Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 125


__ADS_3

Gita meringis kesakitan saat tubuhnya terjatuh dan tertimpa tubuh besar Chandra. Namun Chandra bukannya membantu Gita bangun, laki-laki itu segera berdiri dan mengejar orang asing yang akan berniat mencelakai saudaranya itu.


“Siall!!” umpat Chandra.


Karena kondisi parkiran bandara yang cukup ramai, banyak orang belalu lalang membuat Chandra kesulitan mencari orang tersebut. Bahkan wajahnya saja dia tidak ingat. Dan keamanan cctv di bandara itu sangat minim.


“Kenapa sih, Chan?” Tanya Daniel setelah dia membantu kakaknya bangun.


“Dimana Gita? Lebih baik kita segera pulang. Sepertinya ada bahaya yang sedang menginta Gita.” Jawab Chandra.


Kini mereka bertiga sudah berada dalam mobil. Gita yang tadinya menggerutu kesal pada Chandra karena sudah terjatuh dan tertimpa badannya, kini berganti rasa takut, setelah Chandra mengatakan kalau ada orang asing yang hendak menusuknya.


Gita terdiam sejenak. Apa motif orang itu ingin melukainya. Dia juga teringat kejadian di Club tempo hari yang tiba-tiba saja minum minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsangg. Apakah kejadian itu ada kaitannya dengan kejadian baru saja.


“Sudah, nggak perlu cemas. Nanti coba aku cari tahu siapa orang asing itu.” Ucap Chandra menenangkan Gita.


Gita hanya menganggukkan kepalanya. Ingin sekali dia menceritakan kejadian di Club malam itu, namun itu sama saja dia menceritakan kejadian memalukan yang sudah ia lakukan dengan Axel.


Sesampainya di rumah, Chandra sudah disambut hangat oleh Jenny. Wanita paruh baya itu juga menganggap Chandra sebagai anaknya sendiri.


“Bagaimana kabar kamu, Chan?” Tanya Jenny.


“Baik, Onty. Uncle Iqbal dimana?” Tanya Chandra.


“Masih ada urusan sama rekan bisnisnya. Sebentar lagi juga pulang. Bagaimana kabar adik-adik kamu?” Tanya Jenny lagi.


“Mereka semua sehat.” Jawab Chandra.


Setelah berbasa-basi sebentar, Chandra masuk ke dalam kamar tamu untuk beristirahat sejenak. Begitu juga dengan Gita. Diam-diam perempuan itu sangat ketakutan setelah ada kejadiian tadi. Bahkan tanpa orang tahu, tubuhnya sampai saat ini masih gemetar.


Sedangkan Chandra kini sedang mengotak-atik ponselnya. Dia meminta bantuan temannya untuk meretas cctv yang ada di bandara tadi. Dia juga masih berusaha sendiri untuk meretasnya.

__ADS_1


“Brengsekk! Orang itu bukan orang sembarangan.” Umpat Chandra setelah mendapat pesan dari temannya.


Chandra hanya bisa menangkap sedikit pergerakan orang asing tadi. Orang itu tidak terlihat wajahnya, karena selain memakai masker dan topi, orang itu juga dengan cepatnya hilang dalam kerumunan orang-orang. Dan hal sama yang baru saja disampaikan oleh temannya.


“Sepertinya aku harus bicara langsung dengan  Uncle Iqbal.” Gumam Chandra.


Meski usianya masih 18 tahun, namun kemampuan Chandra di bidang teknologi tidak diragukan lagi. Sejak kecil dia tidak pernah menjalani pendidikan formal. Dia hanya belajar secara homeschooling, karena pada saat itu nyawanya dan adik-adiknya dalam bahaya. Jadi selama menjalani homeschooling, Chandra mempunyai banyak waktu untuk belajar ilmu teknologi dan bela diri bersama dengan sang ayah.


Malam harinya, di rumah keluarga Iqbal sedanag tampak ramai. Hal itu disebabkan karena ada Chandra yang selalu usil pada Gita. Saat ini mereka sedang makan malam bersama. Iqbal sangat senang dengan kedatangan Chandra, terlebih setelah mendengar kabar bahwa Chandra akan kuliah di kota ini bersama dengan Daniel.


“Uncle, ada yang ingin Chandra bicarakan setelah makan.” Ucap Chandra pada Iqbal.


Iqbal dapat melihat sorot mata Chandra seolah ada hal yang sangat penting, dia hanya menganggukkan kepala menyetujuinya. Sedangkan Jenny juga penasaran.


“Ada apa sih, kok sepertinya ada rahasia yang nggak boleh diketahui sama Onty?” Tanya Jenny.


“Biasalah Onty, masalah pria. Chandra mau belajar dari Uncle Iqbal bagaimana cara menakhlukkan perempuan.” Jawab Chandra bercanda.


