
“Mama!” panggil Gita dan segera berlari menghampiri Jenny.
Jenny mengusap air matanya dengan kasar, lalu menggendong Gita dan mengajaknya pulang. sedangkan Galang yang masih tercengang tidak percaya bisa bertemu dengan Jenny.
“Jaga bicara kamu, Farah!” ucap Iqbal dengan suara tegas lalu mengejar Jenny.
Farah semakin bingung dengan kejadian baru saja. Bagaimana bisa anak kecil itu adalah anak Iqbal dan Jenny. Dan bagaimana bisa Jenny ada disini. Tapi yang mmebuat Farah takut adalah saat melihat kemarahan Iqbal padanya.
“Lang, bagaimana ini? Iqbal sangat marah padaku.” ucap Farah.
“Sudah, tenanglah. Lebih baik kita tunggu Iqbal saja.” Jawab Galang mencoba menenangkan istrinya.
Sementara itu Iqbal kini sudah berada di rumah Jenny. Saat ini Jenny sedang di dalam kamar Gita. Wanita itu tampak menemani Gita bermain di dalam kamarnya. Tapi air matanya sejak tadi tak berhenti mengalir setelah mendengar kalimat penghinaan Farah.
“Jenny!” panggil Iqbal.
“Maafkan ucapan Farah tadi. dia belum tahu yang sebenarnya.” Lanjutnya.
Jenny masih dengan posisi membelakangi Iqbal. dia masih sangat kecewa dengan Farah. Memang benar Farah tidak tahu yang sebenarnya, tapi tidak memungkiri jika ucapannya sangat menyakitkan hati.
“Please, Jen jangan menangis. Aku akan menjelaskan semuanya pada Farah kalau Gita adalah anak kita.” Ucap Iqbal tidak tega karena mendengar isakan Jenny.
“Nggak apa-apa, Kak. Inilah kenyataan yang harus aku hadapi. Tidak hanya dengan Farah saja, mungkin siapapun lagi yang akan mengatakan hal yang sama, aku harus kuat menghadapinya.” Jawab Jenny.
“Sttt… tidak. Jangan bilang seperti itu. Aku akan mengatakan pada semua orang kalau kamu bukan wanita seperti itu.” Ucap Iqbal sambil memeluk erat tubuh Jenny.
Jenny semakin terisak. ia sadar kalau imagenya selama ini sangat buruk di mata orang yang mengenalnya.
“Lebih baik Kak Iqbal pulang saja, kan ada tamu di rumah. aku akan menemani Gita tidur.” Ucap Jenny setelah berhasil lepas dari pelukan Iqbal.
“Tapi bukankah malam ini Gita akan tidur bersamaku?”
“Mungkin lain kali saja. Maaf Kak, aku sedang butuh waktu sendiri.” Jawab Jenny.
Iqbal pun hanya bisa pasrah. dia tidak mau membuat Jenny tertekan. Lalu dia memutuskan untuk pergi dari rumahnya dan akan menemui Farah.
“Maafkan aku! cup..” ucap Iqbal sambil mengecup kening Jenny.
__ADS_1
Kini Iqbal sudah kembali ke rumahnya. Dan disana masih ada Galang dan Farah yang masih menunggunya. Raut wajah Iqbal tampak dingin, hingga membuat Farah semakin bersalah.
“Bagaimana bisa mantan istri kamu ada disini, Bal?” tanya Galang.
“Dia bukan mantan istriku. Dia istriku perlu kalian tahu.” Jawab Iqbal.
“Lalu anak itu?” tanya Galang lagi.
“Bukankah sudah aku bilang tadi? dia anakku bersama Jenny. Dan Jenny tidak pernah berselingkuh dari siapapun. Perlu kamu ingat, Farah. Jangan lagi mengatakan tentang perselingkuhan Jenny, yang kamu sendiri tidak pernah tahu kebenarannya.” Ucap Iqbal.
“Tapi Bal, bukankah memang kenyataannya seperti itu? Kamu sudah bercerai karena Jenny berseli-“
“Cukup Farah!! Jangan lagi campuri urusan pribadiku. Aku sudah katakan kalau Jenny tidak pernah berselingkuh. Ingat batasan kamu, meskipun kamu sudah aku anggap saudara tapi kamu tidak berhak ikut campur dengan masalahku. Sekarang lebih baik kalian keluar dari sini.” ucap Iqbal lalu meninggalkan Galang dan Farah.
