Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 180


__ADS_3

Hari pun berlalu. Keberangkatan Axel dan Gita ke luar negeri kurang tiga minggu lagi. Namun sebelum Gita berangkat, dia ingin memastikan sahabatnya bahagia dulu. Dan hari ini adalah hari pernikahan Inez dan Jerry akan dilangsungkan.


Gita sama sekali tidak tahu rencana yang sudah disusun oleh suaminya bersama Dimas untuk menggagalkan pernikahan Inez dan Jerry. Namun Gita terlihat begitu cemas, takut jika rencana itu gagal.


“Sayang, ayo kita berangkat sekarang!” ajak Axel setelah melihat Gita sudah selesai berdandan.


“Mas, apa benar nanti pernikahan Inez tidak akan terjadi?” tanya Gita khawatir.


“Kamu tenang saja, ya. Dan nanti disana bersikaplah biasa saja agar tidak ada yang curiga sama sekali.” Jawab Axel berusaha menenangkan istrinya.


Gita mengangguk. Setelah itu mereka segera berangkat menuju hotel dimana acara pernikahan Inez dan Jerry berlangsung.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini Gita dan Axel sudah memasuki ballroom hotel. Acara belum dimulai. Gita memilih untuk menghampiri Inez yang masih berada di ruang make up. Gita terkejut saat melihat Fathia sudah berada disana. Namun dia ingat ucapan suaminya, untuk bersikap biasa saja.


“Hai Git! Apa kabar nih? Duh kangen banget sama kamu, sudah lama nggak bertemu.” Sapa Fathia sambil memeluk Gita.


“Aku baik.” Jawab Gita sambil membalas pelukan Fathia.


“Aku nggak nyangka kalau akhirnya Inez akan menikah dengan Jerry. Kamu ingat bukan bagaimana dulu Inez menolak Jerry mentah-mentah saat mengungkapkan perasaannya. Eh ternyata sekarang mereka justru berjodoh.” Ucap Fathia seolah tidak tahu apa-apa.


Gita hanya bisa mengepalkan tangannya mendengar ucapan Fathia. Jujur saja dia tidak menyangka kalau Fathia akan berbuat jahat seperti itu pada sahabatnya sendiri. Sedangkan Inez sejak tadi hanya diam menahan kesedihannya saat mendengar semua ucapan Fathia.


“Hai calon pengantin! Kamu baik-baik saja?” tanya Gita sambil memeluk Inez. Dan Inez tahu kalau Gita saat ini berusaha menenangkan dirinya.


“Pasti baik-baik saja dong, Git. Sebentar lagi Inez kan mau menjadi menantu konglomerat. Ya nggak Nez?” Fathia kembali berbicara dengan nada mengejek.


“Berarti setelah ini nasib kita sama ya, Nez. Sama-sama menjadi menantu konglomerat. Sekarang tinggal giliran kamu, Fathia. Sudah dapat kandidat mertua konglomerat belum?” tanya Gita menohok dan berhasil mengubah raut wajah Fathia menjadi kesal.


Inez yang sejak tadi diam terkejut mendengar ucapan Gita yang seperti menyudutkan Fathia. Namun dia tidak terlalu memikirkannya. Karena yang terpenting saat ini baginya adalah bisa menggagalkan pernikahan ini.

__ADS_1


Setelah cukup lama berada di ruang make up, akhirnya waktu itu pun tiba. Inez dipanggil agar segera keluar untuk melangsungkan acara akad nikah. Inez berjalan dengan digandeng oleh Gita. sedangkan Fathia berjalan di belakang sambil tersenyum sinis. “Tunggu kesengsaraan kamu sebventar lagi tiba, Inez!” gumam Fathia salam hati.


Kini semua orang sudah berkumpul untuk menyaksikan acara sakral pernikahan Inez dan Jerry yang sebentar lagi dimulai. Inez sudah duduk disamping Jerry sambil menundukkan kepalanya. Sedangkan Jerry sudah memasang wajah bahagia karena sebentar lagi akan mendapatkan mainan baru.


Semua orang tampak berbisik-bisik karena wali dari Inez yang tak lain Papanya tak kunjung datang. Inez pun baru menyadari kalau Papanya belum ada disana.


“Kalau Papa kamu mencoba menghindar dan tidak datang, nyawa kamu yang akan jadi taruhannya.” Ancam Jerry sambil berbisik tepat di telinga Inez.


Seketika Inez ketakutan. Setelah itu dia melirik Mamanya untuk menanyakan keberadaan Papanya. Namun Mama Inez juga tidak tahu. Bahkan Inez saat ini sangat berharap Dimas datang untuk menyelamatkannya.


“Bagaimana, Tuan? Apa pernikahan ini bisa dilaksanakan sekarang?” tanya penghulu pada Jerry.


