Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 33


__ADS_3

Saat ini Iqbal, Jenny dan Farah sudah berada di dalam mobil. Setelah terjadi perdebatan kecil karena Iqbal menolak pemberian mobil dari Farah, akhirnya Iqbal pun menerimanya. Meski nanti akan bertanya langsung pada atasannya.


Iqbal sudah duduk di belakang kemudi. Sedangkan Jenny duduk di belakang karena Farah lebih memilih duduk di depan di samping Iqbal. Jenny semakin kesal saat melihat Farah sangat akrab dengan Iqbal. tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa kecuali diam.


Kini mobil Iqbal sudah berhenti di sebuah butik tempat Jenny bekerja. Iqbal yang berniat membukakan pintu untuk Jenny ternyata kalah cepat, karena Jenny sudah membukanya sendiri. Tidak hanya itu, saat Iqbal sudah membuka pintu mobil dan hendak keluar, ternyata Jenny sudah lebih dulu masuk ke butik tanpa mengucapkan sesuatu. Iqbal mengusap wajahnya kasar melihat tingkah Jenny yang semakin aneh.


Pemandangan itu tidak luput dari perhatian seorang perempuan yang sejak tadi duduk di samping Iqbal. Farah melihat pasangan suami istri itu sambil mengerutkan kening. Farah menyadari akan kesalahannya yang tiba-tiba berada di tengah-tengah Iqbal dan istrinya.


“Sorry, Bal. karena aku istri kamu jadi cemburu dan salah paham.” Ucap Farah.


Iqbal hanya mengangguk samar lalu melajukan mobilnya menuju kantor. Iqbal masih memikirkan ucapan Farah yang mengatakan kalau Jenny cemburu. Apa benar Jenny cemburu dengan Farah. Jika iya, berarti Jenny juga memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.


Sesampainya di kantor, Iqbal langsung masuk ke dalam ruangannya. Dan diikuti oleh Farah.


“Nona, ada yang bisa saya bantu?” tanya Iqbal terkejut.


“Bal, maafkan aku. aku nggak bermaksud mengganggu rumah tangga kamu dengan istri kamu. Aku hanya ingin berteman denganmu saja, karena disini aku tidak memiliki banyak teman.” Ucap Farah tulus.


“Iya, Nona.” Jawab Iqbal singkat.


“Baiklah, aku tunggu kamu di ruangan Mami setelah ini.” ucap Farah dan langsung keluar dari ruangan Iqbal.


Sebelum Iqbal datang ke ruangan atasannya, laki-laki itu terlebih dulu menyalakan laptopnya untuk mengecek beberapa dokumen yang akan dia serahkan pada Nyonya Sarah. Setelah itu dia datang ke ruangan Nyonya Sarah.


Setelah mengetuk pintu, Iqbal dipersilakan masuk. Ternyata Farah juga ada di sana. Kemudian Iqbal duduk di sofa bersama Farah dan juga Nyonya Sarah.


“Iqbal, saya rasa kamu sudah tahu apa yang dikatakan oleh Farah tadi?” tanya Nyonya Sarah.


“Mengenai mobil tadi, Bal.” sahut Farah karena melihat wajah kebingungan Iqbal.

__ADS_1


“Iya Nyonya. Tapi maaf, saya cukup memakai motor saja kalau berangkat bekerja.” Tolak Iqbal.


“Tidak apa-apa. Lagi pula nanti kamu juga akan membutuhkannya jika sewaktu-waktu mewakiki saya meeting dengan klien. Jadi kamu nggak kehujanan dan kepanasan lagi. Mobil itu sudah menjadi hak milik kamu. Nanti surat-suratnya akan saya berikan ke kamu.” Ucap Nyonya Sarah tulus.


“Kamu nggak usah khawatir Bal. aku nggak minta untuk kamu jemput tiap hari. Aku akan berangkat ke kantor dengan mobilku sendiri tentunya lebih bagus dari mobil yang Mami berikan padamu.” Ucap Farah sambil bercanda.


Nyonya Sarah ikut tersenyum melihat putrinya bercanda pada Iqbal. hati wanita paruh baya itu lega setelah semalam mendengar permintaan maaf dari Farah. Farah sudah berjanji tidak akan mendekati Iqbal lagi dan juga tidak ingin merusak rumah tangganya. Tapi Farah meminta pada maminya agar tidak melarangnya untuk menjalin pertemanan dengan Iqbal. dan Nyonya Sarah pun menyetujuinya. Setelah itu Farah juga mengajukan permintaan agar salah satu mobilnya diberikan pada Iqbal. karena dia kasihan jika tiap hari Iqbal berangkat ke kantor naik motor, terlebih jabatannya juga sangat penting. Nyonya Sarah pun tidak keberatan.