Farah tersentak kaget saat baru pertama kalinya melihat kemarahan Iqbal. Galang memeluk istrinya mencoba untuk menenangkannya. Galang sendiri tidak berani ikut bicara saat melihat kemarahan Iqbal tadi. karena dia sudah cukup paham bagaimana sifat sahabatnya itu.
“Kamu tenang, ya. Lebih baik kita pulang sekarang.” ucap Galang.
***
Tidak sampai satu minggu sejak Iqbal meminta kedua orang tuanya untuk pulang ke Indonesia, hari ini Bram dan Desy sudah tiba. Mereka berdua langsung memesan taksi setelah pesawat yang ditumpanginya mendarat di bandara kota B.
“Tidak perlu. Lagi pula malam begini pasti dia ada di rumah.” jawab Bram.
Sementara itu, malam ini Iqbal sedang bermain bersama Gita. Dan mala mini Gita akan tidur bersama Papanya setelah rencananya beberapa hari yang lalu gagal. Dan Jenny juga membiarkan anaknya tidur dengan Iqbal, walau kedua orang tuanya juga baru tiba kemarin.
Kay dan Vito sangat senang bisa bertemu lagi dengan Iqbal. mereka berdua meminta maaf dan menyesal akan perbuatannya dulu saat menyetujui perpisahannya dengan Jenny. Dan Iqbal suah melupakan semuanya. Yang terpenting saat ini dia bisa bersatu lagi dengan anak istrinya.
Taksi yang ditumpangi Bram dan Desy baru saja turun tepat di depan rumah Iqbal. ini adalah pertama kalinya bagi Bram dan Desy datang ke rumah Iqbal. mereka berdua sangat takjub melihat kemewahan rumah itu. Mereka tidak menyangka kalau anaknya sampai mendapatkan rumah sebesar itu.
Bram dan Desy memasuki rumah Iqbal tanpa mengetuk pintu, karena pitunya sedang terbuka. Lalu mereka berdua masuk begitu saja sambil mencari keberadaan anaknya. tiba-tiba saja Gita yang sedang asyik bermain lari-lari tak senagaj menabrak Desy.
“Kamu siapa, Nak?” tanya Desy pada Gita yang sedang mengambil mainannya yang terjatuh.
Seketika wajah Desy sangat terkejut saat melihat wajah anak kecil itu yang sangat mirip dengan Jenny namun matanya mirip dengan Iqbal. tangan Desy terulur menyentuh kedua pipi Gita dengan mata berkaca-kaca.
“Mas, siapa anak kecil ini?” tanya Desy dengan masih menatap wajah Gita.
__ADS_1
Bram juga sama terkejutnya saat melihat Gita. Sedangkan
Gita hanya bisa senyum-senyum lucu karena merasa asing dengan kedua orang di hadapannya.
“Nama kamu siapa, Nak?” tanya Desy.
“Gitaa…gita.” Ucapnya lucu.
“Gita, ayo kita tidur dulu sudah malam.” ucap Iqbal mencari keberadaan Gita.
“Papa..papa!” jawab Gita sambil berlari menghampiri Iqbal.
Bram dan Desy kembali terkejut saat mendengar anak itu memanggil Iqbal dengan sebutan Papa. Sedangkan Iqbal juga terkejut kalau Mama dan Papanya baru saja datang.
“Ma, Pa kok nggak bilang kalau sudah datang?” tanya Iqbal.
“Iqbal, katakan apa maksud semua ini?” tanya Desy.
Akhirnya Iqbal menggendong Gita lalu mengajak kedua orang tuanya untuk duduk. Iqbal pun mulai menceritakan semuanya tentang Jenny. Tntang kesalah pahamannya kala itu dan tentang kebohongan Xavier. Iqbal mengatakan kalau Jenny tidak jadi menikah. Dan akhirnya diketahui sedang mengandung anaknya.
“Kalau Mama dan Papa tidak percaya, apakah dengan melihat Brigita belum cukup membuktikan kalau anak ini adalah anakku dan Jenny, Ma Pa?” tanya Iqbal.
Tanpa menjawab, Desy langsung mengambil Gita dari pelukan Iqbal dan menggendongnya. Dia menciumi wajah anak kecil nan menggemaskan itu dengan haru. Begitu juga dengan Bram.
“Mas, dia cucu kita.” Ucap Desy dengan air mata yang kembali menetes.
“Iya, dia cucu kita.” Jawab Bram lalu bergantian menggendong Gita.
.
.
.
*TBC
Terima kasih buat yg sudah kasih Vote-nya hari ini🤗😘
__ADS_1
Happy Reading‼️