Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 170


__ADS_3

Warningggg!!!!!!!!🔥🔥🔥🔥


Mohon maap klo ga sesuai imajinasi reader. karena othornya sangat polos untuk bisa berimajinasi yg Wow🤣🤣🤣✌️✌️


...***


...


Axel menjeda kegiatannya sejenak. Meski dia sudah tidak tahan untuk menyalurkan hasratnya, namun dia masih melihat kegugupan yang sedang Gita rasakan. Tak ingin gegabah yang nantinya akan berdampak buruk pada istrinya, Axel mencoba memberi ketenangan terlebih dulu pada Gita.


“Aku mencintaimu… jangan pernah meragukanku lagi… percayalah padaku, Sayang, hanya aku yang terbaik untukmu, dan kamu yang terbaik untukku.”


Lantunan kalimat cinta terus Axel ucapkan sambil menghujani ciuman pada wajah istrinya. Gita memejamkan mata menikmati kenyamanan yang diberikan oleh suaminya. Gita tahu kalau suaminya sedang membuatnya rileks. Jujur saja Gita memang sangat gugup untuk melakukan ini. karena masih terlintas di benaknya saat dulu pertama kali melakukannya.


“Sayang, aku akan melakukannya dengan lembut.” Tutur Axel sambil memandang wajah istrinya yang sedang memejamkan mata.


Gita menarik nafas pelan setelah itu mengangguk sebagai tanda bahwa ia mempersilakan Axel untuk melakukannya.


Axel mengubah posisi yang tadinya sama-sama sedang berbaring, kini berganti dengan duduk dan bersandar pada headboard. Axel kembali menciumi istrinya. Memberikan ciuman lembut pada bibir manis Gita yang sudah membuatnya candu.


Ciuman lembut itu berubah menjadi panas. Dengan kaki Gita sudah mulai melingkar di pahaa Axel. Mereka berdua saling berpelukan erat dengan tautan bibir yang semakin aktif.


Dengan gerakan cepat, Axel berhasil memindah tubuh Gita ke atas pangkuannya. Gita sedikit tersentak dengan perubahan posisi itu. Namun Axel masih terus memberikan lummatan.


Kegiatan saling memagut pun harus mereka akhiri karena keduanya sama-sama kehabisan pasokan oksigen. Namun tak dapat dipungkiri bahwa tatapan mata mereka berdua sudah dipenuhi oleh naffsu. Kini tangan Axel memberanikan diri menyentuh dua aset menantang yang berada tepat di hadapannya. Dia mengecupnya sejenak sebelum melakukan yang lebih. Dan hal itu semakin membuat Gita tak karuan.


“Mas!” Gita memegang kepala suaminya dan itu semakin memberi kesempatan Axel untuk melahapnya dengan rakus.


Benar saja Axel semakin terbakar api asmara saat melakukan pemanasan itu. Bahkan miliknya sudah menegang akibat gesekan tubuh istrinya. Sedangkan Gita terus bergerak tak menentu karena menikmati sensasi yang diberikan suaminya. Bahkan kini tangannya sudah tak lagi memegang kepala Axel, karena Axel sudah menariknya ke belakang hingga membuatnya lebih leluasa.


Gita semakin tidak tahan. Akhirnya Axel memindah posisi istrinya. Gita tidur terlentang dan dengan cepat Axel melepas sehelai kain yang masih menutup inti istrinya. Dan dia membenamkan kepalanya disana.


Baru saja Axel memberi kenikmatan pada inti tubuh Gita menggunakan bibirnya, Gita sudah mengangkat pinggangnya karena merasakan gejolak aneh yang ingin keluar dari inti itu.


Axel mendongak menatap mata sayu istrinya lalu memberikan sentuhan lembut agar memeprcepat Gita mencapai puncaknya.

__ADS_1


Nafas Gita masih tersengal setelah mengalami pelepasannya yang pertama. namun Axel sudah tidak tahan lagi. Dia segera melepas kain yang membungkus miliknya yang sejak tadi sudah menegang. Perlahan dia menyatukannya dengan milik sang istri yang masih basah dan berdenyut.


Akhirnya malam itu adalah malam penuh cinta bagi sepasang suami istri yang sedang mengarungi indahnya hidup berumah tangga setelah kurang lebih satu tahan badai pernikahan menerjangnya.


Axel mengecup kening Gita setelah mengakhiri drama percintaannya malam itu. Kemudian merengkuh tubuh Gita agar tidur di atas dada bidangnya.


