Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 103


__ADS_3

Hhuueekkkk….. hhhuuuueeekkk


Pagi-pagi buta sebelum mentari menampakkan sinarnya, harusnya semua orang masih nyenyak dalam tidurnya menikmati sisa mimpinya yang akan berakhir. Namun tidak dengan Billal. Pria berusia 43 tahun itu terpaksa bangun di saat jam masih menunjukkan pukul 5 pagi.


Pria itu tiba-tiba merasakan gejolak dari dalam perutnya untuk segera dikeluarkan saat itu juga. tidak hanya itu, meskipun isi perutnya sudah keluar semua, namun masih tak membuatnya lega. Sekarang justru kepalanya yang mendadak pusing dan berkunang-kunang.


Bruk


“Mas!!!” teriak Lidya saat melihat suaminya tiba-tiba pingsan di depan wastafel.


Lidaya sangat khawatir melihat keadaan sang suami yang sudah tergeletak di lantai dengan keringat dingin membasahi tubuhnya dan wajahnya pucat pasi. Dengan penuh perjuangan Lidya berusaha memapah tubuh berat Billal menuju ranjang. Setelah itu Lidya mengambil minyak angin dan mengoleskannya pada hidung Billal, berharap pria itu segera sadar.


“Mas, bangun!” lidya berusaha membangunkan suaminya.


Perlahan mata Billal mulai mengerjap. Lalu saat mata itu sudah terbuka sepenuhnya, wajah khawatir Lidya sangat terlihat jelas.


“Syukurlah, kamu sudah sadar Mas.” Ucap Lidya.


“Kepalaku sangat pusing! bisa kamu ambilkan obat sakit kepala?” pinta Billal.


“Tapi perut kamu masih kosong, Mas. Aku buatkan makanan dulu sebentar ya.” Ucap Lidya dan Billal mengangguk.


Setelah beberapa saat berkutat di dapur, akhirnya Lidya selesai membuatkan bubur untuk suaminya. Lalu Billal pun bangun dan segera makan bubur itu agar bisa minum obatnya.


“Sayang, aku tidur dulu ya. Nanti bangunkan aku jam 7.” Ucap Billal dan diangguki oleh Lidya.


Lidya pun akhirnya memilih keluar kamar dan membiarkan suaminya tidur. Dia memulai aktivitas paginya. Mulai dari mencuci baju, membersihkan rumah, dan memasak.


Pukul setengah tujuh Lidya sudah menyelesaikan semua kegiatannya. Tiba-tiba terdengar bel apartemennya berbunyi. Tak lama kemudian dia membukakan pintu itu.


Klik


“Selamat pagi! ada yang bisa saya bantu?” tanya Lidya pada seseorang pria tampan dan berpenampilan sangat rapi.

__ADS_1


Sean masih terdiam. Bahkan dia tak mengindahkan pertanyaan Lidya. Pria itu masih terus memandangi wajah ayu wanita yang sedang berdiri di depannya. Sean sangat terpesona dengan kecantikan alami Lidya. Namun tiba-tiba dia sadar sedang berada di apartemen atasannya. Dan wanita cantik itu berarti adalah istri dari tuannya.


“Tuan! Ada yang bisa saya bantu?” tanya Lidya lagi.


“Ah, maaf. Saya hanya ingin bertemu dengan Tuan Billal. Saya asistennya. Ada hal penting yang harus saya sampaikan pagi ini. karena sejak tadi ponselnya tidak aktif.” Ucap Sean.


“Silakan masuk, Tuan. Biar saya panggilkan suami saya.” Lidya mempersilakan Sean masuk.


Tak lama kemudian Lidya membangunkan suaminya yang masih tidur. Dan denga kepala yang masih sedikit berdenyut, Billal terpaksa bangun karena sedang ada asistennya.


“Ada apa kamu pagi-pagi kesini?” tanya Billal saat sudah keluar kamar diikuti oleh Lidya.


“Jaga pandangan kamu, Sean!” ucap Billal sengit saat mata Sean justru terus memandangi istrinya.


“Dan kamu Lidya, masuklah ke kamar!” perintah Billal dengan suara tegas.


Sean kesusahan menelan salivanya saat mendengar suara tegas atasannya. Dia sudah paham akan terjadi sesuatu setelah ini. dan benar saja, Billal kembali memperingatkan pada Sean agar tidak lagi melihat wajah Lidya. Dan harus menundukkan kepalanya saat bertemu dengan wanita itu.


