Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 169


__ADS_3

Warningggg!!!!🔥🔥🔥


Mengandung sedikit pemanasan🤣🤣 dianjurkan membaca setelah berbuka puasa. yg ngga puasa bebas🤣🤣.


Othor up-nya tengah malam, kalau lama lolos review berarti kena review manual🙏🙏


***


Lagi-lagi otak Axel tidak mampu berpikir dengan jernih. Bahkan dia sudah berpikir buruk pada istrinya. Harusnya dia menghubungi Gita dan menanyakannya langsung kenapa berada di tempat itu. Atau setidaknya tanya Mamanya yang pasti tahu hal ini.


Jalanan macet membuat Axel semakin kesal karena tak juga sampai hotel. Dia masih memantau GPS yang tersambung di ponsel istrinya. Gita masih berada di hotel, dan semakin membuat amarah Axel menjadi-jadi.


Beberapa saat kemudian Axel sudah tiba di hotel. Dia segera masuk dan mencari keberadaan Gita. Axel terus melangkahkan kakinya sesuai dengan dimana posisi Gita saat ini. bahkan dia tidak bertanya pada resepsionis.


Langkah Axel menuju sebuah ballroom hotel. Dia masih belum menyadari keramaian dalam ballroom. Hingga akhirnya melihat seseorang yang sudah membuatnya hampir kecewa karena pikiran buruknya. Perempuan itu menatap wajah lelah Axel dengan senyum tipis di bibirnya. Gita membawa sebuah kue tart dan berjalan melangkah mendekati Axel.


Mendadak wajah Axel berubah cerah dengan diiringi sorak semua orang yang ada di ballroom menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Gita mendekatkan kue itu pada suaminya agar segera meniup lilin.


Lagu berhenti, Axel menutup mata sejenak untuk memanjatkan doa. Setelah itu dia meniup lilin yang ada di atas kue tart yang dipegang Gita.


“Sayang!!!” Axel tak bisa berkata-kata lagi melihat istrinya yang telah berhasil memberikan kejutan.


“Selamat ulang tahun, Mas!” ucap Gita dengan tulus, lalu Axel memeluknya dengan erat. Bahkan dia menghujani ciuman di wajah Gita tanpa peduli dia sedang di hadapan banyak orang.


“Sudah, Mas. Banyak orang!” Gita berusaha lepas dari pelukan suaminya.


“Kamu nggak suka?” Axel mengernyit heran.


“Iya. Kamu bau asem.” Gita meledek sambil menutup hidungnya.


Axel pun akhirnya sadar kalau dia memang belum mandi. karena pulang dari kantor langsung pergi ke hotel untuk mencari keberadaan istrinya.

__ADS_1


Mau tak mau Axel pun melepas pelukannya. Setelah itu kedua orang tuanya menghampirinya dan memberikan ucapan selamat. Dan disusul oleh mertuanya, saudara, dan teman dekatnya. Axel sungguh sangat bahagia mendapatkan kejutan seperti ini. dia mengaminkan semua doa yang diberikan untuknya. Dia juga berharap setelah ini tidak akan ada lagi badai yang menerpa kehidupan rumah tangganya. Meskipun ada, setidaknya dia sudah kuat karena cintanya dengan sang istri sudah bersatu.


Setelah semua orang memberikan ucapan selamat dan doa, kini saatnya mereka menikmati hidangan yang tersedia. Sedangkan Axel tampak nempel terus dengan sang istri.


“Sayang, apa semua ini rencana kamu?” tanya Axel.


“Bukan aku saja, tapi Mama juga Mas.” Jawab Gita, lalu dia menceritakan pada suaminya. Kemarin saat baru saja pulang dari rumah sakit, saat kegiatan intimnya gagal karena ketukan pintu kamar, dari situlah Nia mengajak Gita menyusun rencana ulang tahun Axel. Bahkan Nia sengaja meminta Felix menyuruh Axel mengerjakan beberapa pekerjaan kantor dengan alasan pergi ke luar kota, padahal mereka sibuk di hotel menyiapkan acara pesta.


Sebenarnya ulang tahunnya sudah lewat satu minggu. Namun Nia tetap akan merayakannya, terlebih saat ini anaknya sudah kembali lagi bersama istrinya.


“Dan aku tahu kamu memasang GPS di ponselku. Jadi itu kesempatanku buat ngerjain kamu, Mas.” Lanjut Gita.


