
Gita segera bangun meski tubuhnya terasa sangat remuk, terlebih rasa tidak nyaman pada bagian inti tubuhnya.
Perempuan itu mencari bajunya ternyata teronggok di bawah tempat tidur dengan keadaan yang mash sedikit basah. Akhirnya dia mengambil salah satu kaos Axel dan juga celananya. Meski semuanya kebesaran, yang terpenting ada baju ganti. Kemudian dia segera keluar dari unit apartemen itu. Gita sendiri juga tidak tahu, atau lebih tepatnya tdak peduli dimana Axel saat ini.
Air mata Gita luruh begitu saja saat sudah berada dalam taksi yang akan mengantarnya pulang. Sekarang dia merasa menjadi wanita paling hina sedunia. Bagaimana tidak, dia ingat betul semalam dirinyalah yang minta dipuaskan oleh Axel. Gita menahan isakannya agar tak terdengar oleh sopir taksi. Entah bagaimana kehidupannya setelah ini. Setelah mahkota yang sejak lama ia jaga baru saja ia serahkan dengan paksa pada laki-laki yang tidak memiliki ikatan dengannya.
Setelah sampai rumah, Gita segera masuk ke dalam kamarnya. Rumahnya masih terlihat sepi karena kedua orang tuanya masih belum pulang dari luar kota.
“Kak? Baru pulang?” Tanya Daniel menghentikan langkah Gita yang akan masuk ke dalam kamarnya.
“Hmm.” Jawab Gita singkat tanpa melihat wajah adiknya.
Setelah mengunci pintu kamarnya, Gita lekas masuk ke dalam kamar mandi. Dia menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Dia menangis sejadi-jadinya disana. Dia masih belum percaya dengan kejadan semalam. Bagaimana bisa dirinya bisa seagresif itu pada Axel. Dan kenapa juga Axel mau menuruti keingnannya. Harusnya laki-laki yang sudah ia anggap sebagai kakak itu justru melindunginya. Bukan memanfaatkannya.
Aarrgghhhhhhh
“Aku benci kamu Axell!!!” teriak Gita dengan suara lemah tak bertenaga.
***
Sementara itu di tempat yang berbeda dan di waktu yang sama, tampak dua orang pria tengah terduduk lemah setelah tubuhnya dipukul habis-habisan oleh asisten bosnya. Sedangkan dua orang temannya yang lain masih belum berani menghadap asisten bosnya.
“Aku nggak mau kejadian ini terulang lagi. Aku minta kalian kembali menangkap perempuan itu sebelum bos mengetahui semua kegagalan kalian.” Ucapnya penuh amarah.
“Baik, Tuan. Maafkan kami. Kami berjanji akan mencari perempuan itu lagi.” Jawab pria itu.
“Untung saja kalian berhasil menghilangkan barang bukti obat itu, “ ucap pria yang diyakini sebagai asisten bosnya.
Marco segera mengusir dua anak buahnya agar kembali mencari perempuan incaran bosnya. Biarkan dia dimarahi oleh bosnya, karena mungkin bosnya sudah mendapat kabar dari pria hidung belang yang akan memakai jasa Gita semalam.
“Sialan! Kalau obat itu sudah berhasil diminum perempuan itu, lantas dengan siapa perempuan itu menyalurkan hasratnya? Semoga saja tidak ada orang lain yang menyentuhnya.” Gumam Marco dengan rasa sedikit khawatir.
__ADS_1
Pasalnya pria itu akan mendapatkan bonus banyak dari bosnya jika berhasil memberikan Gita dalam keadaan masih perawan pada pria hidung belang yang akan memakainya.
Setelah itu Marco keluar dari rumahnya untuk menemui seseorang lagi yang akan ia kerahkan untuk membantu menculik Gita. Karena dia tidak mau mengandalkan dua orang saja, dia harus bermain cerdik. Mengingat orang tua Gita bukan orang sembarangan.
***
Axel sejak tadi masih berada dalam rumah Jendra setelah kepergian Dimas. Beberapa saat dia tersadar kalau masih ada Gita di apartemennya. Lalu dia bergegas pergi dari rumah Jendra untuk menemui Gita dan meminta maaf padanya.
“Aku minta tolong pada kalian untuk mencari dalang dari semua kejadian kemarin.” Ucap Axel.