***


Acara reuni itu sengaja mengajak serta istri dan anak mereka masing-masing. Selain untuk temu kangen. Iqbal dan teman-temannya berharap istri dan anaknya juga saling berhubungan baik. Dan acara itu diadakan di sebuah restaurant yang ada di kota B.


“Sayang, apa kamu sudah siap?” tanya Iqbal menghampiri Jenny yang sedang duduk di depan meja rias.


“Sebentar lagi, Mas. Gita mana?” tanya Jenny.


“Gita menunggu di bawah sambil mainan.” Jawab Iqbal.


Tak lama kemudian Jenny berdiri mendekati suaminya. Lalu tangan Jenny menyemprotkan parfum ke baju suaminya. Iqbal sangat terkejut saat istrinya menyemprotkan parfum banyak sekali ke bajunya. Tapi yang membuat Iqbal semakin terkejut adalah parfum itu bukan miliknya, melainkan milik Jenny.


“Stop, Sayang! Ini parfum kamu bukan parfumku.” Tolak Iqbal.


“Kenapa memangnya? Aku nggak suka dengan bau parfum kamu, Mas.” Ucap Jenny dengan wajah yang sudah berubah mode jutek.

__ADS_1


“Tapi ini kan parfum kesukaan kamu. Kamu sendiri yang memilihnya.” Jawab Iqbal.


“Aku nggak suka. Karena bau parfum ini bisa menarik perhatian wanita lain yang akan kita temui nanti di restaurant. Sekarang baik badan! Biar aku semprot lagi ke deluruh baju kamu.” Ucap Jenny.


Iqbal yang semakin kesal akhirnya hanya bisa pasrah. karena jika dia melawan, pasti istrinya akan semakin marah. Atau bahkan tidak jadi datang ke acara reuni itu.


Beberapa saat kemudian, Iqbal sudah tiba di tempat lokasi. Disana tiga sahabatnya sudah menunggunya. Hanya dirinya lah yang datang terlambat. Iqbal melihat ketiga sahabatnya tersenyum menyambut kedatangannya. Selama kurang lebih tiga tahun mereka tidak pernah bertemu. Hanya dengan Galang saja, Iqbal sering berinteraksi.


Banyak cerita yang Iqbal lewatkan dari dua sahabatnya yang sudah lama tidak pernah ia temui. Felix yang sebelumnya pernah bertemu dengannya, hidupnya kini juga sudah bahagia.


Jika dulu Felix terkenal playboy kelas kakap, sekarang pria itu sudah berubah menjadi seorang suami sekaligus ayah yang sangat mencintai keluarganya. Terlebih setelah dirinya mengalami kecelakaan bersama sang istri hingga menyebabkan istrinya dinyatakan tidak bisa mengandung lagi, jadi hal itu membuat Felix semakin mecintai istrinya.


Sedangkan Haidar. Pria yang dulu terkenal paling humble diantara tiga pria lainnya dan juga terkenal sangat setia dengan pasangannya, kini hidupnya juga bahagia walau istrinya bukan perempuan yang sempat menjadi kekasihnya dulu. Karena sempat terdengar kabar kalau kekasih Haidar telah hamil anak hasil perselingkuhannya dengan pria lain.


Dan sekarang istri Haidar adalah wanita yang sudah sangat dewasa yang usianya tiga tahun di atas Haidar.


Tuhan memang tidak pernah salah dalam hal mempersatukan makhluknya dengan pasangannya. Semua orang punya jalan hidup masing-masing terlebih saat bertemu dengan pasangannya. Seperti halnya Iqbal, yang telah melalui jalan yang sangat berliku dalam memperjuangkan cinta sejatinya yaitu Jenny.


“Sepertinya Axcel adalah calon suami yang cocok dengan Gita.” Ucap Haidar tiba-tiba.


Semuanya memang melihat Gita sudah sangat akrab bermain dengan Axcel, putra Felix. Karena memang hanya ada dua bocah kecil disana. Karena Farah, istri Galang sedang mengandung. Begitu juga dengan istri Haidar, perutnya juga sudah besar dan sebentar lagi akan melahirkan.


“Bagaimana kalau kita jodohkan mereka saja?” Felix bertanya dengan nada bercanda.


“Biarkan mereka menentukan pilihannya sendiri. Yang terpenting mereka selalu berhubungan baik seperti orang tuanya sampai saat ini.” jawab Iqbal dengan bijak.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2