
Gita masih setia menutup matanya dengan selang infus yang sudah tertancap di pergelangan tangan kirinya. Tubuh Gita sangat lemah dan tekanan darahnya pun rendah. Menurut pemeriksaan dokter beberapa waktu lalu, Gita harus dirawat inap.
Jenny, Iqbal, dan Inez berada dalam ruangan Gita. mereka menatap Gita dengan iba. Tak lema kemudian datanglah Nia dan Felix. Kedua orang tua Axel tampak khawatir dengan keadaan menantunya. Mereka juga merasa sangat bersalah pada keluarga Iqbal.
“Om, Tante, Inez pamit pulang dulu. Nanti malam Inez kesini lagi.” Pamit Inez karena merasa tak enak ada kedua orang tua Axel.
“Iya. Terima kasih banyak, Nak Inez.” Jawab Jenny.
Setelah Inez keluar, kini hanya ada dua pasang suami istri yang tak muda lagi sedang berdiri di samping brankar Gita. mereka masih setia menutup mulutnya. Entah apa yang ingin diucapkan dan siap yang akan berbicara terlebih dulu.
“Maaf, Bal!” Felix akhirnya yang membuka suara terlebih dulu.
“Lebih baik kita duduk saja, daripada mengganggu istirahat Gita.” Iqbal menyarankan, lalu mengajaknya duduk di sofa yang ada dalam ruang rawat Gita.
Saat ini mereka berempat sudah duduk. Jenny masih enggan membuka mulutnya, karena dia masih sangat kecewa dengan sikap besannya. Kemudian Felix kembali melanjutkan pembicaraannya yang sempat terputus.
“Maafkan kami, Bal. aku sungguh tidak menyangka jika kejadiannya seperti ini. aku menyesal.” Ucap Felix.
“Selama ini kalian menutup semua akses untuk keluargaku apakah karena kalian sengaja akan menjauhkan Axel dengan Gita?” tanya Iqbal.
“Maaf. Itu semua memang rencanaku. Karena saat itu aku sangat kasihan dengan keadaan Axel yang sejak awal pernikahannya tidak-“
“Tidak pernah dianggap sebagai suami oleh Gita. benar begitu? Tapi apakah kamu pernah mencoba berpikir untuk memahami perasaan Gita setelah kejadian itu? Mulai saat itu Gita sangat membenci Axel. Bahkan Gita juga membenci dirinya sendiri. Tak ada orang yang tahu kalau Gita menanggung beban itu sendirian. Bahkan aku sebagai Mamanya tidak pernah tahu itu semua. Mungkin semua orang akan menilai kalau Gita adalah bukan istri yang baik. Termasuk kamu juga menganggapnya seperti itu bukan? Sudah cukup Gita juga menderita selama ini. Bahkan Axel juga menderita. Aku akan menunggu keputusan Gita saat sudah sadar nanti. Meskipun Axel sudah mencabut gugatannya.” Ucap Jenny dengan menahan rasa sesak dalam hatinya.
Cklek
Dokter Julian memasuki ruang rawat Gita. dia hanya ingin memastikan keadaan Gita setelah jatuh pingsan di ruang persidangan.
“Maaf kalau kedatangan saya mengganggu. Saya hanya ingin taahu keadaan Gita.” ucap dokter Julian dengan sopan.
“Nggak apa-apa, dok.” Jawab Iqbal lalu mempersilakan.
__ADS_1
Sementara itu di luar ruangan Gita, tepatnya di lorong rumah sakit yang tampak sepi terlihat Axel sedang duduk di lantai dengan menelangkupkan kepalanya. Wajahnya sedikit lebam setelah diberi tanda perkenalan oleh Dimas.
#Flashback on
Brukkk
“Gitaaa!” teriak seseorang yang baru saja memasuki ruang sidang.
Suara itu adalah suara dokter Julian yang baru saja memasuki ruangan sidang. Dan dokter Julianlah yang pertama kali tahu Gita pingsan. Karena semua orang yang dalam ruangan itu sibuk dengan pikiran masing-masing.
