Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 57


__ADS_3

“Pulanglah! Ada hal penting yang mau Papa bicarakan sama kamu.”


Setelah membaca pesan dari Papanya, lantas Iqbal bangun dan membersihkan tubuhnya dari sisa percintaannya semalam bersama Jenny. Sementara Jenny masih tampak nyenyak dalam mimpinya.


Setelah mandi, Iqbal menciumi Jenny yang masih tampak pulas. Lama-lama perempuan itu merasa terusik dan mulai mengerjapkan matanya.


Cup


“Morning kiss!” sapa Iqbal setelah mengecup bibir Jenny.


“Kak Iqbal sudah bangun dan sudah mandi?” tanya Jenny dan Iqbal mengangguk.


“Ayo buruan bangun dan mandi. nanti aku mau pulang ke rumah, karena Papa baru saja mengirim pesan. Kamu nggak apa-apa kan kalau aku pulang sendiri dulu? Nanti setelah urusan kamu selesai kita ke rumah Mama dan Papa bersama.” Ucap Iqbal.


“Iya Kak nggak apa-apa. Mungkin hari ini juga aku akan menyelesaikan semuanya.” Jawab Jenny.


Setelah itu Jenny bangun dan segera membersihkan tubuhnya. Iqbal masih tampak berpikir tentang pesan yang dikirim oleh Papanya. Mungkin Papanya tahu kalau dirinya sedang berada di kota ini dari mertuanya. Namun hal penting yang akan disampaikan oleh Papanya membuat Iqbal sangat penasaran.


Selesai Jenny mandi, mereka berdua bergegas turun untuk sarapan bersama kedua orang tuanya. Dan benar saja Kay dan Vito sudah ada di ruang makan menunggu anak dan menantunya turun.


“Maaf Ma, Pa Jenny agak terlambat bangunnya.” Ucap Jenny.


“Nggak apa-apa. Mama paham kok apa yang kalian lakukan semalam.” Jawab Kay menggoda Jenny.


Seketika muka Jenny memerah malu. Karena apa yang dikatakan oleh Mamanya benar. Semalam dirinya dan Iqbal habis bertempur dlam kenikmatan hingga waktu hampir pagi.


Setelah itu mereka berempat segara menyantap sarapannya. Di tengah-tengah kegiatan sarapannya, Vito mengatakan kalau kemarin mengabarkan pada Bram tentang kepulangan Jenny dan Iqbal. dan ternyata benar dugaan Iqbal.


Selesai sarapan, Iqbal berpamitan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Namun beralasan pada mertuanya sedang ada keperluan lain. Jenny pun demikian, setelah memastikan suaminya pergi dia juga berpamitan pergi dengan alasan mau ke rumah Barra.


“Kenapa kalian berangkat sendiri-sendiri sih?” tanya Kay saat melihat Iqbal pergi menggunakan taksi.


“Kak Iqbal masih ada urusan penting Ma. Nanti dia akan menjemput Jenny di rumah Kak Barra.” Jawab Jenny.


“Ya sudah kalau gitu hati-hati.” Ucap Kay setelah taksi yang dipesan Jenny tiba.

__ADS_1


Kay dan Vito sebelumnya sudah menawarkan mobil agar dipakai oleh Iqbal, namun Iqbal menolaknya dengan alasan akan mengambil mobilnya yang ada di rumah.


Sementara itu Iqbal kini sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak nyaman. Tapi dia mencoba untuk tetap berpikiran positif. Dia juga sudah mengaktifkan GPS yang terhubung dengan ponsel Jenny untuk memastikan bahwa istrinya aman.


Sebalum pergi ke kota J, Iqbal sudah meminta bantuan Galang menyelidiki Billal. Apakah pria itu masih saja menaruh dendam padanya dan masih menginginkan istrinya. Karena sampai saat ini Iqbal tidak pernah lagi mendengar kabarnya. Lalu menurut hasil penyelidikan Galang, saat ini Billal dan asistennya sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Jadi Iqbal bisa bernafas lega membiarkan istrinya pergi sendiri untuk menemui Xavier.


Beberapa saat kemudian Iqbal sudah sampai di rumahnya. Dia bergegas masuk dan segera menemui orang tuanya. Disana tampak Bram sedang duduk seorang diri sambil membaca surat kabar.


“Pagi, Pa!” sapa Iqbal.


“Pagi. kamu kesini sendiri? Kemana istri kamu?” tanya Bram datar.


Entah kenapa perasaan Iqbal tidak enak mendengar suara datar Papanya. Apakah Papanya marah karena dirinya lebih memilih pulang ke rumah mertuanya terlebih dahulu dibandingkan ke rumahnya sendiri.


