
Iqbal menggenggam kuat ponselnya saat membaca pesan Xavier untuk Jenny. Harusnya dia senang kalau Xavier besok sudah pulang ke kota J. tapi kenapa perasaannya tidak tenang saat Xavier akan memberikan kejutan untuk Jenny. Dan tak lama kemudian ada notif pesan balasan dari Jenny.
“Baiklah Kak. Akan aku usahakan.”
Setelah itu Iqbal bergegas mengganti pakaiannya. Dia memutuskan untuk pergi keluar. Tepatnya menemui Galang. Mungkin dirinya akan mendapatkan solusi dari sahabatnya itu setelah menceritakan semua permasalahannya.
“Kak Iqbal mau kemana?” tanya Jenny saat Iqbal baru saja keluar kamar.
“Buat apa kamu menanyakan aku akan pergi kemana? Bahkan aku tidak pernah menanyakan kemana kamu pergi sampai pulang malam.” ucap Iqbal dingin dan langsung meninggalkan Jenny yang masih terdiam.
Entah kenapa hati Jenny sangat sakit melihat sikap Iqbal yang sudah berubah padanya. Jujur saja dia sudah sangat nyaman dengan sikap Iqbal saat sebelum kedatangan Xavier. Lalu apa hubungannya perubahan sikap Iqbal dengan kedatangan Xavier. Apakah laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu marah saat dirinya sedang bersama Xavier.
“Kalau Kak Iqbal marah, apakah itu mungkin dia mempunyai rasa padaku?” tanya batin Jenny.
Tapi hati Jenny kembali meragu dan menyangkal kalau Iqbal menaruh hati padanya. Memang dia sangat nyaman dengan perhatian Iqbal selama ini namun dirinya saat ini juga sedang menjalin hubungan dengan Xavier.
Jenny terduduk lesu seorang diri di sofa ruang tengah. Hatinya sungguh kacau saat ini. jenny membayangkan bagaimana jika nanti saatnya tiba. Dimana hubungannya sudah berakhir dengan Iqbal. apakah dirinya mampu menghadapi itu semua itu. Tanpa terasa buliran air mata Jenny jatuh membasahi pipi. Hatinya nyeri membayangkan perpisahannya dengan Iqbal. rasanya dia tidak rela melepas Iqbal terlebih membiarkannya menjalin hubungan dengan perempuan lain.
“Kak Xavier.” Gumam Jenny menyebut nama laki-laki yang tak lain adalah kekasihnya.
Jenny sulit menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini dengan Xavier. Namun yang pasti dia merasa berbeda dengan hatinya. Jika dulu sebelum menikah, hatinya selalu bergetar saat bersama Xavier. Tapi kali ini dia tidak merasakan itu lagi. Apakah rasa cintanya sudah luntur.
Sementara itu Iqbal baru saja sampai di apartemen Galang. Malam ini Iqbal mendatangi langsung ke apartemen Iqbal, tidak ke café seperti biasa.
“Ya udah aku pulang dulu!” ucap seorang perempuan yang baru saja keluar dari apartemen Galang dan kebetulan Iqbal juga sedang berdiri di depan pintu.
Lila terkejut saat melihat laki-laki yang pernah ia jumpai mengantar Jenny bekerja di butik Mamanya. Apa hubungan sepupunya dengan laki-laki yang berstatus sebagai suami Jenny itu. Sayangnya Lila sudah berpamitan pulang. Mungkin lain kali akan menanyakan langsung pada Galang.
“Eh, Bal masuk yuk!” Ajak Galang kemudian.
Setelah itu Iqbal masuk. Dia menyunggingkan senyuman tipisnya pada Galang saat melihat seorang perempuan baru saja keluar dari apartemen sahabatnya. Ternyata diam-diam Galang sudah berani mengajak seorang perempuan masuk ke dalam apartemennya.
“Kamu jangan berpikiran macam-macam. Dia sepupuku. Anak Tante Shahnaz pemilik butik Jenny bekerja.” Ucap Galang seolah mengerti yang sedang dipikirkan oleh Iqbal.
__ADS_1
“Aku kira cewek kamu.” Ucap Iqbal kecewa.
“Ck nggak mungkin aku membawa cewekku masuk ke apartemen sebelum membawanya ke pelaminan.” Ucap Galang.
Iqbal hanya menggut-manggut membenarkan ucapan sahabatnya. Setelah itu Galang masuk ke dapur untuk mengambilkan softdrink buat Iqbal. lalu dia memberikan informasi tentang seseorang yang sempat mendekati Jenny saat pesta pernikahan Felix dulu.
“Ternyata pria itu bernama Sean. Dan apa kamu tahu kalau pria itu adalah asisten Billal.” Ucap Galang dan membuat Iqbal sangat terkejut.
“Lalu apa yang harus aku lakukan Lang?” tanya Iqbal.
