
Waktu sudah malam. Para tamu undangan sudah meninggalkan pesta. Kini yang tersisa hanya keluarga besar Inez yang sudah siap untuk makan malam bersama. Karena Dimas tidak punya keluarga, sementara Papanya sedang dalam penjara, di hari pernikahannya ini tadi secara khusus dia diwakili oleh Iqbal dan Jenny. Sebelumnya Iqbal juga sudah bersedia menjadi wali Dimas, karena Dimas sudah ia anggap seperti anaknya sendiri. Sementara ibu panti yang merawat Dimas tidak bisa hadir lantaran sakit.
“Maaf, Nona dan Tuan sudah ditunggu untuk makan malam.” ucap salah satu pelayan pada Dimas dan Inez.
“Baiklah, kami akan segera kesana.” Jawab Dimas.
Tak lama kemudian Inez dan Dimas segera menuju meja makan dimana keluarga besarnya sedang menunggu untuk makan malam. disana juga ada Iqbal, Jenny, Gita, dan juga Axel. Inez segera berhambur ke pelukaan Mama dan Papanya. Dia mengucapkan terima kasih pada kedua orang tuanya dengan direstuinya pernikahan ini.
“Ma, Pa terima kasih-” Ucap Inez tak dapat melanjutkan kalimatnya, karena dia sangat bahagia.
“Maafkan Mama dan Papa, Nez. Karena perjodohan ini kamu harus mengalami kekerasan yang dilakukan oleh Jerry.” Ucap Papa Inez.
“Ini bukan salah Papa. Yang terpenting sekarang Inez sudah bahagia dengan laki-laki yang pantas buat Inez.” Ucap Inez.
Setelah itu Tuan Yudhistira mengajak anak dan istrinya segera bergabung di meja makan untuk makan malam bersama. Mereka semua terlihat sangat menikmati makan malam itu. Sesekali mereka juga melakukan perbincangan ringan.
Kedua orang tua Inez juga bahagia melihat anaknya bahagia dengan laki-laki pilihannya. Meskipun Tuan Yudhistira sudah mengetahui asal usul Dimas yang merupakan anak seorang mafia yang kini menjadi narapidana, namun Tuan Yudhistira bisa berbesar hati dan menerima Dimas sebagai menantunya. Karena semua itu tidak ada hubungaannya dengan Dimas yang notebene sejak kecil sudah hidup di panti asuhan. Tidak hanya itu, Tuan Yudhistira juga sudah diberitahu banyak tentang Dimas oleh Iqbal.
Sedangkan Gita yang sejak tadi duduk disamping suaminya juga ikut senang akhirnya Dimas dan Inez bahagia. Bahkan Gita tidak menyangka kalau diantara mereka saling mencintai. mungkin karena mereka sering bertemu jadi bisa menumbuhkan benih-benih cinta.
Makan malam pun selesai. keluarga Iqbal berpamitan pulang. sedangkan keluarga besar Inez sebagian ada yang pulang, sebagian ada yang menginap di hotel.
Inez dan Dimas berjalan mengantar Axel dan Gita yang akan pulang. sebenarnya Inez masih ingin berlama-lama dengan sahabatnya. Namun waktu sudah malam.
“Besok kita ketemu lagi, sekarang nikmatilah waktumu bersama Kak Dimas.” Ucap Gita sambil mengerling.
Wajah Inez memerah mendengar ucapan sahabatnya. Sedangkan Gita hanya bisa menahan tawa melihat kegugupan yang tengah dirasakan oleh Inez.
“Kalau nanti malam sudah nggak sanggup lagi, kamu bisa melambaikan tangan.” Sekali lagi Gita menggoda Inez diiringi gelak tawa.
Axel pun segera menggandeng istrinya untuk segera pulang. dia juga ingin melakukan malam panas seperti yang akan dilakukan oleh pasangan pengantin baru itu.
__ADS_1
“Apa sih, Mas?” gerutu Gita.
“Udah, ayo kita pulang. kasihan mereka juga ingin menikmati malam pengantinnya.” Jawab Axel.
“Modus nih, pasti kamu kan yang pingin?” tanya Gita sambil mencebikkan bibirnya. Axel hanya tersenyum membenarkan ucapan Gita.
“Sayang sekali hari ini aku lagi datang bulan.” Ucap Gita lalu berjalan mendahului suaminya.
