
Selepas kepergian Papanya, Gita juga keluar dari ruangan itu. Lalu dia masuk ke dalam kamarnya. Hatinya terasa sakit saat mengingat ucapan Papanya yang bermakna sebuah ancaman.
Dia bingung harus berbuat apa. Jika menerima Axel, hatinya sudah terlanjur ditutupi kebencian pada laki-laki itu. Tidak hanya karena Axel telah memanfaatkan kelemahannya, namun setelah kejadian itu, Gita merasa sangat jijik dengan dirinya sendiri.
Tapi, jika tidak menerima Axel, sudah bisa dipastikan kalau keluarganya tidak akan harmonis lagi seperti biasanya. Gita mengusap air matanya dengan kasar. Baiklah jika membuat kedua orang tuanya bahagia, dia harus mengalah. Walau pilihan itu sangat pahit dan sudah ia pastikan kalau sampai kapanpun rasa bencinya pada Axel tidak akan pernah berubah sedikitpun.
Puas merenungi nasibnya, Gita memilih tidur. Lagi pula tidak ada kegiatan apapun yang bisa dia lakukan. Hatinya terlalu lelah dengan masalah yang akhir-akhir ini terus menghampirinya.
***
Sementara itu saat ini Iqbal sedang dalam perjalanan ke rumah Felix bersama sang istri. Tadi setelah menemani istrinya sarapan, Iqbal tidak langsung pulang melainkan pergi ke rumah sahabatnya. Dia ingin meminta maaf atas kejadian malam itu.
Beberapa saat kemudian, mobil Iqbal sudah sampai di depan rumah Felix. Dia langsung mengajak istrinya masuk dan kebetulan kata satpam kalau Felix masih di rumah, belum berangkat ke kantor.
Iqbal dan Jenny sedang duduk di sofa ruang tamu menunggu si pemilik rumah keluar. Lalu tidak lama, datanglah Nia. Jenny langsung memeluk erat wanita itu.
“Nia, maafkan kejadian malam itu. Maafkan ulah suamiku yang telah memukuli Axel.” Ucap Jenny.
“Iya, maafkan aku, Nia. karena malam itu aku benar-benar tersuslut emosi.” Lanjut Iqbal.
“Sudah-sudah, kalian duduklah. Aku sudah memaafkan semuanya. Sebentar, aku panggilkan Mas Felix dulu.” Jawab Nia.
Nia meninggalkan Iqbal dan Jenny sejenak untuk memanggil suaminya yang sedang berada di ruang kerjanya.
“Maafkan ucapan dan perbuatanku malam itu.” Ucap Iqbal saat Felix baru saja tiba di ruang tamu.
“Hmm… sudahlah. Aku sudah memaafkan semuanya. Lagi pula itu juga salah Axel. Orang tua mana yang tidak marah jika anak perempuannya diperlakukan seperti itu. Aku juga pasti akan marah. Tapi Axel melakukan itu semua karena memiliki alasan tersendiri.” Ucap Felix.
“Alasan?” tanya Iqbal bingung, begitu juga dengan Jenny.
“Axel mencintai Gita sejak lama, tapi Gita selalu menganggapnya kakak. Lalu tanpa sengaja Axel pernah mendengar secara langsung kalau akan ada laki-laki yang melamar Gita setelah wisuda nanti. Maafkan perbuatan Axel sekali lagi.” Sahut Nia.
“Siapa?” tanya Jenny yang memang tidak tahu.
__ADS_1
“Aku juga tidak tahu.” Jawab Nia bohong.
Iqbal dan Jenny hanya mengangguk. Setelah tahu alasan Axel, mereka berdua sedikit lega, setidaknya Axel dapat membuktikan bahwa dia adalah laki-laki yang tidak pantang menyerah dan juga bertanggung jawab. Dan untuk masalah Gita, biarkanlah Axel yang berjuang untuk mendapatkan simpatinya lagi.
“Aku dan istriku telah menyetujui Axel untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.” Ucap Iqbal.
Felix melirik istrinya yang sedang tersenyum simpul. Akhirnya Axel sebentar lagi akan mendapatkan cintanya. Dan Gita akan menjadi menantunya.
“Tapi, aku harap Axel mau bersabar menghadapi Gita. Karena sampai saat ini Gita masih membencinya, tapi aku sangat yakin kalau Axel pasti mampu melunakkan hati Gita nanti.” Lanjut Jenny merasa tak enak.
“Tidak masalah. Nanti aku akan beritahu Axel. Axel sendiri pun pasti juga paham.” Jawab Nia.
