
Siang ini setelah membantu pekerjaan Papanya di kantor, Axel pergi ke sebuah restaurant dimana dia sudah berjanji untuk bertemu dengan Jendra. Tadi pagi Jendra mengirimkan pesan padanya dan meminta bertemu karena ada hal yang ingin dibicarakan mengenai Dimas.
Axel yang sejak awal bersedia membantu Dimas, dia pun menepati janjinya untuk bertemu Jendra. Mengingat Dimas adalah laki-laki yang sudah menyelamatkan nyawa Gita saat penculikan dulu. Tidak hanya itu, Dimas juga lah yang ikut andil dalam membantu Gita menyembuhkan traumanya saat dirinya sendiri sedang menjalani pengobatan.
Beberapa saat kemudian Axel sudah sampai restaurant. Disana sudah ada Jendra yang sedang tampak sibuk dengan gadgetnya.
“Sorry, baru datang.” Ucap Axel.
“Nggak apa-apa. Aku juga belum lama datangnya. Ya sudah pesan makan dulu, sambil nunggu Dimas.” Jawab Jendra.
“Dimas? Dia juga kesini?” tanya Axel.
“Iya, kan ini memang berhubungan dengan tuh anak.” Jawab Jendra.
Semenjak Jendra dimintai bantuan Axel untuk membantu masalah Dimas, sejak saat itu hubungan mereka sangat akrab. Begitu juga dengan Axel. Mereka sudah saling memaafkan dan melupakan kejadian masa lalu dimana Dimas pernah disandra oleh Jendra dan Mikko karena dicurigai sebagai orang yang telah memberikan obat perangsang pada Gita.
Axel kembali melanjutkan memilih menu makanannya sembari menunggu kedatangan Dimas. Dan beberapa saat kemudian, orang yang ditunggu pun datang.
“Maaf, aku terlambat.” Ucap Dimas lalu duduk.
Mereka bertiga memutuskan untuk makan siang terlebih dulu sebelum membahas rencananya untuk Jerry. Ketiga laki-laki itu makan tanpa berbicara. karena memang seperti itulah sifat laki-laki, yang sangat beda jauh dengan perempuan.
Setelah menyelesaikan makan siangnya, barulah mereka membahas rencana untuk menggagalkan pernikahan Jerry dengan Inez. Axel juga memberikan beberapa bukti foto Jerry dengan seorang wanita yang ia temui saat di mall kemarin bersama Gita. Axel menunjukkan foto itu pada Dimas. Dimas sepertinya juga pernah lihat wanita itu namun dia lupa dimana.
“Dia Fathia, sahabat istriku juga Inez.” Ucap Axel.
Benar saja, karena Dimas pernah bertemu wanita itu bersama Gita dan Inez. Dimas tidak menyangka kalau sahabat Inez tega berbuat jahat seperti itu.
Kini Jendra juga sudah mengantongi beberapa bukti tindak kejahatan Jerry. Bahkan tentang Fathia yang juga ikut andil dalam rencana pernikahan Jerry dan Inez. Mereka bertiga akhirnya menyusun sebuah rencana. Dan itu akan dilakukan saat pernikahan Jerry dan Inez dilangsungkan.
Axel dan Dimas benar-benar salut dengan hasil kerja Jendra. Sejak dulu sampai sekarang Axel tidak pernah meragukan dua temannya itu, yakni Jendra dan Mikko. Meski kedua laki-laki itu terkenal bastard, namun kalau urusan seperti ini mereka benar-benar sangat bisa diandalkan.
“Terima kasih banyak, Jen atas bantuannya. Kamu juga, Xel. Aku tidak tahu bagaimana nasib Inez kalau tidak mendapat bantuan dari kalian.” Ucap Dimas tulus.
__ADS_1
“Biasa sajalah.” Jawab Jendra.
“Tapi nanti aku juga akan menghadirkan satu orang lagi yang akan ikut membantu menggagalkan pernikahan Jerry dan Inez.” Lanjut Jendra sambil menyulut api pada sebatang rokoknya.
Axel dan Dimas mengernyit heran dengan ucapan Jendra. Lalu Axel mengikuti arah pandang Jendra. Ternyata ada seorang wanita seksii datang menghamipiri meja mereka. Axel hanya mendengus kesal dengan kerja Jendra yang tak pernah melewatkan sosok wanita seksii. Bahkan Axel juga kenal dengan wanita itu. Sedangkan Dimas terlihat biasa saja, karena sebelumnya dia sudah bertemu dengan wanita itu saat di Club tempo hari.
“Hai Jendra Sayang!” sapa wanita seksii yang bernama Cindy.