“Terima kasih, Sayang.” Ucap Axel namun Gita sudah terbang ke alam mimpi.


Keesokan paginya mereka berdua terbangun bersamaan. Axel masih enggan baangun karena masih ingin memeluk tubuh istrinya. Tapi tidak dengan Gita. karena panggilan alam memaksanya untuk segera bangun dan pergi ke kamar mandi.


Gita merasakan perih pada intinya saat akan menuruni ranjang. Meski tadi malam bukan yang pertama kalinya, namun tetap saja dia merasakan sakit karena memang sudah lama tidak melakukannya.


“Kenapa, Sayang? Kamu mau kemana?” tanya Axel dengan nada khawatir.


“Aku mau buang air kecil, Mas. Tapi ini perih sekali rasanya.” Jawab Gita.


“Maafkan aku, semalam terlalu bersemangat.” Ucap Axel lalu segera membantu istrinya ke kamar mandi.


Pagi itu setelah melakukan ritual mandi bersamanya, Axel dan Gita memtuskan untuk tetap berdiam diri di kamar hotel. Tentunya ingin manja-manjaan dengan sang istri. Mereka juga melakukan sarapan di dalam kamar.


“Istirahatlah!” titah Axel sambil memainkan jemari Gita dan sesekali mengecupnya.


Meski tidak tidur, setidaknya Gita merasa nyaman dengan istirahat dalam pelukan sang suami. Axel juga benar-benar membiarkan istirahat walau dia masih ingin mengulang kegiatannya yang semalam.


Saat sedang bermesraan, tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar. Axel segera beranjak dan membuka pintu. Dia menerima sesuatu yang diberikan oleh pelayan hotel. Setelah mengucapkan terima kasih, Axel kembali menghampiri istrinya.


“Apa itu, Mas?” tanyanya saat melihat Axel membawa sebuah kotak yang entah apa itu isinya.


“Bukalah! Itu kesukaan kamu.” Axel memberikan kotak itu.


Mata Gita berbinar saat melihat isi kotak itu adalah coklat, makanan kesukaannya yang sejak dulu sering Axel berikan.


Dengan cepat Gita membukanya, karena tidak sabar ingin segera memakan coklat itu. Axel pun tersenyum melihat istrinya kegirangan saat mendapatkan coklat darinya.


“Terima kasih, Mas.” Ucap Gita lalu mulai memakan coklat itu.

__ADS_1


“Yakin kamu mau makan coklat itu sendiri?” tanya Axel.


“Memang Mas mau? Bukankah dulu selalu nolak kalau aku suruh makan coklat?”


Gita balik bertanya.


Gita pun melanjutkan makan coklatnya. Sedangkan Axel, tanpa aba-aba dia ikut makan coklat yang sedang ada dalam mulut Gita. Axel mengambil alih coklat yang baru saja masuk ke dalam mulut istrinya. Tentu saja bukan hanya coklat yang diinginkan oleh Axel. Tapi yang lain juga.


Dan terjadilah lagi kegiatan panas mereka berdua pagi itu. Berawal dari makan coklat dan berakhir dengan peluh keringat yang penuh kenikmatan.


***


Sementara itu, di tempat berbeda tampak seorang laki-laki sedang gusar. Pekerjaan di depan matanya sangat banyak. Namun pikirannya melayang dan terfokus pada satu objek.


Dimas mengacak rambutnya dengan kasar. Sudah dua hari ini dia tidak tahu kabar tentang Inez. Biasanya mereka berdua sering bertemu dalam keadaan tak sengaja. Bahkan terkadang Dimas yang sengaja ingin bertemu dengan Inez dengan cara mengikuti gadis itu saat pulang kerja. Namun sudah dua hari ini Dimas tidak pernah melihat Inez keluar dari kantor dimana ia bekerja. Jadi bisa disimpukan bahwa Inez sedang tidak bekerja.


Berulang kali Dimas menghubungi ponsel Inez, namun selalu tidak aktif. Ingin datang ke rumahnya langsung pun dia masih belum berani. Mengingat status Inez sudah bertunangan.


Ting


Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk ke ponsel Dimas. Dan itu ternyata adalah pesan dari Inez yang memintanya untuk bertemu nanti malam di tempat biasa.


Dengan cepat Dimas membalas pesan itu dan mengatakan mau bertemu dengannya.


.


.


.


*TBC


Gimana... gimana...gimana???🤣🤣🤣


Di eps selanjutnya nanti othor juga nyelipin kisah Dimas ya guys. kasihan, biar Dimas juga bahagia ga menderita terus😢😢🤗

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2