SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 146


__ADS_3

1 bulan berlalu


Nuna dan Cio sampai di negara mereka, Nuna sangat senang sebab dia bisa pulang bahkan suaminya sudah sembuh walaupun masih di kursi roda


Nuna tidak keberatan jika harus mendorong suaminya sebab pemulihan Cio sangat cepat karena Cio lah yang lebih gigih ingin sembuh


"Kita pulang" Bisik Nuna ke telinga Cio


"Iyah, tapi pulang kita beda kali ini sebab ada anak kita" Ujar Cio dan Nuna mengangguk


Tapi kali ini yang mendorong kursi roda Cio adalah bodyguard nya sedangkan Nuna hanya berjalan sambil mengandeng tangan Cio


Nuna berjalan sambil memegangi perutnya yang mulai terlihat buncit tapi jenis kelamin nya masih belum mereka ketahui sebab bayi nya menyembunyikan jenis kelamin nya


Serena sudah pulang 2 minggu yang lalu sebab dia juga harus mengejar jadwal kampus nya tapi dari kejauhan sudah ada Serena, Hellen dan juga Dania yang menjemput mereka


"Aku kira dia gak akan datang" Ujar Cio


"Serena itu orangnya tepat janji" Ucap Nuna


Mommy Intan dan Daddy Rio terlebih dahulu memeluk Serena sebab mereka tidak pulang karena menjaga Cio juga


"Kangen Daddy, Mommy" Ujar Serena sambil memeluk kedua orang tuanya


Hellen dan Dania mendekati Nuna "Selamat yah atas kehamilan kamu maaf aku gak bisa datang sebab aku lagi sibuk-sibuk nya" Ujar Hellen


"Aku janji bakal kirimin makanan nanti buat kamu" Ujar Dania


"Kata Cio kamu suka resep makanan ku kan? " Tanya Dania


"Aku suka banget" Jawab Nuna


"King gak ada ka Hellen? " Tanya Nuna menanyai King sebab sejak tadi King memang tidak terlihat


"Dia ke dubay, ikut kaka Daniash dan Danial untuk urusan bisnis tapi dia kirim salam kok kamu" Ujar Hellen dan Nuna hanya menganggukkan kepalanya


Mereka pun pulang ke mansion di dalam Mobil Cio hanya diam entah apa yang dia pikirkan


Nuna melongak menatap suaminya yang sejak tadi diam, karena jenggot Cio tumbuh sebab tidak dia cukur dan Nuna malah menjadikan nya mainan


"Ngelamun apa? gak senang yah kita pulang? " Tanya Nuna

__ADS_1


"Waktu cepat banget chagi berjalan kaya enggak kerasa, bahkan kandungan kamu aja udah 3 bulan lebih" Jawab Cio


"Masa mikirin itu? pasti mikirin yang lain" Tanya Nuna lagi


"Gak ada" Jawab Cio


"Pasti ada" Ujar Nuna sambil terus memainkan jenggot suaminya


"Aku sekarang masih belum bisa jalan Chagi dan aku gak bisa jadi suami siaga buat kamu dan anak kita, aku ngerasa beban, aku ngerasa gak berguna aja" Ujar Cio


"Kenapa ngomong gitu? Beban apa yah? kamu sudah berusaha sampai hari ini bahkan aku bangga dengan kamu yang udah lawan rasa sakit kamu buat sembuh lebih cepat" Ucap Nuna


"Aku sering bilang ke kamu kan, Kamu cukup berusaha sembuh kalau yang lainnya aku bisa sendiri kamu gak perlu khawatir" Sambung Nuna


"Peran ku apa sebagai suami misalnya aku cuma diam" Tanya Cio


"Kamu kan penyuplai dana Berci" Ujar Nuna lalu dia tertawa sambil mempererat pelukkannya dan Cio juga tertawa


Disisi Serena


Serena tidak ikut ke mansion melainkan dia ke kampus lagi sebab masih ada jadwal yang harus di ikuti


45 menit perjalanan Serena sampai lagi ke kampusnya dan dia langsung berjalan menuju kelasnya, ketika dia ingin masuk ke kelasnya dia cegat oleh Lisa


Lisa tertawa tak percaya padahal Serena sudah sering melakukan itu pada nya


Lisa mengejar Serena bahkan menarik tas Serena sampai langkah nya terhenti


"Aku tanya kamu baik-baik Serena" Ujar Lisa


"Dimana baik-baik nya? kamu cegat aku bahkan tarik aku begini" Ucap Serena lalu Lisa melepaskan tangannya


"Maaf" Ucap Lisa


"Lebih baik kamu kekelas kamu deh" Suruh Serena


"Aku butuh jawaban" Ucap Lisa


"Kalau udah bisa nebak ngapain tanya? dasar bawel" Ucap Serena lalu dia meninggalkan Lisa menuju kursinya


Lisa menatap sinis ke arah Serena lalu dia pergi dari kelas Serena

__ADS_1


Lisa memilih jurusan yang sama dengan Cio , Lisa duduk di kursi nya dengan keadaan kesal tapi jessica juga sekelas dengannya


"Seminggu lagi Cio bakal masuk lagi" Ujar Jessica


"Kamu yang bener? " Tanya Lisa


"Iyah! aku tadi kan ke ruangan dosen terus dengar itu dari omongan mereka" Jawab Jessica dan Lisa langsung tersenyum lebar


"Kamu ngapain sih ngejar Cio? sampai pindah kampus lagi padahal kamu tahu kalau dia udah punya istri" Ujar Jessica padahal dia juga sama


"Bukan urusan kamu" Jawab Lisa ketus


"Oke" Ujar Jessica lalu dia mengeluarkan buku-buku nya sedangkan Lisa masih tersenyum sendiri


Disisi Nuna lagi,Mereka sampai di mansion


Nuna dan Cio langsung menuju kamar sebab Nuna dan Cio pasti akan kecapean karena perjalanan panjang tadi


Nuna sedang berdiri di depan kaca sambil melihat diri nya dengan perutnya yang sudah mulai membuncit


"Lihat Berci perut ku masih buncit tanda nya anak kita sehat" Ujar Nuna


"Iyah" Jawab Cio yang duduk bersandar di kasur


Nuna menatap kakinya masih belum bisa di jalankan secara normal


"Ngerasa gak berguna gitu gini yah, hidup tapi gak bisa berbuat apa-apa" Batin Cio


Nuna yang mendengar suara hati suaminya langsung mendekati nya bahkan memeluknya


"Kenapa masih ngomong gitu? aku bakal marah kalau ngerasa seperti itu terus" Tegur Nuna


"Kenyataan nya benar kan? " Ujar Cio


"Aku gak berguna sekarang" Ucap Cio Lagi


"Bahkan kasih nafkah bathin ke kamu aja gak mampu aku Chagi" Ucap Cio


Nuna tertawa mendengar ucapan Cio, Aku juga lagi hamil kata dokter emang gak boleh kan melakukan itu sebelum kandungan di atas 10 minggu"Ujar Nuna


"Aku bakal temenin kamu terus sampai kamu sembuh dan kita jalani rumah tangga kita seperti dulu lagi yah" Ujar Nuna

__ADS_1


"Coba senyum" Suruh Nuna dan Cio tersenyum tipis


"Yang lebar dong" Suruh Nuna lalu Cio tersenyum sampai gusinya terlihat


__ADS_2