
Setelah pulang dari café, Iqbal tampak terlihat senang karena besok juga dirinya bisa bekerja menggantikan sepupu Haidar. Tadi dia sudah menghubungi kontak ponsel sepupu Haidar. Dan meminta Iqbal untuk menemuinya besok di perusahaan, karena dia akan memberitahukan pekerjaan apa yang harus dilakukan Iqbal selama seminggu ke depan. Bahkan Iqbal berharap tidak hanya seminggu ke depan.
Iqbal memasuki rumahnya yang sudah tampak gelap. Meski waktu masih menunjukkan pukul 10 malam. dan Iqbal yakin kalau Jenny sudah tidur.
Tiba-tiba saja terbesit rasa bersalah pada hati Iqbal saat melihat keseharian Jenny selama tinggal bersamanya. Perempuan itu mungkin bosan karena tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan. Mau mengajaknya keluar untuk jalan-jalan pun Iqbal harus mikir dua kali. Bisa saja Jenny menolaknya.
Saat Iqbal memasuki kamarnya dan belum sepenuhnya menutup pintu, dia mendengar pintu kamar Jenny terbuka. Tidak hanya itu, Iqbal mendengar gelak tawa Jenny seorang diri. Iqbal pikir Jenny sedang mengigau, namun ternyata Jenny sedang bertelepon ria dengan seseorang dengan sambungan earphone tersemat di telinganya.
Iqbal melihat wajah Jenny dari celah pintun kamarnya. Meski suasana rumah gelap, namun samar-samar wajah Jenny bisa terlihat oleh Iqbal. Wajah itu wajah penuh kebahagiaan. Bahkan senyum Jenny terus mengembang sambil berbicara dengan seseorang.
Dengan perlahan, Iqbal menutup pintu kamarnya agar tidak terdengar suara derap pintunya. Setelah itu Iqbal menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Dari awal Iqbal sudah tahu. Sebelum dirinya terikat pernikahan dengan Jenny, perempuan itu memang sudah dekat dengan Xavier. Dan setelah terjadi pernikahan dadakan itu, Iqbal pikir Xavier akan menjauhi Jenny tapi nyatanya tidak. Setelah Iqbal sendiri mendengar pembicaraan Jenny dengan Xavier tempo hari.
“Setidaknya bisakah dia menghargai pernikahan ini dulu, walau nantinya akan bercerai.” Gumam batin Iqbal.
Ada perasaan sesak yang tak biasa yang dirasakan Iqbal saat ini. dia pun tidak mengerti apa ini artinya. Karena selama ini kehidupan Iqbal hanya diisi dengan kerja, kerja, dan kerja. Semantara untuk memikirkan perempuan saja tidak pernah. Terlebih masalah hati.
***
Keesokanpaginya Iqbal sudah bersiap untuk pergi ke perusahaan yang akan menjadi tempatnya dia pekerja. Pagi-pagi sekali dia sudah bersiap. Iqbal tidak berpamitan pada Jenny karena pintu kamar perempuan itu masih tertutup rapat.
Iqbal sedikit sudah bisa melupakan rasa sesak yang menderanya tadi malam. dia mencoba melupakan itu semua, dan fokus dengan pekerjaannya hari ini.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, Iqbal sudah sampai di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang makanan ringan. Kedatangannya pagi ini sudah ditunggu oleh seseorang di depan pintu gerbang perusahaan.
“Kamu yang namanya Iqbal?” tanya seseorang dengan berperawakan tinggi dengan badan kurus, dan usia sekitar 30 tahunan.
“Iya Bang. Saya temannya Haidar.” Jawab Iqbal.
__ADS_1
“Aku Jojo sepupunya Haidar. Baiklah ayo kita langsung masuk gudang saja. Aku akan menjelaskan pekerjaan yang akan kamu lakukan nanti selama menggantikan aku.” ucap Jojo dan diangguki oleh Iqbal.
Iqbal pun mengikuti langkah kaki Jojo menuju gudang. Sebenarnya Jojo bukanlah karyawan tetap di perusahaan itu. Dia hanya tenaga lepas yang sudah beberapa bulan ini bekerja di perusahaan itu. Jojo bisa saja keluar dari pekerjaannya itu dan tidak perlu mencari pengganti, namun kepala gudangnya sudah sangat percaya pada pekerjaan Jojo dan berniat akan meangkatnya menjadi karyawan tetap. Jadi saat Jojo akan mengundurkan diri, kepala gudangnya tidak memperbolehkannya dan memintanya untuk mencarikan pengganti saja, karena bertepatan dengan datangnya bahan-bahan dari kapal.
