SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 32


__ADS_3

Nuna berjalan sambil melamun bahkan dengan baju tidur nya


"Akhirnya aku bisa bebas" Ujar Nuna tapi dia baru sadar jika tidak memiliki apapun untuk bertahan hidup


Nuna menatap jalan yang dilewati oleh kendaraan umum, wajahnya sendu


"Kan aku biasanya juga sendiri kenapa aku berharap ingin kembali? " Ucap Nuna


"Semangat" Ucap Nuna menyemangati dirinya sendiri


Dia berjalan berniat ingin menuju kos-kosannya dulu tapi di jalan dia bertemu dengan Pritta yang sedang menuju pulang kos-kosannya memang membuat Nuna sangat senang bukan main


"Nuna? " Ucap Pritta sambil berjalan menunjuk Nuna sedangkan Nuna berlari menghemburkan pelukkanya pada Pritta


"Kamu kemana aja? udah hampir satu bulan kamu menghilang" Ucap Pritta sambil membalas pelukan Nuna


"Kita pulang yuk Pritta" Ajak Nuna dia juga tidak menjawab pertanyaan Pritta


Pritta menganggukkan kepalanya tapi wajahnya masih bingung sedangkan Nuna sangat senang karena bertemu dengan Pritta


Disisi Cio


Cio melihat Nuna dari kejauhan dengan mobil mewahnya dia tersenyum tipis melihat Nuna baik-baik saja


"Seharusnya aku dekatin kamu dulu sampai kamu benar-benar membalas perasaan ku baru kita menikah tapi langkah tanpa berpikir ku membuat kita seperti ini Nuna" Ujar Cio dan Cio melihat Nuna menaiki angkot dia pun mengikuti nya


Cio hanya mengikuti Nuna dari jarak yang cukup jauh bahkan ada 2 mobil di depan nya agar Nuna tidak engeh


Cio mengikuti Nuna sampai kos-kosannya tapi hanya sampai gang kos-kosannya karena mobil tidak bisa masuk


Nuna sangat senang bahkan sejak tadi dia terus tersenyum membuat Pritta sedikit takut dengan sikap Nuna


"Aku jadi takut sama kamu Nuna! kamu ngilang selama hampir sebulan terus tiba-tiba muncul mana pakai baju tidur dan lagi kaya orang stress aku liat senyum-senyum sendiri" Ucap Pritta sambil menatap aneh Nuna


"Apa kamu benar dari rumah sakit jiwa? " Tanya Pritta membuatnya langsung mendapat pukulan dari Nuna tapi hanya pelan saja


"Kok di pukul sih? " Tanya Pritta sambil mengelus kepalanya yang di pukul Nuna tadi


"Emangnya kamu dari mana? " Tanya Pritta lagi


"Atau kamuuu? " Ujaar Pritta sambil menunjuk wajah Nuna tapi dia paham maksud Pritta langsung menggigit tangan Pritta


"Enak aja, semiskin-miskinnya aku gak bakal pernah kaya gitu"Jawab Nuna dan dia celingak-celinguk menatap kedalam

__ADS_1


"Oh ya anak-anak masih di kos-kosan kan? " Tanya Nuna tapi Pritta menggeleng kan kepalanya


"Udah keluar semuanya cuma sisa aku aja makanya aku kesepian" Jawab Pritta dengan ekspresi sedih nya


"Kok bisa keluar semuanya? " Tanya Nuna dengan ekpresi terkejut nya


"Mereka bertengkar di kos-kosan terus malah cabut keduanya" Jawab Pritta dan Nuna menghela nafasnya dengan berat


"Ya udah deh kita aja disitu juga gak papa" Ucap Nuna dan mereka berpelukan


"Oh ya Nuna kamu kan udah gak kerja lagi di restoran kan? tapi kok bisa restoran itu tutup secara mendadak perasaan itu restoran lagi rame-ramenya" Tanya Pritta dan Nuna melepaskan pelukkanya


"Aku juga gak tau Pritta soalnya aku udah out juga dari sana dan gak tau kabarnya" Jawab Nuna bohong pada Pritta


