
“Saat Kak Iqbal mabuk, kakak bilang mencintaiku.” Ucap Jenny lalu membuang muka.
Jenny pun langsung menjauhi Iqbal untuk menyiapkan sarapannya yang beberapa saat yang lalu diantar oleh petugas rumah sakit. Sementara itu Iqbal masih terdiam mencerna ucapan Jenny baru saja. Dia juga mencoba mengingat kejadian dimana dirinya mabuk berat saat itu.
“Jadi saat itu aku mengatakan kalau aku mencintai Jenny?” gumam batin Iqbal.
Iqbal teringat saat itu hatinya sangat hancur setelah mengetahui Jenny dilamar oleh Xavier. Setelah itu dirinya memutuskan untuk menghabiskan waktunya dengan minum minuman keras. Alhasil dia mabuk parah dan setelah itu tidak ingat apa-apa.
“Ayo Kak makan dulu.” Ucap Jenny datar.
Iqbal masih bergeming. Dia tidak mendengar ucapan Jenny karena masih terus mencoba mengingat kejadian itu. Iqbal sedikit mengingat kalau saat itu dia seperti sedang mencium bibir Jenny. Namun dia ragu, itu hanya halusinasinya atau memang kenyataan.
“Ya sudah kalau Kak Iqbal nggak mau makan.” Ucap Jenny lalu meletakkan kembali piringnya ke atas meja.
“Apa benar aku mengatakan itu semua?” tanya Iqbal lagi.
“Nggak usah dipaksa mengingatnya Kak kalau kakak lupa berarti memang itu hanya halusinasi kakak saja.” Jawab Jenny dingin.
“Tapi bagaimana jika itu benar? Aku mengatakan itu memang dalam keadaan mabuk tapi semua yang aku katakan adalah isi hatiku yang terdalam.” Ucap Iqbal dengan menatap mata Jenny dengan intens.
“Mak,,maksud Kak Iqbal?” tanya Jenny terbata.
“Iya benar. Aku memang mencintaimu Jen. Jauh sebelum kita menikah, aku sudah mencintai kamu.” Ucap Iqbal dengan suara tegas.
Jenny menutup mulutnya tak percaya. Kata-kata itu juga diucapkan saat Iqbal masih dalam pengaruh minuman keras. Jenny tidak menyangka kalau selama ini Iqbal mencintainya. Bahkan sebelum terjadi kesalah pahaman itu.
“Tapi aku sadar akan posisiku. Kamu sangat sulit digapai. Maafkan aku telah lancang mencintai kekasih orang. Aku janji setelah keadaanku sudah pulih, aku akan mengembalikan kamu kepada orang tua kamu. Kita akan akhiri semua ini.” ucap Iqbal.
Grep
Jenny langsung berhambur ke pelukan Iqbal. tangisnya pecah mendengar ungkapan sekaligus risalah hati laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu. Jenny terisak dalam pelukan Iqbal tanpa mengatakan sesuatu. Air matanya terus mengalir semakin deras. Hatinya sangat sakit mendengar Iqbal akan mengakhiri pernikahan ini.
Sementara Iqbal hanya bisa diam dan membiarkan Jenny memeluknya dengan erat. Tangannya yang sebelah kanan mencoba membalas pelukan perempuan itu untuk menenangkannya. Entahlah Iqbal juga tidak tahu kenapa Jenny tiba-tiba memeluknya tiba-tiba.
“Sudah, jangan menangis lagi. Maafkan jika ucapanku tadi membuatmu tidak nyaman.” Ucap Iqbal sambil mengusap kepala Jenny dengan lembut.
“Kamu tahu kan kalau mencintai itu tidak harus memiliki. Aku sangat bersyukur bisa mencintai perempuan seperti kamu. Dan aku juga akan bahagia jika melihatmu bahagia Jen. Maafkan aku, ya!" Ucap Iqbal berusaha tegar.
__ADS_1
Jenny menggelengkan kepalanya dalam pelukan Iqbal. bibirnya kelu tidak mampu membalas ucapan Iqbal. hatinya semkin sakit mendengar pernyataan Iqbal yang terakhir.
“Sudah, jangan bersedih lagi. Kamu harus bahagia. Bukankah itu yang yang kamu inginkan sejak dulu? Hidup bahagia dengan laki-laki yang kamu cin-“
“Tidak!!” teriak Jenny setelah melepas pelukannya.
“Aku mohon Kak Iqbal jangan bilang seperti itu. Jangan tinggalin aku, Kak.” Ucap Jenny terisak.
“Apa maksud kamu, Jen?” tanya Iqbal bingung.
“Aku….aku juga mencintai Kak Iqbal.” ucap Jenny dan membuat Iqbal terperangah tak percaya.