Setelah itu Iqbal dan Jenny berpamitan pulang. karena kini tingggal membujuk Gita agar mau menerima pertangggung jawaban Axel.
Sesampainya di rumah, Iqbal dan Jenny melihat suasana rumah sangat sepi. Lalu mereka berdua memilih untuk bersantai sejenak di ruang keluarga. Karena kata ART mereka, sejak tadi Gita tidak keluar kamar sama sekali.
Saat Gita akan keluar dari kamarnya, dia melihat kedua orang tuanya sedang duduk santai di ruang keluarga. Gita sudah memutuskan pilihannya dan dia akan mengatakannya langsung pada Mama dan Papanya.
“Ma, Pa!” sapa Gita saat baru saja menuruni tangga.
“Ma, maafkan Gita. Maafkan kata-kata Gita yang tidak sengaja membentak Mama.” Ucap Gita sambil memeluk Mamanya.
Isakan lirih dari bibir Gita dapat Jenny rasakan. Bahkan air mata Gita membasahai baju bagian punggungnya. Jenny pun tidak tega melihat anaknya seperti itu. Lalu dia mengurai pelukannya.
“Ma, Pa, Gita akan menerima Kak Axel untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.” Ucap Gita.
Jenny dan Iqbal saling lirik. Setelah itu seulas senyum terbit dari bibir keduanya. Mereka berdua tidak menyangka dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Gita. Mungkin perempuan itu perlahan sudah bisa membuka hatinya, atau karena memang tidak ingin melihat keluarganya tidak harmonis lagi seperti yang diucapkan oleh Iqbal tadi pagi.
“Tapi, Gita mempunyai satu syarat, Ma!” lanjut Gita.
“Katakan, Sayang! Apa?” tanya Jenny.
“Setelah menikah nanti, Gita mau tinggal di apartemen milik Papa saja. Biar Gita dan Kak Axel bisa menjalani rumah tangga dengan baik tanpa ada campur tangan orang tua.” Ucap Gita.
__ADS_1
“Ya, nggak apa-apa. Papa senang mendengarnya. Nanti akan Papa sampaikan pada kedua orang tua Axel. Dan secepatnya kalian harus menikah.” Ucap Iqbal mantap.
Berbeda dengan Iqbal, yang menampakkan wajah bahagianya setelah mendengar persetujuan Gita untuk menerima Axel. Jenny justru menyimpan banyak pertanyaan setelah mendengar syarat yang diminta oleh anaknya. ya, walau dia juga senang akhirnya Gita dan Axel bersatu, namun dengan syarat yang diajukan oleh Gita, Jenny sedikit keberatan. Dia tidak ingin kejadian yang pernah dia alami dulu, kini terjadi lagi pada anaknya. dan Jenny juga mencurigai Gita seperti mempunyai sebuah rencana kenapa ia meminta tinggal terpisah dari orang tuanya.
“Baiklah, minggu depan lebih baik kalian bertunangan dulu. Dan setelah wisuda kalian menikah.” Ucap Iqbal.
“Terserah Papa saja.” Jawab Jenny mencoba untuk bersikap biasa saja.
***
Kabar pertunangan Gita dan Axel sudah terdengar banyak orang di kawasan perusahaan Iqbal dan juga Felix. Kebanyakan mereka juga ikut senang mendengarnya. Dan ada juga yang menganggapnya wajar. Karena keduanya sama-sama dari orang kaya dan terpandang, jadi tidak mungkin jika anak-anak mereka menikah dengan orang-orang dari kalangan bawah.
“Kenapa melamun terus?” tanya Elvan sahabat Dimas.
Dimas masih diam dan mengacuhkan sahabtanya yang baru saja datang menghampirinya. Sebelum pulang kerja Dimas sudah mengajak Elvan untuk bertemu di café seperti biasa. Namun saat Elvan datang, Dimas justru tidak mempedulikannya.
“Rencanaku gagal, Van! Lusa Gita akan bertunangan dengan orang lain. Kenapa hidupku selalu menyedihkan seperti ini? apakah aku memang tidak layak untuk bahagia? Kenapa Van?” tanya Dimas dengan suara sendu.
.
.
.
*TBC
Halooo guys!! sorry bgt ya othor up-nya cm 1eps. nah hr ini ditambah lagi 1eps deh. utk selanjutnya diusahakan doble up ya tp ga janji jg sih😁😁😁🙏🙏 klo crazy up maap blm bisa🙏🙏
Semoga msh setia ya sama cerita Axel & Gita🤗🤗
Oh iya selamat berpuasa ramadhan bagi yg menjalankan. mohon maaf lahir batin yaaaa🙏🙏😘😘😘
Happy Reading
__ADS_1
‼️