“Kamu tenang saja. Kami pasti akan membantu.” Sahut Mikko.
“Terima kasih!” ucap Axel sambil menepuk bahu Mikko dan Jendra.
Mikko dan Jendra menatap kepergian Axel. Kedua sahabat Axel itu tahu kalau sikap perhatian Axel pada Gita bukan hanya sekadar kakak pada adiknya. Tapi lebih dari itu. Mereka berdua sangat yakin kalau Axel sudah lama mencintai Gita, hanya saja Axel sulit untuk mengungkapkan perasaannya.
“Apa menurutmu yang telah terjadi antara Axel dan Gita semalam?” Tanya Jendra pada Mikko.
“Entahlah. Aku justru berharap Axel melakukannya, walau itu semua tidak dibenarkan.” Jawab Mikko.
“Kamu tahu sendiri kan tadi pemuda yang kita amankan semalam sempat mengakui kalau mencintai Gita. Jadi aku harap Axel melakukan itu pada Gita, agar Gita tidak bisa lepas dari Axel, terlebih jatuh ke pelukan pemuda tadi.” Jawab Mikko.
Jendra akhirnya paham. Dia menganggukkan kepala menyetujui dugaan Mikko.
***
Sesampainya di unit apartemennya, Axel melihat Gita sudah tidak ada di kamarnya. Dia sangat cemas, takut Gita dalam bahaya. Namun setelah melihat lemarinya terbuka dan tatanan bajunya sedikit berantakan, dia merasa sedikit lega. Karena pasti Gita meninggalkan apartemen dengan memakai bajunya.
Lalu Axel mengambil ponselnya untuk menghubungi Gita untuk menanyakan apakah perempuan itu sudah berada di rumah. Namun hingga panggilan ke empat, Gita tak kunjung menerima panggilannya. Akhirnya Axel memiilih menghubungi Daniel, adik Gita.
Axel bersyukur karena Gita sudah berada di rumah setelah menghubungi Daniel. Mungkin saat ini Gita sedang istirahat jadi tidak mendengar suara deringan ponselnya.
__ADS_1
***
Dengan wajah penuh lebam, Dimas merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia segera menghubungi Gita setelah dirinya baru saja sampai rumah setelah mengambil motornya di parkiran Club.
“Halo, Gita! Syukurlah aku bsa mendengar suara kamu lagi.” Ucap Dimas dengan nada cemas setelah mendengar suara Gita.
“Iya, Kak. Ada apa? Maaf aku sedang tidur. Sedang nggak enak badan.” Jawab Gita bohong.
“Kamu sakit? Aku kesana sekarang ya?” Tanya Dimas.
“Nggak usah Kak. Aku hanya butuh istirahat saja, nanti pasti membaik. Terima kasih sudah perhatian.” Jawab Gita.
Setelah itu Dimas menanyakan pada Gita, semalam perempuan itu pulang kemana. Dan lagi-lagi Gita memberikan jawaban bohong. Tapi Dimas tidak mengetahuinya. Dimas merasa lega karena kalau semalam Gita pulang ke rumah, jadi dia tidak bisa melampiaskan hasratnya akibat pengaruh obat itu.
“Ya sudah, cepat sembuh ya Git. Sekarang lebh baik kamu istirahat saja.” Ucap Dimas sebelum mengakhiri pembicaraannya.
“Iya, Kak. Terima kasih.” Jawab Gita.
Setelah itu Dimas juga beristirahat. Untung saja tadi Gita tidak mau didatangi ke rumahnya. Karena dia baru sadar kalau keadaannya juga tidak baik-baik saja. Wajahnya masih penuh dengan lebam akibat pukulan yang diberikan oleh Axel tadi.
Sementara Gita kembali menangis setelah mengakhiri pembicaraannya dengan Dimas. Gita merasa sangat bersalah pada Dimas karena telah membohonginya. Gita juga merasa tidak pantas lagi dekat dengan Dimas. Laki-laki yang sangat baik. Sedangkan dirinya sudah menjadi wanita hina. Pasti Dimas sangat kecewa jika mengetahui keadaannya yang sebenarnya.
“Maafkan aku, Kak. Kamu laki-laki yang baik dan tidak pantas dengan perempuan sepertiku.” Lirih Gita dengan air mata yang berlinang.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan Vote ya guys🤗🤗
Happy Reading‼️