“Apa? Apa aku tidak salah dengar?” tanya Iqbal dan Jenny menggelangkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
Setelah itu Iqbal berusaha meraih tubuh Jenny ke dalam pelukannya. Jenny pun menurut dan membalas pelukan suaminya.
“Terima kasih.” Ucap Iqbal terharu sekaligus bahagia.
Jenny masih setia berada dalam pelukan Iqbal. begitu juga dengan Iqbal. dia masih betah mendekap tubuh Jenny sambil menghirup aroma wangi rambut Jenny yang menguar memenuhi indra penciumannya.
Ringis Iqbal tiba-tiba. Dan sontak saja Jenny langsung melepas pelukannya dan meneliti luka Iqbal.
“Mana yang sakit, Kak? Atau biar aku panggilkan dokter?" Tanya Jenny khawatir.
“Nggak ada.” Jawab Iqbal sambil tersenyum tipis.
“Kak Iqbal bohongin aku?” tanya Jenny dengan wajah masam.
“Aku hanya ingin melihat wajah cantik kamu, maaf.” Jawab Iqbal dan membuat wajah Jenny memerah.
Lalu Jenny teringat kalau tadi Iqbal belum makan. Padahal dia harus segera meminum obatnya agar segera sembuh. Setelah itu Jenny mengambil piring yang ada di atas meja. Dan dengan sabar menyuapi Iqbal.
Selesai makan, Jenny mengusap sudut bibir Iqbal yang terkena noda makanan. Setelah itu menyiapkan obat dan air putih yang akan diminum Iqbal.
“Terima kasih.” Ucap Iqbal dan Jenny mengangguk.
“Kak, aku minta waktu untuk menyelesaikan semuanya dengan Kak Xavier.” Ucap Jenny lirih.
__ADS_1
Iqbal terdiam. Dia melupakan sesuatu bahwa istrinya masih mempunyai hubungan dengan laki-laki lain. Tapi sekali lagi dia tidak boleh egois. Baginya hari ini cukup bahagia dengan pengakuan cintanya yang mendapat balasan dari Jenny. Jadi dia akan memberikan kesempatan untuk Jenny agar menyelesaikan hubungannya dengan Xavier.
“Tapi bagaimana jika dia tidak mau?” tanya Iqbal.
“Maka dari itu aku minta waktu untuk menyelesaikan semuanya ini. aku tahu ini tidak mudah apalagi bagi Kak Xavier. Jadi aku minta pengertiannya.” Ucap Jenny memohon.
“Baiklah.” Jawab Iqbal setuju.
Setelah itu Jenny membiarkan Iqbal untuk beristirahat. Karena sesuai dengan perintah dokter bahwa laki-laki itu harus banyak beristirahat agar cepat sembuh.
Saat Iqbal sedang beristirahat, Jenny memilih duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Hatinya berkecamuk memikirkan cara bagaimana mengakhiri hubungannya dengan Xavier.
Jenny sebenarnya tidak mau melukai perasaan laki-laki itu lagi setelah kabar pernikahan dadakannya dengan Iqbal. tapi kalau dipaksakan untuk terus bersama itu juga tidak baik.
Entah sejak kapan Jenny mulai menyimpan perasaan pada Iqbal. namun yang pasti semenjak kehadiran Iqbal selama beberapa bulan, telah membuat hati Jenny tertaut tanpa sadar pada laki-laki itu. Dan Jenny menyadari saat kedatangan Xavier di kota B beberapa bulan yang lalu tidak membuatnya bahagia seperti saat dulu sebelum menikah dengan Iqbal.
Jenny meraih ponselnya. Dia melihat banyak pesan dari Xavier sejak kemarin yang dia abaikan. Hatinya kembali bimbang. Bagaimana cara mengatakan semua itu pada Xavier. Tapi Jenny bertekat akan membicarakan semuanya nanti secara langsung. tidak melalui sambungan telepon seperti ini.
“Maaf, Kak. Aku sedang menjaga Kak Iqbal di rumah sakit.” Jenny membalas singkat pesan Xavier.
Sementara Xavier yang yang sedang duduk di kursi kebesarannya tampak senang saat mendengar notif pesan masuk dari Jenny. Namun senyumnya perlahan pudar setelah membaca isi pesan itu.
“Tidak mungkin! Ini tidak mungkin. Jenny tidak mungkin berpaling dariku. Tidak! Ini tidak boleh terjadi.” Gumam Xavier sambil mengacak rambutnya dengan kasar.
.
.
.
*TBC
Mengsedih sekali nasibnya Xavier😢😢 siapa yg mau pungut?😂😂😂
Jangan lupa kasih like dan komentarnya ya guys🤗😘 Votenya jg boleh🤗😍
Happy Reading‼️
__ADS_1