Wajah Axel seketika berubah mendung. Semangat yang sudah menggebu untuk bertempur dengan istrinya terpaksa harus ia kubur, bahkan mungkin selama seminggu lebih dia tidak bisa menyentuh istrinya.
Sedangkan Gita yang berjalan lebih dulu tidak bisa menahan tawa melihat suaminya yang seperti kehilangan barang berharganya.
“Kenapa kamu senyum senyum?” tanya Axel saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil.
“Nggak apa-apa kok, Mas. Ya sudah ayo pulang, aku sudah ngantuk.” Jawab Gita.
“Sayang, nanti sebelum tidur aku minta dulu ya?” ucap Axel dengan muka melasnya.
“Mas, ihh kan aku sudah bilang kalau sedang datang bulan.” Jawab Gita.
Sementara itu pasangan pengantin baru Dimas dan Inez baru saja memasuki kamar president suit. Ini adalah pertama kalinya Inez dan Dimas berada dalam satu ruangan tertutup. Bahkan selama ini kedekatan mereka hanya sebatas bertemu dan ngobrol bareng. Untuk yang lebih intim, mereka sama sekali belum pernah melakukan. Misalnya pegangan tangan.
Hanya saja tadi Dimas sudah memberi hidangan pembuka saat sedang di luar ballroom. Yaitu mencium bibir Inez.
“Apa kamu butuh bantuan untuk melepas gaun itu?” tanya Dimas saat melihat Inez diam menghadap meja rias.
“Eh, nggak Kak. Aku bisa sendiri. Kak Dimas kalau mau pakai kamar mandi, silakan duluan.” Jawab Inez.
Dimas hanya mengangguk. Setelah itu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum tidur. Tak lupa dia membawa baju gantinya.
Inez bisa bernafas lega setelah melihat Dimas sudah masuk ke kamar mandi. dia bingung bagaimana setelah ini jika sudah sama-sama selesai mandi. haruskah malam ini juga Inez melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Mendadak bulu kuduknya berdiri. Terlebih mengingat ucapan Gita tadi, kalau nggak sanggup bisa melambaikan tangan. Memang seseram apa sih malam pertama itu🤣🤣. Tanya Inez pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah itu Inez memilih untuk membersihkan wajahnya dari make up sebelum melepas gaunnya dan berganti pakaian santai. Inez membersihkan wajahnya sambil terus melamun tentang apa saja tuga istri yang harus dia lakukan pada suaminya. Karena selama ini Inez termasuk awam jika mengenai hal-hal seperti itu.
Cukup lama Inez membersihkan sisa make up di wajahnya, kini dia beralih melepas gaun pengantinnya. Inez pikir akan mudah, ternyata untuk melepas resletingnya saja sangat sulit.
Tubuh Inez meremang saat tiba-tiba ada yang memegang tangannya untuk membantu melepas resleting gaunnya. Inez melirik cermin di depannya, ternyata Dimas yang melakukannya dengan serius.
“Tadi katanya tidak butuh bantuan?” ucap Dimas dengan santai.
“Ehm, iya Kak. Ternyata susah.” Jawab Inez.
Setelah itu Inez bergegas masuk ke kamar mandi tanpa mempedulikan Dimas yang sedang menatapnya. Dimas tersenyum melihat Inez yang salah tingkah.
Inez keluar kamar mandi hanya memakai bathrope, karena dia lupa membawa baju ganti. Lalu Inez mengambil baju di dalam kopernya dan kembali lagi masuk ke kamar mandi. sedangkan Dimas sudah berada di atas ranjang sambil memainkan gadgetnya.
Inez sudah barganti pakaian dengan baju tidurnya. Setelah mematut dirinya bdi depan cermin, kini Inez memberanikan diri naik ke atas ranjang dimana Dimas juga ada disana. Inez sangat gugup, namun dia harus siap jika suaminya meminta haknya sekarang.
Inez perlahan merebahkan tubuhnya disamping Dimas. Sedangkan Dimas yang menyadari kalau Inez sudah berada di sampingnya, dia meletakkan ponselnya lalu ikut tidur.
“Tidurlah, sudah malam. masih banyak hari untuk kita melakukannya. Kamu juga pasti sangat lelah karena tadi habis pingsan.” Ucap Dimas sambil memeluk tubuh Inez.
“Iya, Kak.” Jawab Inez dengan lega.
“Tapi sebelum tidur, ijinkan aku untuk mencium bibir ini?” ucap Dimas sambil mengusap lembut bibir istrinya.
Inez mengangguk lalu menutup matanya.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️