
“Pergilah! Tinggalkan aku sekarang juga!” ucap Gita sambil melepas pelukan Axel dengan kasar.
Axel terkejut melihat perubahan sikap istrinya. Dia berpikir Gita marah lantaran pesannya tidak dibalas.
“Sayang, maafkan aku. aku tadi benar-benar sibuk. Ya sudah kita makan di luar sekarang ya?” bujuk Axel.
“Pergilah! Aku benci sama seorang pembohong!” Ucap Gita dan segera meninggalkan Axel yang masih terdiam di balkon.
Gita keluar kamar dan menuju ruang makan. Dia masih sakit mengingat suaminya sedang bersama wanita lain bahkan terlihat mesra. Memang Gita tahu sejak dulu suaminya sangat digandrungi banyak wanita cantik dan seksii, meskipun Axel sendiri tidak pernah menganggap kebaradaan mereka. Namun setelah menikah, Gita pikir suaminya sudah tidak lagi bertemu dengan wanita-wanita seperti itu. Ternyata salah. Bahkan dengan mata kepalanya sendiri Gita melihat suaminya menerima pelukan dan ciuman wanita murahan seperti tadi.
“Lapar juga nih?” tanya Chandra dengan nada mengejek. Namun Gita tak peduli.
Chandra sudah menyelesaikan makan siangnya lalu meninggalkan Gita yang sedang makan sendirian. Saat akan masuk kamarnya, Chandra bertemu dengan Axel yang sepertinya sedang mencari Gita.
"Kamu lihat istriku?” tanya Axel.
“Tuh lagi makan. Gagal makan di luar sekarang kelaparan dan akhirnya makan di rumah.” jawab Chandra.
“Maksudnya makan di luar?” tanyaa Axel bingung.
Chandra akhirnya mengatakan pada Axel kalau baru saja dia keluar dengan Gita untuk makan siang di restaurant dimana Axel tadi sedang bertemu dengan Jendra dan Dimas. Namun Chandra bingung saat baru saja duduk, tiba-tiba saja Gita langsung keluar dan meminta pulang.
“Kenapa sih?” tanya Chandra saat melihat raut wajah Axel yang berubah cemas.
“Nggak apa-apa. Thanks, Chan!” Jawab Axel, setelah itu Chandra melanjutkan langkahnya masuk ke kamar.
Kini Axel tahu kalau istrinya pasti sudah salah paham karena melihat Cindy di restaurant tadi. Axel benar-benar bingung bagaimana cara menjelaskan pada Gita agar dia percaya. Kemudian dia menyusul Gita ke ruang makan.
Axel duduk di hadapan Gita yang sedang menikmati makannya sambil menundukkan kepala. Lalu tak lama kemudian Gita mengambil piring dan mengambilkan makan untuk Axel.
“Sayang, nggak usah. Aku tadi-“
__ADS_1
“Makanlah, bukankah Mas tadi mau ngajak aku makan di luar? Karena Mama sudah masak banyak, jadi lebih baik kita makan di rumah saja.” Jawab Gita.
Gita sudah tahu kalau suaminya sudah makan siang. Namun karena kesal, dia ingin membalas rasa sakit hatinya pada Axel dengan mengambilkan makan. Bahkan Gita mengambilkan makan untuk Axel dengan porsi banyak. Axel melotot saat melihat istrinya mengambil nasi seperti porsi kuli bangunan.
“Sayang, jangan banyak-banyak. Aku tadi sud-“
“Bukankah Mas tadi sibuk. Jadi pasti tidak sempat makan siang. Berhubung masakan Mama masih banyak, lebih baik Mas habiskan. Biar KENYANG!” ucap Gita dengan suara datarnya.
Akhirnya Axel hanya bisa pasrah melihat sepiring nasi dan lauk yang porsinya sangta banyak. Niat hati ingin membuang nasi itu jika istrinya sudah selesai makan, namun sayangnya Gita justru menungguinya makan sampai makanan itu habis.
Axel menelan ludahnya kasar saat akan menyendok makanan itu ke dalam mulutnya. Memang menu makanan itu sangat enak dan menggugah selera. Namun kebiasaan Axel yang tidak bisa makan terlalu banyak, membuatnya tidak bisa merasakan masakan itu. Bahkan setelah menyuapkan sesendok nasi, rasanya Axel sudah ingin muntah.
