
“Bukankah aku sudah bilang, jangan mendekatkan Iqbal dengan wanita lain. Kamu lihat sendiri kan bagaimana reaksinya tadi?” ucap Galang pada Farah setelah selesai makan malam.
“Tapi aku melakukan itu semua demi kebaikan Iqbal. aku nggak mau Iqbal terus terpuruk memikirkan mantan istrinya.” Jawab Farah.
“Aku yang sudah bersahabat lama dengannya, aku sudah tahu bagaimana watak Iqbal. jadi mulai sekarang urungkan niat kamu untuk mendekatkan Iqbal dengan siapapun termasuk Danisa.” Ucap Galang.
“Tapi Danisa sepertinya sangat tertarik dengan Iqbal.” sesal Farah.
“Itu urusan kamu. Kamu selesaikan sendiri.” Jawab Galang kesal.
Farah hanya bisa terdiam setelah mendengar penuturan Galang. Entahlah sebenarnya dia sangat ingin Iqbal kembali seperti dulu. Karena Farah sangat yakin kalau sampai saat ini Iqbal masih belum bisa melupakan Jenny. Wanita yang telah tega meninggalkan Iqbal dengan cara berselingkuh.
Hari pernikahan Farah dan Galang sudah dekat. Hari ini Farah datang ke butik mengambil pesanan gaunnya. Farah datang sendirian karena Galang sangat sibuk di kantor. kedatangan Farah ke butik selain untuk mengambil gaunnya, dia juga membawa undangan yang akan diberikan pada pemilik butik.
“Ini Nona gaun pesanan anda. Anda bisa mencobanya terlebih dulu. Kalau masih ada yang kurang, biar bisa segera saya perbaiki.” Ucap Lidya.
Farah pun mengambil gaun itu lalu masuk ke dalam fitting room. Farah melihat pantulan dirinya di depan cermin. Dia sangat takjub dengan hasil rancangan gaun pernikahannya itu. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh temannya kalau Brigita’s Boutique sangat recommended. Walau Farah tidak bisa bertemu langsung dengan designernya, dia sudah sangat yakin dengan hasilnya. Sedangkan untuk baju Galang, Farah sudah tidak meragukan lagi walau Galang tidak mencobanya langsung.
“Bagaimana, Nona? Apa ada sesuatu yang kurang dan perlu diperbaiki?” tanya Lidya.
“Tidak. Saya sangat puas dengan gaun ini. terima kasih banyak. Oh iya ini ada undangan pernikahan saya, tolong berikan pada atasan anda. Saya harap beliau berkenan hadir di hari pernikahan saya.” Ucap Farah.
“Baik, Nona. Nanti akan saya sampaikan langsung pada atasan saya.” Jawab Lidya.
Farah segera pergi meninggalkan butik setelah menyelesaikan administrasinya. Farah tampak menyunggingkan senyumnya karena sangat puas dengan gaun pernikahannya. Dia juga semakin tidak sabar untuk segera memakai gaun itu.
Sementara itu hari Iqbal cukup sibuk dengan pekerjaannya. Saat ini dia sedang meeting dengan kliennya di sebuah restaurant. Selesai meeting, Iqbal makan siang sekalian dengan kliennya. Karena kebatulan meetingnya dilakukan siang hari dan selesai saat jam makan siang tiba.
“Terima kasih Tuan Iqbal. senang bekerjasama dengan perusahaan anda. Saya harap ke depannya hubungan kerjasama semakin baik.” Ucap Tuan Kenzo.
__ADS_1
“Iya sama-sama.” Jawab Iqbal.
Setelah itu Iqbal keluar dari restaurant untuk kembali lagi ke kantornya. Namun saat akan menuju parkiran, Iqbal tidak sengaja berpapasan dengan seorang pria yang sangat dia kenal. Pria yang dulu pernah ia hajar, bahkan pria itu hampir saja memperkosaa wanita yang sangat dia cintai.
Sementara itu Billal juga cukup terkejut saat tidak sengaja berpapasan dengan Iqbal. mungkin dulu dia sangat dendam pada Iqbal karena pernah dihajar olehnya. Namun sekarang Billal sudah melupakan semua itu.
Billal terus berjalan memasuki restaurant. Dia tidak peduli dengan tatapan elang Iqbal. Billal hanya diam saja dan tidak bertegur sapa dengan Iqbal saat dirinya sudah berjalan melewati Iqbal.
