
Warningg!!!!🔥🔥🔥🔥
Konten di bawah ini murni hasil menghalu othor. jika kurang berkenan diskip saja. namun jika merasa kurang hotttt silakan berimajinasi sendiri🤣🤣
Lets doing, eh salah🙏 Lets Reading🤣🤣🙏🙏✌️✌️
***
Anggukan samar yang diberikan Jenny membawa angin segar pada Iqbal. laki-laki itu kembali menautkan bibirnya pada bibir Jenny. Dak tak lama kemudian, dengan perlahan Iqbal menggendong tubuh Jenny lalu membaringkannya di atas ranjang.
Iqbal sudah melepaskan tautan bibirnya. namun wajahnya masih setia memandangi wajah cantik Jenny. Rasa bahagia menyeruak memenuhi rongga hati Iqbal karena sebentar lagi perempuan yang ada dalam kungkungannya itu akan menjadi miliknya seutuhnya.
Iqbal mengecup kedua mata Jenny bergantian. Perlahan kecupan itu turun ke bibir Jenny. Tidak hanya itu, Iqbal memberikan gigitan lembut pada bibir Jenny yang telah membuatnya candu.
Jenny semakin menggeliat saat ciuman Iqbal perlahan turun ke leher jenjangnya. Bahkan Iqbal memberikan banyak kissmark di sana. Suara desahann Jenny meluncur begitu saja, dan semakin membuat gaiirah Iqbal berkobar.
Tangan Iqbal mulai melepas kancing baju Jenny. Hingga nampaklah dua bukit indah di balik penyangga berwarna hitam. Iqbal perlahan meremassnya kemudian mencoba untuk membuka pengait yang tersembunyi di balik punggung Jenny.
“Kak!” lirih Jenny sambil menutupi kedua asetnya saat penyangganya berhasil lolos.
“Kenapa, hmm? Jauhkan tangan kamu!” Ucap Iqbal dengan mata yang sudah dipenuhi oleh kabut gairrah.
Jenny menggelang ragu. Dia malu sekaligus takut. Iqbal yang sudah tidak sabar ingin menikmati dua aset istrinya yang tampak menantang itu, dengan sedikit kasar meraih tangan Jenny dan merentangkannya ke sisi kanan dan kiri dengan jemari saling bertaut. Dan kini Iqbal bisa menikmatinya dengan leluasa tanpa gangguan.
Jenny semakin menggeliat menahan geli saat bibir dan lidah Iqbal bermain-main pada dua asetnya. Ada rasa geli bercampur rasa nikmat. Rasa ingin menyudahi tapi masih menikmati di setiap sentuhan itu.
Setelah puas bermain-main di bagian atas perlahan Iqbal menciumi perut rata Jenny lalu melepas roknya. Jenny semakin tak karuan saat dirinya hanya memakai dalaman berbentuk segitiga itu. Iqbal mulai menciumi sesuatu yang masih tertutup kain tipis berwarna hitam itu. Namun itu tidak berlangsung lama. Dengan sekali tarikan, kain berbentuk segitiga itu sudah terlepas dari tubuh Jenny. Iqbal langsung menyerang sesuatu yang menjadi pusat inti milik istrinya yang mengeluarkan aroma khas.
Tangan Jenny meremaas kuat rambut suaminya saat merasakan sapuan lidah tepat menegnai intinya. Iqbal melakukannya dengan sangat lembut, tapi tak membuat Jenny diam.
Jenny tiba-tiba merasakan hal aneh seperti ada sesuatu yang menuntut untuk dikeluarkan. Tapi dia tidak tahu harus berbuat apa.
“Keluarkan saja!” perintah Iqbal dengan suara serak.
Iqbal tidak hanya memainkan inti itu dengan lidah, melainkan dengan bantuan jari tangannya agar istrinya segera mencapai klimakss pertamanya.
Satu desahann panjang lolos saat cairan itu keluar begitu saja dari pusat intinya. Nafas Jenny terengah dengan keringat bercucuran. Dia sangat malu saat melihat ke bawah dan suaminya masih betah disana. Bahkan wajah Iqbal terkena semburan lava yang baru saja ia keluarkan.
“Kak, maafkan aku.” lirih Jenny.
__ADS_1
Iqbal tak menggubris ucapan Jenny. Dia segera berdiri lalu melepas baju dan celananya. Jenny menutup matanya saat melihat ada sesuatu yang berdiri kokoh.
“Buka mata kamu!” ucap Iqbal.
“Nggak, Kak. Itu apa? Kenapa bisa seperti itu?” tanya Jenny sambil memalingkan mukanya.
“Ini yang akan memberikanmu kenikmatan selanjutnya. Kamu tahan ya, awalnya sakit tapi lama-lama nikmat.” Ucap Iqbal meyakinkan.