“Nggak ada. Selama Jenny masih berada di sisi kamu, dia pasti aman.” Jawab Galang.
Iqbal tersenyum getir menanggapi ucapan Galang. Memang tidak ada yang salah dari ucapan Galang. Tapi jika terus-terusan Jenny ada di sisinya justru akan membuat dirinya yang tersakiti. Dia sadar akan statusnya yang tidak akan lama menjadi suami Jenny.
Galang yang melihat keresahan dalam diri Iqbal pun akhirnya bertanya. Lalu Iqbal menceritakan semuanya. Dimana saat ini laki-laki yang berstatus sebagai kekasih Jenny sedang berada di kota ini. bahkan Jenny selalu menghabiskan waktunya bersama setelah pulang bekerja. Galang ikut merasakan sakit mendengar cerita Iqbal.
“Mungkin tidak sampai satu tahun aku akan mengabulkan permintaannya untuk berpisah.” Ucap Iqbal setelah meminum softdrink.
“Apa akan ada efeknya jika aku mengungkapkannya di saat mereka sedang bahagia? itu sama saja aku menghancurkan hubungannya.” Jawab Iqbal.
“Tapi statusmu disini yang paling menang, Bal. kamu suaminya.” Ucap Galang dan Iqbal hanya diam dengan tatapan kosong.
“Biarkan dia bahagia dengan pilihannya. Aku nggak bisa egois untuk memaksa Jenny mau menerimaku. Mungkin secepatnya aku akan menyerahkannya pada Xavier. Laki-laki yang tepat dan dicintai Jenny.” Ucap Iqbal.
Galang pun tidak bisa lagi memberikan nasehat untuk sahabatnya. Menurutnya hubungan Iqbal dan Jenny benar-benar rumit. Akhirnya malam ini Iqbal memutuskan untuk bermalam di apartemen Galang. Dia mencoba untuk tidak peduli dengan Jenny yang saat ini sedang sendirian di rumah. namun walaupun begitu sejak tadi dia terus memantau ponselnya untuk mengawasi Jenny.
Keesokan paginya, kebetulan juga sedang hari libur. Namun Iqbal bangun sangat pagi dan segera pergi meninggalkan apartemen Galang. Dia tidak lupa kalau saat ini Jenny akan mengantar keberangkatan Xavier pulang ke kota J. jadi Iqbal langsung menuju bandara.
Setelah perjalanan selama kurang lebih 30 menit, Iqbal sudah sampai bandara. Dia melirik jam tangannya masih menunjukkan pukul setenagh tujuh pagi. lalu dia melihat ponselnya dan membaca pesan Xavier yang ditujukan untuk Jenny.
“Aku sudah sampai di bandara. Aku tunggu kamu di café dekat ruang tunggu.”
Iqbal pun segera kesana. Dia penasaran dengan apa yang akan diberikan oleh Xavier pada Jenny. Setelah mendapat tempat duduk yang nyaman tanpa diketahui oleh Xavier, Iqbal tinggal menunggu kedatangan Jenny.
__ADS_1
Tak lama kemudian Jenny datang. Xavier pun langsung berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan Jenny.
Cup
Hati Iqbal serasa diremaas saat melihat Xavier tiba-tiba memeluk Jenny lalu mengecup sekilas bibirnya. sedangkan Jenny tampak tidak nyaman dengan perbuatan Xavier seperti itu di tempat umum.
Xavier sudah memesankan minuman untuk Jenny. Setelah itu mereka berdua duduk saling berpandangan. Xavier menggenggam kedua tangan Jenny dengan lembut.
“Aku sangat bahagia sekali Jen selama beberapa hari ini bisa bersamamu.” Ucap Xavier dan Jenny hanya tersenyum.
“Hari ini juga aku akan kembali ke kota J. dan mungkin setelah ini aku akan sangat sibuk. Aku nggak tahu kapan lagi bisa datang kembali menemuimu.” Ucap Xavier sendu.
“Kak Xavier tenang saja. Kita masih bisa berkomunikasi seperti biasanya.” Ucap Jenny berusaha menenangkannya.
“Sebelum kita berpisah. Aku ingin mengikatmu Jen. Maukah kamu menikah denganku? Aku akan sabar menunggu perceraian kamu.” Ucap Xavier sambil mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin berlian.
Iqbal yang mendengar dan menyaksikan itu semua semakin tidak kuat. Dia langsung berdiri dan meninggalkan café.
Deg
Jantung Jenny berdetak tak karuan saat melihat Iqbal yang sejak tadi duduk di belakang Xavier.
.
.
.
*TBC
Tuh kan Iqbal mau nyerahin Jenny pada Xavier😱😱😂
Happy Raeding‼️ jangan lupa tinggalkan like, komen, dan votenya ya🤗😘😘
__ADS_1