Entahlah Billal sendiri juga tidak mau lagi berurusan dengan laki-laki itu. Tapi dia sangat yakin kalau Brigita adalah anak biologis Iqbal. meski Jenny dan keluarganya tidak memberitahunya. Billal sangat yakin kalau Brigita adalah anak Iqbal, karena mata dari anak itu sangat mirip sekali dengannya. walau keseluruhan wajahnya didominasi oleh wajah mamanya yaitu Jenny.
Sedangkan Iqbal hanya diam saja saat melihat Billal berjalan melewatinya begitu saja. Mungkin dulu dia akan sangat marah jika bertemu pria itu. Namun sekarang sudah tidak lagi.
Mengingat dia sudah tidak mempunyai kewajiban lagi untuk melindungi Jenny. Lagipula Jenny juga sekarang sudah aman bersama suaminya. Dan tidak tinggal di kota ini juga.
***
Jenny menatap sebuah undangan yang baru saja diberikan oleh Lidya. Dia melihat nama mempelai pengantin yang sangat tidak asing baginya yaitu Farah dan Galang. Jenny tahu kalau kedua nama itu adalah milik orang yang dulu sangat dia kenal sekaligus sangat dekat dengan suaminya.
Hari pun berlalu. Dan hari ini hari pernikahan Farah dan Galang akan digelar. Kebetulan juga hari ini Jenny akan ada festival peragaan busana di luar kota. Meski dia masih bisa menyempatkan diri untuk datang ke acara itu tapi Jenny meminta Lidya yang datang ke acara itu.
“Tapi Nona Farah meminta anda yang datang langsung Nyonya.” Ucap Lidya.
“Kamu bilang saja kalau aku sedang mengikuti festival di luar kota. Nanti setelah kamu dari pesta itu segeralah ke bandara, aku menunggumu disana bersama Gita” Jawab Jenny.
Lidya pun tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah Jenny. Dia pun segera bersiap untuk datang ke pesta itu.
Lidya masuk ke sebuah ballroom hotel. Acara pernikahan itu sangat megah. Lidya sangat takjub dengan melihatnya. Kemudian dia naik menuju pelaminan untuk memberikan selamat pada mempelai pengantin.
“Nona selamat atas pernikahannya.” Ucap Lidya.
__ADS_1
“Terima kasih. Oh iya dimana atasan kamu? Aku sangat ingin mengucapkan terima kasih padanya.” Tanya Farah.
“Maaf, Nona. Atasan saya sedang mengikuti festival di luar kota. Jadi beliau meminta saya untuk hadir di pernikahan anda.” Jawab Lidya.
Terlihat raut wajah kecewa dari Farah. Lidya pun merasa tidak enak hati. Jujur saja dia sangat penasaran, kenapa atasannya tidak mau hadir ke acara ini. apakah ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Jenny.
Setelah itu Lidya langsung pulang karena Jenny sedang menunggunya di bandara. Namun saat Lidya berjalan melewati beberapa tamu undangan, tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
Bruk
“Maaf, saya tid-“ ucapan Lidya terhenti saat melihat seorang pria yang berdiri di hadapannya. Lidya melihat mata pria itu sangat mirip dengan Brigita, anak atasannya. Berbagai macam dugaan kini telah bersarang dalam benak Lidya tentang siapakah pria itu.
“Maaf, saya tidak sengaja Tuan!” ucap Lidya saat Iqbal sudah berjalan melewatinya.
Lidya segera keluar dari hotel dan mencari taksi untuk membawanya ke bandara. Saat pikiran Lidya sedang berkecamuk memikirkan pria tadi, ada sebuah mobil berhenti tepat di depannya.
“Masuklah!” ucap Billal.
Lidya masuk begitu saja tanpa melihat siapa orang yang memanggilnya. Saat sudah berada di dalam mobil, Lidya baru sadar kalau dirinya duduk di jog bersebelahan dengan sopir yang ia yakini adalah sopir taksi.
“Apa yang anda lakukan?” ucap Lidya tersentak kaget saat menyadari pria di sebelahnya mencondongkan tubuhnya mendekati dirinya.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Sabar dong guys🙏🙏🤗🤗😁😁
Happy Reading‼️