“Dan satu lagi, tolong ajari Farah untuk belajar mengurus perusahaan.” Ucap Nyonya Sarah.


“Tapi Nona Farah bukankah lebih pandai dari saya, Nyonya?” tanya Iqbal.


“Iya memang benar. Tapi dia sama sekali belum mempunyai pengalaman. Beda dengan kamu.” Ucap Nyonya Sarah.


Iqbal pun hanya mengangguk, karena tidak mungkin lagi dia menyangkal perintah atasannya. Kemudian Iqbal mengucapkan rasa terima kasihnya atas pemberian mobil tadi. setelah itu Iqbal berpamitan keluar dan masuk ke dalam ruangannya.


***


“Ayo kita pulang!” ajak Iqbal.


Jenny masih terdiam. Dia melihat Iqbal menjemputnya menggunakan mobil yang sama seperti tadi pagi. Jenny berpikir dalam mobil itu. Dia masih malas jika harus bertemu dengan perempuan itu lagi.


“Kak Iqbal pulang saja dulu. Aku masih ada keperluan.” Tolak Jenny.


“Keperluan apa? Biar aku antar sekalian.” Tanya Iqbal heran.


“Nggak usah kak. Aku akan pergi sendiri. Aku juga nggak mau jadi obat nyamuk.” Jawab Jenny jutek dan berlalu begitu saja meninggalakn Iqbal.


Iqbal sedikit kesal dengan sikap Jenny yang penuh teka-teki. Akhirnya Iqbal mencekal tangan Jenny lalu membawanya masuk ke dalam mobil. Iqbal membukakan pintu depan mobil untu Jenny. Jenny terkejut ternyata Farah tidak ada di sana, kemudian Iqbal pun segera masuk dan duduk di belakang kemudi.

__ADS_1


“Katakan, kemana kamu ingin pergi? Biar aku antar.” Tanya Iqbal dengan suara tegas.


Jenny kesusahan menelan salivanya saat mendengar suara tegas Iqbal. entah kenapa Jenny merasa Iqbal sedang marah padanya. Dia juga tidak berani untuk bicara jujur kalau sebenarnya dia tidak sedang pergi kemanapun. Tapi akhirnya Jenny mengatakan ingin pergi ke toko penjual atk, karena ada sesuatu yang ingin dia beli. Dan Iqbal pun mengantarnya.


Selama perjalanan, tidak ada percakapan diantara keduanya. Iqbal melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak lama kemudian mobil Iqbal sudah berhenti tepat di depan toko. Iqbal menunggu Jenny di dalam mobil, dan membiarkan Jenny membeli keperluannya sendiri.


Setelah menunggu beberapa menit, Jenny sudah keluar dari toko itu. Lalu Iqbal kembali melajukan mobilnya. Iqbal tidak langsung pulang. Dia berhenti di sebuah rumah makan. Selain untuk makan malam, dia juga akan mengatakan pada Jenny tentang pemberian mobil dari atasannya.


“Jen, maaf jika aku ada salah ke kamu. Tapi tolong jujurlah, katakan apa kesalahanku hingga membuat sikapmu berubah?” tanya Iqbal.


“Nggak ada Kak. Kak Iqbal nggak salah apa-apa kok.” Jawab Jenny.


Iqbal mendesaah pelan, percuama saja bicara dengan Jenny yang tidak mau mengatakan apa pun. Akhirnya Iqbal menceritakan tentang mobil pemberian atasannya. Jenny terkejut saat mendengarnya.


“Kamu jangan berpikiran yang macam-macam, Nyonya Sarah memberikan mobil itu tulus dan tidak ada maksud lain. Terlebih Farah. Aku sama sekali tidak tertarik dengan Farah.” Ucap Iqbal seolah menjawab kegundahan hati Jenny.


Jenny pun sedikit lega setelah mendengar pernyataan Iqbal.


***


“Bukankah itu Iqbal? lalu apakah perempuan itu adalah Nona Jenny?” gumam seseorang di dalam mobil.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian biar othor makin semangat menghalunya😂😂✌️✌️


Happy Reading‼️


__ADS_2