Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 134


__ADS_3

Mulut Axel tertutup rapat setelah hampir saja memberikan ucapan selamat pada calon istrinya. Ternyata Dimas lah yang datang dan memberikan ucapan selamat untuk Gita. Gita pun menghampiri Dimas dan menerima bunga pemberiannya.


“Terima kasih banyak Kak. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang kesini.” Ucap Gita.


“Semoga semakin sukses ya. Doa terbaik buat kamu.” Ucap Dimas.


Jenny dan Iqbal tersenyum melihat Dimas yang ternyata ikut hadir. Kedua orang tua Gita memang sudah kenal dengan Dimas. Mereka menganggap Dimas seperti kakak bagi Gita, karena tidak tahu kalau sebenarnya Dimas juga mencintai Gita.


“Terima kasih Nak Dimas sudah menyempatkan waktu untuk datang kesini.” Ucap Jenny.


“Nggak apa-apa Tante. Saya ikut senang dengan prestasi yang diraih Gita karena selama mengerjakan skripsinya, Dimas juga turut andil.” Jawab Dimas ambil tersenyum pada Gita.


Sementara itu Axel dan kedua orang tuanya hanya menyimak kedekatan Gita dengan asisten pribadi Iqbal. Axel berusaha cuek walau sebenarnya dia merasa kehadirannya tidak dianggap oleh Gita.


“Ya sudah ayo kita segera makan siang dulu!” Ajak Nia mengalihkan perhatian keluarga Gita yang sedang meladeni Dimas.


Nia juga ikut kecewa melihat sikap Gita yang memilih lebih peduli pada Dimas daripada Axel. Maka dari itu dia segera mengalihkan perhatian mereka.


“Ah iya, maaf. Ya sudah ayo kita makan siang dulu. Nak Dimas ayo ikut sekalian!” ajak Jenny.


“Maaf Tante. Saya pamit undur diri dulu karena masih ada kesibukan.” Tolak Dimas dengan sopan.


Kemudian kedua keluarga itu segera makan siang bersama. Axel urung memberikan ucapan selamat pada Gita, gara-gara kedatangan Dimas.


Lagi-lagi Gita sangat pandai bersandiwara jika di hadapan kedua orang tua dan calon mertuanya. Walau dia tidak banyak bicara, namun perlakuan Gita terhadap Axel mampu menarik perhatian kedua pasang orang tua yang berada di meja makan itu. Dan hal itu semakin membuat yakin Jenny kalau sekarang Gita sudah sepenuhnya menerima Axel.


“Setelah ini, apakah kalian berdua tidak ingin pergi merayakan kelulusan Gita?” tanya Nia tiba-tiba.


Axel masih diam. Dia menunggu bagaimana respon Gita mendapati pertanyaan dari Mamanya. Dia akan mengikutin kemauan Gita.


“Ehm, itu Ma. Maaf Gita tadi sudah berjanji dengan teman-teman Gita untuk merayakan acara kelulusan ini.” jawab Gita pelan.

__ADS_1


“Oh begitu ya. Ya sudah tidak apa-apa. Lagi pula lusa kalian juga sudah menikah. Mungkin kalian bisa merayakannya nanti sekaligus pergi berbulan madu.” Ucap Nia walau sebenarnya hatinya sedikit kecewa dengan penolakan Gita.


Selesai acara makan siang bersama itu, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Gita bersama kedua orang tuanya. Begitu juga dengan Axel.


Gita masih belum bisa menyembunyikan rasa bahagianya akan prestasi yang sudah ia raih. Ternyata perjuangannya selama kuliah ini membuahkan hasil yang sangat membanggakan kedua orang tuanya. Dan Dimas juga ikut andil di dalamnya. Karena laki-laki itu yang telah banyak membantunya dalam mengerjakan skripsinya.


***


Sementara itu di tempat yang berbeda, tampak Andreas memperlihatkan gurat wajahnya penuh amarah setelah mendapat kabar dari anak buahnya kalau Gita akan melangsungkan pernikahan beberapa hari lagi.


Niat awal Andreas yang akan menculik Gita dan menjualnya kepada seseorang yang merupakan orang dalam satu jaringan kejahatan dengan Malik. Sebenarnya bukan masalah Gita yang akan menikah, tapi alasan Gita menikahlah yang membuat Andreas murka.


