Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 175


__ADS_3

Saat ini Axel dan Gita sedang berada di kantor polisi. Karena perbuatannya tadi membuat mereka harus menanggung akibatnya. Meskipun Axel sudah memberikan beberapa bukti kalau dia dan Gita adalah pasangan suami istri, tetap saja Axel dinyatakan telah melanggar peraturan. Tidak hanya berbuat mesum di tempat umum, namun mobil Axel telah berhenti di kawasan jalan yang dilarang parkir sembarangan.


Gita sejak tadi menundukkan wajahnya karena malu. Sedangkan Axel tampak cemas menunggu kedatangan seseorang yang akan dimintai bantuan. Siapa lagi kalau bukan Felix.


Beberapa saat kemudian Felix sudah tiba di kantor polisi. Pria paruh baya itu sangat kesal dengan putranya. Karena Felix terpaksa menghentikan meetingnya saat tiba-tiba mendapat kabar dari Axel yang sedang berada di kantor polisi. Awalnya Felix juga terkejut, dia kira anaknya sedang terkena kasus berat. Namun saat Axel mengatakan kalau tertangkap polisi karena ketahuan mesum di dalam mobil, membuat Felix semakin kesal.


“Maafkan kami, Pa.” ucap Gita saat melihat Felix baru saja keluar dari ruangan petugas.


“Lain kali jangan mau kalau diajak suami kamu mesum di tempat seperti itu lagi. Sangat memalukan.” Jawab Felix namun pandangannya tertuju pada Axel.


Sedangkan Axel hanya menggaruk tengkuknya saat mendapat tatapan tajam dari Papanya. Untung saja Felix bisa memberikan bukti kalau memang Axel dan Gita adalah anak dan menantunya. Dan untuk kesalahan Axel yang melanggar lalu lintas, Felix sudah membayar dendanya. Dan tak lupa Felix memberikan uang tambahan agar kasus kemesuman anaknya tadi tidak sampai tercium oleh media.


Setelah masalah itu beres, Felix kembali lagi ke kantor. sedangkan Gita langsung meminta pulang, karena sudah tidak mood lagi untuk pergi ke mall.


“Sayang, jangan diam begitu dong. Maafkan aku.” ucap Axel sambil menyetir mobilnya.


Gita membuang mukanya. Dia benar-benar sedang kesal dengan suaminya. Dia juga masih malu jika nanti bertemu dengan Papa mertuanya.


Melihat istrinya masih diam, Axel tiba-tiba menghentikan mobilnya. Dan Gita langsung menoleh pada Axel dengan memberikan tatapan tajam. Dia takut jika suaminya akan melakukan kegiatannya seperti tadi.


“Mas kamu mau ngapain?” tanya Gita.


“Kalau kamu masih diam dan mengacuhkanku, aku akan melanjutkan lagi kegiatan kita yang sempat tertunda tadi.” ancam Axel.


“Ya udah nggak, cepat jalan lagi. Aku sudah lapar.” Ucap Gita ketakutan.


Axel menarik sudut bibirnya tersenyum melihat tingkah istrinya yang takut akan mengulangi kegiatan mesumnya di dalam mobil. Setelah itu dia kembali melajukan mobilnya untuk pulang.


Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah tiba di rumah. Gita masih dalam mode ngambek, segera masuk ke rumah meninggalkan suaminya. Dia berpapasan dengan Nia, namun Gita hanya mengangguk sebentar dan melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar. Nia merasa ada sesuatu yang terjadi dengan menantunya. Dan pasti itu ulah Axel.


“Kamu apakan menantu Mama?” tanya Nia dengan suar tegas.

__ADS_1


Axel yang baru saja memasuki rumah dibuat terkejut dengan pertanyaan mamanya. Dia berpikir apakah istrinya mengadukan kejadian tadi pada mamanya, hingga mamanya tahu kalau Gita sedang terlihat kesal.


“Memangnya kenapa dengan Gita, Ma?” tanya Axel balik.


“Mama melihat Gita masuk ke kamarnya tanpa mengucapkan sesuatu pada Mama. Dia hanya mengangguk sebentar. Mama yakin pasti ini semua ulah kamu kan?” tanya Nia dengan tangan sudah menjewer telinga Axel.


“Aduhhh Ma… Axel nggak ngapa-ngapain Gita.” ucap Axel sambil mengaduh kesakitan. Dia berusaha melepas tangan mamanya yang masih bertengger di telinganya, setelah itu secepat kilat dia berlari menaiki tangga.


