
Hari ini Jenny sedang bersiap untuk pergi menemani Iqbal datang ke pesta pernikahan Felix. Sejak tadi Jenny terus menatap pantulan dirinya di depan cermin lemari yang ada di kamarnya. Jenny sungguh senang dengan gaun yang digunakannya saat ini. warnanya sesuai, ukurannya pun juga sesuai. Tapi bukan itu sebenarnya alasan utama yang membuatnya senang, melainkan seseorang yang telah membelikan gaun itulah yang membuat Jenny sejak tadi tak menyurutkan senyumnya.
“Ternyata pilihan Kak Iqbal bagus juga. dan dia juga suka sekali memberikan kejutan seperti ini.” gumam Jenny sambil terus menatap ke arah cermin.
Tok tok tok
“Jen, apa kamu masih lama?” tanya Iqbal dari balik pintu kamar Jenny.
“Iya, sudah Kak.” Jawab Jenny dan langsung menyambar tasnya lalu keluar kamar.
“Maaf, Kak. Jadi nunggu lama.”
“Hmm.” Jawab Iqbal singkat.
Iqbal menelisik penampilan Jenny malam ini yang menurutnya sangat sempurna. Pilihan gaunnya ternyata tidak salah. Sangat pas di tubuhnya. Andai saja Iqbal dan Jenny pasangan suami istri seperti pada umumnya, pasti laki-laki itu akan meraih pinggang istrinya lalu mengajaknya jalan beriringan. Tapi semua itu hanya ekspektasi semata.
Kini Iqbal dan Jenny sudah berada dalam mobil. Iqbal langsung melajukan mobilnya menuju hotel dimana acara pesta pernikahan Felix digelar.
Meski pernikahan Felix terkesan mendadak karena mempelai wanitanya sudah diketahui berbadan dua, namun pesta besar tetap diadakan. Mengingat kedua orang tua si pengantin sama-sama pengusaha sukses.
Beberapa saat kemudian, mobil Iqbal sudah memasuki basement hotel. Mereka berdua lantas turun dan segera masuk ke ballroom dimana acara digelar.
“Kak tunggu!” panggil Jenny saat Iqbal berjalan mendahuluinya.
“Ada apa?” tanya Iqbal.
“Ehm, aku nggak kenal dengan teman-teman Kak Iqbal. bagaimana jika nanti Kak Iqbal sibuk dengan teman-teman Kak Iqbal?” tanya Jenny karena ini adalah pertama kalinya datang ke pesta teman Iqbal.
“Kamu nggak usah khawatir. Nanti jangan jauh-jauh dariku.” Jawab Iqbal langsung menggandeng tangan Jenny masuk ke ballroom.
Jenny tersenyum senang saat tangannya tiba-tiba digandeng oleh Iqbal. bahkan saking nyamannya, Jenny juga ikut mempererat gandengan tangannya.
Sesampainya di dalam ballroom, suasana begitu meriah. Banyak tamu undangan dari rekan bisnis orang tua dan mertua Felix. Iqbal pun mengajak Jenny menuju ke perkumpulannya diaman disana sudah ada Haidar dan kekasihnya, begitu juga dengan Galang yang masih setia sendiri.
__ADS_1
“Wah ini nih pengantin barunya baru muncul. Dari tadi dicari-cari ternyata baru nongol.” Seloroh Haidar lalu netranya menyorot ke arah Jenny.
“Acaranya belum dimulai kan?” tanya Iqbal mengacuhkan ucapan Haidar. Bahkan Iqbal risih dengan tatapan mata Haidar yang terus memandangi Jenny.
“Belum. Mungkin sebentar lagi.” Jawab Galang.
Iqbal pun mengangguk lalu dia memperkenalkan Jenny pada Haidar, meski rasanya enggan. Dia juga memperkenalkan Jenny pada Estella, kekasih Haidar. Dan tak lama kemudian acara prosesi pernikahan Felix dan Dania dimulai.
Iqbal dan Jenny menyaksikan acara sakral pernikahan Felix dan Dania dengan seksama. Mereka berdua membandingkan dengan perniakahannya dulu yang tak semegah ini. bahkan sangat jauh dari kata sederhana. Karena pernikahannya terkesan mendadak dan tanpa persiapan apapun.
Dalam hati Iqbal merasa sedikit kecewa karena tidak bisa memberikan pesta pernikahan mewah untuk Jenny. Tapi di satu sisi dia memikirkan, untuk apa pesta mewah jika pada akhirnya perpisahan sudah mereka rencanakan. Lebih tepatnya Jenny yang merencanakan.
