Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 185


__ADS_3

Setelah dari kantor polisi, mereka berempat makan siang bersama di salah satu restaurant yang cukup terkenal di kota. Sedangkan Tuan Yudhistira memilih kembali lagi ke kantornya.


“Aku masih nggak percaya dengan perbuatan Fathia pada kamu, Nez.” Ucap Gita saat mereka sedang menunggu pesanannya datang.


“Sama. Aku juga tidak menyangka. Selama ini dia jarang sekali kumpul dengan ita ternyata sedang merencanakan misi balas dendamnya.” Jawab Inez.


“Benar. Sudahlah, biar mereka mendapatkan hukuman yang setimpal.” Lanjut Gita.


Tak lama kemudian pesanan makanan mereka datang. Mereka berempat segera menikmati makan siangnya. Namun Gita tiba-tiba tidak selera dengan makanan yang sudah ia pesan sendiri. Perutnya juga tiba-tiba terasa mual saat mencium aroma makanan yang ada di hadapannya.


“Kemana?” tanya Axel saat melihat Gita berdiri dari duduknya dan berlari menuju toilet.


Axel pun dengan sigap mengikuti langkah istrinya. Sedangkan Inez dan Dimas saling melirik dan tersenyum. Mereka berdua beranggapan bahwa Gita saat ini pasti sedang hamil.


Wajah Gita terlihat pucat setelah memuntahkan isi perutnya. Axel sangat khawatir dengan keadaan istrinya yang seperti itu. Namun Gita tetap mengatakan baik-baik saja.


Kini mereka sudah kembali ke tempat duduknya. Inez senyum senyum sendiri melihat Gita yang terlihat pucat.


“Kenapa sih, temen sakit malah senyum senyum gitu?” tanya Gita.


“Aku senang saja sebentar lagi ponakanku akan segera launching.” Jawab Inez.


“Asal aja kalau ngomong. Sekarang aku lagi datang bulan.” Ucap Gita.


“Oh… ya mungkin setelah ini akan hadir dedek kecilnya.” Ucap Inez kemudian.


“Aamiin.” Ucap Axel dan Dimas bersamaan. Lalu mereka berempat tergelak bersama.


Mereka kembali melanjutkan makan siangnya. Sedangkan Gita tidak makan, dia memilih makan cemilan dan minum jus. Axel pun tidak keberatan, asal perut istrinya terisi.


Gita mengatakan pada Inez dan Dimas kalau dua minggu lagi akan berangkat ke luar negeri. awalnya Inez mengira kalau Gita dan Axel akan pergi berbulan madu, namun saat Gita mengatakan akan tinggal menetap disana karena Axel melanjutkan kulaihnya disana sekaligus mengurus perusahaan milik Opanya. Seketika raut wajah Inez berubah sedih.


“Jangan bersedih gitu dong, Nez!” ucap Gita.


“Kalau kamu tinggal disana, aku nggak punya teman lagi dong, Git?” tanya Inez sedih.


“Hei kamu lupa? Sekarang sudah ada Kak Dimas yang akan selalu menemani harimu? Justru aku bisa tenang pergi ke luar negeri setelah memastikan kalian berdua bahagia. Aku juga sebenarnya masih ingin bersama denganmu, tapi bagaimana lagi. Bukankah kita harus mengikuti suami kita kemanapun pergi. Ini juga keberangkatanku dipercepat karena Mas Axel sangat dibutuhkan di perusahaan.” Ucap Gita panjang lebar.

__ADS_1


Inez pun perlahan mengerti. Dimas juga bisa meyakinkan istrinya. Kalau kangen dengan Gita, bisa datang kesana lain waktu.


“Nanti kalau disana kamu jangan lupa untuk selalu kasih kabar ke aku ya, Git. Sedih tau nggak sih.” Ucap Inez mendrama.


“Nggak usah lebay deh, Nez. Awas aja kalau justru kamu yang lupain aku, karena sekarang ada yang bisa membuatmu lebih bahagia.” Ucap Gita sambil melirik Dimas.


Inez melirik suaminya yang sedang tersenyum simpul. Mendadak dia bergidik ngeri kala mengingat drama percintaannya yang selalu membuatnya gugup.


“Gitu amat sih muka kamu Nez lihat suami sendiri?” ucap Gita menahan tawanya, karena dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Inez. Sedangkan Inez mukanya sudah memerah menahan malu.


“Gimana, Dim? Sudah gol belum?” tanya Axel tiba-tiba.


“Sudah. Aman terkendali.” Jawab Dimas sambil mengacungkan jari jempolnya.


Inez seketika mencubit paha suaminya. Sedangkan Gita dan Axel tertawa melihat tingkah pasangan pengantin baru di hadapannya itu.


Selesai makan siang, mereka kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan Inez mengernyit heran saat mobil yang dikendarai Dimas tidak melewati arah jalan menuju rumah.


“Kita mau kemana, Kak?” tanya Inez.


“Aku mau memperkenalkan kamu pada Papa. Kamu nggak keberatan kan?” tanya Dimas memastikan.


