Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 66


__ADS_3

Iqbal masih terdiam melihat kepergian anak kecil bersama seorang wanita yang diyakini adalah pengasuhnya. Tanpa sadar tangan Iqbal masih memegang bola anak itu. Dan saat Iqbal akan berlari mengejar untuk memberikan bolanya, tiba-tiba saja terdengar suara deringan ponsel dari balik sakunya.


Setelah berbicara cukup lama dengan Farah melalui sambungan telepon. Akhirnya Iqbal memutuskan untuk pulang karena Farah dan Galang sudah menunggunya. Iqbal pun membawa bola itu dan meletakkannya di dalam mobil. Iqbal berniat akan mengembalikan bola itu saat bertemu lagi dengan anak kecil tadi.


Sementara itu Gita dan Lidya baru saja turun dari taksi setelah dari taman tadi. Gita sejak tadi merengek minta main di taman. Jenny sudah melarangnya karena badan putrinya masih hangat. Namun anak kecil itu sepertinya sangat keras kepala, alhasil Jenny mengizinkannya pergi ke taman dengan ditemani oleh Lidya.


“Dediiii!!” teriak Gita saat melihat seseorang yang dipanggil Daddy.


“Hai Gita, Sayang! Daddy kangen sekali sama Gita.” Ucapnya.


Lidya yang sejak tadi berdiri melihat kebersamaan kedua manusia beda generasi itu tampak tersenyum tipis lalu masuk menemui atasannya. Lidya tahu kalau saat ini atasannya sedang sibuk di ruang kerjanya. Dan Lidya juga paham kalau Jenny terkesan menghindar kalau bertemu dengan pria yang dipanggil Daddy oleh Gita.


“Permisi Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Lidya saat baru saja masuk ke dalam ruang kerja Jenny.


“Oh iya, aku minta tolong kamu bereskan beberapa gambar sketsa ini. setelah itu kamu masukkan ke dalam map biar besok kamu bisa membawanya ke butik untuk segera dikerjakan oleh tailornya.” Ucap Jenny.


“Oh iya, apakah Gita sudah tahu kalau Daddy-nya sudah datang?” tanya Jenny.


“Sudah, Nyonya. Non Gita sedang bermain dengan Daddy-nya.” Jawab Lidya.


Lidya segera melakukan pekerjaan sesuai dengan perintah Jenny. Sementara Jenny memilih keluar dari ruangannya untuk menemui anaknya.


“Gita badannya panas. Apa sudah kamu bawa berobat ke rumah sakit?” tanyanya.


“Belum, Om. Aku hanya memberinya obat penurun demam dan pereda batuk dulu.” Jawab Jenny.


“Kamu jangan hanya mengandalkan obat saja, lebih baik dibawa ke rumah sakit biar segera ditangani dokter spesialis.” Ucapnya lagi.


“Biarinlah Om. Biasanya juga seperti itu. Jangan terlalu berlebihan!” ucap Jenny ketus lalu meninggalkan pria itu begitu saja.

__ADS_1


Pria itu hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar melihat sikap keponakannya yang selalu ketus padanya. Kalau bukan karena Gita yang selalu menempel dengannya, dia yakin sampai saat ini Jenny tidak akan pernah memaafkan kesalahannya yang sangat fatal.


Billal Graham Imtiaz. Pria tiga tahun yang lalu sempat mengincar Jenny dan hendak memperistrinya, bahkan hampir saja dia perkosaa ternyata harus menerima kenyataan bahwa Jenny adalah keponakannya.


Berawal dari kejadian yang hampir merenggut nyawanya saat dia dan asistennya baru saja pulang dari luar negeri. Tiba-tiba saja dia diserang oleh orang tak dikenal. Orang itu ingin mengambil tas yang sedang dibawa Billal. Sean saat itu mengetahui terlebih dahulu segera mencegahnya dan berakhirlah dengan adegan perkelahian yang menyebabkan Sean harus segera dilarikan ke rumah sakit akibat beberapa luka tusuk di perutnya.


Sementara Billal yang berusaha menyelamatkan Sean, tanpa dia tahu ada seseorang yang memukul tengkuknya sampai pingsan. Dan beberapa saat kemudian Billal tersadar sudah terbaring di sebuah brankar rumah sakit.


“Kamu sudah sadar. Apa kamu baik-baik saja?” tanya seorang pria tua yang sejak tadi menunggu Billal.


“Iya. Maaf anda siapa?” tanya Billal.


