Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 75


__ADS_3

Di saat kedua orang tua Iqbal sedang asyik mengajak Gita bercanda, Iqbal menghubungi Jenny untuk datang ke rumahnya. Dia tidak mengatakan kalau kedua orang tuanya sudah tiba, karena Iqbal takut Jenny tidak berani menemuinya.


Dan tak lama kemudian, Jenny sudah tiba di rumah Iqbal. karena memang rumah mereka bersebelahan. Jenny memasuki ruang tengah. Dia terkejut saat melihat anaknya sedang berada di pangkuan orang yang sangat dia kenal. Bahkan anaknya terlihat sangat ceria saat bercanda dengan kedua orang itu.


“Ma, Pa!” panggil Jenny dengan suara nyaris tak terdengar.


Desy yang paling peka dan samar-samar mendengar suara seseorang, akhirnya dia menoleh untuk mencari sumber suara yang baru saja dia dengar.


“Jenny!” panggil Desy.


Jenny masih bergeming. Matanya sudah berembun. Dia bingung harus berbuat apa karena dia masih belum cukup berani untuk menghampiri Desy dan Bram. Sementara Iqbal yang sudah tahu kedatangan Jenny, dia mengerti bagaimana perasaan wanita itu. Perlahan dia menghampiri Jenny dan mengajaknya untuk bergabung bersama.


“Kamu jangan khawatir. Aku sudah mengatakan semuanya pada Mama dan Papa.” Bisik Iqbal.


“Jenny, kemarilah Nak!” panggil Desy kemudian.


Akhirnya Jenny menghampiri Desy dan Bram. Iqbal mengajak Gita agar duduk bersamanya. Sementara Jenny langsung duduk bersimpuh di hadapan Desy dan Bram.


“Ma, Pa maafkan semua kesalahan Jenny. Maafkan Jenny telah membuat Kak Iqbal menderita.” Ucap Jenny sambil terisak.


“Sayang, bangunlah jangan seperti ini.” ucap Desy.


“Benar apa yang dikatakan oleh Mama kamu. Justru kami berdua yang salah. Akibat kesalah pahaman itu, kami lebih memilih memisahkan kalian. Dan ternyata rencana Tuhan tidak ada yang tahu kalau akhirnya kalian bisa dipertemukan kembali.” Ucap Bram.


Jenny langsung berhambur ke pelukan Bram. Dia sangat lega karena ketakutannya selama ini tidak terbukti. Justru Bram dan Desy sangat senang menyambutnya. Jenny pun terus mengucap syukur atas kebahagiaannya ini.


Tak lama kemudian, Vito dan Kay juga datang ke rumah Iqbal. mereka berdua ingin meluruskan masalah antara anak dan menantunya. Bram dan Desy juga meminta maaf pada kedua orang tua Jenny atas kesalahannya masa lalu.


“Sudahlah, tidak perlu merasa paling bersalah. Yang terpenting anak-anak kita sudah bisa bersatu kembali. Kita hanya tinggal mendoakan agar keluaraga kecil mereka selalu dilimpahi kebahagiaan.” Ucap Vito.


“Lalu Pa, bagaimana tentang status kami berdua?” tanya Iqbal.


“Sebenarnya status perceraian kalian berdua cacat hukum. Karena Iqbal sendiri belum pernah mengucapkan kata cerai pada Jenny. Dan tanpa kita ketahui bahwa saat itu Jenny sedang hamil. Jadi perceraian kalian tidak sah. Namun berhubung kalian sudah terpisah cukup lama, kurang lebih selama tiga tahun dan Jenny juga tidak mendapatkan nafkah lahir maupun batin. Jadi menurut Papa lebih baik kalian menikah ulang saja.” Ucap Bram.


“Baiklah kalau begitu tunggu apa lagi. Sekalian saja kita rayakan pesta pernikahan mereka.” Usul Vito.


“Tapi Pa, Iqbal ingin kita menikahnya besok.” Ucap Iqbal dan membuat semua orang membelalakkan matanya termasuk Jenny.

__ADS_1


Aww…


Iqbal meringis saat perutnya tiba-tiba dicubit oleh Jenny. Bisa-bisanya di saat serius seperti ini suaminya malah bercanda.


“Bagaimana mungkin kalian menikah besok. Sementara kita semua belum melakukan persiapan apa-apa?” tanya Desy kesal.


“Maksud Iqbal, kita nikah dulu besok Ma. Untuk acara resepsi baru bisa diadakan bulan depan.” Ucap Iqbal.


