Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 39


__ADS_3

Tak lama kemudian Xavier masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya. Walau hati Xavier tidak nyaman semenjak datang ke kota ini, setidaknya dia sudah merasa sedikit lega setelah memperingatkan Iqbal. jujur saja Xavier sangat takut kehilangan Jenny lagi. Pernikahan Jenny dan Iqbal yang mendadak sudah cukup membuatnya kecewa. Tapi setelah mengetahui Jenny masih menyimpan perasaan yang sama terhadap dirinya, Xavier akan memperjuangkan cintanya. Apalagi setelah mendapat kepastian dari Jenny kalau pernikahannya akan berakhir setelah satu tahun.


Tapi perasaan Xavier tidak tenang saat baru saja datang ke kota ini. terlebih saat sedang berduaan dengan Jenny. Xavier dapat melihat jelas raut wajah cemas kekasihnya. Entah karena apa, walau Jenny sudah memberikan alasan bahwa mertuanya juga sedang berada disini tapi Xavier merasa ada yang beda. Dia takut kebersamaan Jenny dan Iqbal akan semakin membuat kekasihnya itu tertarik pada Iqbal.


Setelah sampai di depan hotel tempatnya menginap, Xavier memutuskan untuk bersantai di restaurant sambil memeriksa pekerjaannya.


Bruk


Tiba-tiba saja ada seorang perempuan menabrak Xavier. Keduanya sama-sama terkejut. Namun beberapa saat kemudian keduanya saling pandang.


“Xavier?”


“Lila?” ucapnya bersamaan.


“Kamu Xavier teman kuliahku dulu?” tanya seorang perempuan yang baru saja bertabrakan dengan Xavier.


“Iya. Dan aku pun sangat yakin kalau kamu cewek tomboy idola kampus bukan?” tanya Xavier.


Mereka berdua tertawa bersama. Akhirnya Xavier mengajak Lila masuk ke dalam restaurant lagi. Dan Lila juga tidak keberatan. Mereka berdua berbicara santai sambil menceritakan pekerjaan masing-masing. Lila mengatakan kalau baru saja datang ke kota ini karena pulang. Dia bilang kalau selama ini bekerja di kota sebuah perusahaan periklanan di kota J.


“Jadi selama ini kamu tinggal dan bekerja di kota J?” tanya Xavier tak percaya.


“Iya. Memangnya kenapa?” tanya Lila.


“Aku juga tinggal di kota itu. Tapi kenapa kita tidak pernah bertemu.” Ucap Xavier.


“Males banget bertemu sama kamu. Lalu kenapa kamu bisa berada disini?” tanya Lila.


“Aku datang menyambangi kekasihku.dia bekerja di butik, tunggu! Apa jangan-jangan Kalila’s Boutique itu milik Mama kamu Lil?” tanya Xavier.


“Ya benar. Memang itu butik Mama. Kamu tahu sendiri kan kalau sejak dulu Mama menginginkanku menjadi designer, sampai butiknya memakai namaku. Sebentar deh, Xav. Berarti kekasih kamu bekerja di butik Mama? Bagaimana bisa dan sangat jauh sekali.” Tanya Lila.

__ADS_1


“Oh, kalau itu karena kekasihku memang ingin mencari pengalaman saja.” Jawab Xavier karena tidak mungkin jika dirinya mengatakan semuanya pada Lila.


Mereka berdua masih melanjutkan obrolannya sampai siang sebelum jam makn siang tiba tentunya. Dan akhirnya Lila memutuskan untuk pulang karena dia juga baru datang dan ingin segera bertemu dengan Mamanya.


***


Sementara itu Iqbal kini tampak serius di depan layar laptop. Laki-laki itu sedang memeriksa beberapa dokumen yang ia siapkan sebelum meeting. Kali ini Nyonya Sarah meminta Iqbal untuk meeting dengan kliennya di sebuah restauran. Iabal tidak datang sendirian, melainkan bersama Farah.


“Aku sudah siap, Bal.” ucap Farah yang baru saja ruangan Iqbal.


“Iya, sebentar lagi Nona.” Jawab Iqbal lalu mematikan laptopnya.


Setelah itu Iqbal dan Farah langsung menuju restaurant untuk meeting sekaligus makan siang. Iqbal terpaksa menggunakan mobil Farah, karena perempuan itu sendiri yang memintanya.


