perataan lukis dan lagi-lagi Nuna melihat itu ternganga

__ADS_1


"Satu ruang penuh sama alat-alat lukis? " Ujar Nuna


"Kenapa sekaget itu? " Ucap Cio lalu melewati Nuna begitu saja


Cio mulai mempersiapkan semuanya sambil sesekali tersenyum lalu Nuna mendekatinya berjongkok di samping Cio


"Berci kenapa kamu senyum? kayanya kamu sangat senang melukis yah? " Tanya Nuna


"Mommy dan Daddy suka dengan lukisan tapi mereka tidak bisa melukis sedangkan aku bisa dan terkadang melukis itu sebuah kebanggaan" Ujar Cio


"Apalagi yang kamu sukai? " Tanya Nuna


"Ikan bahkan aku punya peliharaan paus orca karena memang sejak dalam kandungan kata Mommy aku sangat menginginkan itu" Jawab Cio


"Paus Orca? gimana caranya kamu pelihara nya" Tanya Nuna


"Ada kok Chagiii di mansion kita cuman kamu aja gak pernah liat, dapat ijin nya susah tapi bantuan om ku jadinya aku bisa adopsi paus orca yang sudah aku intai sejak kecil" Ujar Cio


Nuna tersenyum sambil mengelus rambut Cio dan dia membalas senyuman Nuna


"Kamu tunggu sini! aku mau siapin peralatan nya dulu" Ujar Cio lalu dia berdiri


Nuna malah duduk bersila melihat suaminya mempersiapkan alat-alat lukis untuk mereka melukis nanti


Cio tersenyum melihat Nuna yang duduk bersila seperti anak kecil yang menggemaskan


Nuna lalu berdiri dan membantu Cio untuk menyiapkan semuanya dan tidak lama semuanya jadi


"Mau lukis apa? " Tanya Nuna sambil menatap Cio yang ada di samping nya


"Ini udah malam, kalau kita lukis gak akan selesai gimana kalau kita foto-foto aja" Ajak Cio tiba-tiba berubah pikiran


"Foto? kamu ada-ada aja deh" Ujar Nuna


"Aku mau bikin tempat ini jadi tempat kita berdua bukan cuma aku aja" Ucap Cio


"Kamu padahal punya keluarga bahkan mereka sangat menyanyangi kamu tapi kamu masih merasa kesepian? " Tanya Nuna


"Bukan kesepian tapi ada fase kita akan merasakan sendirian kan?" Jawab Cio


"Sudah-sudah lebih baik kita siap-siap yuk" Ajak Cio

__ADS_1


"Sepulang kuliah aku bakal siapin buat kita ngelukis nanti" Sambung Cio lalu Nuna menganggukkan kepalanya


__ADS_2