Setelah sampai kamar, Axel tidak melihat keberadaan istrinya disana. Namun terdengar suara gemericik air dari kamar mandi. akhirnya Axel memilih untuk mengganti bajunya dengan baju rumahan sambil menunggu istrinya yang terdengar sedang mandi.


“Mas!! Ngagetin saja sih.” Ucap Gita saat baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai bathrope.


Gita mendadak awas saat melihat suaminya berjalan mendekatinya. Perlahan dia memundurkan langkahnya. Dia takut kalau suaminya akan benar-benar melanjutkan kegiatannya yang tadi sempat terhenti.


“Mas, aku lapar.” Ucap Gita gugup saat suaminya sudah membelai rambutnya.


“Kenapa kamu gugup, hmmm?” tanya Axel.


Axel tersenyum puas telah berhasil mengerjai istrinya. Namun dia akan tetap melanjutkan kegiatannya tadi setelah selesai makan siang.


Kini Axel dan Gita sudah berada di ruang makan. Disana juga sudah ada Nia yang sudah menunggunya. Gita menyapa mama mertuanya sebentar sebelum mengambilkan makan untuk suaminya.


Nia yang tadi sempat marah pada Axel, kini wajahnya sudah kembali cerah. Bahkan wanita paruh baya itu sedang senyum-senyum sendiri melihat anak dan menantunya. Ya, baru saja Nia mendapat telepon dari suaminya. Felix menceritakan kejadian yang baru saja dialami oleh Axel dan Gita hingga berakhir di kantor polisi. Nia tergelak mendengar kelakuan anak dan menantunya.


“Kenapa sih Mama senyum-senyum sendiri tidak jelas?” tanya Axel.


“Nggak apa-apa. Mama masih terbayang dengan berita yang baru saja Mama lihat di televisi. Ada sepasang muda mudi tertangkap polisi karena sedang mesum di dalam mobil.” Jawab Nia santai.


Uhhuuuukkkkkk……


Gita yang sedang asyik mengunyah makanannya tiba-tiba tersedak setelah mendengar ucapan Nia. Axel panik dan dengan cepat memberikan minum untuk istrinya. Setelah itu dia mendengus kesal sambil menatap Mamanya yang sedang menahan tawanya.

__ADS_1


***


Sementara itu malam ini keadaan Dimas sudah membaik. Dan saat ini dia sedang berada dalam sebuah Club. Sore tadi Dimas mendapat pesan dari Axel kalau Jendra akan membatunya untuk mencari kebusukan Jerry. Dan malamnya, Dimas mendapatkan pesan dari Jendra kalau saat ini dia sedang melihat Jerry sedang berada di sebuah Club.


Dimas sedang duduk bersama Jendra. Laki-laki itu hanya meminum segelas air putih. Karena memang Dimas sejak dulu tidak pernah minum minuman beralkohol.


Sedangkan Jendra yang duduk di depan Dimas tampak sedang menikmati minumannya sambil mengintai Jerry yang sedang duduk dikelilingi wanita.


“Apa yang akan kamu inginkan?” tanya Jendra.


“Aku ingin bukti kebejatan Jerry. Tidak hanya itu, aku juga ingin tahu rencana busuk dia pada perusahaan milik Tuan Yudhistira yang tak lain Papa Inez.” Jawab Dimas.


Jendra mengangguk paham. Masalah seperti itu baginya sangat mudah diatasi. Terlebih melihat sosok Jerry yang sebelumnya sering ia jumpai di Club ini dan sering berganti-ganti wanita untuk diajaknya memasuki kamar VVIP setelah puas menikmati pesta minuman.


Beberapa saat kemudian ada seorang wanita dengan pakaian seksii datang mendekati meja Jendra dan Dimas. Dimas terkejut melihat wanita dengan pakaian kurang bahan seperti itu. Kemudian dia memalingkan mukanya. Jendra yang melihat sikap Dimas hanya tersenyum simpul. Setelah itu Jendra meminta wanita itu untuk mendekat lalu membisikkan sesuatu yang entah Dimas sendiri tidak tahu.


Cup


“Dengan senang hati aku akan melakukannya.” Ucap wanita itu sambil mengecup singkat bibir Jendra sebelum pergi menuju meja Jerry.


.


.


.


*TBC


Jangan lupa like, komen, votenya ya guys🤗🤗


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2