Axel kembali merengkuh tubuh istrinya. Dia masih tidak percaya dengan kejutan hari ini. sungguh ini adalah hari paling indah sepanjang hidup Axel selama ini.


“Apakah kamu sudah menyiapkan kado untukku?” bisik Axel dengan senyum smirk.


Mendadak bulu kuduk Gita berdiri karena pertanyaan suaminya. Dia hanya mengangguk samar, karena memang sudah menyiapkan semuanya. Dan hal itu semakin membuat Axel penasaran.


“Gita ajak suami kamu istirahat, lagipula ini sudah malam pasti Axel sangat capek.” Ucap Nia yang baru saja menghampiri mereka.


Mereka berdua memasuki kamar presiden suit. Kamar itu sudah didesign sangat indah dengan taburan kelopak bunga mawar yang bertaburan di lantai dan di atas ranjang berukuran king size. Bahkan Gita sendiri tidak tahu kalau kamar yang akan ia tempati untuk beristirahat sudah didesign seperti itu.


Axel melepas kancing bajunya bagian atas, lalu melipat lengan bajunya sebatas siku. Kemudian dia menghampiri Gita yang sedang terduduk di bibir ranjang dengan tatapan sedih. Axel tahu apa yang sedang dipikirkan istrinya saat ini. karena momen seperti ini mengingatkannya dulu saat pertama kali menyandang status sah sebagai istri Axel.


Axel berlutut di hadapan Gita lalu memegang lembut tangannya. “Sayang, aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan.” Ucap Axel.


Gita mengangkat wajahnya dan melihat wajah suaminya.


“Maaf, Mas. Momen ini seperti saat kita dulu-“


“Ssstttt….. jangan diteruskan! Bukankah kita sekarang sudah saling mencintai? dan sudah berjanji untuk berjalan beeriringan menjalin rumah tangga yang bahagia?” tanya Axel dengan memandang intes wajah Gita. Dan Gita hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Baiklah. Sekarang aku akan mandi dulu, setelah itu aku akan menagih kado ulang tahunku.” Ucap Axel seraya berdiri meninggalkan Gita yang masih terdiam.


Deg deg deg


Entah kenapa jantung Gita berdetak dua kali lebih cepat. Walau sebenarnya dia sudah menyiapkan diri untuk hal ini. kemudian dia berdiri dan mengganti pakaiannya. Setelah itu bersiap menunggu suaminya selesai mandi.


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka. Jantung Gita semakin tak karuan. Namun dia berusaha bersikap tenang dengan tangan yang menggenggam ponsel pura-pura asyik bersosial media.


Sementara itu Axel hanya memakai handuk yang dililitkan sebatas pinggang. Dan tangannya sibuk mengeringkan rambut basahnya. Saat matanya mencari keberadaan sang istri, tiba-tiba saja tenggorokannya tercekat melihat pemandangan indah di depannya.


Axel membuang handuk kecilnya denga nasal. Lalu menghampiri Gita yang masih belum menyadari dirinya. Tangan Axel mengambil ponsel istrinya dan meletakkannya di atas nakas.


“Sayang, apakah ini kado ulang tahun untukku?” tanya Axel dengan mata memindai tubuh istrinya yang terbalut ling-erie berwarna hitam dan sangat kontras dengan kulit tubuhnya.


“Iya, Mas. Aku sudaah siap menjadi istri kamu seutuhnya. Lakukanlah kewajiban kamu.” Ucap Gita dengan mantap.


Axel merangkak menaiki ranjang dan mendekati Gita. dia mengecup kening istrinya cukup lama sebelum memulai kegiatan inti. Setelah itu dia mulai mencium bibir Gita dengan sangat lembut agar Gita rileks. Setelah Gita membalaas ciumannya, perlahan ciuman Axel berubah menjadi semakin menuntut.


Dengan satu tarikan, ling_erie yang dipakai Gita terlepas begitu saja hingga menampaakkan dua aset yang sangat menantang. Tangan Gita yang memegang pinggang Axel pun tanpa sengaja melepas lilitan handuk yang dikenakan suaminya. Kini tubuh bagian atas keduanya sudah terkespos. Axel masih memperdalam ciumannya, dengan tangannya yang mulai aktif menyentuh dua aset milik istrinya.


Suara desahann Gita lolos begitu saja saat Axel memainkan pucuk buah yang menyerupai kismis itu. Dan keduanya semakin terbakar gairahh.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Cut dulu yaa🤣🤣✌️✌️ lanjut nanti sore lagi...!


Happy Reading‼️


__ADS_2