Jenny masih bergeming dengan membuang pandangannya ke samping. Iqbal pun memegang dagu Jenny agar menatapnya lalu memberikan lumattan lembut. Setelah itu tangan Iqbal membuka kedua pahaa Jenny dan bersiap melesatkan senjata pamungkasnya.
Akhirnya siang itu Iqbal berhasil melepas keperjakaannya pada istri tercintanya. Begitu juga dengan Jenny yang baru pertama kalinya menyandang status mantan perawan.
Erangan demi erangan mengisi ruangan yang tampak sunyi itu. Meski keadaan masih siang, tapi tak sekalipun menyurutkan semangat keduanya dalam mengarungi indahnya surga dunia. Dengan berpeluh keringat, keduanya saling berpelukan setelah sekian kalinya mengalami pelepasan.
“Aku sangat mencintaimu.” Ucap Iqbal.
“Aku juga mencintaimu, Kak.” Jawab Jenny.
Setelah itu mereka berdua terlelap bersama di bawah balutan selimut tebal dan saling berpelukan.
Pukul 8 malam Jenny menggeliatkan tubuhnya. Dia merasakan seluruh badannya remuk. Namun seulas senyum terbit dari bibirnya saat mengingat pergulatan panasnya siang tadi.
“Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Iqbal dengan mata terpejam.
Dan tak lama Iqbal memeluk tubuh Jenny dengan erat. Sontak saja membuat Jenny terkejut. Dan dia baru sadar ternyata Iqbal sudah bangun sejak tadi.
“Apa kamu mengingat kejadian tadi? apa kamu ingin mengulanginya lagi?” tanya Iqbal dengan tangan yang sudah bertengger di atas dada Jenny.
“Ih, Kak jangan gini dong. Geli tahu.” Ucap Jenny berusaha melepaskan tangan Iqbal.
“Biarin. Aku sangat menyukainya.” Ucap Iqbal sambil tersenyum tanpa dosa.
“Kak Iqbal kok jadi mesum gini sih. Perasaan sebelumnya mukanya datar dan kaku banget.” Ucap Jenny.
“Bukan mesum. Ini naluriah seorang laki-laki.” Ucap Iqbal mengelak tidak terima.
“Sama saja. Udah ah Kak, aku mau mandi. perutku juga sangat lapar.” Ucap Jenny kemudian.
Jenny segera membuka selimutnya. Dan saat akan berdiri, dia meringis saat merasakan perih pada intinya. Dengan cepat Iqbal berdiri dan membantu Jenny ke kamar mandi dengan menggendongnya.
__ADS_1
Setelah adegan mandi bersama yang cukup lama, kini Jenny sudah duduk di sofa ruang tengah dengan muka ditekuk. Iqbal yang tadinya berjanji hanya ingin membantunya mandi. tapi ternyata itu semua hanya kebohongan belaka. Nyatanya laki-laki itu kembali meminta haknya saat melihat punggung putih mulus milik Jenny yang kembali menyulut gairaahnya.
Iqbal keluar rumahnya untuk mengambil pesanan makanan yang baru saja datang. Lalu menyiapkannya untuk Jenny.
“Ayo makan dulu, katanya tadi bilang lapar?’ ucap Iqbal.
Jenny mengambil makanan itu begitu saja tanpa menjawab. Pasalnya dia merasakan tubuhnya sangat remuk dan malas ngapa-ngapain. Iqbal yang merasa bersalah, akhirnya meletakan piringnya dan mengambil alih piring Jenny.
“Maafkan aku. sini biar aku suapin.” Ucap Iqbal.
“Nggak apa-apa Kak. Aku bisa makan sendiri kok.” Jawab Jenny.
“Sudah, kamu diam saja biar aku suapin. Setelah ini kamu langsung istirahat saja.” Ucap Iqbal.
Akhirnya Jenny makan dengan disuapi Iqbal. Iqbal pun ikut makan bergantian dengan Jenny.
Setelah makan, Jenny memutuskan untuk langsung beristirahat. Iqbal menggendong Jenny masuk ke dalam kamar meski Jenny sudah menolaknya.
“Kak Iqbal mau kemana?” tanya Jenny saat melihat Iqbal akan keluar kamar.
“Kenapa? Apa kamu mau lagi?” bukannya menjawab, Iqbal malah bertanya yang tidak-tidak.
“Dasar mesum!! Kak Iqbal disini saja. Aku ingin tidur dipeluk kakak.” Ucap Jenny manja.
Iqbal pun tidak bisa menolak permintaan istrinya. Iqbal sangat gemas melihat tingkah Jenny yang manja dan menggemaskan seperti itu.
“Aku sangat bahagia sekali.” Ucap Iqbal memeluk Jenny.
“Apa nanti kamu tetap menemuinnya saat kita akan pulang ke kota J?” tanya Iqbal.
“Iya, Kak. Setelah itu aku mau merayakan pesta pernikahan kita.” Jawab Jenny.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Udah dibayar lunas ya😂😂
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya, ok👌👌