Iqbal dan Farah menyambut kliennya dengan hangat. Bahkan kliennya sangat puas dengan hasil presentasi Iqbal. Farah pun yang sejak tadi mendampingi Iqbal juga sangat takjub dengan kecerdasan Iqbal. tidak hanya tampan, laki-laki itu juga sangat cerdas. Pantas saja Maminya sangat menyukai kinerja Iqbal. hanya satu yang Farah sayangkan. Laki-laki yang sedang duduk di sampingnya itu sudah memiliki istri. Andai saja dirinya bersifat egois dan mengabaikan peringatan Maminya, pasti Farah akan merebut Iqbal dari istrinya. Lagi pula Farah agak curiga dengan hubungan Iqbal dan istrinya. Tapi dia tidak mau terlalu ikut campur.


“Kenapa nggak dimakan? Apa kamu nggak suka dengan makanannya? Atau rasanya tidak enak?” tanya Xavier yang kini tengah mengajak makan siang Jenny.


Sejak tadi Jenny hanya mengaduk-aduk makanannya. Karena dia melihat Iqbal juga sedang berada di restaurant yang sama. Dan lagi-lagi Jenny melihat Iqbal bersama Farah. Perempuan yang diketahui anak dari atasannya. Selera makan Jenny tiba-tiba menghilang saat dengan jelas dia melihat Farah terus menyunggingkan senyumnya sambil menatap Iqbal.


“Eh, ada apa Kak?” tanya Jenny setelah sadar dengan panggilan Xavier.


“Kenapa hari ini kamu aneh, Jen? Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Xavier penuh selidik.


“Nggak apa-apa kok Kak. Aku baik-baik saja.” Jawab Jenny berusaha tenang.


“Kamu masih ingat dengan janji kamu sendiri kan Jen? Bahwa kita akan menikah setelah kamu cerai dengan Iqbal?” tanya Xavier tajam.


“I iiya Kak. Aku nggak lupa.” Jawab Jenny.


Meskipun sedikit ragu dengan jawaban Jenny, Xavier tetap mencoba percaya pada Jenny. Dia juga akan berusaha keras untuk membuat hati Jenny tidak berpaling darinya.

__ADS_1


Iqbal telah selesai meeting. Lalu dia kembali ke kantor bersama Farah. Dan tanpa sengaja Iqbal melihat Jenny sedang berada di restaurant yang sama dengannya. Bahkan Xavier yang melihat dirinya seketika berakting mengelap bibir Jenny dari sisa makanan. Farah yang melihat sikap aneh Iqbal akhirnya mengikuti arah pandangnya. Farah sangat terkejut saat melihat istri Iqbal sedang bersama pria lain. Tapi anehnya Iqbal hanya diam saja, hingga membuat Farah sangat penasaran.


“Bal, kenapa kamu diam saja saat melihat istri kamu sedang bersama pria lain?” tanya Farah saat sudah berada di dalam mobil.


“Itu bukan urusan Nona.” Jawab Iqbal.


“Memang bukan urusanku. Apa kamu tidak mencintai istri kamu? Jadi kamu membiarkannya bersama pria lain?” desak Farah.


“Nona tolong jangan ikut campur urusan rumah tangga saya.” Jawab Iqbal dingin seketika membuat Farah bungkam.


Jauh dalam hati Farah sangat iba melihat hubungan Iqbal dan Jenny. Entah kenapa bukan lagi rasa suka yang ada dalam hati Farah untuk Iqbal, melainkan rasa kasihan. Farah dapat merasakan hancurnya hati Iqbal saat melihat istrinya sedang bersama pria lain. Hanya saja sikap dingin Iqbal yang seolah menutupi kerapuhannya.


***


Sementara itu tampak seorang pria tengah duduk sambil melakukan panggilan pada atasannya. Pria itu tak lain adalah Sean.


“Apa kamu tidak salah lihat, kamu melihat Jenny sedang berada di kota B?” tanya Billal.


“Benar, Tuan. Sewaktu di pesta pernikahan putri Tuan Austin seminggu yang lalu saya melihat Nona Jenny. Tapi anehnya saat saya mendekatinya, ada sosok pria lain yang memanggilnya sayang. Tapi pria itu bukan Iqbal.” jawab Sean.


“Aku harus memastikannya sendiri. Tapi aku masih belum bisa pulang ke Indonesia. Aku serahkan semuanya pada kamu, Sean. Aku akan memepercepat urusanku disini.” Ucap Billal.


“Baik, Tuan. Anda jangan khawatir.”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Uhhh Jenny gemesin bgt ya guys, pengen nabok aja😂😂


Happy Reading‼️


__ADS_2