
“Apa yang terjadi? Nyonya Sarah sakit apa?” tanya Iqbal saat sudah melepas pelukannya.
“Mami sudah lama sakit jantung, Bal. tapi Mami tidak pernah mengatakan ini padaku. dan semalam setelah aku pulang dari rumah kamu, aku melihat Mami sedang duduk di ruang tengah sambil memegangi dadanya. Dan tak lama kemudian tidak sadarkan diri.” Jawab Farah.
“Mungkin beliau tidak ingin membuatmu khawatir. Sekarang kita doakan saja semoga Mami kamu lekas sembuh.” Ucap Iqbal.
“Iya, Bal. terima kasih sudah menyempatkan waktu kamu untuk menjenguk Mami.” Ucap Farah.
Iqbal mengangguk. Setelah itu Iqbal merasa ada sesuatu janggal. Kemudian dia menoleh ke samping kanan dan kiri. Dia baru sadar kalau sejak tadi istrinya tidak ada di sampingnya. Iqbal bertanya-tanya, kemana perginya Jenny.
“Kenapa, Bal? kamu cari siapa?” tanya Farah.
“Ehm, aku tadi kesini bersama Jenny. Tapi dimana dia sekarang.” jawab Iqbal.
Farah tampak berpikir, jika tadi Iqbal datang kesini bersama Jenny dan sekarang perempuan itu pergi entah kemana, apakah Jenny marah saat dirinya tanpa senagaj memeluk Iqbal.
“Pergilah, Bal! cari istri kamu. Maafkan aku tadi memeluk kamu. Mungkin istri kamu marah melihatnya.” Ucap Farah.
Iqbal baru sadar akan perbuatan Farah tadi. dia sangat takut jika Jenny marah dan pergi meninggalkannya. Akhirnya Iqbal meminta ijin pada Farah untuk pulang. karena percuma saja tidak bisa melihat keadaan atasannya yang sedang dalam ruangan ICU.
“Aku pulang dulu, ya. Besok aku akan kesini lagi. Semoga Nyonya Sarah segera sadar.” Ucap Iqbal dan Farah mengangguk.
Iqbal meraih ponselnya untuk menghubungi Jenny namun sama sekali tidak mendapat jawaban. Mengirim pesan pun juga tidak mendapat balasan. Hingga akhirnya langkah kaki Iqbal terhenti saat melihat istrinya sedang duduk seorang diri di sebuah kursi taman rumah sakit. Lalu Iqbal menghampirinya.
“Maafkan aku!” ucap Iqbal dan Jenny menoleh sambil mengulas senyum.
“Eh, Kak Iqbal maaf aku tadi hanya ingin mencari angin segar saja.” Jawab Jenny.
“Maaf. Mungkin kamu tidak nyaman melihat Farah memelukku tadi. tapi percayalah aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan Farah.” Ucap Iqbal.
“Nggak apa-apa Kak. Aku paham. Lagi pula mungkin semua ini karmaku. Dulu Kak Iqbal juga pernah melihatku-“
“Sttttt! Jangan lanjutkan lagi ucapan kamu itu. Dan itu bukan karma. Aku sama Farah hanya sebatas teman. Dia tadi hanya membutuhkan sandaran saja karena dia tidak punya siapa-siapa lagi. Tadi Farah juga meminta maaf atas perbuatannya.” Ucap Iqbal yang sudah duduk di samping Jenny.
Jenny mengangguk. Memang benar yang diucapkan oleh Iqbal. tapi tetap saja melihat suaminya dipeluk oleh perempuan lain membuatnya sakit hati. Akhirnya Jenny berusaha tenang dan mengerti tentang keadaan Farah.
__ADS_1
“Ya sudah ayo kita pulang! aku juga sangat lapar.” Ucap Iqbal mencairkan suasana.
Setelah itu Iqbal mengajak Jenny untuk makan malam terlebih dulu sebelum pulang. hati Jenny perlahan mencair setelah melihat perhatian kecil yang diberikan oleh Iqbal. setelah memesan makanan, Iqbal meminta ijin pergi ke toilet sebentar.
Jenny melihat ponselnya. Disana banyak sekali pesan yang dikirim oleh Xavier. Bahkan sejak kemarin Jenny sama sekali tidak membalas pesannya. Dan kali ini dia membalasnya saat tidak ada Iqbal di sampingnya.
“Maafkan aku Kak. Kak Xavier carilah perempuan lain yang bisa memahami kakak. dan lebih baik dari aku tentunya." tulis Jenny.
“Apa maksud kamu, Jen? Kenapa kamu memintaku mencari perempuan lain? Apakah kamu akan meninggalkanku lagi?” balas Xavier.