Anak buahnya mengatakan kalau Gita menikah dengan anak salah satu sahabat Iqbal. dan pernikahan itu pun dilakukan karena telah terjadi sesuatu antara Gita dan calon suaminya. Dan hal itu bisa menurunkan harga Gita pada pria yang akan membelinya dengan harga mahal.


“Aku nggak peduli walau dia sudah tidak gadis lagi. Asal aku bisa melihat Iqbal menderita.” Gumam Andreas diiringi tawa mengerikan dari balik bibirnya.


“Culik perempuan itu saat pesta pernikahannya. Dan ingat, kalian harus main cantik. Jangan sampai gagal!” perintah Andreas pada anak buahnya.


***


Hari pernikahan Axel dan Gita digelar hari ini di salah satu hotel mewah yang ada di pusat kota. Semua sanak saudara Gita juga sudah berkumpul di rumahnya untuk ikut menyaksikan acara sakral pernikahan itu.


Bahkan Lidya juga sudah ada di rumah Jenny sejak dua hari yang lalu. Wanita seusia Jenny itu datang bersama ketiga anaknya dan dengan satu pembantu sekaligus babay sitter. Karena suaminya sedang ada perjalanan bisnis ke luar negeri. Chandra pun juga sudah tinggal di rumah Jenny sejak lama.


“Cantik sekali anak Mommy!” puji Lidya saat memasuki kamar Gita.


Gita sejenak berhenti menatap cermin yang ada di hadapannya. Lalu dia menghampiri wanita paruh baya yang sejak kecil ia panggi Mommy.


“Anak Mommy sebentar lagi akan menjadi milik orang lain, nih. Mommy jadi nggak bisa peluk-peluk gini.” Goda Lidya.


“Mommy jangan bilang seperti itu. Kapan saja Mommy boleh melakukannya.” Jawab Gita.

__ADS_1


“Iya iya. Mommy hanya bercanda. Apakah kamu bahagia?” tanya Lidya tiba-tiba.


Wajah Gita seketika terlibat berbeda dan cenderung tak menampakkan rasa bahagia. Sebenarnya Lidya sudah tahu asal muasal Gita harus menikah. Namun setelah mengetahui semuanya dari Jenny, Lidya berusaha untuk mengajak Gita bicara berdua untuk memberikan beberapa nasehat.


“Sayang, apa yang menurutmu sekarang tidak baik belum tentu selamanya akan tidak baik. Begitu juga sebaliknya. Menikah itu sekali seumur hidup. Kecuali dengan kisah Mommy. Itu beda cerita lagi.” Ucap Lidya.


“Dan satu lagi, janganlah kamu sia-siakan seseorang yang mencintaimu dengan tulus sebelum nanti kamu terlambat menyadari bahwa orang itu sangat berarti dalam hidupmu.


Lihatlah Mommy, ditinggal oleh Daddy-mu membuat hampir separuh nyawa Mommy melayang saat itu. Walau memang akhirnya Mommy bisa menemukan kebahagiaan lagi di pernikahan Mommy yang kedua ini. Mommy harap kamu bisa mengambil hikmah dari cerita hidup Mommy ini sebagai jalan kamu membina rumah tangga.” Ucap Lidya panjang lebar.


Gita hanya diam mendengarkan nasehat dari Lidya. Memang sangat beda kisah dirinya dengan Lidya. Tapi Lidya berharap Gita tidak menyia-nyiakan seseorang yang sudah mencintainya dengan tulus. Namun sepertinya hati Gita sudah tertutup rapat oleh rasa benci terhadap Axel. Tidak, bukan hanya Axel melainkan benci terhadap dirinya sendiri.


“Ya sudah ayo kita keluar sekarang! pasti Mirza sudah menangis mencari Mommy.” Ucap Lidya lalu menggandeng Gita untuk keluar.


***


Sementara itu di kediaman rumah Felix juga sudah ramai dengan sanak saudaranya yang sebentar lagi akan berangkat bersama menuju hotel. Sejak tadi Axel di dalam kamarnya tampak sesekali mengusap keringat yang membasahi keningnya.


Harusnya hari ini Axel bahagia karena akan menikahi perempuan yang sudah lama ia cintai. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan hal itu dikarenakan Gita telah membenci dirinya.


“Sampai kapan pun kamu membenciku, sampai saat itu juga usahaku untuk membuatmu mencintaiku tidak akan pernah surut.” Gumam Axel sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2