Dimas terharu dengan ucapan istrinya. Kemudian dia mengusap lembut kepala istrinya, “Terima kasih, Sayang.” Ucapnya.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai Lapas. Dimas segera menuju ruang petugas dan menyampaikan maksudnya untuk menjenguk salah satu narapidana asal nama Malik Narendra. Untung saja Dimas sampai Lapas saat jam besuk. Dan tidak menunggu lama, mereka berdua diperbolehkan masuk.


Dimas dan Inez sedang duduk di ruang tunggu. Lalu pandangan mata Dimas tertuju pada pria tua dengan rambut yang sudah mulai memutih sedang berjalan menghampirinya. Malik yang melihat kedatangan Dimas dengan seorang perempuan muda tiba-tiba menitikan air matanya.


“Papa!” panggil Dimas lalu memeluk Malik dalam waktu yang cukup lama.


Inez terharu melihat kedekatan ayah dan anak di hadapannya itu. Setelah itu Dimas mengurai pelukannya dan mencium tangan Papanya dengan takzim. Inez pun mengikuti suaminya untuk mencium tangan Papa mertuanya.


“Pa, maaf lama tidak datang kesini.” Ucap Dimas merasa bersalah.


“Nggak apa-apa. Papa tahu pasti kamu sangat sibuk mengurus perusahaan Papa.” Jawab Malik. Karena sebelumnya dia sudah diberitahu oleh Raihan kalau Dimas sudah mau menerima dan melanjutkan mengurus perusahaan yang telah lama ia tinggalkan. Malik sangat senang mendengarnya.


“Iya, Pa. tidak hanya itu saja, Dimas juga menyiapkan pernikahan Dimas. Dan ini, Inez istri Dimas. Menantu Papa.” Ucap Dimas.

__ADS_1


Malik terkejut mendengar penuturan Dimas. Dia tidak menyangka kalau Dimas sudah menikah. Kemudian dia melihat Inez yang sejak tadi hanya diam dan tersenyum.


“Dia lah menantu Papa. Perempuan yang sangat Dimas cintai. Maaf, sebelumnya Dimas tidak memberitahu Papa terlebih dulu.” Lanjut Dimas.


“Nggak apa-apa. Papa ikut senang kalau memang dia adalah perempuan pilihan kamu. Papa hanya bisa mendoakan kebahagian untuk kalian berdua.” Jawab Malik.


Setelah itu mereka bertiga berbincang-bincang santai. Dimas mengajak istrinya untuk membangun kedekatan dengan Papanya.


***


Hari berganti. Kini saatnya tiba dimana Axel dan Gita akan berangkat ke luar negeri untuk tinggal menetap disana. Sekarang Axel dan Gita sudah di bandara dengan diantar oleh kedua orang tua mereka masing-masing.


Sejak tadi Jenny tak henti-hentinya menangis karena akan ditinggal anak perempuannya. Gita pun demikian, dia juga tidak rela akan berpisah dengan Mamanya.


“Sayang sudahlah, biarkan Gita menjalani rumah tangganya dengan Axel disana. Kita doakan saja agar mereka selalu sehat dan bahagia.” Ucap Iqbal menenagkan istrinya.


Tidak hanya Jenny, Nia juga merasakan hal yang sama. Pasalnya dia baru saja tinggal bersama menantunya, kini sudah ditinggal pergi. Namun dia juga tidak bisa memaksakan kehendak untuk menahan anak dan menantunya selalu tinggal bersamanya. Bagiamana pun juga mereka mempunyai kehidupan sendiri.


Setelah melewati drama perpisahan yang cukup mengharukan, kini Axel dan Gita sudah duduk di bangku pesawat. Axel memegang lembut tangan istrinya sambil tersenyum hangat.


Perjalanan udara selama kurang lebih empat jam itu Gita gunakan untuk tidur. Karena jujur saja sejak dirinya memasuki pesawat, Gita merasa kurang enak badan. Entah karena efek perjalanan udara atau memang tubuhnya yang sedang tidak fit. Namun Gita tidak mengatakan pada suaminya agar tidak terlalu cemas.


Beberapa saat kemudian, pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat dengan selamat. Axel membangunkan istrinya yang terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya.


“Sudah sampai ya, Mas?” tanya Gita. namun tiba-tiba perutnya terasa seperti diaduk-aduk dan ingin segera memuntahkan isinya.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Axel panik.


.


.


.


*TBC


Guys maap ya besok othor libur up novel ini dulu, jadi jgn ditungguin🙏🙏 #pede😂. karena othor sibuk mau ngeluncurin dedek baru nih, eh maksudnya karya baru. jgn lupa mampir ya! lihat profil othor aja besok, kalau sudah up pasti akan muncul judul baru...

__ADS_1


Dan untuk novel Suami Yang (Tak) Dianggap sebentar lagi juga tamat kok... terima kasih sudah mendukung🤗🤗


Happy Reading‼️


__ADS_2