
#Flashback on
Ciittttt
Brakkkkk
Di saat Xavier akan membawa masuk Jenny ke dalam mobil. Dia menengok ke belakang setelah mendengar deritan roda mobil diiringi dengan benturan yang cukup keras. Xavier tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Iqbal tertabrak mobil hingga menyebabkan tubuhnya terpental jauh.
Dia segera membawa masuk Jenny ke dalam mobil dan segera menolong Iqbal. namun Barra dan Bram datang dengan cepat menolong Iqbal.
“Cepat bawa Jenny ke rumah sakit, biar aku yang menyelamatkan Iqbal.” perintah Barra pada Xavier.
Sementara itu Bram memilih mengejar pelaku yang telah menabrak Iqbal sekaligus yang menculik Jenny.
Dan tak lama kemudian mobil Xavier sudah tiba di rumah sakit lalu disusul oleh mobil Barra yang membawa Iqbal.
Iqbal segera mendapatkan penanganan intensif karena keadaannya sangat parah. Ditambah kepalanya terus mengeluarkan darah.
Kini Desy dan Bram sedang duduk di depan ruang ICU. wanita paruh baya itu sejak tadi tidak berhenti menangis saat melihat anaknya mulai dari masuk ruang operasi sampai keluar dari ruang operasi.
“Bagaimana keadaan anak saya, Dok?” tanya Desy.
“Tuan Iqbal sudah terbebas dari masa kritisnya. Namun yang saya herankan, sampai saat ini Tuan Iqbal masih belum sadar. Dan kemungkinan mengalami koma. Tapi saya akan melakukan observasi lagi.” Jawab Dokter.
“Desy, Bram bagaimana keadaan menantuku?” tanya Kay yang baru saja datang setelah keluar dari ruang rawat Jenny.
“Iqbal koma pasca melakukan operasi.” Jawab Bram datar.
Barra, Kay, dan Vito yang kebetulan ada disana tampak terkejut mendengar kenyataan pahit yang sedang menimpa Iqbal. Vito meminta maaf atas semuanya. Karena Jenny, sampai membuat Iqbal terluka parah bahkan menyebabkan laki-laki itu koma.
“Maafkan saya Tuan, Nyonya. Mungkin lebih baik setelah ini hubungan Jenny dan Iqbal diakhiri saja.” Ucap Bram.
“Apa maksud kamu, Bram?” tanya Vito kesal.
“Mungkin tugas anak saya melindungi Jenny sudah cukup sampai disini. Ada laki-laki lain yang lebih pantas bersanding dengan Jenny dibandingkan dengan Iqbal.” jawab Bram.
__ADS_1
“Kamu jangan macam-macam, Bram. Tega kamu memutuskan hubungan anak-anak kita. Apa maksud kamu seperti ini?” tanya Kay tidak terima.
“Apa yang dikatakan Mas Bram benar. Selama ini hubungan anak-anak kita tidak baik-baik saja. Pernikahan mereka tidak seperti pernikahan pasangan pada umumnya. Selama ini Jenny telah ber-“ ucap Desy terbata karena tidak kuat menahan kesedihannya.
“Jenny kenapa?” tanya Kay.
Akhirnya Bram melanjutkan ucapaan istrinya. Bram menceritakan semuanya tentang hubungan Iqbal dan Jenny selama ini. dan benar selama ini Jenny telah berselingkuh dari Iqbal dan menjalin hubungan dengan Xavier. Kay, Vito, dan juga Barra tidak percaya mendengar semua itu. Lantas Bram menceritakan dengan semua bukti yang ia dapat.
“Mas, aku nggak percaya kalau selama ini Jenny seperti itu. Bukankah kemarin kita melihatnya sendiri kalau hubungan mereka berdua baik-baik saja?” tanya Kay pada suaminya.
“Tenanglah sayang. Nanti kita tanyakan langsung pada Jenny saat dia sudah sadar.” Jawab Vito menenangkan istrinya.
“Lebih baik kita ke ruang rawat Jenny saja, Ma. mungkin dia sudah sadar dan kita bisa menanykannya langsung kebenaran itu.” Usul Barra dan diangguki oleh orang tuanya.
Akhirnya Barra mengajak kedua orang tuanya menuju ruang rawat Jenny. Bram dan Desy pun mengikutinya. Barra masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bram tadi. karena selama ini dia tidak pernah melihat gelagat aneh dari rekan bisnis sekaligus kakak iparnya itu masih berhubungan dengan adiknya.
Kini mereka berlima sudah di depan ruang rawat Jenny. Perlahan Barra membuka pintu itu.