“Saya Gio. Apa benar kamu putra dari Meysa dan Robert Imtiaz?” tanyanya.


“Benar. Maaf anda siapa? Apa anda kenal dengan dengan saya atau kedua orang tua saya?” tanya Billal bingung. Terlebih melihat mata pria itu mulai berkaca-kaca.


“Jadi, paman adalah istri dari Bibi Davikah?” tanya Billal dan Gio mengangguk.


Setelah itu Billal memeluk pamannya dan Gio menceritakan semua kejadian yang menimpa Billal tadi. Gio yang kebetulan baru saja pulang dari Bangkok untuk berziarah ke makam istrinya, tanpa sengaja melihat seseorang menyerang Billal dan Sean. Gio sudah mencoba menghubungi polisi saat melihat kejadian itu. Tapi sebelumnya Gio sudah mengamankan tas milik Billal yang sempat diincar oleh pria yang menyerangnya.


Billal pun sangat berterima kasih pada pamannya.


Keesokan harinya keadaan Billal sudah pulih. Dia berniat untuk datang ke rumah pamannya. Selain untuk mengucapkan terima kasih, Billal akan menjalin hubungan baik dengan keluarga pamannya. Karena sekarang Billal sudah tidak punya siapa-siapa lagi.


Namun alangkah terkejutnya Billal saat baru pertama kali datang ke rumah pamannya, ternyata disana ada Jenny yang tak lain adalah cucu dari pamannya. Vito yang notabene adalah sepupunya sangat geram melihat dirinya. Mengingat dia hampir memperkosaa Jenny.


Vito langsung mengusir Billal bahkan hampir melaporkannya pada polisi karena Billal dicurigai sebagai dalang dari penculikan Jenny. Namun segera dicegah oleh Gio. Kemudian Gio menceritakan semuanya.


“Maafkan aku. aku mengaku salah!” ucap Billal pada Vito.

__ADS_1


“Tindakanmu sudah keterlaluan. Kamu sudah melakukan pelecehan terhadap putriku. Yang tak lain keponakanmu sendiri.” Ucap Vito geram.


Gio yang melihat anaknya menunjukkan aura permusuhan pada Billal berusaha untuk menengahinya. Gio meminta Vito agar memaafkan kesalahan sepupunya dan tidak menggunakan jalur hukum.


“Tapi, Pa. Papa nggak lihat sendiri apa yang telah dilakukan baji**** ini beberapa hari yang lalu.” Ucap Vito geram.


Billal tersentak kaget saat mendengar ucapan Vito. Billal bersumpah bahwa bukan dirinya yang melakukan penculikan sekaligus pelecehan terhadap Jenny. Vito pun awalnya tidak percaya, namun Billal berusaha membantu mencari dalang di balik penculikan Jenny untuk menebus kesalahannya.


Dan setelah beberapa hari melakukan penyelidikan ternyata pelaku penculikan Jenny adalah Alia, yang tak lain istri Billal sendiri bersama Bryan selingkuhannya. Billal berhasil menjebloskan Alia dan Bryan ke dalam penjara. Berdasarkan informasi yang dia dapat, Alia sudah mengetahui niat Billal yang menginginkan Jenny. Jadi dia berniat menculik Jenny dengan bantuan Bryan.


Tapi masih tidak mudah bagi Billal untuk mendapatkan maaf dari Vito. Dengan kegigihannya yang selalu berbuat baik terhadap keluarga Vito termasuk pada pamannya, Akhirnya perlahan Vito bisa memaafkan Billal. Namun Billal tidak banyak berharap Jenny mau memaafkannya. Dan lambat laun Jenny perlahan bisa melupakan kejadian itu dan bisa memaafkan Billal walau dia masih terkesan menghindar. Selain itu Brigita, anak Jenny juga sangat dekat dengan Billal. Jadi Jenny hanya bisa pasrah.


**


“Dedii ayo main cama Gita…!” teriak Gita sambil menarik baju Billal.


Billal tersenyum tipis lalu menuruti kemauan Gita untuk bermain. Anak itu terlihat sangat ceria. Namun dalam hati Billal miris melihat nasib Gita yang sampai saat ini tidak mengetahui siapa ayahnya. Billal pun tidak mau ikut campur terlalu jauh dengan hubungan Jenny bersama mantan suaminya. Baginya yang terpenting dia sangat menyayangi Gita seperti anaknya sendiri, walau sebenarnya adalah cucunya.


.


.


.


*TBC


like, komen, vote, dan giftnya jangan lupa👌👌😉😉🤗🤗


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2