
Gita berhambur ke pelukan laki-laki itu lalu menangis dengan kencang.
Dokter Julian pun membalas pelukan Gita yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. Dia membiarkan Gita menangis agar perasaannya sedikit lega. Jenny yang melihatnya juga ikut menangis.
Setelah tangis Gita reda. Dokter Julian mengajaknya keluar kamar dan pergi ke taman belakang. Dia akan mengajak Gita berbicara dari hati ke hati dan menanyakan masalah apa yang sedang dihadapi, meski tadi Iqbal dan Jenny sudah menceritakannya.
Gita mulai menceritakan kejadian yang dialami tadi pagi saat tiba-tiba menerima surat dari pengadilan agama yang berisi surat gugatan cerai yang dilayangkan oleh suaminya. Memang Gita tidak membaca keseluruhan isi surat itu karena sudah terlanjur pingsan lebih dulu. Dan surat itu juga sudah diamankan oleh orang tuanya.
“Apa kamu sangat mencintai suamimu?” tanya dokter Julian, dan Gita mengangguk.
“Buktikan! Buktikan kalau kamu sangat mencintainya. Semua belum terlambat sebelum ada putusan dari pengadilan. Perjuangkan cinta kamu. Aku akan selalu membantu dan mendukungmu.” Ucap dokter Julian.
“Terima kasih, dok. Iya aku akan memperjuangkan cintaku.” Sahut Gita.
Dokter Julian sendiri heran dengan tuduhan perselingkuhan yang dilakukan oleh Gita. selama ini dialah yang paling banyak menghabiskan waktu dengan Gita. jangankan selingkuh, bertemu dengan laki-laki saja Gita masih kurang percaya diri dan sedikit takut saat itu. Justru hanya dengan dirinyalah Gita merasa sangat nyaman.
“Tunggu dulu, apa ini semua ada hubungannya denganku?” batin dokter Julian seolah mengerti sesuatu.
Gita masih terdiam sambil memandangi hamparan taman bunga yang ada di taman itu. Hatinya masih sakit mengingat laki-laki yang dicintainya tega menggugatnya cerai. Apa yang membuat Axel tega melakukan itu semua. Apakah memang dia sudah benar-benar menyerah dan tidak sanggup lagi menunggunya.
“Sudah, jangan bersedih lagi. Kamu harus kuat memperjuangkan cintamu.” Dokter Julian menyemangati Gita.
Beberapa hari setelah kejadian itu, Gita terlihat selalu murung. Dia ingin sekali segera bertemu dengan Axel untuk menyelesaikan masalahnya. Dia lebih sering diam dan suka mengurung diri di kamarnya. Kedua orang tuanya sangat khawatir dengan keadaannya. Namun sampai saat ini Gita masih baik-baaik saja, karena dokter Julian masih sering datang untuk menemani Gita. bahkan Dimas dan Inez juga setiap hari datang.
Dimas dan Inez sangat terkejut dengan kabar tersebut. Terutama Dimas yang sudah diberitahu langsung oleh Iqbal tentang Axel yang menggugat cerai dengan alasan selingkuh.
“Aku akan dengan senang hati hadir dalam persidangan nanti sebagai saksi kalau Gita sama sekali tidak pernah selingkuh.” Ucap Dimas yang saat ini sedang duduk berdua dengan Inez di sebuah café.
__ADS_1
“Jangankan kamu, aku juga akan hadir disana. Aku benar-benar kecewa dengan Axel. Sudah susah payah Gita berjuang melawan sakitnya, dan sekarang tiba-tiba Axel akan menceraikannya.” Ucap Inez menggebu-gebu.
Setelah menghabiskan waktu cukup lama, akhirnya Inez dan Dimas memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Dimas mengambil motornya di parkiran, begitu juga dengan Inez mengambil mobilnya.
***
Hari ini Axel dan orang tuanya pulang ke Indonesia. Kepulangan Axel hanya sementara. Dia akan menyelesaikan proses perceraianya dengan Gita setelah itu kembali lagi ke luar negeri, karena dia sudah memutuskan untuk kuliah lagi mengambil S2 nya. Dia juga sudah mendaftar beberapa hari yang lalu. Menurut Axel itu adalah keputusan yang tepat saat perceraiannya dengan Gita selesai. dia ingin membuang jauh semua kenangannya dan akan tinggal menetap di luar negeri.