“Oh begitu. Sepertinya memang ada yang sudah tidak sabar untuk berduaan.” Ucap Kay mengerti maksud Iqbal.


Semua orang tergelak setelah paham maksud Iqbal. sementara Jenny sangat malu mendengarnya. Sedangkan Iqbal hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena niat liciknya sudah tercium oleh mertuanya.


“Bolehlah kalau begitu. Kasihan juga masa setelah sekian lama berpisah masih saja tinggal terpisah.” Kali ini Vito yang menimpali.


Jenny semakin malu. Tapi jujur dia juga senang akhirnya besok bisa tidur bersama suaminya setelah menikah.


Kedua keluarga itu akhirnya telah sepakat untuk menikahkan Iqbal dan Jenny besok. Dan untuk resepsi pernikahannya akan digelar satu bulan kemudian. Karena Jenny juga harus mempersiapkan gaun untuk pernikahannya sendiri.


Karena waktu sudah malam, Vito dan Kay berpamitan pulang dengan mengajak Jenny sekalian. Sementara Gita yang sejak tadi sudah tidur di pangkuan Iqbal, segera diajak masuk ke kamarnya. Awalnya Desy sempat berebut Gita dengan Iqbal. namun yang menang tetaplah Papanya, karena Iqbal langsung merebahkan tubuh Gita di atas tempat tidurnya.


Ting


Tiba-tiba ada notif pesan masuk ke ponsel Jenny. Dia langsung membukanya ternyata Iqbal yang mengirim pesan.


“Apa kamu sudah tidur?”


“Belum, Kak. Aku nggak bisa tidur.”


“Kenapa? Apa kamu nggak sabar menanti hari esok?”


“Mungkin😁😁”


“Besok kita akan menikah. Apa kamu tidak ingin mengubah panggilan kamu ke aku? aku bukan lagi kakak kamu.”


“Terus Kak Iqbal minta dipanggil apa?”


“Terserah kamu, yang penting panggilan sayang. Baby, honey, sayang, my lovely, atau apalah.”

__ADS_1


Jenny cekikikan membaca pesan Iqbal. ternyata suaminya lucu juga kalau sedang mode santai seperti ini. tapi Jenny bingung mau manggil suaminya apa. Dia belum juga dapat ide.


“Kenapa lama balasnya? Apa kamu sudah tidur?”


“Belum.”


“Lalu? Kamu mau memanggilku dengan panggilan apa?”


“Mr. Kanebo Kering” jawab Jenny singkat lalu tak kuat lagi menahan tawanya.


Sedangkan Iqbal mengernyit heran setelah membaca pesan terakhir Jenny. Dia masih belum paham apa maksud Jenny dengan panggilan “Mr. Kanebo Kering”. Iqbal pun langsung melakukan panggilan pada Jenny, namun ponselnya sudah tidak aktif.


“Awas kamu ya! Aku pastikan besok malam tidak akan selamat.” Gumam Iqbal sambil tersenyum smirk.


Setelah itu Iqbal meletakkan ponselnya di atas nakas. Lalu dia membaringkan tubuhnya dan memeluk putri kecilnya yang tampak tertidur pulas dengan mulut yang sedikit terbuka.


Iqbal sangat gemas melihat Gita. Bahkan niatnya untuk tidur tidak jadi karena dia asyik memainkan pipi gembul anaknya. dia juga menciumi seluruh wajah Gita, dan Iqbal baru berhenti saat Gita mulai terusik akibat ulah tangan Papanya.


Keesokan paginya, Desy yang terbangun lebih dulu, dia langsung masuk ke kamar Iqbal untuk mengambil cucunya. Dan ternyata Gita juga baru bangun sambil mengucek-ucek matanya. sementara Iqbal masih tampak pulas dalam tidurnya.


Desy yang melihat wajah kebingungan cucunya, segera menggendongnya sebelum gadis kecil itu menangis. Lalu mengajaknya keluar dari kamar Iqbal.


Dan pagi itu juga Iqbal segera mempersiapkan beberapa berkasnya untuk persiapan pernikahannya nanti sore. Iqbal juga memberitahu Galang tentang pernikahannya. Dan memintanya untuk datang.


Sementara Jenny di rumah juga tampak sibuk. Meski hanya akad nikah, namun Jenny tetap menyiapkan baju untuk pernikahannya nanti.


.


.


.


*TBC


Uluh...uluhh..uluhhh ada yg mau merid ulang nih yee😂😂


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2