#Flashback off
Barra, mama, dan papanya masuk ke dalam ruang rawat Jenny dan disusul oleh Bram dan Desy. Mereka berlima melihat dengan jelas bahwa Jenny sedang dalam pelukan Xavier.
“Apa-apaan kamu Jen? Di saat suami kamu sedang koma, kamu malah menikmati pelukan dari pria lain!” ucap Barra penuh amarah.
Kay dan Vito tidak percaya melihat anaknya berada dalam pelukan Xavier. Sedangkan Bram dan Desy yang sudah tidak terkejut lagi hanya bisa terdiam dan menunggu persetujuan Vito tentang apa yang dikatakannya tadi.
Jenny melepaskan diri dari pelukan Xavier. Dia masih bingung dengan ucapan kakaknya.
“Apa maksud Kak Barra?” tanya Jenny bingung.
“Nggak usah pura-pura bodohh kamu, Jen. Tega kamu menghianati laki-laki baik seperti Iqbal. bahkan di saat suami kamu sedang koma, kamu malah asyik berpelukan dengan laki-laki lain. sepertinya apa yang dikatakan oleh Om Bram benar, Pa. lebih baik mereka segera berpisah dan nikahkan Jenny dengan laki-laki yang diinginkannya.” Ucap Barra.
Jenny terkejut saat mendengar penuturan kakaknya bahwa Iqbal saat ini tengah koma. Lalu siapa yang datang ke ruangannya tadi. bukankah itu Iqbal. Jenny menangis pilu mendengar kabar buruk itu. Dia tidak tahu kejadian apa yang menimpa Iqbal sehingga bisa menyebabkan koma.
“Ma, Pa apa yang terjadi dengan Kak Iqbal?” tanya Jenny.
__ADS_1
“Sudah, Sayang. Tenanglah.” Jawab Kay tidak tega melihat anak perempuannya menangis pilu.
“Bram, Desy maafkan kesalahan Jenny. Mungkin apa yang kamu katakan benar. Lebih baik mereka berpisah saja. Tapi setidaknya tunggulah sampai Iqbal sadar dan menceraikan Jenny langsung.” ucap Vito.
“Tidak, Pa!! Jenny nggak mau berpisah dengan Kak Iqbal.” teriak Jenny.
“Tidak perlu menunggu sampai Iqbal sadar, Tuan. Saya kedua orang tua Iqbal telah memutuskan semua ini. Nak Jenny, kami sekeluarga telah membebaskan Nak Jenny dari semua kewajiban Nak Jenny sebagai istri Iqbal. maafkan semua kesalahan Iqbal. kami sangat percaya Nak Jenny akan lebih aman jika bersama dengan Tuan Xavier. Untuk surat perceraiannya kalian tunggu saja.” Ucap Bram.
“Nak Jenny jangan khawatir, kami masih menganggap Nak Jenny anak kami. Tenang saja, Mama dan Papa tetap menyayangi kamu walau dengan status berbeda.” Ucap Desy sendu.
“Tidak!! Jenny nggak mau pisah dengan Kak Iqbal. kami saling mencintai. memang semua yang dikatakan Papa Bram benar tapi kami sudah memperbaiki hubungan kita. Ma, Pa tolong percaya dengan ucapan Jenny.” Ucap Jenny sambil terisak.
“Sudah Sayang, tenanglah. Mungkin kamu sedang butuh banyak istirahat.” Ucap Kay.
“Tidakk!! Kak Xavier katakan kalau semua itu tidak benar. Bukankah aku sudah mengatakan kalau hubungan kita sudah berakhir. Jangan diam saja Kak!” kini Jenny berusaha meminta bantuan Xavier untuk menyelamatkan pernikahannya dengan Iqbal.
“Om, Tante maafkan saya. Maafkan saya telah membuat Iqbal menderita selama ini. dan benar kami saling mencintai. kami juga sudah berjanji akan menikah di saat satu tahun usia pernikahan Jenny dan Iqbal.” ucap Xavier yang sangat mengejutkan Jenny.
Bram dan Desy semakin tidak tahan mendengarnya. Kemudian mereka berdua memilih keluar dari ruang rawat Jenny.
“Bohong itu! Kak Xavier kenapa kamu melakukan itu semua? Aku benci kamu!!!” teriak Jenny histeris.
Kay dengan cepat memeluk anaknya. sementara itu Barra membawa Xavier keluar dari ruangan.
“Maafkan aku yang egois, Jen. Jika tidak seperti ini, kamu tidak akan bisa menjadi milikku.” Gumam batin Xavier.
.
.
.
*TBC
Please jgn ngamuk ya readers🙏🙏✌️✌️✌️
__ADS_1
Happy Reading‼️