“Hai…!” jendra menjawab sapaan Cindy dan membalas pelukan wanita itu sambil mencium kedua pipinya secara pergantian.
Axel dan Dimas hanya mendengus kesal melihat sikap Jendra jika bertemu dengan wanita seksii. Tapi apalah daya, sepertinya Cindy memang sangat dibutuhkan untuk menjalankan rencananya.
Setelah berpelukan dengan Jendra, Cindy menyapa Dimas hanya dengan mengulurkan tangan. Tapi saat Cindy menoleh pada Axel, wanita itu sangat terkejut sekaligus senang bisa bertemu lagi dengan Axel.
“Hai Axel!!! Apa kabarmu? Duh nggak nyangka bisa bertemu cowok limited edition disini.” Ucap Cindy dan langsung memeluk Axel. Bahkan belum sempat Axel menghindar Cindy sudah mencium kedua pipi Axel bergantian.
Jendra dan Dimas yang melihatnya hanya bisa menahan tawa karena melihat raut wajah Axel yang sangat kesal.
“Kemana saja sih kamu, Xel udah nggak pernah lagi nongkrong di Club langganan kita?” tanya Cindy dengan tangan bergelayut manja di lengan Axel.
“Duduk yang benar, Cin! Kamu mau nasibmu sama dengan nasib Mona?” titah Jendra memberi ancaman pada Cindy.
Seketika Cindy bergidik ngeri dan memperbaiki duduknya. Dia masih sangat dengan nyawanya. Dia juga tidak mau nasibnya seperti Mona karena telah berani mengusik rumah tangga Axel.
Setelah itu Jendra menceritakan rencananya pada Axel dan Dimas. Dia mengatakan kalau nanti Cindy akan ikut hadir dengan membawa seseorang yang sangat berarti bagi Jerry dan akan digunakan sebagai senjata untuk mengancamnya.
Dimas pun mengangguk setuju. Begitu juga dengan Axel. Yang penting pernikahan Inez dan Jerry tidak akan terjadi.
Tanpa mereka berempat sadari, ternyata sejak tadi ada seseorang yang melihat kebersamaan itu. Terutama saat Cindy datang dan menyapa Axel lalu bergelayut manja pada lengan Axel. Dan seseorang itu adalah Gita.
“Mau kemana?” tanya Chandra saat melihat Gita tiba-tiba keluar restaurant.
Gita memang mengajak Chandra pergi untuk makan siang di luar. Karena sejak tadi dia menghubungi ponsel Axel tak kunjung mendapat balasan. Dan betapa terkejutnya Gita saat melihat suaminya juga berada di restaurant itu. Terlebih saat melihat suaminya sedang bersama seorang wanita seksii.
__ADS_1
Chandra masih belum tahu kenapa sepupunya itu tiba-tiba pergi saat baru saja masuk restaurant. Akhirnya dia mengikuti Gita yang berlari menuju parkiran.
“Kenapa sih?” tanya Chandra.
“Antar aku pulang sekarang!!” jawab Gita sambil menahan rasa kesal di hatinya.
Chandra pun tidak terlalu mau tahu alasan Gita yang meminta pulang. dia pun melajukan mobilnya dan kembali pulang ke rumah.
Sedangkan Axel dan teman-temannya memutuskan untuk pulang setelah menyusun rencana itu. Dimas kembali ke kantor, Axel pulang ke rumah mertuanya, sedangkan Jendra dan Cindy, entahlah mereka berdua akan kemana.
Axel melajukan mobilnya ke rumah mertuanya dengan kecepatan sedang. Sejak tadi dia lupa tidak memeriksa ponselnya. Dan betapa terkejutnya saat membaca pesan dari istrinya yang meminta makan siang di luar. Seketika itu Axel merasa sangat bersalah.
Sesampainya di rumah, Axel segera mencari keberadaan isrinya. Sebelum menaiki tangga, Axel melihat Chandra yang sedang menikmati makan siangnya seorang diri.
“Apa Gita ada di rumah?” tanya Axel.
“Ya, dia baru saja masuk setelah gagal makan siang.” Jawab Chandra, namun Axel tidak mengerti maksud ucapan Chandra.
Axel segera masuk ke kamar untuk bertemu istrinya. Dan disana terlihat Gita sedang berdiri di balkon kamarnya. Axel menghampiri istrinya.
“Sayang, maaf aku tadi sangat sibuk jadi tidak tahu ada pesan dari kamu.” Ucap Axel sambil memeluk istrinya dari belakang.
“Pergilah! Tinggalkan aku sekarang juga!” ucap Gita sambil melepas pelukan Axel dengan kasar.
.
.
.
*TBC
Wah wah wah cari masalah nih Axel🤣🤣
__ADS_1
Happy Reading‼️