
Saat ini Gita dan Axel sudah berada di rumah kontrakan Dimas. Mereka berdua menemani Inez yang ingin melihat keadaan Dimas setelah dihajar oleh Jerry semalam. Kebetulan hari ini juga Dimas cuti karena badannya masih terasa sakit.
Sejak beberapa menit yang lalu, sejak Gita sudah sampai rumah Dimas sampai sekarang mereka berempat masih terdiam. Dimas juga bingung menghadapi Inez yang masih setia menundukkan kepalanya.
“Kak Dimas baik-baik saja?” tanya Gita memecah keheningan.
Axel yang sedang berada tepat dismaping istrinya langsung menyenggol lengan istrinya karena menurutnya Gita mulai menaruh perhatian lagi pada Dimas. Sedangkan Gita hanya tersenyum kikuk melihat suaminya. Lalu Gita mengusap tangan suaminya dengan lembut.
“Apa lukanya masih sakit, Kak?” tanya Gita lagi.
“Nggak apa-apa. Aku hanya butuh istirahat saja. Makanya hari ini aku minta ijin ke Papa kamu. Oh iya, terima kasih Xel telah menolongku semalam.” Jawab Dimas.
“Hmmm” ucap Axel singkat.
“Maafkan aku, Kak. Gara-gara aku, Kak Dimas jadi seperti ini.” kali ini Inez yang berbicara.
“Nggak apa-apa. Memang aku yang salah karena telah lancang mendekati calon istri orang.” Jawab Dimas.
“Tidak!! Ini bukan salah Kak Dim-“
“Nez kenapa dengan pipi kamu?” ucapan Inez terpotong saat dia mendongak dan Dimas bisa melihat luka memar pada pipi Inez.
Seketika Dimas berdiri dan menghampiri Inez untuk menanyakan perihal luka memar itu. Tapi Inez tidak mau menceritakan. Dia justru menangis tersedu. Gita dan Axel hanya diam dan membiarkan Inez dan Dimas berbicara dari ke hati.
Akhirnya Inez menceritakan pada Dimas kalau luka memar di pipinya itu dia dapatkan dari Jerry setelah semalam ketahuan bertemu dengan Dimas. Tidak hanya itu, Jerry juga mendengar ungkapan cinta Dimas pada Inez. Hingga akhirnya membuat laki-laki itu murka dan menghajar Dimas.
“Maafkan aku, Kak. Lebih baik mulai saat ini Kak Dimas menjauhlah dariku.” Ucap Inez dan membuat Dimas, Gita dan Axel terkejut.
“Aku nggak mau Kak Dimas semakin terluka karena ulah Jerry.” Lanjut Inez.
“Aku juga nggak akan membiarkan kamu terus-terusan mendapat perlakuan seperti itu dari baji***n itu.” Jawab Dimas dengan geram.
“Jangan, Kak! Please mengertilah. Jerry pasti tidak akan menyakitiku lagi kalau kak Dimas sudah tidak mendekatiku lagi. Apalagi sebentaar lagi aku akan menikah.” Ucap Inez.
__ADS_1
“Tapi aku yang nggak akan membiarkan kamu seperti ini Nez. Apa kamu yakin Jerry akan berhenti menyakitimu kalau kamu sudah menikah dengannya? Kecuali kamu memang mencintainya.” Ucapan Gita membuat Inez tertohok. Pasalnya dia tidak akan pernah mencintai laki-laki itu.
Inez terdiam. Dia bingung bagiamana menjawab pertanyaan Gita. sementara itu Dimas langsung berjongkok di hadapan Inez. Dia meminta Inez agar memberikan kesempatan untuk membuktikan cintanya.
“Aku berjanji akan membuat baji***n itu pergi dari hidup kamu sebelum hari pernikahan kamu tiba. Aku sangat tulus mencintaimu, Nez. Tolong beri aku kesempatan!” ucap Dimas.
Inez semakin bingung dengan Dimas. Dia juga sebenarnya tidak mau Dimas menjauhinya. Namun dia juga tidak mau melihat Dimas semakin terluka. Mungkin Inez juga sudah jatuh cinta pada Dimas, hanya saja dia masih sulit mengartikan perasaannya selama ini.
“Aku dan suamiku juga akan ikut membantu Kak Dimas.” Ucap Gita kemudian.
