SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 73


__ADS_3

Serena datang ke mansion dengan Jessica karena memang Jessica adalah temannya


Jessica berniat ingin menginap seperti biasanya dan Serena mau-mau saja karena Jessica adalah temannya


"Kita kekamar aja yuk! aku mau bersih-bersih soalnya rasa lengket setelah kita makan malam nanti" Ajak Serena ramah


"Oke deh" Ujar Jessica menurut dan mengikuti langkah Serena menuju kamarnya


Ketika Jessica melewati kamarnya Cio dia terus menatapnya bahkan sampai menoleh berharap Cio keluar tapi sayang harapan nya tidak terjadi


Karena Cio tidak mungkin keluar dari kamarnya sebab dia sedang bermesraan dengan Nuna


Mereka masuk ke kamar Serena dan Jessica langsung menuju sofa untuk sedangkan Serena masuk kekamar mandi


Jessica jadi ingin menginap karena dia penasaran dengan Nuna dan Cio tadi yang memakai cincin yang sama


Serena keluar lagi dengan kimono karena dia ingin mandi


"Jess mau mandi bareng gak? soalnya aku bisa lama" Ajak Serena


"Kamu aja duluan Seren aku nanti aja" Jawab Jessica


"Oh Iyah kalau kamu butuh apa-apa pakai kaya biasa yah, telpon pelayan ku dengan telpon yang ada di samping kasur ku" Ujar Serena dan Jessica menganggukkan kepalanya


Disisi Cio dan Nuna


Baju mereka sudah bertebaran di mana-mana bahkan mereka masih bergelut di atas kasur


Cio terus menghujam Nuna bahkan dengan kuatnya sampai Cio berhenti tiba-tiba lalu dia terjatuh di dada nya Nuna


Mereka sama-sama kelelahan bahkan mereka bermandikan keringat


"I love you" Ujar Cio


"More! " Jawab Nuna


Nuna mengelus rambut Cio yang ada di dada nya karena Cio menarik tangan Nuna agar mengelus kepalanya


"Cape Berciii" Keluh Nuna membuat Cio terkekeh


"Katanya tadi apa? masa kecapean" Ujar Cio


"Aku kan manusia pasti punya cape" Ujar Nuna

__ADS_1


"Padahal sakitnya udah agak hilang tadi tapi pas di masukkin lagi sakit" Ucap Nuna dengan polosnya membuat Cio semakin tertawa


Cio mengangkat kepalanya agar bisa menatap Nuna


"Kegedean yah? maaf yah aku terlalu bersemangat tapi kalau main dengan pelan aku gak bisa" Ujar Cio membuat pipi Nuna memerah


Tanda merah di leher dan dada Nuna semakin banyak dari pagi karena ulah Cio tapi Nuna juga di suruh oleh Cio untuk membuat tanda kepemilikan di leher dan dada, entah untuk apa membuat Nuna heran awalnya tapi dia menurut saja


Cio merebahkan tubuhnya ke samping lalu memasukkan Nuna ke dalam pelukannya


"Kamu tadi pakai pengaman? " Tanya Nuna dengan ragu


"Iyah aku pakai" Jawab Cio membuat Nuna menghela nafasnya


"Maafin aku yah!" Tambah Cio tapi Nuna hanya diam


"Berci mau mendengar impian ku? " Tanya Nuna


"Apa impian kamu? " Ujar Cio


"Tidak usah lah aku takut nanti ujung-ujungnya kita malah bertengkar" Ujar Nuna lalu Nuna berbalik membokongi Cio


"Chagiiiii"Panggil Cio sambil memeluk Nuna dari belakang


"Kamu marah? " Tanya Cio lalu mencium pipi Nuna tapi dia menggelengkan kepalanya


Cio menarik pelan bahu Nuna agar mengarah pada nya dan Nuna tidak menolak, dia tiduran telentang sedangkan Cio menyamping dengan kepala bertopang di kepala


"Kalau setelah melakukan itu harus bermesraan Chagiii" Ujar Cio tapi Nuna hanya diam


Nuna menatap sendu Cio membuat Cio khawatir dengan itu


"Chagiiii kenapa diam? " Tanya Cio dengan panik


"Aku cuma cape" Jawab Nuna


"Mau mandi bareng? " Tanya Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya lalu dia turun dari kasur lalu menggendong Nuna ke kamar mandi


Di dalam kamar mandi Cio mengajak Nuna untuk melakukannya lagi dan Nuna menurut saja


2 jam mereka di dalam dan Cio keluar sambil menggendong Nuna, mereka juga sudah mandi bersama


"Kita makan malam yah" Ajak Cio dan Nuna hanya menganggukkan kepalanya

__ADS_1


Cio masuk kedalam ruang ganti dengan Nuna juga, dia mendudukkan Nuna di sofa sedangkan dia memilih baju sambil mengeringkan rambutnya dengan anduk


"Sampai kapan kamu tidak akan mau memiliki anak Berci dengan alasan yang aneh, bahkan di kamar mandi tadi kamu tidak mau memberikan benih kamu ke dalam rahim ku malah membuang nya ke atas perut ku" Batin Nuna


Cio mengambilkan baju piayama untuk Nuna lalu dia duduk di hadapan nya Nuna


"Chagiii keringin rambutku" Pinta Cio dengan manja dan Nuna menurut saja


"Chagiyaaaa" Panggil Cio lalu dia tertawa kecil tapi Nuna hanya diam sambil mengeringkan rambut Cio


Cio melongak menatap Nuna karena sebenarnya dia juga takut jika Nuna marah lagi pada nya


Cio duduk di samping Nuna dan Nuna langsung memeluk Cio dari samping


"Aku takut Berciii" Ujar Nuna


"Takut kenapa? " Tanya Cio lalu membalas pelukan Nuna


"Kamu akan tinggalkan aku dengan Lisa, kan karena dia kamu gak mau memiliki anak dengan ku" Ucap Nuna dengan gemetar membuat Cio panik


"Chagiii kamu nangis? aku gak akan tinggalin kamu sama dia! tapi aku cuma belum siap jika kita punya anak" Ujar Cio lalu dia menghapus air mata Nuna


"Aku mohon Chagiii jangan menangis! " Larang Cio


"Aku takut Berciiii" Ujar Nuna sambil sesegukan menangis di pelukan suami nya


"Chagiyaaa" Panggil Cio dengan lembut sambil menghapus air mata nya Nuna


"Kita nikmatin dulu yah sebelum kita punya anak nanti, kita akan punya anak tapi nanti saat ini kita pacaran dulu yah" Ujar Cio dan Nuna melongak menatap Cio dengan mata penuh air mata


"Kamu janji kita akan memiliki anak? " Tanya Nuna


"Aku janji, tapi belum saat nya Chagiii" Ujar Cio lalu dia mencium sekilas bibir Nuna


"Aku senang mendengar nya" Jawab Nuna pelan


"Jangan sedih-sedih lagi yah! boleh kan kita pacaran dulu sebelum kita nanti di sibukkan dengan bayi kita" Ucap Cio


"Iyah" Jawab Nuna lalu mengalungkan tangannya di leher Cio dan naik ke pangkuan Cio lalu menyandarkan kepalanya


"Aku sudah terlanjur menerima kamu Berci jadi aku mohon jangan sakiti aku" Pinta Nuna


"Aku janji" Ujar Cio mantab

__ADS_1


Cio tersenyum karena tingkah Nuna yang manja padanya apalagi Nuna juga takut kehilangan diri nya


__ADS_2