SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 61


__ADS_3

Nuna dan Cio benar-benar pergi menuju makam Almarhum orang tua nya Nuna


Di dalam mobil


"Chagiii Mamah tadi telpon aku tanyain kabar kamu" Ucap Cio membuat Nuna menatapnya


"Bahkan mereka mau kesini dan tinggal disini buat selalu ketemu kamu" Sambung Cio


"Apa masih mau tolak mereka? " Tanya Cio


"Aku hanya menerima Mamah" Ujar Nuna dengan tatapan sedih,Cio tersenyum lalu mengelus kepala Nuna


"Pak tua itu memang menjengkelkan tapi dia tetap Papah biologis kamu Chagiii" Ucap Cio dengan lembut


"Apa kamu dendam? " Tanya Cio


"Chagiiii? " Panggil Cio dengan lembut


"Apa kamu tau bagaimana perasaan ku Berci? " Tanya Nuna


"Aku tahu Chagii" Jawab Cio


"Aku pernah kehilangan Mommy ketika aku masih bayi, bahkan Daddy merawat ku sendirian" Sambung Cio


"Hilang? " Tanya Nuna heran


"Kami sekeluarga punya cerita sedih kami sendiri Nuna, jadi menurutku kamu tidak sendiri" Jawab Cio


"Mommy hilang kemana? " Tanya Nuna lagi tapi Cio tidak menjawab pertanyaan Nuna


Cio hanya diam dan Nuna menatap dengan serius Cio sambil mearahkan tubuh ke Cio


"Berci Mommy hilang kenapa? " Tanya Nuna lagi


"Sayanggggg" Panggil Nuna dengan manja pada Cio membuat Cio mengulum senyumnya


"Tanya ke Mommy aja" Ujar Cio tapi Nuna malah menggoyangkan tangan Cio seperti anak kecil merengek pada Cio


"Kamu kenapa sih? suka banget bikin aku penasaran? " Tanya Nuna sambil memanyunkan bibirnya


"Sudah lupa dengan Mamah dan Papah Figo? " Tanya Cio


"Berci aku penasaran banget" Ucap Nuna sambil melongak tapi Cio hanya tersenyum melihat tingkah Nuna


"Aku ngambek! " Ujar Nuna dan membuang wajahnya tapi Cio hanya tertawa kecil melihat Nuna


"Aku ngambek! " Ujar Nuna lagi karena dia berharap Cio akan membujuknya dan memberitahu nya tentang Mommy Intan


"Aku laper! " Ucap Cio tanpa dosa membuat Nuna melotot menatap Cio


"Makan aja sana! " Ujar Nuna lalu dia kembali membuang wajahnya dan Cio malah menghentikan Mobilnya dengan mendadak membuat Nuna hampir terbentur


Cio melepaskan sabuk pengaman nya dan mendekati Nuna sampai Nuna tersudut oleh Cio tapi Cio malah tersenyum sambil mengusap bibir Nuna yang gugup di buat Cio


"Makan kamu boleh? " Tanya Cio dengan enteng tapi membuat Nuna terdiam

__ADS_1


Cio masih menatap Nuna dengan tatapan mata yang sangat dalam bahkan sambil tersenyum tipis tapi tangan kanannya Cio malah masuk kedalam baju Nuna dan dia berontak untuk menahan tangan Nuna lalu Cio mendekat kan wajahnya ke telinga Nuna


"Kapan kita membuat keturunan Nuna? " Bisik Cio dengan suara maskulinnya lalu Cio meniup telinga Nuna membuat nya bergidik


Nuna menoleh menatap Cio tapi Cio masih berada di telinga Nuna sedangkan tangannya masih aktif memainkan squishy kembar Nuna


"Berciiii" Ucap Nuna sambil menahan tangan Cio dan dia menatap wajahnya Nuna


"Kenapa? Sakit yah? " Tanya Cio lembut tapi Nuna malah mengalungkan tangannya di leher Cio


"Banyak hal yang ingin aku tahu tentang kamu Berci! aku mohon sebelum kita lakukan layaknya suami istri sungguhan, bisakah kita saling terbuka? " Tanya Nuna sambil mempererat pelukannya dia merasakan bau parfum maskulin milik Cio yang sangat memliki ciri khas


"Apa itu syarat untuk memiliki kamu sesungguhnya? "Ucap Cio lalu dia melingkar kan tangannya di pinggang Nuna


"Iyah! " Jawab Nuna


"Aku ingin tahu tentang kamu setelah kita berpisah Berci! aku ingin kamu ceritakan semuanya tentang kamu " Sambung Nuna


"Hidup ku tidak menarik untuk di ceritakan" Ujar Cio


"Setelah kamu perlihatkan kesabaran yang luar biasa ke aku, semua cerita hidup kamu menarik Berci" Ucap Nuna membuat Cio tersenyum bahkan tertawa