Sementara Jenny yang melihat prosesi pernikahan itu hatinya sedikit terenyuh. Karena dia pernah memimpikan sebuah pesta pernikahan yang seperti itu. Bahkan dulu dia berencana akan memakai gaun rancangan kakak iparnya yang sangat bagus. Tapi sayang, rencana tinggal rencana. Nyatanya kini dirinya sudah menikah. Mungkin nanti jika bersama Xavier, laki-laki itu akan mengabulkan pesta pernikahan sesuai yang diinginkannya.
Tiba-tiba saja dada Jenny merasa sesak. Entah kenapa rasanya dia tidak ingin sebuah pesta pernikahan seperti itu. Terlebih dengan laki-laki lain selain Iqbal. Jenny seperti tidak rela melepas Iqbal jika waktunya nanti tiba.
“Jen, kamu nggak apa-apa?” tanya Iqbal saat melihat raut sedih pada wajah Jenny.
“Semoga kamu nanti bisa mengadakan pesta semegah ini dengan laki-laki pilihan kamu.” Ucap Iqbal tanpa beban.
Air mata Jenny meluncur begitu saja. Lalu dia memilih pergi ke toilet sebelum Iqbal melihat samuanya, bahwa hatinya begitu hancur saat mendengar ucapan Iqbal.
Iqbal pun tampak bingung saat Jenny bilang ingin ke toilet sambil menundukkan pandangannya. Tapi dia memlih tidak terlalu peduli. Karena mungkin tidak terjadi apa-apa dengan Jenny.
Beberapa saat kemudian, prosesi pernikahan Felix pun berlalu. Kini tinggal acara ramah tamah. Namun sejak tadi Jenny belum keluar dari toilet. Iqbal mulai cemas memikirkan Jenny. Lalu dia berniat menghampiri Jenny.
“Iqbal!” panggil seseorang dan menghentikan langkah Iqbal yang akan ke toilet.
“Farah? Kamu juga diundang?” tanya Iqbal.
“Orang tua si mempelai wanita rekan kerja Mami. Karena Mami sedang nggak enak badan jadi aku yang diminta hadir.
Untung saja ada kamu, Bal. karena sejak tadi aku nggak punya teman.” Ucap Farah dan Iqbal pun hanya mengangguk.
__ADS_1
Sementara itu Jenny yang masih berada di toilet kini sudah bisa menghentikan isakannya setelah mendengar perkataan Iqbal yang sangat menyesakkan. Setelah memperbaiki make up nya, dial pun bergegas keluar dan kembali ke ballroom.
Jenny melihat suasana ballroom sangat ramai. Dan prosesi pernikahan itu sudah selesai. dia kesusahan mencari keberadaan Iqbal. mau meneleponnya pun tidak mungkin. Namun setelah itu Jenny melihat Iqbal sedang berdiri dengan beberapa orang tamu undangan. Lalu Jenny melangkahkan kakinya menghampiri Iqbal.
Saat langkah kaki Jenny semakin mendekat, beberapa tamu yang sedang berbincang dengan Iqbal tadi pun sudah pergi dan tinggallah Iqbal bersama seorang perempuan. Langkah kaki Jenny terhenti saat melihat wajah perempuan yang sedang bersama Iqbal. bahkan perempuan itu tampak tersenyum senang dengan Iqbal sambil sesekali memegang lengan Iqbal. Jenny pun memutuskan untuk menjauh dan mengambil minum.
Lagi-lagi Jenny merasa seperti dipermainkan oleh Iqbal. baru saja dia senang karena dibelikan gaun oleh Iqbal. lalu kini dihempaskan lagi saat melihat Iqbal sangat dekat dengan perempuan yang bernama Farah.
“Hai, Nona? Sendirian saja?” sapa seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan Jenny.
“Ehm, nggak. Saya nggak sendiri.” Jawab Jenny gugup.
“Sepertinya anda sedang berbohong. Jadi bolehkan saya berkenalan dengan anda?” ucap pria itu.
“Perkenalkan, saya Sean.” Lanjutnya sambil mengulurkan tangan ke arah Jenny.
Jenny bingung, namun saat tangannya akan menyambut uluran tangan pria bernama Sean, tiba-tiba seseorang datang dengan cepat mengajak Jenny keluar.
“Sayang, dari tadi aku mencarimu ternyata disini. Ayo kita pulang sekarang!” ajaknya lalu menggandeng tangan Jenny keluar dari ballroom.
.
.
.
*TBC
Nahhhh lohh...
jgn lupa like dan komennya ya guys😍😍
Happy Reading‼️
__ADS_1