Felix dan Nia tidak bisa berbuat apa-apa. Keputusan Axel sudah mutlak. Meski dalam hati Felix berharap perceraian itu tidak terjadi. Namun dia mengingat beberapa foto bukti perselingkuhan Gita, rasanya sangat sulit jika Axel dan Gita bisa kembali memperbaiki hubungannya.
“Kamu baik-baik saja, Sayang?” tanya Nia saat mereka sudah berada dalam pesawat.
“Mama tenang saja. Axel baik-baik saja.” Jawabnya.
Beberapa jam menempuh perjalanan udara, akhirnya mereka tiba juga di kampung halaman yang sudah beberapa bulan ditinggalkan. Axel merasakan sesak di dadanya. Harusnya kepulangannya ini membuat dirinya senang karena akan menemui istri yang sudah lama sangat dia rindukan. Namun kenyataannya berbeda.
Axel segera memasuki kamarnya. Dia sangat merindukan kamar itu. Kamar yang sudah lama tidak pernah ia tempati. Namun di kamar itu taak ada satupun kenangan yang ia lalui bersama Gita. karena sejak dulu Gita tidak pernah mau tinggaal di rumah orang tuanya.
“Bersabarlah! Sebentar lagi kamu akan mendapatkan kebebasanmu, Gita. aku sudah bukan lagi suami kamu. Bahkan untuk menjadi kakak kamu saja aku sudah tidak sudi.” Gumam Axel penuh amarah saat mengingat foto Gita sedang berpelukan dengan seorang pria.
Hari esok pun tiba. Dan hari ini adalah sidang tahapan mediasi. Dimana pihak penggugat dan tergugat dipertemukan terlebih dulu untuk mengupayakan agar percerian tidak diteruskan. Dengan kata lain Axel dan Gita diupayakan untuk rujuk. Namun Axel memilih tidak hadir, agar proses perceraiannya segera selesai.
Berbeda dengan Gita. dia sudah hadir ditemani oleh kedua orang tuanya. Gita ingin bertemu seacara langsung dengan Axel. Namun ternyata yang ditunggu tak kunjung datang. Dengan begitu sudah bisa dipastikan bahwa Axel tetap kukuh dengan pendiriannya.
Dan sidang selanjutnya dilakukan minggu depan, dengan menghadirkan saksi dan bukti dari kedua belah pihak sebelum hakim mengetuk palu.
Gita terlihat kecewa dengan ketidak hadiran Axel. Terlebih dia sudah tahu alasan yang jelas mengapa suaminya tega menggugatnya cerai. Yaitu dengan tuduhan selingkuh. Namun hal itu tak membuat Gita putus asa. Karena Gita merasa tidak pernah melakukan tuduhan itu, minggu depan dia akan membeberkan semua bukti beserta saksinya.
__ADS_1
Gita mencoba menghubungi dokter Julian agar ikut dalam persidangan minggu depan. Karena dia sangat yakin kalau hanya dokter Julian lah yang menjadi saksi kunci dan bukti yang akurat.
Waktu itu pun tiba. Saat ini Gita sudah duduk di ruangan persidangan dengan ditemani oleh kedua orang tuanya, Dimas dan juga Inez. Tak lama kemudian Axel memasuki ruangan itu bersama kedua orang tuanya. Gita menatap nanar pada laki-laki yang sangat dia rindukan. Bahkan tatapan mata Axel sudah berubah tidak seperti dulu lagi. Sekarang tatapannya penuh dengan kebencian.
Sidang pun dimulai. Gita tampak tidak tenang karena sampai saat ini dokter Julian tak kunjung datang. Padahal laki-laki itu sudah berjanji akan datang.
Gita masih berusaha tenang saat beberapa alasan dan bukti dari Axel dibacakan. Mulai dari Gita yang tidak pernah melakukan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri selama menikah. Setelah itu bukti perselingkuhan Gita dengan seorang pria. Dimana foto-foto itu terdapat foto Gita sedang bersama dokter Julian dan juga tampak dokter Julian sedang akrab berbincang dengan kedua orang tua Gita.
Gita menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa Axel yang terkenal laki-laki pintar bisa dibodohi dengan berita murahan seperti itu. Namun Gita masih cemas karena dokter Julian tak juga datang.
“Sekarang dari pihak tergugat saya beri kesempatan untuk melakukan pembelaan.” Ucap jaksa.
Tiba-tiba saja keringat dingin membasahi tubuh Gita. matanya berkunang-kunang karena sangat cemas menanti kedatangan saksi kunci yang menjadi harapannya agar perceraian ini tidak terjadi.
Brukkk
“Gitaaa!” teriak seseorang yang baru saja memasuki ruang sidang.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1