Seketika ruangan sidang tampak ricuh saat mendapati Gita pingsan. Dengan cepat Iqbal menolong Gita dan membawanya keluar. Namun tidak dengan Axel. Laki-laki itu terkejut, namun kakinya enggan bergerak menolong istri yang sebentar lagi akan menjadi mantan.
Harusnya sidang dihentikan, namun Julian meminta untuk tetap melanjutkan karena dia akan memberikan kesaksiannya dengan bukti yang cukup akurat. Kemudian Julian meminta kekasihnya yang ada di luar untuk membawa Gita ke rumah sakit. Jenny dan Inez juga ikut pergi ke rumah sakit. Sedangkan Iqbal masih harus berada di ruangan sidang.
Semua orang yang berada dalam ruang persidangan sudah kembali tenang. Kini saatnya Julian membeberkan kesaksiannya. Sebelumnya dia disumpah terlebih dulu.
Julian memberikan informasi bahwa dirinya adalah seorang psikiater yang diminta secara resmi oleh Iqbal untuk membantu menyembuhkan Gita dari Avoidant Personality Disorder. Wajah Axel tampak pias saat mengetahui bahwa pria yang ia curigai sebagai selingkuhan Gita adalah seorang dokter. begitu juga dengan Felix dan Nia.
Iqbal pun juga ikut bersuara. Dan membenarkan kesaksian yang diberikan oleh Julian. Lagipula Julian juga sudah bertunangan dan hanya menganggap Gita sebagai pasien, tidak lebih.
Axel tertunduk sedih. Rasa menyesal memenuhi relung hatinya karena telah menuduh Gita berselingkuh. Kemudian hakim memberikan kesempatan pada Axel untuk menanggapi kesaksian dari Julian.
“Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan persidangan ini. dan saya mencabut gugatan saya pada saudari Brigita Putri Ganendra.” Ucap Axel mantap.
Akhirnya sidang itu selesai. dan tidak ada perceraian antara Axel dan Gita.
Tanpa mengucapkan apapun pada Axel maupun Felix dan Nia, Iqbal segera keluar dari ruang persidangan disusul oleh Julian yang akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Gita. Felix dan Nia juga akhirnya mengikuti Iqbal pergi ke rumah sakit.
Axel berjalan gontai hendak menyusul kedua orang tuanya. Namun langkahnya terhenti saat ada yang memanggilnya.
Bugh
__ADS_1
Bugh
Dua kali pukulan telak tepat mengenai pipi kanan dan kiri Axel yang secara mendadak dilakukan oleh Dimas. Setelah itu Dimas mencengkeram kerah baju Axel penuh amarah.
“Sudah puas kamu melukai Gita hahh?” tanya Dimas.
“Selama ini dia susah payah berjuang untuk sembuh hanya karena ingin segera bertemu deganmu. Bahkan Gita sudah mempersiapkan diri akan pergi menemuimu ternyata apa balasan kamu?” lanjut Dimas dengan mengencangkan tangannya menarik kerah baju Axel.
Axel terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka kalau Gita akan menyusulnya ke luar negeri. ternyata justru dirinya melayangkan surat gugatan serai.
“Ini kesempatan terakhir kamu. Jika kamu masih menyakiti Gita, aku juga akan ikut bertindak.” Ancam Dimas lalu menghempaskan tubuh Axel dan meninggakannya.
#Flashback off
Setelah cukup lama berdiam diri. Akhirnya Axel memutuskan untuk masuk ke ruang perawatan Gita. dari jauh dia melihat kedua orang tua dan mertuanya baru saja keluar. Jadi saat ini Gita tidak ada yang menunggui.
Cklek
Axel masuk ke dalam ruangan VVIP itu. Dia melihat wajah istrinya yang pucat masih setia menutup matanya. kemudian dia duduk di kursi samping brankar Gita.
“Gita, maafkan aku!” ucap Axel sambil menggenggam tangan Gita.
.
.
.
*TBC
Lalu siapa yg kirim foto² Gita dan dokter Julian ya??
__ADS_1
Happy Reading‼️