"Kenapa Out? perasaan kamu suka kan kerja disana? " Tanya Pritta


"Aku lagi ada masalah aja di sana dan putusin resign sepihak" Jawab Nuna


"Oh gitu yaudah deh aku gak mau ikut campur" Ujar Pritta


"Oh ya si Jordi gimana? kan kamu pergi hampir sebulan" Tanya Pritta lagi


"Aku udah putus karena masalah juga" Jawab Nuna sambil tersenyum simpul


"Gini yah Nuna! kita temen udah lama ya 1 tahunan kurang lah" Sambung Pritta


"Aku banyak temen cowok dan aku tau macam-macam cowo dan aku senang kamu beneran putus sama dia" Ucap Pritta


"Kok senang? seharusnya sedih tau Pritta" Ujar Nuna


"Dia gak baik buat kamu Nuna karena kamu gak pantas buat laki-laki kaya dia" Jawab Pritta dengan serius membuat Nuna terdiam


"Yakin mau pertahanin dia?Aku sering liat kamu yang kebucinan ke dia soalnya kamu yang kaya ngemis ke dia bukan dia" Ujar Pritta


"Aku kasihan liat kamu tapi gak tega buat ngomng kaya gini, cari yang baru Nuna yang bisa jadikan kamu ratu bukan babu" Sambung Pritta


"Kata siapa aku ngemis ke dia? " Tanya Nuna


"Gak kata siapa-siapa tapi aku liat sendiri" Jawab Pritta


"Jangan jadi wanita yang bodoh cuma karena cinta yang bohong Nuna" Ucap Pritta


"Semoga kamu bisa paham maksud ku" Sambung Pritta dan Nuna diam sambil menatap Pritta yang menatap kedepan

__ADS_1


Disisi Cio


Cio sejak tadi hanya diam didalam mobil sambil menatap gang kos-kosan Nuna


"Nuna apa aku cuma terobsesi apa memang benar kamu yang sudah mengambil alih perasaan sejak 14 tahun yang lalu? " Tanya Cio


"Aku harus pikiran lagi kemana aku akan bawa pernikahan kita ini? " Ujar Cio


"Apakah impian ku akan terwujud atau akan pukulan palu hakim yang menjadi jawaban nya nanti" Sambung Cio


"Tuhan sampaikan sayang ku untuknya" Ucap Cio dan setelahnya dia pergi dari situ


Disisi Rio


Rio baru mendengar jika Nuna pergi dari mansion Cio membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi karena jika intan tau bisa-bisa dia akan marah besar dan semakin menjelek-jelekkan Nuna nantinya


Dia sedang berada di ruangan Prince karena mereka akan mengadakan meeting nantinya tapi Rio sejak tadi hanya melamun dan Prince melemparkan pulpen kearahnya membuat nya terkejut


"Ngelamun? " Tanya Prince sepupu sekaligus sahabat nya


"Gua lagi bingung" Jawab Rio dan Prince meletakkan berkas yang dia baca tadi kemeja


"Memangnya kenapa? " Tanya Prince


"Nuna pergi dari mansion Cio mungkin karena mereka bertengkar" Jawab Rio


"Pernikahan ini benar-benar real karena cinta kan? " Tanya Prince


"Hanya Arbecio yang mencintai Nuna tapi Nuna tidak" Jawab Rio membuat Prince tersenyum miring


"Kenapa lu gak ajarin hal licik ke Cio? Cio itu sangat polos makanya dia lebih memilih menikahi secara paksa ketimbang harus mendekati" Jawab Prince


"Suruh dia ikat Nuna dengan cara hamil kayanya mustahil kalau Nuna akan meminta bercerai" Saran Prince


"Gua udah saranin itu ke dia tapi kayanya dia gak tega lakukan itu karena dia benar-benar tulus" Jawab Rio membuat Prince tertawa


"Tulus cuma bakal bikin bodoh, Tulus boleh tapi jangan juga jadi bego" Ujar Prince sambil terkekeh


"Cio itu orang cerdas kayanya dia bukan orang yang polos? Kita liat saja cara main putra mu itu bro gak usah terlalu dipikirkan" Nasehat Prince


"Bukan itu Prince tapi ini tentang istriku karena dia pasti akan marah dan sedih jika tahu anak nya bertengkar dengan istrinya" Jawab Rio


"Intan itu berbeda dengan istriku, walaupun mereka adik kaka kandung tapi kalau marah agak beda jadi gua gak bisa kasih saran apapun" Ujar Prince

__ADS_1


"Kita bahas nanti aja itu! kita pikiran pekerjaan dulu" Ucap prince dan Rio kembali membaca Berkas-berkas mereka tadi


__ADS_2