Semua orang yang ada di ruang makan itu sontak tertawa setelah mendengar gurauan dari Chandra. Namun tidak dengan Gita. Sejak tadi bahkan sampai sekarang hatinya masih diliputi rasa takut.


“Kenapa, Sayang? Apa kamu sakit?” Tanya Jenny.


“Nggak, Ma. Gita hanya ingin persiapan untuk sidang besok.” Jawab Gita dan segera pergi meninggalkan ruang makan.


Kini Chandra sudah berada di dalam ruang kerja Iqbal. Mereka berdua sedang duduk berhadapan di sofa yang ada dalam ruangan itu. Chandra mulai menceritakan semua kejadian yang dialami tadi saat sedang di parkiran bandara. Dia menceritakan secara detail bagaimana Gita yang hendak mendapatkan tusukan dari seorang pria tak dikenal.


“Maaf, apa selama ini Uncle punya musuh dalam dunia bisnis?” Tanya Chandra.


“Nggak ada. Selama ini perusahaan berjalan baik-baik saja tanpa ada kendala.” Jawab Iqbal setelah berpikir sejenak.


“Saran aku sih lebih baik Uncle sekarang carikan bodyguard untuk Gita. Demi kemanannya. Tapi jangan sampai keberadaan bodyguard itu dketahui oleh orang termasuk Gita sendiri.” Chandra memberikan saran.

__ADS_1


“Baiklah, nanti akan Uncle pikirkan. Terima kasih banyak sudah menolong Gita. Dan Uncle minta rahasiakan ini dari Onty kamu.” Ucap Iqbal.


Iqbal tidak ingin membuat istrinya cemas. Biarkan saja dia yang mengatasi masalah ini. Sedangkan Chandra mengangguk paham dengan maksud Uncle-nya.


Setelah Chandra keluar dari ruangan kerja Iqbal, kini tampak Iqbal sedang duduk termenung. Jujur saja dia sangat terkejut dengan kabar yang baru saja disampaikan oleh Chandra. Iqbal sendiri tidak yakin, apakah orang yang hendak melukai Gita tadi adalah orang yang sama yang hendak menculik Gita saat usianya masih 7 tahun dulu.


***


Beberapa hari berada di kota terpencil, kini pria yang bernama Andreas telah kembali lagi ke rumahnya yang ada di pusat kota. Ada rasa sesak dalam dadanya setiap kali setelah datang ke panti asuhan itu. Terlebih melihat keadaan cucunya, yaitu Cantika. Gadis keterbelakangan mental yang sejak kecil tidak memiliki orang tua.


Andreas sudah berada dalam kamarnya. Pria itu membuka topeng hiper-realistisnya. Topeng yang sangat mirip dengan wajah manusia itu dulu dia beli khusus dengan harga yang cukup mahal dari Negeri Sakura, Jepang.


Topeng itu memperlihatkan wajah seorang pria yang usianya berkisar 55 tahun. Usia yang lebih muda dari wajah aslinya. Di balik wajah yang sudah tua itu masih tersimpan sorot mata yang tajam dan wajah yang dipenuhi oleh dendam.


Andreas adalah nama samarannya. Bahkan pria itu sudah berhasil menngantikan identitas aslinya dengan identitas yang sekarang ini. Semua itu berkat bantuan sahabatnya yang sudah lama berkecimpung dalam dunia kejahatan.


Marvin, pria tua yang usianya sekitar 65 tahun itu kini menjelma menjadi sosok Andreas. Selain wajahnya yang ditutupi oleh topeng, tubuh pria itu juga terlihat masih segar bugar, karena memang telah banyak melakukan operasi.


Semua itu dia lakukan hanya untuk memenuhi misi balas dendamnya pada seseorang yang menurutnya sudah membuat hancur keluarganya. Mulai dari anak semata wayangnya yang gila, dan diketahui telah mengandung. Entah siapa pria yang telah menghamili Danisa saat itu.


Awalnya memang Marvin mengusir Danisa, namun lambat laun pria itu juga iba melihat nasib anaknya. Kabar kehamilan Danisa di tengah kondisi kejiwaannya yang terganggu membuat istri Marvin ikut tertekan, hingga menyebabkan Ambar akhirnya meninggal dunia.


Tidak cukup sampai disitu. Marvin saat itu berusaha untuk menyembuhkan Danisa. Namun Tuhan berkendak lain. Setelah Danisa melahirkan Cantika, anak yang diketahui mengalami keterbelakangan mental, keadaan Danisa semakin memburuk. Hingga suatu ketika dia berusaha kabur dari rumah sakit jiwa dan tiba-tiba tertabrak truk hingga menyebabkan dia tewas seketika.


“Kamu harus membayar semuanya!” lirih Marvin dengan sorot mata penuh dendam.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2