Axel menganggukkan kepala saat Gita memandangnya setelah mengucapkan kesediaannya membantu Dimas. Inez langsung berhambur ke pelukan Gita. dia begitu haru melihat sahabatnya yang begitu antusias ingin membantu menyelesaikan masalahnya.
“Kamu tenang saja Dim, aku juga akan meminta bantuan temanku untuk membuat baji***n itu pergi meninggalkan Inez.” Ucap Axel.
“Terima kasih.” Jawab Dimas.
Setelah pembicaraan itu, Gita dan Axel memutuskan untuk pulang. begitu juga dengan Inez. Dia meminta Dimas untuk sementara waktu agar tidak menemuinya, agar Jerry bisa percaya kalau diantara dirinya dan Dimas tidak ada hubungan lagi. Dan Dimas pun setuju.
**
“Ya sudah mau kemana?” tanya Axel pasrah.
“Kita jalan ke mall aja yuk Mas. Aku ingin main di Timezone.” Jawab Gita santai.
“Ck, kayak anak kecil saja.” Gerutu Axel namun masih bisa didengar oleh Gita.
“Biarin, Mas baru tahu kalau aku memang kayak anak kecil? Dulu siapa juga yang sering mengajak ke Timezone kalau sedang jalan ke mall?” ucap Gita.
Axel hanya mendengus. Karena memang benar, sebelum ada ikatan sebagai suami istri, status Axel dan Gita adalah kakak adik. Axel dulu sering sekali mengajak Gita bermain di Timezone kalau mereka sedang jalan ke mall. Terlebih saat mereka masih duduk di bangku SMA. Dan hal itu sengaja Axel lakukan untuk menjalin kedekatan dengan Gita yang tidak hanya dia anggap seperti adik. Cara Axel memang terkesan unik untuk mendekati Gita, yaitu mengajak kencan di Timezone.
Namun semenjak Axel lulus dari kuliahnya dan mulai sibuk dengan pekerjaan kantor, dia sudah jarang sekali mengajak Gita bermain. Jalan ke mall saja sangat jarang.
Melihat suaminya terdiam, Gita tiba-tiba saja mencium pipi Axel. Dan benar saja Axel langsung menoleh ke arah istrinya. Pikiran Axel yang sejak tadi terbayang-bayang percintaannya dengan Gita kini semakin tersulut gairrahnya setelah mendapat ciuman dari istrinya meskipun di pipi.
__ADS_1
“Loh, Mas kenapa berhenti?” tanya Gita heran karena perjalanan menuju mall masih jauh.
Axel tak menjawab pertanyaan istrinya. Dia sudah berhasil menghentikan mobilnya di tepi jalan yang cukup sepi dari keramaian. Setelah itu Axel melepas sabuk pengamannya. Kemudian melepas sabuk pengaman milik Gita.
“Mas, ada apa sih? Apa mobilnya mogok?” tanya Gita.
Dengan cepat Axel mendekatkan wajahnya pada wajah Gita lalu mencium bibirnya. Gita sangat terkejut dengan perlakuan suaminya. Bisa-bisanya di tempat seperti ini suaminya nekat melakukan hal itu.
“Mas, ihh nanti dilihat orang loh.” Gerutu Gita setelah Axel melepas ciumannya.
Axel semakin tidak peduli dengan ucapan istrinya. Dia langsung menarik tubuh Gita hingga posisinya berada di atas pangkuan Axel. Belum hilang keterkejutan Gita, Axel kembali mencium bibir Gita. bahkan kini ciumannya sedikit kasar dan menuntut. Bahkan Gita sampai kuwalahan menyeimbangi persilatan lidah dengan suaminya.
“Sayang, aku ingin…” suara Axel serak menahan gairahhnya.
“Tapi, Mas ini sedang di jalan. Bagaimana kalau ada hmmmpp-“
Axel kembali melummat bibir Gita yang sudah membuatnya candu. Bahkan kini tangannya sudah leluasa menyingkap blouse yang dikenakan Gita hingga menampakkan dua asset Gita yang sudah menantang. Dengan cepat Axel membenamkan kepalanya diantara dua buah itu.
Gita juga semakin tidak tahan mendapat perlakuan seperti dari suaminya. Bahkan dia sudah mengeluarkan desahannya….
“Mas, jangan disini…” ucap Gita terengah-engah…
Tuk tuk tuk… (Paket lagi🤣🤣🤣)
Suara ketukan pada kaca mobil membuat Axel menghentikan aksinya…
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️