Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 79


__ADS_3

Pesta pernikahan Iqbal dan Jenny akan dilaksanakan satu bulan lagi. Selama itu pula mereka berdua disibukkan dengan dengan berbagai macam persiapan. Meskipun mereka sudah menyerahkan semuanya pada WO, namun tetap saja membuat keduanya sibuk, terutama Jenny.


Jenny sibuk merancang gaun pernikahannya sendiri. Meski dia sudah mempunyai beberapa koleksi gaun yang limited edition, namun dia memilih untuk meraancang gaun baru lagi khusus untuk dirinya dan suaminya.


Biasanya Jenny yang selalu bekerja di rumah, kini harus pergi ke butiknya. Dia juga ingin mengetahui bagaimana keadaan butiknya, walau tidak pernah sepi pengunjung. Dia juga akan mengundang secara langsung pada beberapa karyawannya untuk datang di pesta pernikahannya nanti.


Sementara itu Iqbal juga disibukkan dengan pekerjaan kantor. dia tidak bisa lama-lama meninggalkan kantor setelah pernikahannya kemarin. Karena nantinya dia juga akan mengambil cuti lagi untuk berbulan madu.


“Selamat pagi, Tuan! Saya akan menyampaikan agenda Tuan hari ini.” ucap Olivia yang baru saja memasuki ruangan Iqbal.


“Silakan!” Iqbal mempersilakan.


“Nanti pukul 10 pagi, anda ada jadwal meeting dengan Tuan Kenzo di kantor cabangnya yang ada di jl. Delima. dan setelah makan siang, anda ada jadwal meeting dengan Tuan Marvin di restaurant XX.” Ucap Olivia.


“Baiklah. Nanti saya akan hadir meeting dengan Tuan Kenzo. namun untuk meeting dengan Tuan Marvin, sampaikan pada Tuan Galang agar dia yang mewakili saya.” Jawab Iqbal.


“Baik Tuan. Akan saya sampaikan pada Tuan Galang. Kalau begitu saya pamit undur diri.”


Setelah Olivia keluar dari ruangannya, Iqbal kembali melanjutkan pekerjaannya. Dia juga akan mempelajari beberapa dokumen yang akan ia gunakan untuk meeting dengan kliennya nanti.


Setelah beberapa saat kemudian, Iqbal sudah siap dengan beberapa berkasnya. Dan dia segera pergi ke kantor kliennya untuk meeting. Iqbal sudah terbiasa meeting seorang diri tanpa didampingi oleh asisten maupun sekretaris. Dia yang dulu terbiasa bekerja sebagai asisten pribadi, kini sudah terbiasa melakukan apapun sendirian.


Saat ini Iqbal sudah tiba di kantor cabang milik Tuan Kenzo yang tidak jauh dari perusahaan. Kedatangan Iqbal sudah disambut hangat oleh asisten Tuan Kenzo. lalu mereka segera meeting di tempat yang sudah disediakan.


Setelah beberapa saat menyelesaikan meeting. Iqbal pamit undur diri. Namun sebelumnya dia mengundang Tuan Kenzo secara langsung untuk datang di pesta pernikahannya bulan depan.


“Saya usahakan akan datang, Tuan. Kebetulan juga bulan depan saya akan mengajak istri saya liburan di kota ini.” ucap Tuan Kenzo.


Iqbal menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum tipis. Setelah itu dia pamit undur diri dan kembali lagi ke kantornya.

__ADS_1


Sementara itu setelah jam makan siang, Galang meeting dengan Tuan Marvin di sebuah restaurant. Galang tahu alasan Iqbal meminta dirinya mewakili meeting dengan kliennya itu. Iqbal tahu kalau Tuan Marvin adalah papa dari Danisa. Dan seperti biasanya, Danisa lah yang selalu hadir dalam meeting karena dia sangat senang bertemu dengan Iqbal. namun kali ini, Tuan Marvin sendirilah yang hadir tanpa Danisa.


“Saya kira Tuan Iqbal yang akan hadir meeting.” Ucap Tuan Marvin setelah duduk di sebuah kursi ruang VVIP.


“Mohon maaf, Tuan Iqbal sedang ada kepentingan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Maka dari itu beliau mengutus saya untuk meeting dengan Tuan Marvin.” Jawab Galang.


“Baiklah. Bisa kita mulai sekarang meetingnya.” Ucap Tuan Marvin kemudian.