"Kenapa ketawa? aku gak ngelawak" Tegas Nuna tapi Cio tetap tertawa


"Boleh aku kasih kamu sayap? " Tanya Cio dan Nuna melepaskan pelukannya menatap aneh Cio


"Buat apa? " Tanya Nuna


"Biar kamu sadar kalau kamu itu bidadari" Jawab Cio sambil tersenyum sedangkan Nuna tertawa sambil geleng-geleng kepala


"Kaya Bayiii" Ucap Nuna sambil tertawa kecil dan menggelengkan kepala nya Cio


"Kalau aku bayi boleh nyusu? " Tanya Cio dan Nuna langsung melepaskan tangannya dari wajah Cio lalu menyilangkan tangannya di dada


"Kenapa di silangin? " Tanya Cio lagi tapi dia diam menatap Cio


"Kita jalan lagi yah" Ujar Cio lalu dia kembali melajukan mobilnya


"Berciiii" Panggil Nuna dan Cio menepuk-nepuk kepalanya Nuna tapi matanya fokus ke jalan


"Kamu sangat dekat dengan Serena bahkan kalian kaya bukan kaka adik tapi malah kaya sepasang kekasih" Ucap Nuna yang tiba-tiba teringat tentang Kearaban Cio dengan Serena


"Aku memang tidak serahim dengan Serena tapi kami berdua Mommy susu dan darah Mommy ada di kami" Jawab Cio


"Aku sudah jelaskan ini kan? kamu kenapa bahas ini? " Tanya Cio


"Apa kamu cemburu liat aku gendong Serena tadi? " Sambung Cio


Nuna diam sambil sambil *******-***** tangannya, dia juga menundukkan kepalanya


Cio terkekeh kecil melihat Nuna yang hanya diam sambil menunduk layaknya seperti anak kecil


"Chagiiii! misalnya aku selingkuh dengan Serena apa kamu marah? " Tanya Cio membuat Nuna langsung menatapnya sambil melotot


"Gimana cara nya kamu selingkuh dengan Serena? " Ujar Nuna tapi Cio hanya tertawa

__ADS_1


"Gak ada caranya! aku cuma mau tau ekspresi kamu aja" Jawab Cio dan dia tertawa lagi


"Jadi sekarang kamu puas? " Ujar Nuna dan kembali memukul-mukul tangan Cio sedangkan dia hanya tertawa


Dan Cio menghentikan mobilnya restoran karena dia merasa lapar begitu pun dengan Nuna


"Kok kesini? " Tanya Nuna


"Kita makan dulu yah" Ajak Cio


"Kamu gak lapar? " Tanya Cio


"Aku sudah makan" Jawab Nuna tapi Cio tetap turun dari mobilnya, dia berputar berniat membukakan pintu untuk istrinya


Cio membukakan pintunya sambil tersenyum pada Nuna, tapi Nuna malah memanyunkan bibirnya


"Kenapa? " Tanya Cio


"Cuma bukain pintu? gak mau gandeng aku gitu? " Tanya Nuna membuat Cio tertawa kecil lalu Cio meraih tangan Nuna, mereka pun saling bergandengan menuju restoran itu


Nuna memilih kursi bernomor 3 karena kursinya berasa di tengah-tengah


Pelayan datang untuk menanyakan makanan mereka setelahnya mereka duduk sambil menunggu makanan datang


Nuna menatap-natap sekitar karena dia bingung melakukan apa


Cio yang duduk disamping Nuna menutup matanya Nuna membuat Nuna heran


"Kok di tutup? " Tanya Nuna


"Matanya jangan jelalatan Chagiii" Jawab Cio dan Nuna tertawa


"Aku cuma liat-liat sekitar kok! kan aku bingung mau ngapain" Ujar Nuna dan Cio melepaskan tangannya dari wajah Nuna


Cio menyerahkan ponselnya pada Nuna membuat Nuna bingung


"Buka aplikasi apa aja" Suruh Cio


"Kamu gak takut di ponsel kamu ada apa-apa nya? " Tanya Nuna


"Gak ada apa-apa kok! jadi nya buat aku takut! palingan cuma chat Serena yang bikin kamu cemburu lagi nanti" Jawab Cio tapi Nuna malah memukul dada Cio


"Mana ada aku cemburu sama adik kamu sendiri Berci" Ujar Nuna


"Makanya pakai ini aja! biar fokus kesini gak kemana-mana" Ujar Cio lalu Nuna mengambil nya


"Kamu ngapainn? " Tanya Nuna


"Ada yang lebih menyenangkan selain bermain ponsel" Jawab Cio


"Apa? " Ucap Nuna


"Liat kamu" Ujar Cio membuat Nuna tertawa sambil mengelus pipi Cio


"Apa-ada aja" Ucap Nuna lalu dia fokus pada ponselnya

__ADS_1


__ADS_2