
“Sayang, dari tadi aku mencarimu ternyata disini. Ayo kita pulang sekarang!” ajaknya lalu menggandeng tangan Jenny keluar dari ballroom.
Galang yang sejak tadi melihat Jenny sendirian, matanya mencari keberadaan Iqbal. namun tiba-tiba saja ada seorang pria yang menghampiri Jenny dan sepertinya mengajak berkenalan. Galang sedikit curiga dengan pria asing itu, lalu dengan cepat dia berpura-pura menganggap Jenny kekasihnya dan langsung mengajaknya keluar dari ballroom. Sambil jalan keluar ballroom, Galang pun mengirim pesan pada Iqbal agar segera menyusulnya.
“Maaf. Aku nggak ada maksud lain.” Ucap Galang setelah melepas genggaman tangannya pada Jenny.
“I iya. Nggak apa-apa Kak. Tapi kenapa Kak Galang melakukan itu semua?” tanya Jenny heran.
“Oh itu karena-“
“Jenny, ayo kita pulang sekarang!” ucap Iqbal yang sudah keluar ballroom.
Galang menghela nafasnya lega karena dia juga bingung menjawab pertanyaan Jenny. Dia sendiri masih ragu dengan pria asing yang mengajak Jenny berkenalan tadi. namun yang pasti setelah ini akan dia selidiki.
Sementara itu Iqbal dan Jenny sudah berada di dalam mobil. Iqbal tadi sangat khawatir setelah memndapat pesan dari Galang bahwa Jenny didekati oleh pria asing. Dan kini sudah merasa lega karena Jenny sudah aman.
“Kamu tadi kemana saja? Bukankah aku sudah bilang jangan jauh-jauh dariku.” Tanya Iqbal sedikit kesal.
“Memangnya kenapa kalau aku jauh dari Kak Iqbal? bukankah Kak Iqbal juga tengah asyik dengan wanita lain?” tanya Jenny mengabaikan pertanyaan Iqbal.
“Jangan mengalihkan pertanyaanku. Perlu kamu ingat Jen, selama status kita masih suami istri, kamu masih menjadi tanggung jawabku. Jadi menurutlah dengan apa yang aku ucapkan. Bagaimana jika pria asing tadi mempunyai niat buruk sama kamu?” ucap Iqbal kesal.
“Kak Iqbal nggak punya hak mengatur kehidupanku kalau Kakak sendiri justru seenaknya sendiri dekat dengan wanita lain.” Jawab Jenny semakin kesal.
“Sekali lagi jangan bawa-bawa orang lain dalam masalah ini. dan apa kamu bilang? Aku nggak punya hak? Apa perlu aku ingatkan lagi kalau aku ini suami kamu? Bahkan semua kehidupan kamu dan yang ada di diri kamu sudah menjadi hakku. Kamu yang justru lupa dengan status kamu, kamu juga melupakan hak dan kewajiban kamu sebagai seorang istri. Apa perlu aku kasih tahu, apa saja yang harus kamu lakukan sebagai seorang istri?” tanya Iqbal tajam dengan mencondongkan badannya mendekati Jenny.
Plakk
Tangan Jenny reflek menampar pipi Iqbal. Jenny ketakutan saat Iqbal mencondongkan badannya seperti akan berbuat asusila padanya. Setelah itu Jenny terkejut setelah menyadari apa yang baru saja ia lakukan.
“Kak, ma maaf. Maafkan aku.” ucap Jenny terbata.
__ADS_1
Iqbal menahan emosinya dan mengabaikan perminta maafan Jenny. Lalu dia mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan dengan kecepatan di atas rata-rata. Jenny pun menutup mulutnya rapat. Dia sangat takut saat mengetahui kemarahan Iqbal.
Beberapa saat kemudian, mobil Iqbal sudah sampai. Dia langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Jenny mengikuti langkah kaki Iqbal setengah berlari.
“Kak, maaafkan aku.” ucap Jenny namun dengan cepat Iqbal menutup pintu kamarnya.
Jenny menatap nanar pintu kamar Iqbal yang baru saja tertutup. Dia merasa sangat bersalah setelah menampar pipi Iqbal. harusnya dia tidak melakukan itu semua. Tapi jujur saja dia sangat takut saat Iqbal mendekati dirinya seperti tadi.