Galang mengangguk lalu segera mempresentasikan beberapa hasil kerja samanya selama ini dengan perusahaan milik Tuan Marvin. Galang adalah pria yang sama cerdasnya dengan Iqbal. jadi tidak sulit baginya untuk mengahdiri meeting seperti ini. sebelumnya, dia juga lah yang selalu datang saat meeting pada saat Iqbal tinggal di luar negeri dulu.


Tuan Marvin juga cukup puas dengan hasil yang dipresentasikan oleh Galang. Setelah meeting selesai, Galang langsung pamit undur diri.


“Maaf Tuan Galang, apakah Tuan Iqbal masih sendiri?” tanya Tuan Marvin.


“Mohon maaf Tuan. Tuan Iqbal sudah mempunyai anak dan istri. Meski pernikahannya belum diketahui oleh khalayak umum. Namun kemungkinan bulan depan beliau akan merayakan pesta pernikahannya.” Jawab Galang.


“Oh jadi benar yang dikatakan oleh anak saya kemarin. Padahal saya berniat akan menjodohkan Danisa dengan Tuan Iqbal.” ucap Tuan Marvin dengan nada kecewa.


***


Pesta pernikahan Iqbal dan Jenny akhirnya tiba juga. sejak tiga hari yang lalu kedua orang tua Iqbal sudah tiba di kota B bersama Arsha adik Iqbal. begitu juga dengan keluarga besar Jenny. Mulai dari kedua orang tuanya, Oma Opanya, dan juga Barra kakak Jenny berserta istri dan anak kembarnya.


Jenny kini sudah tampil sangat cantik. Gaun pengantin hasil rancangannya yang terlihat begitu elegan semakin membuat penampilan Jenny tampak anggun. Begitu juga dengan Iqbal. si pengantin pria itu terlihat sangat tampan, dengan senyum merekah yang sejak tadi ia tunjukkan.


Pasangan pengantin itu mampu membius semua tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. Semua orang mengakui bahwa pasangan Iqbal dan Jenny adalah pasangan yang sangat sempurna. Doa dan harapan selalu tercurahkan dari semua tamu untuk kebahagiaan mempelai pengantin.


Sementara itu Gita yang juga didandani seperti princess sejak tadi betah dalam gendongan Daddy-nya yaitu Billal. Namun Lidya juga ikut berdiri disamping Billal, buat jaga-jaga siapa tahu Gita mencari keberadaan dirinya.


Satu persatu tamu menaiki pelaminan untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan Iqbal dan Jenny. Dimulai dari keluarga inti dan disusul oleh tamu undangan yang kebanyakan dari rekan kerja Iqbal.

__ADS_1


Tuan Kenzo juga hadir bersama istri dan anaknya. Tuan Kenzo baru tahu ternyata istri Iqbal adalah adik dari teman sekaligus rekan bisnisnya yaitu Barra. Dan kebetulan istrinya juga berteman baik dengan istri Barra yang tak lain adalah Carissa.


“Selamat sekali lagi buat kalian. Aku hanya bisa memberikan kado ini untuk kalian berdua.” Ucap Billal sambil memberikan amplop yang didalamnya berisi paket honeymoon.


“Terima kasih banyak Om.” Jawab Jenny tulus.


“Terima kasih.” Ucap Iqbal singkat dan Billal hanya mengangguk samar.


Tak lama kemudin muncul seorang perempuan yang memberikan selamat pada Jenny dan Iqbal. baik Jenny maupun Iqbal sama sekali tidak mengenali perempuan itu. Namun Jenny sepertinya pernah bertemu dengan perempuan itu tapi dia lupa dimana. Setelah itu tanpa diduga, ternyata perempuan itu hadir bersama seorang pria yang sangat dikenal Jenny dan Iqbal.


“Selamat atas pernikahan kalian.” Ucap Xavier menjabat tangan Jenny.


“Te…terima kasih Kak.” Jawab Jenny gugup.


Iqbal hanya menatap dingin Xavier yang sedang menjabat tangan Jenny. Setelah itu Xavier memberikan selamat pada Iqbal.


“Selamat buat kamu. Semoga bahagia.” Ucap Xavier.


“Terima kasih Tuan Xavier.” Jawab Iqbal tanpa melihat sedikitpun wajah Xavier.


.


.


.


*TBC


Iyuhhhh mantan hadir nih yeee.,.😂😂😂

__ADS_1


Btw, othor mau voting nih. disini siapa yg penasaran dg kisah Xavier? kalau othor buat sequelnya, mau baca nggak ya??🤔🤔


Happy Reading‼️


__ADS_2