Gita masih melihat suaminya menyendok makanan itu. Dia tidak peduli dengan raut wajah suaminya yang sudah memerah karena menahan gejolak dalam perutnya yang penuh dengan makanan. Lalu tanpa mengucapkan sesuatu Gita pergi meninggalkan suaminya.
Melihat istrinya pergi, Axel segera berlari dan memuntahkan isi perutnya. Rasanya benar-benar mual. Tapi dia harus terima, mungkin ini hukuman dari istrinya karena membuatnya kesal. Padahal sebenarnya hanya salah paham.
Cukup lama Gita berdiam diri di kamar. sampai saat ini suaminya juga tak kunjung kembali menyusulnya. Tiba-tiba terbesit rasa khawatir di hatinya. Lalu dia segera turun untuk mencari keberadaan Axel.
Di ruang tengah terdengar suara berisik. Saat Gita sudah menuruni tangga, dia melihat mamanya sedang mengolesi minyak angin pada kening Axel sambil memijitnya pelan. Tidak hanya itu, Axel juga terlihat lemas dan pucat.
“Nggak apa-apa kok, Ma. Axel sudah mendingan.” Ucap Axel membela istrinya.
“Kamu jangan terus membela kesalahan istri kamu. Suami lagi sakit tapi nggak peka sama sekali.” Sekali lagi Jenny menyalahkan Gita.
Setelah menegur Gita, Jenny segera pergi. Berharap Gita yang melanjutkan merawat Axel yang masih pusing. kini tatapan mata Gita pada Axel semakin tajam. Harusnya dia masih marah dan kesal pada suaminya. Namun justru dia yang mendapat teguran dari Mamanya.
Gita semakin kesal, lalu memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Axel pun segera berdiri dan mengikuti istrinya.
“Sayang, maafkan aku!” ucap Axel saat sudah berada di kamar.
“Mas puas lihat aku dimarahi Mama?” tanya Gita dengan nada kesal.
__ADS_1
“Nggak, Sayang. Maafkan aku. aku nggak bermaksud seperti itu. Tadi saat aku sedang muntah karena kebanyakan makan, kebetulan Mama lihat. Dan maafkan aku tentang kejadian di restaurant tadi. kamu salah paham. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita tadi. aku tadi juga terkejut saat tiba-tiba dia memelukku. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanyakan pada Jendra atau Dimas, yang berada disana juga.” Axel menjelaskan dengan panjang lebar.
Gita masih diam. Kalau memang disana tadi ada Dimas, dia percaya. Setelah itu Gita merebahkan tubuhnya untuk istirahat.
“Sayang, kamu percaya kan?” tanya Axel memastikan.
“Sudah lupakan! Aku ngantuk, mau tidur.” Jawab Gita.
Axel mengulas senyum karena istrinya sudah memaafkannya meski masih sedikit kesal. Setelah itu Axel juga ikut berbaring di sebelaah Gita sambil memeluknya dari belakang. Gita diam saja saat Axel memeluknya, karena dia benar-benar ngantuk dan ingin tidur siang.
“Mas!!!!” teriak Gita saat merasa ada sesuatu yang sedang mengeras dan menempel tepat di pantatnya.
“Diamlah, jangan banyak gerak kalau nggak mau dia semakin beringas!” bisik Axel pelan sambil menahan hasratnya.
“Please, Mas. Siang ini aku ingin tidur. Jangan sekarang.” ucap Gita dengan mata yang sudah hampir tertutup.
Axel pun sadar kalau istrinya memang benar-benar ngantuk. Akhirnya dia membiarkan istrinya tidur, dan akan melanjutkannya nanti malam.
“Baiklah, sekarang tidurlah. Tapi ingat, nanti malam kamu nggak akan bisa lagi menghindar.” Axel kembali berbisik, namun Gita sudah terbang ke alam mimpi.
Axel semakin mengeratkan pelukannya. Dia menciumi rambut wangi Gita. namun sayangnya Gita tidak terusik sama sekali. Akhirnya Axel juga ikut tidur bersama istrinya siang itu, setelah memastikan juniornya juga tertidur.
.
.
.
*TBC
Axel...Axel🤦🤦😂😂😂
__ADS_1
Buat yang nunggu part-nya Dimas Inez, sabar ya... nanti sore othor up lagi. tapi jangan lupa kasih like, komen, vote, dan giftnya😁😁🤗🤗
Happy Reading‼️