Sementara itu di balik pintu kamar yang baru saja ia kunci, Iqbal tampak mengacak rambutnya dengan kasar. Dia merutuki kebodohannya tentang apa saja yang diucapkan pada Jenny. Harusnya dia tidak mengatakan semua itu. Cukup dia melindungi Jenny dari bahaya saja tanpa membahas statusnya yang sudah jelas bukan suami istri sungguhan.
Keduanya saling menyalahkan diri sendiri di dalam kamar masing-masing. Bahkan waktu sudah sangat larut, baik Iqbal maupun Jenny belum bisa memejamkan matanya.
Keesokan paginya mereka juga tak kunjung keluar dari kamar. beruntungnya hari ini hari minggu, jadi tidak terburu-buru untuk berangkat kerja. Kemudian Iqbal keluar kamar terlebih dulu karena perutnya sangat lapar.
Iqbal keluar rumah menggunakan motornya untuk membeli sarapan. Tak lupa dia membeli dua porsi. Untuknya dirinya sendiri dan juga Jenny. Sampai rumah Iqbal langsung membawakan makanannya ke dapur. Dia melihat kamar Jenny masih tertutup rapat.
Setelah makan, Iqbal memilih keluar rumah. dia pergi ke apartemen Galang untuk menanyakan tentang pria asing yang semalam mendekati Jenny.
“Terima kasih Kak. Dan maafkan aku.” gumam Jenny lalu memakan makanan yang sudah dibelikan oleh Iqbal.
***
Saat ini Iqbal sudah berada di apartemen Galang. Dia sedang menanyakan tentang pria asing yang mendekati Jenny semalam.
“Aku juga belum tahu pasti Bal. aku nggak begitu kenal dengan tamu undangan dari rekan kerja mertua Felix.” Ucap Galang.
“Bisakah kamu mencari tahu informasi yang jelas Lang? aku takut pria itu salah satu anak buah Billal.” Ucap Iqbal khawatir.
“Iya. Kamu tenang saja, akan aku selidiki. Yang penting kamu tetap menjaga Jenny.” Saran Galang.
Iqbal memijit pelipisnya saat mendengar saran Galang untuk tetap menjaga Jenny. Bahkan dia sendiri sangat bimbang. Apakah Jenny masih mau mendengar kata-katanya setelah semalam sempat adu mulut.
__ADS_1
“Ada apa?’ tanya Galang.
Iqbal pun menceritakan semua tentang pertengkarannya semalam dengan Jenny. Bahkan Jenny sampai menamparnya. Iqbal juga meminta saran pada Galang, apa yang harus ia lakukan pada Jenny setelah ini.
“Lebih baik kamu tetap jaga ego kamu agar tidak mudah emosi. Sekarang fokuskan saja untuk menjaga Jenny. Lupakan status kalian jika memang Jenny menghendaki seperti itu. Anggap saja seperti seorang kakak yang melindungi adiknya.” Ucap Galang.
“Bagaimana kalau dia masih takut dan berpikiran buruk sama aku, Lang?” tanya Iqbal.
“Meminta maaf lah” jawab Galang.
Sore harinya Iqbal baru saja pulang ke rumah setelah seharian berada di apartemen Galang. Iqbal yang baru saja memarkirkan motornya, dia melihat Jenny sedang duduk santai di teras rumah sambil memainkan gadgetnya. Dan saat melihat kedatangannya, perempuan itu langsung masuk ke dalam rumah.
“Jen, tunggu!” panggil Iqbal.
“Maaf untuk yang semalam. Aku nggak bermaksud menyalahkan kamu tentang status kita.” Ucap Iqbal.
“Tap, tapi aku juga minta maaf karena sudah menampar Kak Iqbal.” jawab Jenny.
“Nggak masalah. Mulai sekarang aku tidak akan terlalu menuntut kamu agar menuruti semua perintahku. Tapi biarkan aku menjaga amanat Papa kamu untuk melindungi kamu. Setidaknya sampai batas waktu yang kamu minta untuk mengakhiri status kita ini.” ucap Iqbal dan membuat Jenny terdiam.
Tanpa menunggu jawaban dari Jenny, Iqbal langsung masuk ke dalam kamarnya.
.
.
.
*TBC
Happy reading‼️
__ADS_1
jangan lupa selalu tinggalkan like dan komentarnya ya🤗🤗😘😘