
Keadaan Axel sudah membaik. Kini dia sudah tidak lagi merasakan sakit pada kepalanya terlebih jika sedang memikirkan hal-hal yang berat. Setiap hari dia juga disibukkan dengan pekerjaan kantor.
Axel sudah memutuskan seminggu lagi setelah pekerjaan kantornya beres, dia akan pulang ke Indonesia untuk menemui Gita. selama ini dia memang sengaja tidak berkomunikasi dengan Gita maupun mertuanya. Dia masih ingin fokus dengan kesembuhannya.
Felix dan Nia sudah tidak lagi berani ikut campur dengan masalah rumah tangga anaknya. mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik. Kabar kepulangan Axel ke Indonesia sempat membuat kedua orang tuanya terkejut. Mereka takut Axel masih belum sembuh sepenuhnya. Namun Axel mengatakan kalau sudah baik-baik saja.
“Mama dan Papa tidak bisa ikut pulang bersama kamu. Mungkin tiga hari setelah kepulangan kamu, Mama dan Papa akan menyusul.” Ucap Nia.
“Nggak apa-apa, Ma.” Jawabnya.
Axel sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Gita. karena sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan wanita pujaannya. Dan keberangkatannya ke Indonesia tinggal beberapa hari lagi. Bahkan Axel sudah mempersiapkan segelanya.
Saat ini dia sedang berada di dalam kamarnya. Dia sedeang memeriksa beberapa email yang masuk ke akunnya. Ada beberapa dari rekan bisnis Papanya. Dan ada satu email yang Axel tidak kenal dengan alamat pengirimnya. Karena penasaran, dia pun segera membuka dan membaca isi email itu.
Kedua tangan Axel mengepal kuat. Darahnya mendidih setelah melihat isi email itu. Hatinya begitu sakit. Sakit karena penghianatan yang dilakukan oleh seseorang yang selama ini ia perjuangkan. Axel berdiri lalu tangannya mengambil beberapa benda yang terdekat dengannya dan membantingnya begitu saja.
Axel meluapkan emosinya. Kamarnya sampai hancur berantakan karena ulahnya. Baru kali ini Axel merasakan sakit hati yang teramat dalam. Sakit karena dihianati.
“Bukankah kamu sendiri yang memintaku untuk menunggu? Apakah seperti ini balasan kamu padaku, Gita?”
“Oh apakah ini cara kamu untuk membuatku membencimu? Seperti yang dulu pernah kamu katakan? Benar. Kamu telah berhasil membuatku membencimu. Aku akan turuti kemauan kamu, Gita. argggggghh!!!!!!” teriak Axel sambil mengacak-acak barang yang ada di kamarnya.
Felix dan Nia yang sedang duduk di ruang tengah terkejut mendengar suara teriakan Axel dalam kamarnya. Seketika mereka berlari dan memasuki kamar Axel.
“Axel, kamu kenapa Nak?” tanya saat melihat anaknya sudah terduduk di lantai bersandar pada ranjang.
Axel terlihat sangat kacau. Beruntungnya dia tidak merasakan sakit pada kepalanya. Hanya saja sakitnya kini berpindah ke hatinya.
“Apa kepala kamu sakit lagi? Papa antar ke rumah sakit ya?” Felix pun ikut khawatir. Namun Axel menggeelengkan kepalanya.
“Axel akan menceraikan Gita sekarang juga Ma, Pa. minggu depan Axel akan pulang untuk menyelesaikan semuanya.” Ucap Axel dengan pandangan menerawang jauh.
__ADS_1
“Kenapa? Bukankah kamu akan pulang untuk memperbaiki hubungan kalian?” tanya Nia.
“Tidak. Axel sudah memutuskan akan menceraikan Gita. Axel sudah nyerah Ma. Axel bukan laki-laki yang pantas mendampinginya.” Jawabnya sendu.
Felix dan Nia masih terdiam. Mereka belum mengerti maksud dari ucapan anaknya. setelah itu Axel bangkit dari duduknya. Dia membuka laptopnya dan menulis surat gugatan cerai pada Gita dan dikirimkan ke pengadilan agama. Axel menuliskan beberapa alasan dia menggugat Gita.
***
Saat ini Gita masih pingsan setelah menerima surat dari pengadilan agama yang berisi tentang gugatan cerai dari Axel. Jenny dan Iqbal masih setia duduk ddisamping Gita yang masih setia menutup mata.
Iqbal dan Jenny sudah membaca isi surat itu. Mereka tidak menyangka kalau Axel tega berbuat seperti itu pada anaknya. bahkan saat membaca alasan Axel menggugat Gita, Iqbal sama sekali tidak membenarkan semuanya.