“Jenny masih ada keperluan Pa. nanti Iqbal akan menjemputnya. Oh ya Pa, Mama kemana?” tanya Iqbal mengalihkan pembicaraan yang menanyakan tentang Jenny.


“Mama kamu sedang di kamar tidak enak badan.” Jawab Bram dan membuat Iqbal terkejut.


Iqbal segera masuk ke kamar Mamanya. Dia melihat Mamanya sedang tidur dengan posisi membelakanginya. Seketika rasa berselah menyeruak pada hati Iqbal. selama ini dia hampir tidak pernah bertukar kabar dengan orang tuanya. Karena memang pekerjaannya sangat padat ditambah lagi dirinya juga baru saja mengalami kecelakaan.


“Ma!” panggil Iqbal kemudian duduk di samping Mamanya.


“Minum dulu, Ma. Maaf Ma Iqbal nggak tahu kalau Mama sedang sakit.” Ucap Iqbal.


“Hmmm… nggak apa-apa. Bagaimana kabar kamu? Mana menantu Mama?” tanya Desy.


“Iqbal sehat, Ma. Jenny masih ada urusan sebentar. Nanti pasti kesini Iqbal jemput kok Ma.” Jawab Iqbal.


Hati Desy sakit mendengar jawaban Iqbal. entah kebohongan seperti apa lagi yang Iqbal coba tutupi darinya. Kemarin Bram sudah menceritakan pada Desy tentang pembicaraan Xavier yang tidak sengaja ia dengar. Wanita paruh baya itu terkejut sekaligus sakit melihat anaknya dihianati oleh istrinya sendiri.


“Mama kenapa? Ada yang sakit? Biar Iqbal antar ke rumah sakit.” Ucap Iqbal dan Desy menggelangkan kepalanya.


“Mama hanya ingin anak Mama bahagia.” Ucap Desy sendu dan semakin membuat Iqbal bingung.


“Iqbal bahagia Ma. Mama tenang saja jangan khawatir.” Jawab Iqbal.

__ADS_1


Tak lama kemudian Bram ikut masuk ke dalam kamar. Desy melirik suaminya agar membicarakan hal penting itu pada Iqbal.


“Papa dan Mama minta agar kamu segera mengakhiri hubungan kamu dengan Jenny.” Ucap Bram.


Deg


Iqbal terhenyak dengan ucapan Papanya. Apa yang terjadi hingga kedua orang tuanya menginginkan hal yang tidak mungkin dia lakukan.


“Papa pasti sedang bercanda. Untuk apa Iqbal menceraikan Jenny?” ucap Iqbal.


“Mama dan Papa hanya ingin kamu hidup bahagia. Biarkan Jenny bahagia dengan pasangan sesuai pilihannya sendiri. Jangan pikir kami tidak tahu selama ini rumah tangga kalian tidak baik-baik saja.” Ucap Bram dan Iqbal semakin terkejut.


Kemudian Bram menceritakan semuanya. Dari pertama saat pergi ke kota B beberapa bulan yang lalu tanpa sengaja melihat Jenny sedang menjemput Xavier di bandara. Setelah itu Desy yang mengetahui kalau Iqbal dan Jenny tidur terpisah meski berada dalam satu ruangan. Tidak hanya itu, beberapa hari yang lalu Bram mendengar dengan jelas kalau Xavier akan melamar Jenny setelah kepulangannya ke kota J. dan dugaan itu diperkuat saat melihat Iqbal pulang sendiri tanpa Jenny.


“Memang awalnya seperti itu Ma, Pa. tapi sekarang hubungan kami sudah baik-baik saja.” Sangkal Iqbal.


“Kalau kalian baik-baik saja, lantas kenapa Xavier bisa menceritakan dengan gamblang kalau hubungannya dengan Jenny selama ini baik-baik saja. Bahkan mereka berdua akan bertunangan.” Ucap Bram tegas.


“Semuanya itu tidak benar Pa. justru Jenny akan mengak-“


“Cukup Iqbal! Mama nggak mau tahu. Demi kebaikan kamu segeralah akhiri hubungan kalian.” Ucap Desy.


Dengan pikiran yang masih berkecamuk dan bingung bagaimana cara menjelaskan semuanya pada kedua orang tuanya. Tiba-tiba ada notif pesan masuk di ponsel Iqbal.


“Kak, tolong aku. ada dua orang asing mengikutiku.”


.


.


.


*TBC


Hari ini cukup 3 eps yaaa..,🤗

__ADS_1


Pastikan jantung kalian tetap aman dan terkendali😂😂✌️


Happy Reading‼️


__ADS_2