Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 181


__ADS_3

“Inez, pernikahan kamu tetap dilangsungkan. Papa sudah menyiapkan calon suami untuk menggantikan Jerry.” Ucap Tuan Yudhistira.


“Apa???”


Seketika itu Inez pingsan. Dengan cepat Inez dibawa masuk ke ruang make up. Namun Tuan Yudhistira tetap melangsungkan pernikahan itu. Di saat Inez masih pingsan, pernikahan itu juga dilangsungkan. Inez dinikahkan dengan seorang pengusaha muda yang telah menyelamatkan perusahaan Tuan Yudhistira yang hampir saja bangkrut akibat ulah Jerry.


Beberapa saat kemudian Inez sudah siuman. Namun dia masih merasakan pusing. dia masih ingat kejadian yang baru saja dia alami. Dimana dia gagal menikah dengan Jerry. Laki-laki yang telah banyak menorehkan luka fisik dan batin. Inez merasa lega dengan kegagalan pernikahan itu. Namun dia teringat saat Papanya mengatakan kalau pernikahan tetap dilanjutkan dengan mempelai pengantin yang sudah Papanya siapkan.


“Tidak!!!” teriak Inez.


“Sayang, kamu sudah sadar, Nak?” tanya Mama Inez terkejut saat mendengar teriakan anaknya.


“Ma, Inez nggak mau menikah dengan pria yang nggak Inez kenal.” Ucap Inez.


“Sabar, Sayang. Tapi pernikahan kalian sudah sah beberapa saat yang lalu. Sekarang lebih baik ayo kita keluar untuk menemui suami kamu. Semua tamu undangan juga masih berada disana.” Ucap Mama Inez.


Inez menggelengkan kepalanya. Dia masih tidak terima dengan pernikahan paksaan yang dilakukan oleh orang tuanya. Kemudian Inez berdiri, namun bukan untuk menuruti kemauan Mamanya. Inez mencoba untuk kabur dari acara itu, karena dia tidak bisa menerima pernikahan dengan pria yang sama sekali tidak ia kenal.


“Maaf, Ma. Inez nggak bisa menerima pernikahan ini.” ucap Inez sebelum akhirnya dia berlari keluar.


Mama Inez terkejut melihat anaknya berlari dengan menaikkan gaun pengantinnya ke atas. Mama Inez ikut berlari sambil berteriak agar Inez tidak berhasil kabur.


Grep


Saat Inez mencoba kabur, ternyata ada seorang pria yang memeluknya. Inez mendongak dan melihat siapa pria yang memeluknya itu. Ternyata Dimas.


“Kak, tolong aku. aku nggak mau menikah dengan pria yang nggak aku kenal.” Ucap Inez memohon. Sesekali matanya melihat ke belakang karena takut orang suruhan Papanya berhasil mengejarnya.


“Lalu kamu maunya menikah dengan siapa?” tanya Dimas santai.


“Kak, tolong untuk kali ini jangan bercanda. Cepat bawa aku pergi dari sini sebelum orang-orang Papa berhasil menangkapku.” Ucap Inez.


“Ok ok baiklah aku akan menolong kamu. Tapi aku harus tahu dulu, kalau kamu nggak mau menikah dengan pria yang nggak kamu kenal sama sekali, lalu kamu maunya menikah dengan siapa?” tanya Dimas.


Inez semakin kesal dengan pertanyaan Dimas. Di saat genting seperti ini bisa-bisanya Dimas terlihat santai. Mau kabur lagi pun rasanya dia sudah tidak sanggup lagi berlari karena badannya masih gemetaran.


“Aku maunya menikah dengan Kak Dimas. Puas? Ayo sekarang bawa aku pergi dari sini.” ucap Inez dengan lantang. Setelah itu menarik tangan Dimas agar membawanya pergi dari ballroom itu.

__ADS_1


Dimas tersenyum bahagia setelah mendengar jawaban Inez. Akhirnya perasaannya terbalas. Kemudian dia memeluk erat tubuh Inez. Begitu juga dengan Inez, dia membalas pelukan Dimas dengan erat.


“Kak, kamu mau membawaku kemana?” tanya Inez saat menyadari Dimas menuntunnya masuk kembali ke ballroom.


Inez berusaha lepas dari pelukan Dimas. Namun Dimas menahannya dengan sekuat tenaga. Inez semakin meronta.


“Kak, aku benci kamu. Kenapa kamu justru membawaku masuk ke dalam. Bukankah aku sudah mengatakan kalau aku maunya menikah dengan kammmmpph-”


Dimas segera membungkam mulut Inez dengan bibirnya agar tidak lagi berbicara. bahkan Dimas mulai melummat bibir perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu. Sedangkan Inez masih setia menutup mulutnya. Karena dia masih shock dengan apa yang dilakukan Dimas saat ini.


“Ehmm…ehmm…. Kalian bisa lanjutkan lagi nanti malam di dalam kamar. sekarang ayo masuk, tamu undangan sudah banyak yang menunggu.” Ucap Axel tiba-tiba dan menghentikan kegiatan Dimas dan Inez.