“Sekali lagi maafkan aku, Kak. Nanti jika ada kesempatan aku akan menemui Kak Xavier secara langsung untuk mengakhiri semua ini.” tulis Jenny.
“Kamu sedang bercanda kan, Jen?”
Jenny melihat Iqbal sudah selesai dari toilet. Lalu dengan cepat dia me-non aktifkan ponselnya. Xavier juga tampak melakukan panggilan dengannya.
“Ada apa?” tanya Iqbal saat melihat raut wajah Jenny seperti menyembunyikan sesuatu.
“Oh, nggak ada apa-apa kok Kak.” Jawab Jenny gugup.
Disana terlihat sejak kemarin Jenny mengabaikan pesan itu. Namun beberapa menit yang lalu Iqbal melihat Jenny membalas pesannya. Entah kenapa hati Iqbal sangat lega saat membaca pesan Jenny dimana dirinya sudah mengatakan untuk mengakhiri hubungannya dengan Xavier. Dalam hati Iqbal berjanji akan secepatnya mengajak istrinya pulang ke kota J agar masalah ini cepat selesai dan dirinya bisa memiliki Jenny seutuhnya.
Setelah makan malam. mereka berdua langsung pulang. sejak tadi Jenny tampak diam. Pikirannya berkecamuk setelah membalas pesan Xavier. Bukan berarti dirinya masih belum rela meninggalkan Xavier, hanya saja Jenny merasa sangat bersalah saat kembali menyakiti hati laki-laki itu.
“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Iqbal.
“Iya Kak. Aku baik-baik saja.” Jawab Jenny.
Setelah sampai rumah, keduanya masuk ke kamar masing-masing. Mereka membersihkan diri. Karena memang baju-baju Jenny masih ada di dalam kamarnya sendiri dan belum sempat dipindahkan.
Cukup lama Jenny menghabiskan waktunya di kamar mandi. dia keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai bathrope sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Kemudian dia mengambil bajunya di dalam lemari. Namun saat jenny menutup pintu lemarinya tiba-tiba saja ada tangan melingkar di perutnya dan memeluknya posesif.
“Kak Iqbal?” pekik Jenny terkejut.
Iqbal bergeming. Dia masih memeluk tubuh Jenny dari belakang. Menghirup aroma wangi tubuh dan rambut Jenny yang menguar memenuhi indra penciumannya. Sejak tadi hatinya begitu resah saat melihat Jenny terdiam setelah membalas pesan Xavier. Iqbal takut jika Jenny terpaksa membalas cintanya dan menyesal telah memutuskan hubungannya dengan Xavier.
__ADS_1
“Kak!” panggil Jenny yang merasa tidak nyaman dengan posisi seperti itu.
“Apakah kamu benar-benar mencintaiku?” tanya Iqbal.
“Iya Kak. Kak Iqbal kenapa?” ucap Jenny.
“Apa kamu tidak terpaksa membalas cintaku?” tanya Iqbal lagi.
“Nggak Kak. Aku nggak terpaksa. Kak Iqbal kenapa tiba-tiba seperti ini?” tanya Jenny semakin bingung.
Tak lama kemudia Iqbal melepas pelukannya. Setelah itu dia membalik tubuh Jenny hingga keduanya saling berhadapan dengan jarak yang begitu dekat.
“Aku takut kamu membalas cintaku karena terpaksa. Aku takut kehilangan kamu, Jen.” Ucap Iqbal dengan menatap intens mata Jenny.
Jenny menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban atas pertanyaan sekaligus kekhawatiran Iqbal. perlahan Iqbal mendekatkan wajahnya pada Jenny. Lalu bibirnya menempel pada bibir Jenny. Keduanya saling menutup mata meresapi perasaan masing-masing.
“Cepat ganti baju kamu. Aku tunggu di kamar.” ucap Iqbal setelah melepaskan bibirnya dari bibir Jenny.
Iqbal tidak ingin kelepasan untuk melakukan sesuatu yang lebih. Dia tidak akan memaksa Jenny melakukannya sebelum Jenny benar-benar siap.
Keesokan paginya saat Iqbal masih tidur dengan posisi memeluk Jenny, tiba-tiba saja tidurnya terusik saat terdengar suara deringan ponselnya. Lalu Iqbal mengangkatnya.
“Halo! Iqbal kamu cepatlah ke rumah sakit. Mami baru sadar dan mencari kamu” ucap Farah dan langsung menutup sambungan teleponnya.
.
.
.
*TBC
Huftt semoga Xavier bisa ikhlas ya guys🤔🙄😂😂
Happy Reading‼️
__ADS_1
Maaf telat up guys, sistemnya lg error sepertinya🙏🙏🙏