Jerry semakin kesal. Ingin sekali dia mengumpat Inez saat ini juga. namun sebelum dia melampiaskan amarahnya tiba-tiba terdengar suara rekaman pembicaraan seorang pria dan wanita. Rekaman itu terdengar cukup keras dan semua tamu undangan juga bisa mendengar.


Dalam rekaman itu terdengar pembicaraan Jerry dan seorang wanita yang sedang menjalankan rencana balas dendam.


“Apa kamu yakin akan menikahi Inez, Jer?” tanya seorang wanita.


“Baiklah. Aku juga tidak sabar melihatnya menderita, karena Inez juga pernah merebut cowok incaranku. Aku masih kesal saat mengingat dulu Nando lebih memilih Inez daripada aku.” ucap wanita itu lagi.


Seketika Inez melirik ke arah Fathia. Awalnya Inez mencoba untuk tidak percaya kalau suara itu adalah suara sahabatnya. Namun setelah mendengar semua pembicaraan itu, dia sangat yakin kalau itu adalah suara Fathia. Baik Inez maupun Gita sungguh tidak percaya dengan perbuatan Fathia yang sangat kejam pada sahabatnya sendiri.


Rekaman itu masih panjang. Dimana Jerry sempat mengancam Tuan Yudhistira agar mau menikahkan Inez dengannnya. Bahkan ancamannya akan membuat bangkrut perusahaan milik Tuan Yudhistira. Jerry juga diam-diam sudah mengambil alih beberapa saham milik Tuan Yudhistira. Setidaknya jika rencana pernikahannya gagal, dia masih mendapatkan untung besar. Dan rencana busuk itu semua ia susun bersama Fathia.


Rekaman itu berhasil Jendra ambil rekaman cctv apartemen Jerry. dia hanya mengambil suara pembicaraan Jerry dan Fathia saja.


Seketika Fathia beringsut mundur karena rencana busuknya sudah diketahui. Namun, belum sempat dia pergi, langkahnya sudah dihentikan oleh salah satu anggota kepolisian yang sudah ada disana.


“Tidak!! Semua itu tidak benar, Nez. Tolong percayalah padaku.” ucap Fathia ketakutan.

__ADS_1


Begitu juga dengan Jerry yang terlihat murka. Dia segera berdiri lalu dengan cepat mengambil pisau lipat yang sudah ia siapkan di saku jasnya. Dia segera menarik tubuh Inez lalu mengarahkan pisau itu tepat di leher Inez. Semua orang tampak histeris ketakutan melihat kejadian itu.


“Lepaskan Fathia, atau nyawa Inez tidak akan selamat!” ancam Jerry pada polisi yang sudah menangkap Fathia.


Inez menutup matanya dengan air mata yang sudah mengalir. Dia pasrah jika memang nyawanya harus melayang di tangan Jerry. Namun polisi juga tak kunjung melepas Fathia begitu saja.


“Apa kamu yakin, Sayang, akan membunuh perempuan itu? Apa kamu sudah nggak sayang lagi dengan nyawa anak manis ini?” ucap seorang wanita yang tiba-tiba muncul dengan menggandeng seorang anak perempuan kecil. Wanita itu juga melakukan hal yang sama dengan Jerry. Justru wanita itu menodongkan pistol tepat di kepala anak perempuan kecil itu. Dan wanita itu adalah Cindy.


Seketika tubuh Jerry lemas saat melihat adik perempuan kesayangannya sedang dalam bahaya. Bahkan adik Jerry itu sedang dalam masa penyembuhan kanker darah.


Cindy menggunakan adik Jerry karena itu semua rencana Jendra. Cindy yang pernah menjadi teman ONS Jerry pernah menceritakan bahwa dirinya mempunyai seorang adik yang menderita kanker darah. Jadi saat Jendra meminta bantuannya, Cindy terpaksa memakai adik Jerry sebagai alat. Tanpa menyakitinya.


Jerry melepas pisau yang tadi diarahkan ke leher Inez. Dia akhirnya menyerahkan diri pada polisi, asalkan adiknya tetap selamat.


Jerry dan Fathia akhirnya berhasil diringkus polisi. Kedua orang tua Jerry meminta maaf pada Inez atas perbuatan anaknya. Inez yang masih shock hanya bisa menganggukkan kepala saja. Mungkin besok Inez juga akan membuat laporan tentang kekerasan yang dilakukan oleh Jerry.


Tak lama kemudian Papa Inez datang. Inez sangat bersyukur karena Papanya tak kunjung datang, hingga akhirnya pernikahannya dengan Jerry gagal.


“Inez, pernikahan kamu tetap dilangsungkan. Papa sudah menyiapkan calon suami untuk menggantikan Jerry.” Ucap Tuan Yudhistira.


“Apa???”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2