Inez terkejut sekaligus tidak mengerti dengan ucapan Axel baru saja. Sedangkan Gita yang berada di samping Axel hanya tersenyum melihat wajah bingung Inez.


“Sudah jangan kelamaan bengong. Ayo masuk, orang-orang sudah menunggu kalian.” Ucap Gita kemudian.


Gita dan Axel berjalan terlebih dulu kemudian disusul oleh Dimas dan Inez yang sedang bergandengan tangan.


Inez terus melangkahkan kakinya memasuki ballroom, meski dia belum mengerti dengan situasi yang sedang terjadi. Sesampainya di ballroom, kedatangan Inez dan Dimas mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan. Setelah itu mereka berdua dipersilakan menuju pelaminan.


“Kak?” panggi Inez yang semakin bingung.


Kini Inez perlahan mengerti. Kemudian dia menutup mulutnya dengan telapak tangan saat menyadari bahwa pria pilihan Papanya yang sudah dinikahkan dengan dirinya adalah Dimas.


“Jadi? Kak Dimas suamiku?” tanya Inez memastikan.


Dimas mengangguk dan tersenyum pada Inez. “Iya, sayang.” Ucap Dimas.


Blush


Seketika wajah Inez merona merah. Sungguh dia tidak menyangka kalau akhirnya dia dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan dengan pria yang entah sejak kapan sudah memenuhi relung hatinya. Inez sangat bahagia. Begitu juga dengan Dimas.


“Tapi aku nggak mau panggil kamu dengan sebutan “Mas” ucap Inez.


“Kenapa?” tanya Dimas heran.


“Sama aja aku cuma manggil nama kamu dong, Mas....Dimas…” jawab Inez sambil cekikikan.

__ADS_1


“Ya sudah terserah kamu saja, nyamannya bagaimana.” Jawab Dimas.


Setelah itu mereka berdua berdiri di atas pelaminan menyambut tamu undangan yang memberikan selamat untuk pernikahan mereka.


“Selamat ya, Nez, Kak Dimas! Semoga kalian berdua selalu bahagia.” Ucap Gita sambil memeluk Dimas dan Inez bergantian.


Inez memeluk Gita dengan erat. Bahkan air matanya sudah tumpah. Karena ini semua juga berkat bantuan Gita dan suaminya. Inez sangat bahagia sekaligus terharu.


“Terima kasih, Git. Semua ini berkat bantuan kamu dan Axel.” Jawab Inez.


Gita dan Axel mengangguk. Kemudian mereka segera turun karena masih banyak tamu yang mengantri untuk memberikan ucapan pada pasanagn pengantin baru itu.


Kini Inez dan Dimas sudah duduk, karena tamu undangan sudah tidak ada lagi yang naik ke pelaminan. Mereka sedang menikmati hidangan pesta.


“Apa kamu bahagia?” tanya Dimas.


“Iya, Kak. Aku nggak nyangka kalau pria yang akan dinikahkan dengan itu adalah kamu. Tapi bagaimana bisa kamu mengenal Papa dan Papa bisa mempercayai kamu?” tanya Inez.


Dimas pun menceritakaan semuanya. Dimana sebelum acara pernikahan Inez dan Jerry dilangsungkan, Dimas sudah terlebih dulu memberitahu kebusukan Jerry pada Tuan Yudhistira. Namun sayangnya hal itu sudah didengar oleh Jerry dan saat itu juga perusahaan Tuan Yudhistira mengalami penurunan nilai saham. Jadi Dimas pun segera menolongnya, karena saat ini dia juga sedang memegang kendali perusahaan milik papanya. Tuan Yudhistira sangat berterima kasih pada Dimas. Namun Dimas memberi syarat, yaitu untuk direstui meminang Inez. Dimas juga mengatakan kalau dia sangat mencintai Inez. Melihat kejujuran Dimas, Tuan Yudhistira akhirnya pun memebrikan restu. Lalu mereka menjalankan rencana selanjutnya.


“Jadi kamu mengancam Papa, Kak?” tanya Inez.


“Mengancam demi kebaikan juga tidak ada salahnya kan?” jawab Dimas dengan tergelak. Inez pun mencubit perut Dimas karena gemas.


Aww….


.


.


.


*TBC


Akhirnya....😍😍😍


Info dikit nih guys.. kurang beberapa eps lagi novel ini tamat dan akan disusul langsung karya othor yang baru.

__ADS_1


karya barunya nanti ttg kisah Sean, yang sekarang menjadi suami Lidia. penasaran nggak sih? jangan lupa nanti tetap mampir ya? pleaseee🙏🙏 dijamin deh nanti ceritanya nggak kalah seru. ceritanya juga sangat mendebarkan, menggetarkan, menyesakkan, dan menggairahkan, eh🙊🤣🤣🤣 tunggu aja lah pokoknya...


Happy Reading‼️


__ADS_2