Jojo menjelaskan pada Iqbal kalau pekerjaannya mengecek barang-barang masuk sesuai dengan catatan yang diberikan oleh kepala gudang. Iqbal pun paham dan menganggukkan kepalanya.
Di dalam gudang itu udah ada beberapa pekerja lain yang mulai berdatangan. Jojo memperkenalkan Iqbal pada temen-temannya.
“Aku mohon kamu bisa teliti saat mengecek barang yang datang nanti. Jangan ada yang terlewatkan sedikitpun.” Bisik Jojo pelan.
“Iya Bang. Akan aku lakukan dengan baik.” Jawab Iqbal.
“Dan kamu berhati-hatilah dengan dia.” Tambah Jojo sambil melirik seseorang yang baru saja datang. Iqbal pun mengangguk paham.
Setelah menjelaskan tentang pekerjaannya, Jojo pun pergi meninggalkan perusahaan. Dan Iqbal mulai bekerja sesuai dengan yang sudah dijelaskan oleh Jojo tadi.
Beberapa temannya pun menyambut hangat kedatangan Iqbal di gudang itu. Hanya ada beberapa orang saja yang tampak tak suka dengannya. Tapi Iqbal tidak peduli akan hal itu.
Sementara itu Jenny pagi ini bangun agak kesiangan. Semalam dirinya terlalu asyik berbincang dengan Xavier hingga lupa waktu.
Dia keluar dari kamarnya setelah mencuci mukanya. Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Jenny melihat keadaan rumah sangat sepi dan tidak ada motor Iqbal di rumah. jenny sangat yakin kalau Iqbal pasti sedang keluar.
Seperti biasa, Jenny mengotak-atik ponselnya untuk memesan makanan. Dan hari ini dia akan keluar untuk membeli peralatan menggambar.
Sesuai dengan saran yang diberikan oleh Xavier semalam, pria itu memberikan ide pada Jenny agar tetap produktif yaitu dengan menggambar design baju dan mempostingnya di laman akun sosial medianya. Selain untuk menjual hasil designnya, Xavier berharap agar Jenny tidak bosan dalam kesehariannya. Dan Jenny pun sangat setuju dengan ide Xavier.
Selesai makan, Jenny bersiap untuk pergi ke toko atk. Ini adalah pertama kalinya dia keluar setelah beberapa hari terkurung dalam rumah. jenny pergi dengan menaiki taksi yang sudah dia pesan sebelumnya.
***
__ADS_1
“Bagaimana? Apa kamu sudah mengirim proposal kerjasama dengan Al Vito Corp?” tanya Billal pada asisten pribadinya.
“Sudah Tuan. Sekarang perusahaan itu dipegang penuh oleh putra pertama Tuan Vito yaitu Tuan Barra. Setelah proposal itu disetujui, Anda akan meeting langsung dengan Tuan Barra.” Jawab asisten Billal.
“Baiklah. Kamu bisa keluar dari ruanganku sekarang.” jawab Billal.
Billal tersenyum licik setelah mendapat kabar dari asistennya. Langkahnya sudah semakin dekat untuk mendapatkan Jenny, yang tak lain adik dari Barra. Tapi Billal akan mencari keberadaan Iqbal terlebih dulu sebelum mendapatkan Jenny. Karena baginya Jenny sangat mudah ditemukan mengingat perempuan itu saudara dari Barra yang kemungkinan tinggalnya dekat dengan Barra. Tapi kalau Iqbal, laki-laki yang sudah berani menghajarnya itu sampai saat ini belum ia dapatkan kabarnya. Jadi dengan melakukan kerjasama dengan Barra, dia bisa menanyakan Iqbal padanya.
Drt drt drt
Ponsel Billal bergetar dan ada notif pesan masuk. Pesan dari oarng suruhannya yang sengaja ia minta untuk memata-matai semua kegiatan Alia, sang istri.
Billal mengeraskan rahangnya saat melihat beberapa foto Alia sedang bermesraan bersama pria seumuran dengannya di dalam sebuah ruangan VVIP restaurant.
“Sekali ja**ng, sampai kapan pun tetap ja**ng.” umpat Billal dengan mata memerah.
.
.
.
*TBC
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan like dan komentar kalian ya🤗😘
Untuk visual pemeran novel ini bisa dilihat di akun ig othor loh. sudah lengkap semua. maaf jika tidak sesuai ekspektasi readers semua🤗🤗🙏🙏
jangan lupa follow ya bagi yg blm follow @dee_k9191
__ADS_1