“Mas, apa kamu bisa menghubungi Felix untuk membahas masalah ini?” tanya Jenny berharap mendapatkan solusi.
Iqbal berpikir sejenak. Selama ini memang dia sudah tidak lagi berkomunikasi dengan Felix. Dan setelah ada kejadian ini, mungkin dia harus kembali menghubunginya untuk meluruskan masalah anak-anak mereka.
“Tunggu sebentar. Aku akan menghubunginya.” Kata Iqbal setelah itu keluar dari kamar Gita.
Cukup lama Iqbal melakukan panggilan pada Felix. Hingga panggilan ke tiga kalinya Felix baru mengangkatnya.
Sementara itu Gita kini perlahan mulai membuka matanya. rasa pusing masih menderanya. Namun ingatannya sebelum pingsan masih terus menghantuinya sampai saat ini.
“Sayang, kamu sudah sadar? Minum dulu ya?” ucap Jenny sambil membantu Gita untuk bangun.
“Ma, Gita tidak mau bercerai dari Kak Axel. Kenapa Kak Axel tega menceraikan Gita, Ma?” lirih Gita.
Jenny ikut sedih melihat anaknya yang kembali terpuruk. Setelah sekian lama berusaha sembuh, namun setelah ingin memperbaiki hubungannya dengan Axel, justru laki-laki itu memberi kabar yang sangat mengejutkan yaitu menggugat cerai.
Jenny tidak ingin Gita kembali sakit. Dia menghubungi dokter Julian untuk dimintai pertolongan. Kemudian dokter Julian menyarankan agar untuk sementara waktu memberikan Gita obat penenang dengan dosis rendah yang dulu pernah diberikan olehnya. Setidaknya dengan minum obat itu, Gita bisa beristirahat dengan tenang tanpa memikirkan masalahnya. Dokter Julian juga berjanji besok akan datang untuk memeriksa keadaan Gita.
Jenny keluar dari kamar Gita untuk menemui suaminya. Terlihat Iqbal sedang duduk di ruang kerjanya sambil memijit kepalanya yang terasa pusing. dia juga baru saja membatalkan penerbangannya ke luar negeri.
__ADS_1
“Mas, bagaimana setelah menghubungi Felix?” tanya Jenny.
“Itu sudah menjadi keputusan Axel. Mereka akan pulang ke Indonesia dan akan menyelesaikan ini semua nanti saat di pengadilan.” Jawab Iqbal.
“Tapi aku tidak terima dengan alasan Axel menggugat cerai Gita, Mas. Mungkin kalau selama ini Gita tidak menjalankan kewajibannya sebagai istri kita masih bisa memaklumi. Dan itu pun karena ada sebuah alasannya. Tapi untuk berselingkuh. Aku sangat tidak terima dengan tuduhan itu.” Ucap Jenny yang merasa sangat kecewa dengan tindakan Axel.
“Aku juga tidak terima dengan tuduhan itu. Entah bukti dari mana hingga Axel menuduh Gita berselingkuh. Lebih baik kita tunggu saja kedatangan mereka nanti. Aku berharap kesalah pahaman ini segera berakhir. Tidak tega rasanya melihat Gita kembali terpuruk.” Ucap Iqbal.
Setelah itu Jenny meemutuskan kembali ke kamar Gita. dia akan menunggui Gita, karena tidak mau jika terjadi hal buruk padanya saat nanti sudah terbangun.
Sore harinya dokter Julian segera datang. Sebenarnya janjinya akan datang besok, namun dia juga semakin khawatir dengan keadaan Gita. dia juga belum tahu pasti apa penyebabnya.
Cukup lama Jenny menceritakan masalah yang sedang dialami oleh Gita pada dokter Julian. Setelah itu dokter Julian minta ditemani untuk masuk ke kamar Gita. karena Gita sama sekali tidak mau keluar dari kamarnya.
“Hai Gita, kamu sepertinya sangat merindukanku hingga Mamamu memintaku datang lagi kesini.” Ucap dokter Julian berusaha mencairkan suasana.
Grep
Gita berhambur ke pelukan laki-laki itu lalu menangis dengan kencang.
**
Menurut hasil pemeriksaan dokter pasca Axel menjalani operasi, ternyata ada hal yg disembunyikan oleh dokter. yaitu otak Axel agak geser ke belakang, hingga menyebabkan dia sedikit bod**🤣🤣🤣✌️✌️
Dokter: Biar sajalah, biar readers tambah emosi. gajiku jg blm dibayar sama othornya😂😂
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️